Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Sup Jamur


__ADS_3

Lalu kami kembali ke kamar masing-masing.


aku tiduran di lantai kamarku


"aaaaaahh kangen bangeeet sama kamar ini hufftt"


aku guling-guling di lantai


*tok tok tok* suara pintu kamar ku


aku bangun dan membuka pintunya.


ternyata santi teman lamaku datang ke kamar.


"ah santi? ada apa?"


"aku tadi menemukan jamur ini di hutan, banyak sekali.. aku pikir ini enak untuk pesta kepulangan mu moana. apa aku boleh memasak ini di perayaan?"


"tentuu.. jadikanlah makanan yang enak yaa" sambil tersenyum.


"baiklah.. aku akan menambah jamur ini di menu pesta.. aku akan masak, terimakasih sudah mengizinkanku"


"sama-sama"


lalu Santi pergi ke dapur.


"ahh aku kangen rumah ini, mandi dulu lalu pergi jalan-jalan ah" ucapku sambil tutup pintu


karena hari ini aku libur, aku tidak memakai gaun khusus pemimpin dapur. jadi aku memakai gaun berwarna biru muda.. rambut di kepang dua memakai poni dan memakai bando pemberian Romeo.


aku pergi ke dapur


"hai Moana.." ucap Salah satu pelayan manusia kelinci laki-laki


"haii semua nya" ucapku


"waahh bagaimana negeri antartik?" tanya pria kambing salah satu prajurit yang sedang santai di dapur.


"sudah jelas antartik itu negeri bawah air, jadi penduduknya mayoritas duyung" ucapku


"wah kau beruntung sekali nona... " ucapnya


"dimana julian? apa dia baik ketika menggantikan ku?"


"dia sedikit kesulitan, tapi terbiasa.. dia sangat elegan saat menjadi pemimpin kubu. kecantikannya meningkat 300% jika rambutnya di urai" ucap Pria kambing


"heeee kau genit sekali" ucapku


lalu julian datang


"kalian membicarakanku?" tanya nya


"ahh iyaaa.. Dio menyukaimu katanya" ucapku


"heeee" Julian menatap Pria kambing dengan sinis


"aku tidak bicara gitu kok" ucapnya


"hahahah aku bercanda" ucapku


lalu Romeo datang


"moana...!!" dia masuk dan menarik tanganku


aku memberhentikan romeo yang menarik tanganku.


"eh? kau bilang kau akan bersamaku hari ini! tapi kau malah bersama mereka. kau mengingkari janjimu moana! dan kalian pelayan! kalian mencuri moana dariku!" ucap Romeo sambil cemberut


semua orang yang ada di dapur melihat romeo tanpa suara.


melihat mereka diam dimarahi romeo, aku segera menarik romeo ke luar.


"kamu tidak boleh begitu, mereka temanku" ucapku


"tapi mereka mencuri mu dari ku.. waktu mu bersamaku berkurang banyak" ucapnya


"kalau begitu aku tidak jadi berteman denganmu. kau jahat aku tidak suka orang jahat"


"aku jahat?"


"jelas lah, kau memarahi mereka.. kau akan menjadi pria jahat di masa depan nanti. aku akan membencimu"


"kak, apa kau marah?


aku melihat matanya sambil manyun


"ahh maafkan aku... aku hanya kesal kau tidak datang dan malah ke dapur"

__ADS_1


"kak... eng.. e.. aku.. aku harus bagaimana agar kakak tidak marah?"


aku masih diam menatap matanya


"aku mohon jangan marahh, aku harus bagaimana agar dimaafkan olehmu?"


"minta maaflah pada mereka dan berjanji tidak akan marah lagi pada mereka"


"hah? aku? minta maaf pada pelayan? aku tidak mau!"


aku menatap matanya


"sudah ku bilang, mereka bukan pelayan.. mereka temanku."


"baiklah"


lalu romeo masuk lagi ke dapur.


"hai..semuanya.."


semua orang di dapur melihat pada romeo


"aku minta maaf atas kejadian barusan, aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi. dan aku berjanji tidak akan menjadi pria jahat yang memarahi kalian"


semua orang di dapur tercengang


"ahh Tuan.. tidak apa-apa"


"yaa tuan tidak apa-apa kok"


aku diam di luar sambil tersenyum karena Romeo takluk olehku. romeo kembali padaku


"ayo kak.. main di kamarku" ucapnya


"bentar"


aku pergi ke dapur lagi


"jika kalian mencariku.. aku ada di kamar tuan romeo yaa.. berpestalah tanpaku, makan sepuasnya.. tapi makanan nya antar sebagian untukku ke kamar tuan romeo yaa.. aku ada janji hari ini"


"oke nonaaa"


aku pergi ke kamar Romeo


Alex melihat ku dan Romeo sambil tertawa dari kejauhan


"manusia yang kau sebut sampah menjadi sampah yang bermanfaat setelah di daur ulang. kau yang belum pernah menjadi sampah tapi tidak bermanfaat sedikitpun" ucap Alex sambil senyum dan pergi


"hah?" ucap Lia sambil kebingungan.


saat menuju kamar Romeo, ada kolam yang penuh bunga teratai. "lihatlah, indah bukan?" tanyanya sambil menggenggam tanganku


"ungg"


"apa kau pernah ke kamarku?"


"sepertinya belum"


"jadi ini kali pertama yaa"


"yaaa"


Romeo membuka pintu kamarnya


"tadaaaa" kamarnya teduh sekali karena berwarna biru muda


"wahh warna kamarmu sama dengan warna bajuku"


"yaa.. ini warna kesukaanku"


"benarkah? tapi aku tidak mau masuk ke kamarmu" ucapku


"kenapa? apa kakak masih marah?"


"tidak kok.. aku takut orang lain mengatakan yang tidak pada kita"


"jadi kita mau di mana?"


"aku ingin di gazebo, taman yang ada meja, tempat berteduh jadi nanti kita makan berdua disana"


"ahh di belakang kamar ku ada tempat seperti itu.. ayo ke sana"


lalu kami ke tempat yang dimaksud Romeo


"wahh bunganya banyak banget" ucapku


"ini tempat favorit ku"

__ADS_1


"ini juga menjadi tempat favorit ku" ucapku


lalu tidak lama dari itu, Santi dan Jua (pelayan sesama manusia kelinci) datang membawa sup jamur, sup wortel, jus jeruk, teh hangat dan sake.


"terimakasih" ucapku


"rayakan saja ya.. makan sepuasnya, aku tidak bisa ke sana" ucapku


"ya nona" ucap santi lalu mereka kembali ke dapur


"jangan dulu di makan ya.. aku lebih suka sup yang dingin." ucap Romeo


"okee" ucapku


aku melihat-lihat bunga


"ini bunga apa?" tanyaku


"itu bunga lily"


"mmm cantik yaa.. bolehkah nanti aku minta bibitnya? aku ingin menyimpan bunga ini di kamarku"


"boleh bangett"


"lalu ini bunga apa?"


"ini bunga apa?"


aku terus menanyakan bunga yang aneh pada Romeo. kamarnya penuh bunga, menurutnya bunga membuat dia relax.


"apa sup nya sudah dingin?" tanyaku


"belum.. ini masih panas"


"mmmm"


"apa kau dilindungi kak roger saat di sana?"


"di lindungi banget dong.. dia pria baik"


"apa dia pernah memarahimu kak?"


"tidak pernah kok"


aku duduk di gazebo


"kenapa menanyakan itu, apa kau cemburu?" tanyaku


"yaa.. aku ingin ikut, tapi ayah memarahiku. ayah bilang nanti aku diculik manusia gurita" ucapnya


"gurita? hahahah memang seram sih"


"benarkah? syukurlah aku tidak ikut"


aku tertawa


"supnya sudah agak dingin" ucap Romeo


Romeo memberikan mangkuk sup jamur padaku.


"selamat makaan" ucapku


"selamat makan"


aku mengaduk dan memasukan sup jamur ke mulutku.


Romeo memiliki kebiasaan, sebelum makan dia menghirup aroma supnya dulu. ternyata


*teeengg*


"tunggu moana."


"moanaaa jangan di telan!" ucapnya sambil memegang tanganku


aku menatapnya,


"kau sudah menelannya?"


aku melambaikan tangan tanda belum


"keluarkann...!!! ini jamur beracun"


aku mengeluarkan sup nya dari mulutku


"hah beracun?"


"teman-temankuuu..."

__ADS_1


aku dan romeo lari dengan cepat ke dapur


__ADS_2