
setelah makan sup jamur sisi jalan, minum sake, minum jus lemon.. kami tidak minum sake karena masih di bawah umur.(katanya) lalu kami pulang ke rumah.
sesampainya di rumah, seseorang memanggilku dari belakang.. ternyata itu adalah Thea yang terbang menggunakan gerobak tanpa roda membawa Wolfa dan Julian yang sedang mabuk.
"Moanaa..." teriak Thea
"maafkan aku dan saudari ku yang pemabuk keras ini ya" ucapnya
"ah wolfa.. julian.. ungg,, terimakasih" ucapku pada Thea
"aku titipkan dia padamu ya, dia memang pemarah tapi hatinya serapuh tofu" ucapnya
"selamat datang kembali Wolfa" ucapku dalam hati
"maaf aku meninggalkan mu yaa" ucapku pada Wolfa sambil merangkul tangan wolfa yang sedang mabuk. dan Julian digotong oleh Froffy dan bukuma karena Julian berat.
*keesokan harinya*
keesokan harinya, aku melihat kembali tas yang ku bawa ke sayembara, lalu melihat masih ada batu utuh yang ku beli saat itu.
"apakah dalamnya berisi naga biru?"
"saat itu aku licik sih karena menggunakan mantra"
"lalu sekarang isinya apa ya?" ucapku sendirian di kamar.
*tok tok tok* aku sedikit mengetuk batu itu. batunya retak, setelah ku coba buka ternyata isinya tidak ada apa-apa.
"ah benarkah?"
"naga kuu"
"aku gagal memiliki naga di takdirku yang ini" ucapku
"sedikit ingin menangis tapi tidak apa-apa" gumamku lalu membuang batu itu ke tempat sampah.
aku pergi ke tempat latihan pedang. disana sudah banyak prajurit juta yang sedang berlatih.
"heh wanita lemah, kau benar-benar lemah yaa.. ketika sudah di lapang kau mundur lalu pergi kareta takut tanganmu terkena laser. hahahahaha" ucap Leona si wanita singa yang mengetawaiku karena aku tidak jadi mengambil tongkat penyihir di sayembara.
"hahahahahha"
"hahahha" semua prajurit mengetawai ku juga.
"kalo ga tau ceritanya diem aja lu pada" gumamku dalam hati.
*aku hanya tersenyum manis pada Leona sampai mataku menutup rapat*
"yaa begitulah aku, belum siap menerima kegagalan" ucapku pada Leona.
"bertarung pedang denganku hari ini" ucap Leona sambil melemparkan pedang kayu padaku.
"baiklah" ucapku
"bersiap?!.. hyaa!!"
*tak tak tak* kami latihan bertarung. hampir semuanya ku tangkis, namun aku kurang gesit seperti sebelumnya, kali ini aku memiliki celah untuk diserang. tiba-tiba aku terkena pukulan sangat keras di lengan kiriku hingga aku terlempar.
"aahh sudah kuduga dia memang lemah hahahahah" ucap Leona padaku yang duduk di lapang karena terlempar cukup jauh.
aku memegang lengan kiri ku yang sakitnya luar biasa
"kau lemah, enyahlah dari pandanganku, aku muak" ucap Leona lalu pergi
__ADS_1
"biasanya aku punya firasat kuat, sehingga bisa menangkis serangan dari manapun.."
"tapi tadi?"
"apa kejadian mengulang waktu itu membuatku lemah kembali?"
"aku mulai dari nol lagi kah?" gumamku dalam hati.
*malam hari*
saat waktunya makan malam, semua berkumpul di ruang makan untuk makan. tapi karena aku tidak mood makan, aku hanya minum jus mangga di teras depan kamarku sembari melihat bintang yang bersinar saat itu.
"moana?" seseorang memanggilku di sebelah kanan.
aku menoleh ke kanan, dan yang memanggilku adalah Roger
"ah Roger, selamat malam"
"kau tidak makan malam?"
"tidak, aku sedang tidak nafsu makan"
"begitu ya.. maukah kau ke kamarku? aku akan memperlihatkan rahasia ku padamu" ucap Roger
"eh rahasia? apakah itu mmm nya?" gumamku dalam hati
"hehehehe" aku ketawa dalam hati
"boleh" ucapku.
aku pergi ke ruangan Roger, lalu masuk ke kamar Roger..
"apakah ini saatnya genre romantis ku di mulai?"
roger membuka pintu rahasianya yang menyatu dengan tembok.
pintu itu terbuka
"kemarilah" ucap roger
"hufftt aku pikir aku akan melakukan hal yang indah malam ini" ucapku dalam hati
ketika aku masuk, woaaaaahhh di sana terdapat pohon yang sangat rindang, penuh dengan bunga berwarna pink fanta. banyak kunang-kunang dan kupu-kupu kecil beterbangan. ada kolam kecil yang menjadi sumber air untuk pohon. ada satu hal yang menjadi pertanyaan. parfum yang ku cari cari pada surat dari yuko teman masa kecilku, tercium jelas di ruangan ini.
*aku melihat wajah Roger*
"aku baru tau disini ada tempat seperti ini"
"inilah rahasia terbesarku, aku mengadopsi mereka.. karena mereka memiliki kekurangan yang sama sepertiku" ucap Roger
"kurasa tidak ada Makhluk yang sempurna di dunia ini" ucapnya.
"haii.. haii" ucap kunang-kunang kecil yang berbicara padaku.
mereka menyapaku semuanya..
"woah, kunang-kunang ini gendut" ucapku sambil menunjuk kunang-kunang gendut itu
"tapi lucuuuu" ucapku
kunang-kunang itu tertawa bersama kunang-kunang lainnya.
aku dan Roger duduk bersebelahan di teras penghubung kamar dan taman ini.
__ADS_1
"ini tempat yang indah, kau menghabiskan waktu disini seharian dan sendirian?" tanyaku pada Roger
"yaa, jika aku sedih, aku menemui mereka lalu kesedihan ku menghilang" ucapnya
"benarkah? tapi ini memang tempat yang indah" ucapku
"aku bisa menggunakan sayapku, aku terbang di sini" ucapnya
"benarkaah?"
"yaa.. apa moana mau terbang denganku?"
"pengen bangeeeet" ucapku
Roger berdiri lalu mengulurkan tangannya padaku
"berdirilah"
"ung" aku memegang telapak tangannya.
"besar sekali tangannya... hangat.. lembut.. uuuu" ucapku dalam hati.
kedua sayapnya terbuka, aku berdiri di depan Roger. Roger menggenggam kedua tanganku lalu memelukku dari belakang.
sedikit demi sedikit kami berdua terbang
"ah kau benar benar bisa terbang" ucapku
"benarkan? aku belajar terus menerus disini, terjatuh, latihan lagi, jatuh, latihan lagi" ucapnya
kami terbang ke atas,
"waaah indah sekali suasana malam jika dilihat dari atas" ucapku
"benar sekali" ucapnya
roger melihat lengan kiriku yang di perban yang membuat terbang kami sedikit oleng
"eh?" seketika sebelah sayapnya berhenti mengepak
kami terjatuh dari atas
"aaaaaa" aku teriak karena takut jatuh
roger menggunakan jurusnya untuk menumbuhkan Bunga matahari seperti kasur di bawah untuk menangkap kami yang terjatuh.
"ahahahahaha" aku tertawa ketika mendarat di bunga matahari yang besar
"kau tidak apa-apa?" tanya Roger panik
"aku sangat baik" ucapku
"lengan kirimu kenapa di perban?" tanyanya
"tadi aku berlatih pedang, tanganku terkena pukulan sangat kencang.. ini sedikit lebam tapi tidak apa-apa"
"benarkah?" tanya Roger yang terus menatap mataku dengan serius.
"benar.. percaya lah" ucapku sambil tersenyum meyakinkan Roger.
suasana serasa hening saat itu, kami saling tatap.. aku menatap matanya, dia lalu mendekatiku, menggenggam kedua tanganku.. kepalanya mendekati wajahku, lalu dia mengecup bibirku dengan lembut di atas bunga matahari. setelah mengecup bibirku, dia menatap mataku dengan lembut, lalu tangan kirinya menyentuh pipiku, aku menutup mataku dan kita berciuman disana.. aku menikmati ciuman pertama kita, lembut sekali.. setelah ciuman itu, roger tersenyum padaku.. dan aku menciumnya balik..
suasana romantis terasa saat kita berciuman dan kunang-kunang berterbangan diantara kita.
__ADS_1
"akhirnya aku menaklukan Roger!" ucapku dalam hati dengan senang