
"Moana... dia ayahnya wolfa"
"hah? benarkah? haalooo aku sahabatnya Wolfa.."
"benarkah??? apa dia baik? bagaimana dia disana?" tanya Wolfeen
"dia sangat perhatian sekali.. sangat menjagaku, dia selalu melatihku berpedang tuan"
"benarkah? hahahha dia benar-benar anakku" ucap Wolfeen.
lalu datanglah seorang wanita pelayan
"wolfeen..." dengan raut wajah yang sedih
"kenapa?"
kami lari ke kamar Roger.
sesampainya di kamar Roger, Semua sudah berdiri di sisi kasur roger.. seperti Romeo, kedua pelayan romeo (manusia bebek), wolfish (ibunya Wolfa). mereka menatap sedih Roger yang berbaring di kasur.
"kenapa?" tanyaku
"ini ada apa?"
"tidak mungkin!" ucap Wolfeen
"rogeeeeeeeeeeeerrr haaaa" Wolfeen menangis sampai terisak-isak.
"Roger? kenapa dia?" tanyaku
mereka hanya diam dengan wajah lesu.
aku mendekati Romeo.
"romeo... jawablaah..!! Ada apa dengan Roger?!"
"kakak.. dia.. hiks" Romeo menangis
"Roger? apa dia mati?" gumamku dalam hati
"tidak mungkin... aku tidak percaya dia meninggalkanku begitu cepat"
aku mendekati Roger yang sedang berbaring lemah di kasurnya.
"Roger... kau hanya tidur kan? Rogerr... hahah" aku menyapa sambil tertawa
"roger? jawab doooong"
tapi dia tidak menjawab
"Roger?"
"hiks" aku mulai meneteskan air mata
"kau mati? apa tusukan pisau gazakuma berdampak buruk pada tubuh mu? Heeey roger bangun...!!"
"rogeeeeeeeeerrr" aku menangis di sebelah kasur Roger.
"jangan tinggalkan aku Roger.. aku tidak mau sendirian...."
"Rogeeeeeeeeer huaaaaaaaaa aku mohon bangunlaaah... aku berjanji akan menjadi wanita baik lagii, aku tidak akan pernah meninggalkanmu Rogeeeeer huaaaa"
aku bangun dan memeluk Roger.
"aku ingin bersamamu lebih lama lagi rogeeer"
semua orang menangis disana.
karena aku memeluknya.. tubuhku mengenai luka di perutnya, dia bangun
"aaaaw sakit hahah" dia tertawa
"eh?"
"benarkah yang kau ucapkan itu? hahahah aku senang sekali"
aku langsung bangun karena terkejut.
"kau baik-baik saja Roger?"
"tentu saja.."
"kau tidak mati?"
"aku masih hidup. hahahah"
"tidak lucu.!" raut wajahku cemberut.
"hahahah maaf maaf"
__ADS_1
aku tetap cemberut sambil menatap mata Roger.
"aku hanya ingin tau reaksimu saja.. heheh"
"..."
"moana?"
"..."
"aku hanya bercanda.. benarkan Wolfeen?"
"hahahah iyaa Nona.. tuan Roger hanya bercanda hahahah.. dia baik-baik saja kok, dia terus bolak-balik mengunjungi kamarmu dan melihat apa kau sudah bangun apa belum, dan dia berencana melihat reaksi wajahmu jika kau tau dia telah tiada"
"kau beruntung sekali Tuan, mendapatkan wanita yang setia" ucap Pelayan.
aku masih cemberut.
"eh?" Wolfish melihat wajahku.. lalu mengajak semua orang yang ada di sana segera keluar.
"ohh sepertinya aku harus cek dapur dulu deh yaa.. Tuan Roger perlu asupan makanan agar dia sehat kembali" ucap Wolfish
"aahhh iya iyaa heheh" ucap Pelayan
"oh heheh aku juga lapar" ucap Wolfeen.
mereka keluar dan menarik tangan Romeo
"kenapa?" ucap Romeo
"suuut ayo keluar aja" ucap Wolfish.
aku masih cemberut kepada Roger
"maaf" ucapnya
"aku tidak akan mengulangi lagi heheh"
"apa ini menyenangkan bagimu?"
"mmm... tidak juga"
"kau tau betapa paniknya aku tadi? aku sejenak berpikir akan hidup kesepian lagi seperti dulu... tanpa kasih sayang, tanpa ibu.. dan kau akan meninggalkan ku?"
"..."
"ini sangat menyakitkan Roger...!!!! aku tidak suka!! aku mohon... akuu..."
Roger menarik tanganku ke kasurnya.
"terimakasih dan maafkan aku, moana. tapi aku sangat senang mengetahui bahwa kau mencintaiku"
"heuu.. aku merindukanmu Roger..." aku memeluknya
"aku sangat sangat sangat merindukanmu, moana". Roger mencium ku.
di luar kamar Roger, Para pelayan termasuk Romeo mengintip kami yang sedang bermesraan di kamar.
"o..owww.."
"aaaaaa mereka Romantis sekalii"
Romeo terkejut dan diam membatu
"moana.." ucapnya
"tuan romeo, kau serius sekali menatapnya hehehe" ucap Wolfish
Lalu romeo pergi tanpa kata ke kamar tidurku di awal yang di sana terdapat Sako, 2 wanita dan Hana.
"moana.. dengan kakak? lalu bagaimana denganku? apa dia mengkhianati ku?"
"moana.. ini sangat sakit" gumam hati Romeo saat berjalan menuju kamar hana.
*sudah sampai di depan pintu kamar*
namun saat membuka pintu.
2 manusia itu menodongkan kayu pada Romeo
"angkat tangan!" ucap Wanita berambut merah
"lepaskan aku... atau kau ku bunuh..!!!" ucapnya
romeo diam dengan raut wajah lemas pada Mereka
"maaf, aku tidak bisa bertarung" ucap Romeo
"hah?" ucap wanita ke 2 berambut coklat
__ADS_1
"kau pembohong..!! untuk apa kau datang kemari hah?" tanya wanita Rambut merah
"aku ingin menemui temanku, yang sedang berbaring disana.." ucap Romeo sambil menunjuk Hana
"bagaimana kami percaya bahwa kau adalah rekannya hah?! sialan!"
"dasar wanita sombong, tidak tahu terimakasih.. kau di selamatkan namun kau akan membunuhnya?" ucap Sako yang sudah bangun
"ah.. sako.. apa kabar?" tanya romeo
"eh.. kalian saling mengenal?" tanya wanita berambut cokelat.
"kakak.. sepertinya dia pria baik" ucapnya
"diam!! kau tidak boleh tertipu oleh hal yang sama!!"
"oh iya bener"
datanglah pelayan..
"aww kau tidak sopan sekali nona manusia.. menodongkan barang pada wajah tuan Romeo"
"hah?"
"tuan,, makanan sudah siap.. mari sarapan bersama" ucap pelayan itu.
"aku sedang tidak nafsu makan, ajak saja mereka"
"hah.. bagaimana kami percaya bahwa makanan yang kalian buat itu sehat hah? aku tidak percaya jika itu tanpa racun..!!!"
"kau sangat tidak sopan nona...!!" pelayan itu membentak wanita berambut merah.
"diamlah Lucy, mental dia sedang buruk.. jangan kau perburuk lagi" ucap Romeo
"ah.. maafkan aku tuan"
*kruuuukkk* perut kedua wanita itu berbunyi
"makanlah" Ucap Romeo.
sako bangun dan keluar
"dimana tempat makan? aku lapar" ucapnya
"ikuti saja pelayan ini" ucap romeo
"kau jangan sombong, jika lapar makan saja" ucap Sako pada kedua wanita
"eh?"
"ayo kakak.. aku lapar"
"jangaan percaya..!!"
sako mengikuti pelayan, diikuti dengan wanita berambut cokelat.
"ehh Denisa... tungguu..!!" Dia juga mengikuti sako dan pelayan menuju ruang makan.
romeo menghela nafas panjang dan mendekati Hana.
Romeo menatap wajah Hana.
"apa kau juga akan mengkhianati ku?" tanya Romeo.
Romeo lalu duduk di bawah kasur hana. dia menangis dalam kesepian. hatinya hancur, berantakan, sedih tak terbendung melihat wanita cinta pertamanya ternyata menyukai kakaknya.
Romeo menangis sembari mengingat kenangan selama bersama moana, membelikan hadiah yang sangat cantik ketika pulang bertugas, canda tawa dengan Moana, sudah menganggap moana adalah istrinya.. tapi semua hancur begitu saja pada hari ini.
"siapa yang kau pilih.. aku atau kakak?" tanya Romeo pada moana dalam kenangannya
"yaaaa Romeo laaaaahhh"
"asiiiiikkk"
...
"berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkan ku moana..."
"yaaa.. aku janjiii"
...
"awww aku sangat suka oleh-oleh darimu"
"kau sangat cantik menggunakan bando itu moana..."
...
romeo menangis sejadi-jadinya tanpa suara, dadanya sesak sekali.
__ADS_1
saat menangis, Wolfish menemani dan menjaga di luar kamar. Wolfish mendengar tangisan Romeo yang sangat menyakitkan dan penuh sesak.