
Ratu kenari sedang berjalan-jalan ke taman luas penuh bunga tulip sendirian.. dia terbang.. mengepakkan sayapnya terbang tinggi sekali seakan melepas semua penatnya. dia merasa rileks, tidak ada beban yang ia pikul, dia menari-nari, berenang di sungai.
saat dia menepi karena lelahnya berenang, dia duduk dibebatuan. mengepakkan sayapnya. tiba-tiba...
"aduuhhh" seorang burung laki-laki terkena sayapnya
"oh maafkan aku..."
saat dia melihat wajah lelaki itu mirip suaminya yang tidak lain adalah Raja kenari.
"jevan?" tanyanya
"kau sangat cantik sekali.. maukah kau menikah denganku?"
"apa?"
namun tak lama dari itu, sungai tempat dia berenang berubah menjadi sungai darah yang busuk nan kotor. datang banjir bandang dari sisi kanan, darah itu datang menghampiri cepaaat sekali..
"ughh" ibu bangun dari tidurnya.
air keringat ibu mengalir banyak sekali.
"Jevan.. ada apa denganmu?"
...----------------...
ibu sudah bersiap siap untuk pergi
"ibu? kau mau kemana?" tanya Alex
"ibu akan menemui ayahmu"
Alex memiliki firasat buruk pada niat ibu menemui ayah.
"tumben"
"ibu merindukan ayahmu, apa tidak boleh?"
gelas dan teko terbang mendekati ibu. ibu minum teh hangat.
"ow ibu.. mau kemana?" tanya Lia
"ibu mau menemui ayah, kau mau ikut?"
"ayah?!" lia terkejut mendengarnya
Ibu tersenyum, seakan-akan senyuman itu memiliki arti dalam.
"bolehkah aku ikut ibu?"
"tentu saja... Alex, kau tinggal saja di sini ya"
"ung"
"aku mau bersiap dulu bu.." ucap Lia
Ibu mencium pipi Alex
"ibu menyayangimu nak"
ibu dan lia menaiki kereta terbang khusus menuju Istana yang dikawal oleh manusia monyet milik ibu dan manusia angsa milik Lia yang duduk di depan (luar)
"maukah kau jadi ratu?" tanya ibu
"tentu sajaa.. siapa yang tidak mau menjadi ratu dan tinggal di istana"
ibu tersenyum pada Lia
"kenapa ibu? senyuman mu seram"
"aku akan membuatmu menjadi ratu"
__ADS_1
"benarkah? tapi aku belum menikah"
"kau akan menikah.. dan kau dapat menguasai dunia"
"waahhh ibu... terimakasih ibuuuu" lia memeluk ibu
"kau menikah dengan Alex"
"eh?!" Lia melepas pelukan.
"menikah hanya merubah status Lajang jadi menikah Lia, itu hanya batu pijakan untuk kau menjadi ratu"
lia masih tidak percaya dengan apa yang ibu ucapkan
"ibuu.. kau baik-baik saja? apa kau hilang kewarasan?"
ibu hanya melihat Lia.
"cinta tidak diperlukan di dunia ini Lia, kau hanya perlu menikah dengan kakakmu dan memiliki anak. dengan begitu kau menjadi ratu sesungguhnya"
"beri aku waktu untuk memikirkan ini ibu"
"apa kau memiliki kekasih?"
"tidak"
ibu tersenyum sinis.
Kereta sudah turun, Pintu kereta terbuka
"Kita sudah sampai di istana, ibu" ucap Zain (Monyet) sambil menyodorkan tangannya untuk membantu ibu turun begitupun pelayan Lia, membantu Lia turun dari Kereta
"kau baik-baik saja nona? mukamu pucat"
Lia jalan kaki, lemas, wajah pucat mengikuti ibu.
"tuan Ratu tibaaaaaaaa" Ucap Kepala Pelayan
ibu jalan kaki cepat dan semangat menemui ayah yang lemas berbaring di kamar.
*pintu kamar ayah terbuka*
"Yona?" Ayah terkejut bukan main melihat kedatangan ibu.
"halo Jevan, lama tidak bertemu"
ayah mencoba duduk di kasur
"sudahlah.. tak perlu memaksakan diri" ucap Ibu sambil mendorong ayah untuk kembali berbaring.
"kau? benarkah kau kemari?" ayah tersenyum bahagia melihat kembali Ibu setelah sekian lama
"kapan kau mati?"
"hhahahah kau selalu begitu"
"kau terlihat sangat lemah tanpaku, jevan. lihatlah aku.. yang justru lebih kuat setelah meninggalkanmu"
"kau kemari karena merindukanku?"
"heem" mengangguk
"aku sangat tidak sabar untuk mengganti posisi raja dengan anakku"
ayah memiliki firasat buruk
"kau kemari untuk balas dendam, yona?"
Ibu tersenyum
"sebenci itukah kau padaku?"
__ADS_1
"tentu sajaaa.. siapa yang tetap stabil jiwanya setelah di sakiti oleh orang terkasih?"
"maafkan aku Yona. aku menjadi kepala keluarga yang egois dan tidak bijak"
"syukurlah kau menyadarinya"
ibu lalu bangun dan pergi dari kamar ayah.
tanpa disadari, ketika ibu mendorong dada ayah untuk kembali berbaring, ibu menyimpan bibit pembunuh. bibit itu akan aktif ketika malam hari dan lingkungan sepi.
ayah sangat bahagia setelah melihat ibu, walaupun ibu tidak seperti dulu lagi.
...----------------...
ibu dan lia kembali ke rumah. kepulangan mereka disambut hangat oleh Romeo
"uuuu ibuuu tidak bilang mau bertemu ayaaahh!"
"unch anakku.. bukankah kemarin kau sudah ke istana?"
"hehe iya sihh"
Lia masih terdiam.
Alex menarik tangan Lia.
"lia apa yang terjadi? kau sangat pucat"
"Lepaskan!!!" lia lari ke kamarnya
"ha?"
waktu sudah malam. ayah merasakan ada yang aneh dari tubuhnya, bukan tidak bisa menghilangkan mantra itu, tapi dia menerima. dia anggap ini pembalasan dendam dari yona.
mantra itu aktif dan jantungnya langsung berhenti. Ayah langsung meninggal tanpa diketahui oleh siapapun malam itu. Konsekuensi bibit pembunuh adalah 85% sisa nyawa penggunanya direnggut. Ibu sangat tahu jelas aturannya, namun ibu tetap bahagia dan siap.
"aku mencintaimu Jevan" Ucap ibu sambil menangis di kegelapan malam.
keesokan harinya, penjaga kamar terkejut setelah melihat mulut ayah penuh dengan darah dan ayah sudah tidak bernyawa. Dokter tidak menyadari bahwa ini adalah ulah Yona. dokter hanya mengira Ayah batuk darah dan terkena serangan jantung. jadi kabar kematian Raja Kenari tidak menyeret nama baik Ibu.
"Raja sudah tiada" Ucap Wolfeen.
"Dia meninggal setelah bertemu dengan Yona.." ucap Dokter
"mungkin Yona sudah memiliki firasat bahwa suaminya akan tiada. jadi dia kemari"
pihak istana mendatangi rumah dan mengabari ibu bahwa ayah sudah tiada. ibu, alex, Roger dan romeo menangis... begitupun aku, dan semua orang di rumah ikut sedih. lia hanya diam dan melihat ibu.
Keluarga kenari berkumpul di istana untuk memberi penghormatan terakhir pada mendiang Jevan Kenari.
pemimpin negara tetangga datang melayat, semua warna kerajaan kenari pun melayat. tidak terkecuali Raja Parkit dan istrinya.
ibu sangat sinis melihat kedatangan ratu Parkit, dia adalah selingkuhan Jevan yang membuat rumah tangganya rusak.
Ratu Parkit menangis.
"aku turut belasungkawa Ratu" ucap Raja Parkit
"terimakasih Raja"
mereka lalu keluar dan pergi. Alex, Lia, Roger, Romeo pura-pura tidak tahu akan konflik yang terjadi antara ibu dan Ratu Parkit, mereka bersikap biasa saja.
tak lama dari itu sekitar 10 anak-anak burung, burung kelinci, burung kucing, burung beruang, menangis ke peti Jevan dan mengucapkan ayah.. ayah...
Ibu sangat terkejut.. sekaligus tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
datanglah ibu dari anak-anak itu yang tidak lain adalah manusia beruang, manusia kelinci dan manusia kucing. mereka mengaku bahwa mereka adalah istri simpanan Jevan.
Air mata ibu berhenti mengalir. dia merasa mentalnya sudah siap akan hal ini.
lia lalu memeluk ibu dan berkata
__ADS_1
"ibu.. aku terima tawaran ibu"