Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Yuuukeeeee


__ADS_3

romeo di dalam tahanan Aftabee


"aku mengenal ani bee.... bilang saja aku romeo kenarii.. keee... naaaa.. riii" ucap Romeo pada penjaga


"woy aaaaaaaaaaaa" Romeo teriak


***


di luar gerbang


"ahhhh kenapa dia sembrono sekali?" tanyaku


"bagaimana jika dia dibunuh?" tanya Santi yang panik


"ya kalo dibunuh, dia mati" ucapku


"heeeehh"


***


di Aftabee


"oyy kau tauu?? aku sahabatnya ani bee saat tugas di pesisir!" ucap Romeo yang ditahan di aftabee


datanglah lebah wanita dewasa


"kau bilang ani bee? hahahah lancang sekali kau bilang begitu pada adikku!" ucapnya.


"adik? aaaa kau kakaknya ya"


"ada urusan apa kau bertemu dengan adikku?"


"beberapa anak buahku keracunan, aku berniat minta madu ke sini"


"minta? hahahahaha bagaimana bisa kau kesini hanya untuk minta madu berkualitas milik kami"


"kau kesini sendirian?" tanya nya


"tidak.. aku bersama teman teman ku. mereka masih diluar"


"ow berarti kau membawa beban ya. heh"


"penjaga, ajak orang yang dia bawa kemari. mereka ada di luar" ucapnya


"ya nona."


***


gerbang terbuka.


"nona, kalian dipanggil oleh manusia burung tadi" ucap penjaga


"ahhh sekarang apa lagi yang akan terjadi yaa.." ucapku


kita masuk ke istana aftabee, semua barang berwarna kuning cerah.


kami bertemu romeo di dalam


"Tuan"


"tuan"


aku hanya diam saja.


"mereka temanmu?" tanya wanita tadi


"ya"


"kau butuh berapa botol madu?"


"sekitar 40 botol"


"mmmmm begitu"


"berapa harganya?" tanya Santi


"kami tidak jual beli dengan uang kalau soal madu"


*deggg* dalam hatiku. aku mengingat dia mengatakan pertukaran madu dengan nyawa saat masih di rumah.


"lalu bagaimana kami membayar nya nona?" tanya Julian


"apa gratis? oww terimakasih" ucap Santi


"gratis? hahahahah"


"pelayan... bawakan 40 botol madu" ucapnya yang teriak pada pelayan.


"baik nonaa"


banyak lebah madu datang membawa botol madu.


"sudah 40 nih.. maunya gimana?" tanyanya pada Romeo


"bagaimanaa jikaaa...."


"apa yang sedang dia rencana?" tanyaku dalam hati

__ADS_1


"jikaa.... mmmm apa yaaa hahaha"


"bagaimana jika kau bayar madu ini dengan tubuhmu?" tanyanya


"ohhh tidaaakk" ucap Santi


"tuan..." ucap Julian


aku hanya menyimak pembicaraan lebah madu itu.


"mmm tidak tidak, aku rubah dehh... pilih saja.. bagaimana jika kau bayar antara tubuhmu, atau salah satu dari wanita itu?"


romeo diam melihat wajah wanita lebah


"upss.. aku pikir itu terlalu murah untuk madu aftabee yang kaya khasiatnya.. heheheh"


"pilih saja, tubuhmuuu atau... wanita di tengah?" tanya nya


kebetulan yang berdiri di tengah adalah aku.


"haa?" tanya Romeo


"hahahahha sudah kuduga.. dia wanita istimewa bagimu bukan?" tanyanya


"pilih!!" ucapnya sambil menendang kaki Romeo


"arghhhhhhh" romeo kesakitan


"cepat pilih!!"


"aku memilih ... tubuhku!" ucap romeo


"ow"


"tuaaan!"


"tuaan!"


"apa wanita itu spesial sekali? aku jadi ingin memilikinya juga" ucapnya


dia mendekatiku, menatap mataku, menyentuh tanganku.


aku menatap matanya


"mmmm sepertinya aku ingin dia jugaa"


"tidak, tubuhku saja..!! tapi aku tidak mau melakukan itu, karena aku tidak bisa melakukan denganmu. jadikan aku anak buahmu selama satu bulan" ucap Romeo


"aku tidak mau! aku tertarik pada wanita ini.. kau lihat? auranyaaaaa diaa.. bukan manusia biasa.. kau menyadari itu kan, romeo?"


"tidaakkk aku tidak akan memberikan dia padamuuu"


Romeo lalu sujud pada wanita lebah itu


"aku mohon jangan rebut dia dariku!"


"ow terus... teruuss"


"tuan.. hentikan" ucap Julian


"tuaaan"


"Romeo, berhenti!" ucapku


"aku sangat membutuhkan madu itu, dan juga dokter ani bee.. aku mohon, bantu kami" ucap romeo


melihat romeo sujud pada lebah wanita, julian dan santi juga ikut sujud pada wanita itu


"ahahahahhaha" wanita itu terus tertawa


"yuke! berhenti!" ucap seseorang yang teriak dari jauh


"aishh kau datang di waktu tak tepat!"


"anii" ucap Romeo yang berdiri lalu terbang memeluk wanita itu.


"romeoooo"


lalu mereka pelukan sangat lucu


"heee" ucapku, julian dan Santi


"yukee.. kau tidak boleh begitu pada adikku" ucapnya


"haii kenalkan aku ani bee.. aku adalah teman dekat Romeo selama di pesisir" ucapnya


"nahkan.. dia baik sekali.. dia tidak seperti wanita itu" ucap Romeo yang cemberut melihat yuke


"jadii... kenapa dengan orang-orang di rumahmu? aku terkejut saat melihat botol madu hilang banyak.. saat aku mencari tahu, aku mendengar suaramu" ucap Ani bee.


"pelayan dan prajurit kakak ku, semuanya keracunan jamur"


"ahh jamur yaa.. baiklah ayo bawa botol ini ke Montai!" ucap Ani


"uuuu kakak.. kau cantik sekali hari ini" ucap Romeo


"aku percaya padamu Romeo! kau dokter terbaik yang pernah aku temui!" ucap Ani

__ADS_1


"terimakasih kakaaaaaak"


"jadii... madu ini gratis?" tanya santi


"tentu sajaa.. ini khusus untuk romeo saja hihiiii" ucap Ani bee


"haaaa.. padahal dia memberikan tubuhnya sesuka hati tadiii" ucap Yuke


"tidak jadi.. wleeee" ucap Romeo


"aaahh syukurlah" ucapku dalam hati


lalu madu itu dimasukkan ke dalam tas kecil yang serba masuk.


lalu kami kembali lagi ke rumah.


disana Roger sudah menunggu kami di pintu gerbang.


"kalian dari mana saja?" tanyanya


"kami dari aftabee" ucap romeo


"ow.. apa yang kalian pertaruhkan?"


"tidakk... ini gratis" ucapku


"benarkah? syukurlah" ucapnya


lalu kami ke ruangan besar dimana semua orang berbaring karena keracunan.


kami memberi mereka madu masing-masing satu botol.


"kalian makan itu sehari sekali, satu sendok ya" ucap Romeo


"terimakasih tuan"


"baik tuan"


"aww ini enak sekali"


"enak nyaaaaa"


"aku suka ini tuaan" ucap mereka.


"bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Roger padaku


"mereka merayakan kedatanganku, Santi menemukan banyak jamur di hutan dekat sungai susu, dia memetiknya.. aku mengizinkan dia memasak jamur itu lalu dia memasaknya, semua berpesta.. dan keracunan" ucapku yang nunduk


"apa ini salahku?" tanyaku


"tidak.. ini bukan salahmu"


"kau dari mana saat kejadian tadi?" tanyaku


"akuu.. tidur di bawah pohon" ucapnya


"disana kedap suara, aku tidak mendengar kebisingan sedikit pun.. ketika aku akan mencarimu.. diluar sangat ribut.. keracunan.. keracunan katanya" ucap Roger.


aku melihat wajah Roger.


"apa kau tidak memakan sup itu?" tanya Roger


"tidak, aku hampir memakannya... namun romeo menyadari itu jamur beracun"


"kau bersama romeo tadi?"


"ungg"


dua manusia kambing datang


"kami mencari Santi" ucap mereka


"santi di dapur" ucapku


mereka pergi ke dapur.


tidak lama dari itu, santi mengikuti mereka berdua.


"sepertinya mereka di panggil ibu" ucap Roger


"benarkah? lalu bagaimana?" tanyaku


"mungkin diberi hukuman."


"hukuman seperti apa?"


"paling ringannya.. dia tidak diberi uang gaji"


"terberatnya?" tanyaku


"terberatnya diaa dikeluarkan dari rumah ini"


"ahh tidak mungkin"


"berdoa saja, semoga ibu sedang dalam keadaan baik hati"


"santii" ucapku dalam hati..

__ADS_1


aku seketika mengingat kenanganku bersama dia yang masih berteman denganku sebelum kembalinya waktu saat itu.


__ADS_2