Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Romeo Kenari


__ADS_3

romeo menangis sejadi-jadinya tanpa suara, dadanya sesak sekali.


saat menangis, Wolfish menemani dan menjaga di luar kamar. Wolfish mendengar tangisan Romeo yang sangat menyakitkan dan penuh sesak. mengingat saat Wolfish mengevakuasi semua orang yang pingsan saat di pasar Gazakuma.. Romeo bangun walau setengah sadar, yang pertama dia ucapkan pada Wolfish adalah kata "moana"


*Pasar Gazakuma*


Saat membawa Romeo ke kereta menuju istana


"moana... moanaaaaa" sambil berbaring


"siapa moana tuan?"


"manusia"


"eh?"


Romeo pingsan lagi.


karena disana terdapat 7 manusia (3 lelaki dan 4 wanita) Wolfish lalu mengevakuasi semua manusia dan membawa mereka ke Istana juga.


"kenapa kau membawa manusia sayang?" tanya Wolfeen


"Ini perintah tuan Romeo."


"aahh..."


*istana*


"wanita ini satukan saja" ucap Wolfish


"baik nona"


lalu datanglah Roger dengan wajah panik


"ah Tuan, kau sudah membaik?" tanya Wolfish


"dimana moana?" tanya Roger


"moana?"


"yaaa"


"siapa dia tuan?"


"wanita, berambut panjang dan cantik"


Wolfish mengingat bahwa Romeo juga mengucapkan nama moana.


"seperti apa moana itu?" tanya Wolfish dalam hati.


"dimana kamar moana?" tanya roger


"dia di kamar nomor dua, tuan"


Roger lari ke kamar Moana. Wolfish mengikutinya.


"naah itu, Moana" sambil menunjuk moana yang sedang tertidur


"ohh ya tuan"


"terimakasih sudah membawa nya, Wolfish"


"sama-sama tuan"


Roger terus menerus mengunjungi kamar moana.


"dia nyenyak banget tidurnya" sambil melihat moana.


"mungkin dia lelah tuan"


"mungkin... dia cantik ya"


"siapa dia tuan?"


"dia.. kekasih ku"


"apa dia menganggap hal yang sama, tuan?"


"eh? mmm ya juga ya... apa dia menyukaiku juga?"


"..."


"bagaimana jika aku tes dia apa dia menyukaiku apa tidak"


"bagaimana caranya tuan?"


"kau beritahu dia bahwa aku sudah mati.!!"


"eh?"


"aku ingin tahu apa yang akan dia Ucapkan jika aku mati. hahahha ide bagus"


"mmmm apa itu akan efektif tuan?"


"yaa... kau beritahu pelayan yang lain, termasuk Romeo juga.. agar suasana terasa"


"baik tuan"


"hihihi... aku harus siap-siap"


"lalu sekarang aku harus bagaimana tuan?"


"jika dia sadar, bilang saja aku kritis ya"


"ah.. baik tuan"


"yosh" Roger lari ke kamarnya


Wolfish membicarakan hal ini pada pelayan lain dan semua menyetujui hal itu.


*kembali ke depan kamar hana*


Romeo masih menangis


"maafkan aku tuan, aku tidak bisa melakukan apa apa. aku hanya bisa berdoa, semoga pundakmu dikuatkan, hatimu dilapangkan, semoga kau bahagia kembali" ucap Wolfish lalu pergi ke ruang makan.


*ruang makan*

__ADS_1


semua sedang makan termasuk Roger.


kedua wanita itu terpesona dengan ketampanan Roger.


"uww dia tampan sekali kakak" ucap Wanita rambut coklat.


"iyaa yaa hahahah padahal dia burung, tapi dia tampan syekaliiiihh"


"umm ini enak" ucap Pria 1


"waahh perutku terisi lagi" ucap pria 2


"kalo makan tu jangan ngobrol" ucap Pria 3


sako makan dengan serius


"makanlah.. anggap aja rumah sendiri" ucap Roger


"baikk tuaaann hihihi" ucap Wanita rambut coklat.


"cih" ucap Moana yang cemburu ada yang menggoda Roger.


"ekhm.. aku senang kalian selamat" ucapku


"ohh ya terimakasih nona" ucap pria 2


"kenalan dulu dong.. biar enak manggilnya" ucapku


"baiklah.. namaku Akaso Nova. panggil saja aka" ucap wanita berambut merah


"namaku Denisa nakagawa"


"namaku Andre Boas" ucap pria 1


"namaku Reno Yamaguchi" ucap Pria 2


"namaku Leon Uobashi" ucap Pria 3


"okee okeee.. daann eenggg?? sako.. kau tidak akan berkenalan?" tanyaku


"kau sudah memanggil dengan namaku, aku tidak perlu mengatakan lagi"


"eee... heheh yaa baiklah, namanya sako yaa"


"terimakasih makanannya nona"


"yaaaa"


"apakah ini istana?" tanya Leon


"yaa.. ini istana kenari"


"ooooooo"


"apa rencananya setelah kalian keluar dari sini?" tanyaku


"mungkin kita akan kembali berkelana" ucap Reno


"apa kalian satu kelompok?" tanyaku


"yaa kita satu kelompok" ucap Denisa


"hati-hati ya, negeri ini sangat jahat pada kalian"


"tidak apa-apa kok tampan" ucap Aka


Roger tersenyum pada mereka


"kyaaaaaa" mereka berdua meleyot pada ketampanan Roger.


***


*kamar hana*


Romeo sudah tenang, dia duduk di kasur membelakangi hana yang belum sadar.


"e.." hana tersadar


romeo melihat ke belakang.


"hana.. kau sudah sadar?"


"dimana aku?"


"kau.. di rumahku"


"oh.."


"bagaimana rasanya? apa masih pusing atau..."


"yaa.. kepalaku pusing sekali"


"aku izin memeriksa kesehatan mu yaa"


romeo menempelkan telapak tangannya ke dahi hana


"ow.. kau demam hana"


"yaa.. aww.. kakiku sakit sekali"


"ahh iyaa.. itu cukup buruk, tapi kau akan membaik"


"dimana sako?"


"dia sedang makan"


"ahh..."


"ung"


"terimakasih romeo"


romeo tersenyum


"romeo?"


"ung?"

__ADS_1


"ada apa dengan matamu?" sambil mencoba duduk


"aw... pusing sekali"


"tidur sajaa"


"kau baik-baik saja?"


"sangat baik"


"apa kau sedang sedih?"


"mmm yaa.. saat aku jalan, perutku terkena ujung meja.. jadi aku menangis karena sakit"


"oww benarkah?"


"yaaa.. hahahah"


"kau ceroboh sekaliii..!!"


"aku lupa aku memiliki luka heheh"


"romeo..."


"yaa?"


"boleh aku meminta sesuatu?"


"ung.. tentu,, apa?"


"aku... emm..."


"..."


"bolehkah aku memelukmu?"


"eh?"


"tidak-tidak.. maksudku.. engg... akuu ingin di peluk olehmu" ucapnya


romeo diam menatap hana


"eh? hehe maaf aku bercanda"


"asli juga tidak apa-apa" ucap Romeo


lalu romeo memeluk Hana sambil berbaring


"terimakasih, Romeo"


Romeo memeluk hana erat sekali. pelukan itu erat sekali, mengalirkan seluruh kesedihannya dan membagikan kesedihan itu pada kehangatan peluk. tanpa disadari romeo menangis lagi.


"eh? kau kenapa? apa lukamu sakit lagi?" tanya hana


"yaa.. ini sangat sakit, tapi tidak apa..."


"jangan begitu, lepaskan pelukannya.."


"tidak maaauuuu" menggelitik punggung hana


"ahahahahah geli geli aduuu pusing"


"oww maaf maaf"


"becanda wleeee"


"ish hanaaaaaaaaaa...!! kalau sudah sehat awas kau yaa"


"awas apa hah? hahahaha"


"kan ku culik lalu dibawa ke kamarku ahhaha"


"owww hahahah gak takut wleee"


di luar kamar ada roger dan moana sedang mengintip


"oww tak kusangka mereka dekat sekali" ucapku


"ternyata Romeo sudah dewasa"


"suuut yukk pergi, jangan di ganggu" ucapku sambil menggenggam tangan Roger.


...****************...


*penjara Istana*


Wolfeen menahan Gazakuma dan semua anak buahnya.


"siapa yang memberimu lahan menjual manusia di negeri kenari.. Gazakuma?"


"kau ingin tahu? hahahahaha kau bukan pria sejati"


wolfeen dan anak buahnya menatap Gazakuma.


"dia adalah kekasihku.. aku sangat mencintainya, tak mungkin aku membawa dia ke mara bahaya dengan mengucapkan namanya.."


"benarkah? kau benar-benar pria sejati" ucap Wolfeen


"tentu sajaa"


*duggggg* Wolfeen memukul meja


"cepat ucapkan siapaaaaaa...?!!!"


"raa haa sii aaaa hahahaha"


anak buah Wolfeen mengarahkan pedang dan panah pada Gazakuma.


"aku tidak takut... ini lebih baik daripada aku menyebut nama nya"


"GAZAKUMA...!!!"


gazakuma tersenyum dan dia tiba-tiba menjulurkan lidahnya. tak lama dari itu dia pingsan.


"gazakuma... hentikan...!!"


anak buah Wolfeen mendekati gazakuma

__ADS_1


"dia.. memakan pil bunuh diri kapten!"


"aishh sialan gazakumaaaaaaaaaa!!!!"


__ADS_2