Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
perjalanan menuju negeri antartik


__ADS_3

hari telah mulai menggelap..


aku, roger dan Arda sedang membuat istana pasir sesuai janji yang diucapkan sebelumnya sambil menunggu tengah malam untuk naik kendaraan khusus ke negeri Antartik.


di saat bersamaan, aku melihat seorang anak laki-laki kecil, mungkin sekitar usia 10 tahunan membawa batu besar dan jaring mendekati pantai.


aku menepuk pundak Arda


"Daaa.. ardaa.." ucapku


"di sana ada anak kecil, ajak dia ke sini" ucapku sambil menujuk anak kecil.


"oke" ucapnya, lalu lari mendekati lelaki itu.


dari kejauhan, aku memperhatikan pembicaraan mereka.


"ayoo.. main denganku" ucap Arda


dia hanya menatap dengan tatapan galak pada arda dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.


"eh?" ucap arda sambil melihat ku dari kejauhan


arda kembali ke tempatku


"Dia sepertinya sedang sibuk" ucap Arda


"mmm.. ya sudah" ucapku


"yaaaa.. selesaii" ucap Roger yang telah menyelesaikan Istana pasir.


"woaaaaaaaaa" aku dan Arda kagum melihat istana pasir buatan Roger yang bagus dan besar


Arda main bersama Roger di Istana pasir itu. aku melihat mereka sambil makan mochi.


matahari sudah tenggelam, para pedagang mulai meninggalkan kiosnya. pasar menjadi sepi..


tidak lama dari itu, lilin beterbangan seperti kunang-kunang.. Burung hantu dan Kelelawar mulai keluar


"mmm.. jadi ini negeri Owlafnia malam.." ucapku


suara kelelawar dan burung hantu sudah mulai terdengar


"ishhh serem banget" ucapku


*tengah malam*


"ayo kita siap-siap. sebentar lagi kita akan pergi ke antartik naik kendaraan khusus" ucap Roger.


arda masuk ke tubuh ku.


"okee" ucap ku.


aku menunggu hampir setengah jam, lalu datang kereta yang digerakkan oleh penyu.


"ohhh itu kendaraannya...."


"mmmm penyu..." ucapku sambil melihat Penyu yang mendekat.


"apakah kalian menunggu ku?" tanya Penyu


"yaa.. bawa kami ke antartik" ucap Roger


"baiklah, ayo naik" ucap Penyu lalu pintu kereta di atasnya terbuka.


aku dan Roger, naik ke kereta itu.


"aku akan menutup pintu, dan membuat gelembung khusus.. agar kalian tetap bernafas di dalam air..." ucap penyu.


"kita akan menuju antartik sekarang, semoga kalian bersenang-senang di sana" ucap Penyu


"ahh iya" ucap ku.


penyu itu maju, lalu menyelam.


"waahh.. ini lumayan gelap, tapi cerah karena sinar bulan" ucap ku.

__ADS_1


karena aku penasaran, aku mencoba meraba gelembung khusus yang penyu ucapkan.


ternyata aku bisa menyentuh air, tapi ketika ku sentuh, air tidak masuk ke dalam kereta sama sekali.


"wahh keren nii" ucapku.


selintas ingatan datang ketika aku menyentuh gelembung.. seperti aku sedang melakukan hal yang sama di waktu lampau..


"yukoo.. lihatlah yukoo.." aku memanggil nama yuko. tapi aku tidak ingat sama sekali wajah yuko.. semua gelap.


"kenapa?" tanya Roger


"aku rasa aku pernah ke sini dengan yuko.. mmm.. mungkin hanya mimpi" ucapku


"mungkin" ucap nya.


saat aku melihat pemandangan di dalam laut, aku melihat lelaki yang ku lihat tadi siang.. dia tenggelam, tubuhnya tertutup jaring yang tersangkut pada batu


"ah anak itu" ucapku


"Roger.. kau bisa bantu dia?"


"dia tenggelam.."


"Roger..."


"maaf aku tidak bisa, aku memiliki sayap" ucapnya


"ahh aku harus bagaimana, dia tenggelam" ucapku


tanpa banyak pikir, aku tarik nafas dan langsung keluar dari kereta itu.


"moana?!!" Roger terkejut melihatku lompat keluar dari kereta


kereta yang ditumpangi Roger tidak bisa berhenti, dan dia tidak bisa keluar karena dia memiliki sayap.


aku mendekati anak itu lalu menolongnya, menarik jaring namun tersangkut pada batu.


"ardaaa!!" aku teriak dalam hati


arda mengeluarkan api dari mulutnya untuk membakar jaring yang tersangkut batu.


anak itu selamat namun sudah sedikit lemas, aku ditarik oleh arda ke atas air lalu aku berenang ke tepian.


"heyy naak.. kau masih hidup?" tanyaku pada Anak kecil itu


aku memberikan pertolongan pertama seperti menekan dadanya sebanyak tiga kali. mendengar nafasnya dari hidung.


"diaa.. ahh tidakkk.. nakk bangun" ucapku sambil menekan terus dada nya.


arda menemaniku dalam wujud manusia.


"diaa harus di beri nafas buatan" ucapku


aku lalu memberinya nafas buatan, dan dia batuk mengeluarkan air


"akhirnya.... ahh maafkan aku" ucapku sambil memeluk anak itu.


dia yang berbaring, masih setengah sadar tiba-tiba langsung duduk dan terkejut.


"kau?!" ucapnya


"yaa? kenapa?" tanyaku


"kau.. seperti orang yang ku kenal.. siapa nama mu?" tanya Anak itu.


"nama ku Moana.."


"ah moana?!" ucapnya yang seperti tidak percaya namaku moana.


"yaaa namaku moana"


"moana apa?" tanya nya


"moana Roger" ucapku.

__ADS_1


"oh.. ternyata salah.. maaf aku teringat teman lamaku yang hilang. aku pikir itu kamu" ucapnya


"oh.. benarkah?" tanyaku


"ya.."


"tadi kamu mau kemana?" tanyaku


"aku sedang mencoba menghabisi diriku sendiri, aku frustasi karena hilangnya teman lamaku yang ku cintai itu" ucapnya.


"benarkah? ya ampun" aku memeluknya dalam keadaan basah.


di waktu bersamaan, Roger sudah sampai di negeri antartik


"temanku, dia masuk ke air tadi. mungkin sekarang dia sudah di daratan. aku mohon cari dia dan bawa dia kemari lalu antar dia ke kerajaan ya.. aku akan memberi uang tip lebih" ucap Roger


"baik tuan" ucap Penyu


"moana.. apa kau baik-baik saja?" ucap Roger karena khawatir.


anak tadi pergi ke daratan dan bilang terima kasih, Arda masuk ke tubuhku. aku mengganti baju dan menunggu penyu lain dataang.


dan akhirnya penyu itu datang kembali


"selamat malam nyonya, apakah kau wanita tadi yang menumpangi ku?" tanya nya


"ahh iya betul" ucap ku


"naiklah"


aku naik ke kereta itu lalu pergi ke antartik sendirian.


sesampainya di sana, Roger sudah menungguku di gelembung besar.. beeesaaar sekali


gelembung ini berfungsi untuk menangkis air, agar manusia selain ikan bisa bernafas di negeri ini dengan tenang.


roger menyambut ku di dalam.


sebelum aku masuk ke dalam, aku melewati beberapa tahap seleksi untuk bisa masuk ke negeri antartik.


*ciuuuutttt* laser biru memindai ku dari atas ke bawah


"moana.. lulus" ucap speaker dekat pintu, lalu pintu masuk terbuka


"wah keren, dia tau namaku" ucapku sambil jalan menuju Roger


aku tersenyum pada roger, dia juga senyum kepada ku.


"keren ya antartik, bisa tau namaku" ucapku


"benarkah? mungkin hanya kebetulan" Ucap Roger


"biasa nya orang baru harus daftar untuk bisa masuk ke dalam sini" ucapnya


"benarkah? ko aku bisa lewat yaa?" ucapku


"mungkin sudah di daftarkan oleh ayah" ucapnya


"ohhh.. iyaaa" ucapku


"jadii.. ini negeri antartik?" tanya ku.


"yaa.. sepii karena sudah malam" ucap Roger


"berarti besok kita akan bertemu mereka"


"yaa.. sekarang kita ke hotel untuk tidur dulu"


"hotel? ayoo" ucapku


"hihihi tidur bareng lagiii yaaaaay" ucapku dalam hati


"aku sudah memesannya tadi sebelum kau datang. kita tidur bersama" ucap nya.


"tenang, aku lelah.. aku tidak akan melakukan apa pun" ucapnya

__ADS_1


"heeeeeee" ucap ku.


__ADS_2