
Aku seketika mengingat kenanganku bersama dia yang masih berteman denganku sebelum kembalinya waktu saat itu.
beberapa hari kemudian
insiden sup Jamur kita lewati dengan baik, tanpa korban jiwa satu pun.
aku dan Roger libur karena telah menyelesaikan misi ke negeri antartik.
untuk sementara waktu, kubu diketuai oleh Julian.
aku sudah beres mandi, menggunakan baju paling imut yang ada di lemariku. menguraikan rambut yang sepanjang pinggang, di poni.
sebelahku ada Arda yang menjadi manusia, dia menatapku saat bersolek di depan kaca
"kau mau kemana?" tanyanya
"akuu... akan menemui Roger"
"trus?"
"aku akan main dengannya... aku sudah lama tidak ngobrol santai dengannya"
"mmmmmm??"
"apa yang mmm?" tanyaku
"apa aku cantik?" tanyaku pada Arda
"udaaaah cantik"
"okaaiii.. kita pergi ke kamar Roger!" ucapku lalu berdiri.
*plaaak* tiba-tiba Roger nongol di kamarku
"waaaaaaaaaaa" aku dan Arda terkejut melihat Roger yang tiba-tiba muncul.
"hai?" ucapnya sambil senyum tanpa dosa
"yaaaa... kalau kau muncul ketika aku sedang memakai baju bagaimana weeey!" ucapku karena marah
"bonuss... wleee"
"arghhhhh" aku menghampiri nya dengan tangan mengepal siap siap menonjok tangannya.
setelah dekat
dia memelukku.
"aku merindukanmu" ucapnya
aku memeluknya juga
"o oww" ucap Arda sambil menutup mata, lalu dia masuk ke tubuhku.
roger mengelus rambut belakangku.
"kapan terakhir kita ngobrol santai yaa?" tanyanya
"seribu tahun? mungkin?" ucapku sambil tertawa
aku memeluknya sangat erat
"aku juga merindukan mu, roger"
"aku ingin jalan-jalan ke pasar." ucapku
"mau apa ke sana?"
"beli makanan baru, baju baru, obat?"
roger hanya menatap mataku
"ayolaaaaaahh"
"cuacanya mendung, tuuuuu" ucapnya yang melihat awan
"yaaaay... kau takut pada air?" tanyaku
"tidaakk hihii" dia menggelitik badanku
"ahahahha ahahaha aduu geli geli"
"yosh! kita ke pasar"
"aku tidak perlu pake topeng kan?" tanyaku
"tidak, ada aku"
"mmmmm cooocweeeeeeettt"
"heheheheh"
lalu kami keluar rumah, Aku menggunakan baju rok pendek, roger menggunakan baju serba hitam favoritnya rambut di ikat karena sedikit panjang.
kita jalan kaki, sambil menggenggam tangan.
"aku tidak tahu dia semanis ini"
"dia burung, tapi aku menyukainya."
__ADS_1
"aku pernah takut pada nya hahahaha"
"tapi tak kusangka dia menjadi milikku" gumamku dalam hati.
"moana" ucapnya
"ung?"
"kau menganggap ku apa?"
"maksudnya?"
"..." dia diam tanpa suara
"aku... engg.. aku menganggap mu orang spesial di hidup ku"
"lalu?"
"ngg.... " wajahku memerah
dia tertawa sambil melihat wajahku dan mencubit pipi ku.
"mulai hari ini, kita berpacaran ya?" tanya Roger
"ungg!" ucapku yang berbunga-bunga
"aku menemukan hal baru saat bersama mu"
"sesuatu yang telah lama ku cari"
"terimakasih telah menjadi pelengkap hidupku, moana" ucapnya
"oooooowwww... aaaaaaaaa" aku yang berbunga-bunga hampir pingsan ajaaa
"kamu mau kuberi hadiah apa?" tanyanya
"eee"
"apa dia benar-benar Roger? dia kemasukan apa ya? kok tiba-tiba sweet gini" ucapku dalam hati
"aku ingin selamanya denganmu"
"heeee.. bukan ituuu"
"hahaha lalu apaa?"
"selain itu"
"mmmm.. aku ingin pedang"
"pedang? baiklah.. aku akan memberikanmu pedang, tapi bukan hari ini.. yaa?"
"okeee"
"mmmm.. aku merindukan tempat ini" ucapku
semua orang yang ada di sana melihatku dengan aneh,
"manusia"
"manusia"
"dia hebat atau lemah ya?"
"ohh dia dengan kenari terkutuk itu"
"tak perlu di dengarkan. mereka menghinaku" ucap Roger.
"kau juga tidak perlu mendengarkan, mereka.. hanya buruk sangka padamu" ucapku sambil tersenyum.
"aku kangen mie.. apa disini ada yang jual mie?" tanyaku pada roger
"mie? makanan yang ku makan di antartik?"
"ahh yaa semacam itu"
"kalau tidak salah ada sih.. yoo kita cari"
saat jalan mencari mie, aku melihat penjual es krim
"bentar.."
"mmm?"
"adaaa ice kuriiiiiiiiiiiiiimmm... aaaaaa" aku lari menghampiri penjual es krim itu.
"paaa.. aku ingin beli satu porsi besar yaaa"
"okee"
"apa kau manusia?" tanyaku
"ahh yaa.. aku penyihir, aku bisa merubah air menjadi es" ucapnya.
"mmm itu sebabnya kau menjadi tukang es krim?"
"ya.. jika bisa menghasilkan uang, kenapa tidak?"
"oooww keren" ucapku
__ADS_1
"satu porsi besar es krim sudah siap! ahhh aku tambah bonus lagi"
"waaaahhh terima kasih"
"Roger... bayar!" Ucapku lalu jalan kaki
"eeeh?" tanya Roger
tukang es krim itu melihat Roger sambil tersenyum.
"apa manusia memang begitu?" tanya roger pada tukang es krim.
"bukan manusia, tapi wanita"
"ahh.."
roger mendekatiku setelah bayar es krim
”jangan minta!"
dia diam melihatku makan es krim
"kalo makan tu duduk, nanti jatoh es krim nya" ucap Roger
"mwheheh"
lalu kami duduk di kursi sisi jalan.
kami melihat ramainya orang lain yang sedang bertransaksi, jalan-jalan, angkat barang dan lainnya.
"woaaa enak banget... kangen aku makan es krim" ucapku
"apa itu enak?" tanya Roger
"enak banget looohh.. ini makanan kesukaanku"
"ups” sedikit es krim mengenai ujung hidungku.
"makanya kalau makan tu jangan banyak ngomong"
saat aku mau mengelap hidung, roger memberhentikan tanganku lalu dia mencium ujung hidungku yang ada es krim nya.
"mmm.. jadi gini rasa es krim?" tanya Roger
aku yang terkejut karena pertama kali di lakukan seperti itu. lalu aku sengaja memakan es krim secara belepotan dan menunjukkan nya pada roger.
lalu roger membersihkan mulutku yang belepotan dengan ciumannya.
aku tersenyum padanya.
sisa es krim ku hampir sedikit lagi, aku makan semuanya.. lalu berdiri di depan Roger.
"apa?" tanya nya
aku lalu menciumnya dengan mulutku penuh es krim. aku berbagi es krim dengannya melalui mulutku. kami ciuman ditengah keramaian. ini salah satu impianku!
dia memelukku erat, aku berciuman dengan posisi roger duduk dan aku berdiri. dia tinggi sih.. jadi tidak terlalu sulit.
lalu turun hujan... ciuman kami terhentikan karena hujan
"ow hujan" ucap roger.
kami lari untuk mencari tempat berteduh.
kami berhenti di depan toko yang tidak di ketahui namanya.
lalu perempuan manusia kucing keluar
"halo nona, tuan, selamat datang.. silahkan masuk" ucapnya
aku dan roger saling menatap
"ini tempat apa?" tanyaku
"tempat pemandian air panas" jawabnya
"air panas?" aku yang suka dengan pemandian air panas membuat jiwaku meronta-ronta saat mendengar nya.
"apa ada kolam khusus untuk satu atau dua orang?" tanya roger
aku menatap Roger.
roger menatapku dengan wajah sedikit jahil.
"ada tuan, silahkan masuk"
kucing itu membimbing kami masuk ke dalam
"ayo!" ucap Roger
aku menatapnya sambil tersenyum
"waaaaaaaaa.. impianku selama ini apakah akan terjadi?" gumamku dalam hati
"mandi bersamaa??? huaaaaa"
kami sampai di depan pintu bernomor 35. roger membuka pintu itu. lalu kami masuk ke dalam.
di sana ada kolam air hangat besar berbentuk bulat.
__ADS_1
Roger membuka baju nya dan menyisakan ****** ******** dan masuk ke dalam kolam itu
"kemari" ucap Roger