
zeze yang sangat gugup pun tak berkata apapun, namun sang tuan memandanginya sambil menaruhkan buku itu ke rak yang tepat berada di atas kepala zeze.
sekilas tuan yang tak berfikir panjang pun terhanyut dengan tatapan mereka, lalu membiarkan dirina yang perlahan lahan wajah tuannya semakin dekat dengannya dan zeze yang sadar pun terhanyut dengan tatapan sang tuan dan reflex nya yang langsung memejamkan matanya, Dan membiarkan sang tuan mencium bibirnya ......
mereka pun akhirnya berciuman di samping rak buku, dan sang tuan yang terhanyut dengan suasana teru menerus ******* bibi merahnya Zeze dan begitu juga zeze membalas ******* sang tuan. dan tiba tiba saja ditengah mereka berciuman pun
"tookkkkk toookk tokkkk". suara pintu kamar Rayyan yang berbunyi.
mereka yang sadar, langsung melepaskan ciumannya.. zeze yang terkejut hanya diam menatap arah pintu, namun sang tuan langsung berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.
"apa kau sibuk?" tanya Reva yang tiba tiba ad di depan pintu.
iyahhh Reva yang sadar bahwa zeze masih di dalam kamar Rayyan yang begitu lama pun langsung menghampiri mereka berdua.
"ada apa". cetusnya
"bolehkah aku masuk". Reva yang ingin masuk kamar Rayyan.
"aku sedang sibuk". ucapnya
"sebentar saja". mohon nya
Reva yang tiba tiba saja langsung memasuki kamarpun melihat zeze yang memang masih ada dikamar Rayyan yang sedang membereskan buku buku yang hampir selesai.
"kenapa ku masuk begtu saja". cetus rayyan seperti tak suka adanya Reva.
"kenapa kau masih disini?". Reva yang bertanya pada zeze.
"ahh saya masih membereskan buku ini". jawabnya
"sudah keluarlah biar aku yang mengerjakan nya?". perintah nya.
"ahhhh". membuat zeze terkejut
"sudah keluar??!!". dengan nada sedikit tinggi.
rayyan yang melihat sikap Reva pun semakin membuatnya tak suka ada didekatnya.
"kamu juga keluar?". ucap rayyan kepada Reva.
"tapiiiii aku???"""..
"tapi apa... apa hak mu untuk berada dikamar pria?". cetusnya yang langsung mengusir Reva dan menariknya untuk keluar pintu.
Reva yang melihat Rayyan begitu kasar padanya pun hanya diam dan menatap Zeze dengan tajam.
"tuan, biarkan saya saja yang keluar?!". ucapnya zeze
"yasudah keluarlah kalian?!!". cetusnya
zeze yang sedikit canggung dengan rayyan sekaligus terkejut dengan sikapnya yang sekarang mulai dingin lagi terhadapnya, dengan apa yang membatu saja mereka lakukan membuat zeze bingung dengan sikap tuannya yang berubah ubah. Reva dan zeze pun keluar dari kamar Rayyan.
__ADS_1
Rayyan menatap zeze yang pergi langsung menutup pintu kamarnya, Reva lngsung mantap tajam zeze seperti ingin menerkamnya.
"kalian sedang apa disana?". Ny. dara yang sedang menaiki anak tangga.
mereka berdua pun menoleh melihat Ny. Dara
"tidak da Tante, hanya ingin bertemu rayyan tapi rayyan langsung menutup pintunya?". ucap Reva
"ahh mungkin suasana hatinya rayyan sedang tidak enak". ucapan Ny. dara
"ahh mungkin Tante".
"saya permisi nyonya?"". ucap zeze yang melihat mereka yang semakin akrab.
dan saat Alvero ingin menuruni tangga melihat raut wajah zeze yang seperti melamun.
"hey ada ap denganmu?". tanya ke zeze
"ehmm tidak apa apa?". ucapnya
zeze yang terus berjalan dan menuruni anak tangga dan sambil bertanya tanya tentang tuannya itu.
Rayyan yang berada dalam kamar pun heran dengan dirinya mengapa bisa ia mencium zeze begitu saja yang seperti dilihat mereka bukan lah pasangan, namun hanya sekedar tuan dan pengurus rumahnya.
"derrtttttt derrrrtttttt" tiba tiba suara getaran handphone rayyan yang berbunyi.
"haallooooo". ucapnya rayyan
"ada apa menelpone, apakah ada masalah ". tanya Ny.
"maaf tuan, Ada masalah dengan Mafia Barat yang belum selesai. sekarang Anggota kita yang ada dibarat hampir tewas semua, hanya ada beberapa orang saja yang masih hidup dan sekarang sedang bersembuny". ucap anak buahnya
"baiklah, Saya akan segera kesana".
rayyan langsung keluar dan bergegas mencari alvero kesetiap ruangan, dan melihat alvero yang sedang berbicara dengan zeze di tepi danau. rayyan yang sekilas tampak terlihat cemburu namun tak bisa mengungkapkannya pun sedikit acuh deng zeze sekarang karena ia sedang terburu buru untuk pergi.
"Vero,,,,, ayooooo". ajakan tuan muda
"kemana tuan?". tanyanya
"ada yang di lakukan". ucapnya
"baik tuan?".
alvero pun bergegas pergi untuk mengambil mobil tuannya. Dan rayyan yang masih menunggunya hanya berdiri diam di tepi danau.
Zeze yang melihat tuannya seperti ada beban ia pun menghampiri Rayyan.
"ada masalah apa tuan". yang tiba tiba muncul d hadapan tuannya.
"tidak apa apa, hanya masalah kecil saja". ucapnya
__ADS_1
"apakah saya boleh ikut?".
"untuk apa, lebih baik kamu dirumah saja?". perintahnya.
"saya bosan tuan, harus dirumah terus apalagi pekerjaan dsini yang tidak boleh nyonya untuk membantu pelayan lain". dengan wajah murungnya
rayyan yang mulai luluh pun melihat tak tega kalau zeze harus tinggal dirumah Tanpa teman.
"baiklah, tapi jika ada sesuatu yang nnti akan terjadi cepatlah bersembunyi!". ucapnya
"baik tuan". ucapnya yang senang hingga ia tersenyum kepada tuannya.
rayyan yang melihat zeze senang dan tersenyum untuknya pun, membalas senyum untuk zeze. dan mengelus kepala zeze dengan lembut. zeze yang melihat tuannya yang lembut merasakan kenyamanan untuknya.
Alvero yang tiba pun, rayyan dan zeze masuk kedalam mobil, dan langsung melakukan mobilnya.
Reva yang melihat pemandangan tadi dari rooftops pun sangat kesal perlakuan rayyan dengannya yang berbeda jauh dengan gadis pembantu itu.
sedangkan Ny Dara yang melihat seperti biasa saja, dan berfikir baik tentang zeze, karena sudah membuat putra nya yang sedingin es dengan orang lain mulai mencairkan sikapnya dengan orang disekitarnya.
Dan tibalah Rayyan, zeze dan Alvero di Sebuah gedung kosong di Area Barat, tepatnya Di Area MR. Bara.
setiba mereka di gedong kosong tampak tidak ada satu orang pun disana, hanya keping kepingan Bahan gedung yang sudah rapuh di Lantai. Zeze yang melihat di sekeliling hanya menatap Drum besar di samping Tepi gedung.
Zeze langsung menghampiri Drum itu dan melihat ada jejak darah di sekitar drum, tanpa berfikir panjang pun ia langsung membuka tutup drum itu... dan betapa terkejutnya ia ada mayat seseorang didalamnya...
"aaaaaaaaaaahhhhhhh" jeritan zeze yang ketakutan.
rayyan yang melihat zeze yang bersandar di dinding gedung, langsung menghampirinya.
"kenapa,,.. ?".
" iiii iituuuu tuan?". menunjuk drum .
rayyan langsung mengecek yang ternyata mayat anggotanya yang baru saja menelpone nya tadi yang mengabarin situasi di barat,.
Rayyan hanya diam, dan melihat lihat disekeliling lainnya agar ia mendapatkan petunjuk lebih jelas, namun tidak ada sama sekali.
Alvero langsung mendekati zeze yang ketakutan, dan memberikan sapu tangan yang ada Darah di tangan Zeze, karena Zeze yang menyentuh tutup drum dan membukanya .
rayyan pun langsung mengajak alvero dan zeze untuk pergi ketempat lain, agar mencari petunjuk mengapa Mr. bara melakukan hal ini kepada Rayyan.
Rayyan langsung menghubungi anggota mafia bawahannya untuk mengurus mayat yang ada di drum, agar bisa di makamkan dengan layak .
"apa kau baik baik saja?". tanya rayyan kepada zeze di dalam perjalanan.
"tidak apa apa tuan, hanya terkejut saja?".
rayyan yang terlihat cemas dengan zeze langsung memberikan sandaran zeze ke bahunya agar zeze tidak terlalu mencemaskan dan berfikir buruk yang akan membuatnya tidak fokus nantinya setiba di tempat tujuan membuat zeze dalam bahaya nantinya.
Bersambung......
__ADS_1
#mohon maaf jika ada kesamaan alur cerita dengan author, mohon pengertiannya.. dan semoga para pembaca menyukai cerita ini.... terima kasih 🙏