MOBB BOSS

MOBB BOSS
Kecurigaan Yang Salah


__ADS_3

zeze dan sang ibu pun akhirnya makan bersama dengan sang nyonya dan tuan besarnya dan pengawalnya alvero.


saat mereka selesai makan pun zeze tiba tiba saja teringat dengan tuan mudanya yang berpesan apadanya bahwa ingin dibawakan makanan olehnya.


ia pun segera menyediakan makanan dan minuman dan membawakannya kekamar sang tuan.


Saat ia ingin memasuki kamar sang tuan, rayyan pun membuka pintu kamarnya yang hendak keluar .


"tuu tuann.". ucap zeze yang sambil membawa makanan .


"kamu, ngapain?". tanya sang tuan.


"membawakan ini untuk tuan". ucap zeze sambil melirik makanan yang di pegang nya.


"ahhh, yasudah masuklah". ucap rayyan.


zeze pun sedikit heran karena sang tuan yang berbicara tak seperti biasanya terhadapnya.


"saya letakkan disini saja ya tuan". ucap zeze yang ingin meletakkan makanannya di meja samping tempat tidurnya.


"kamu mau kemana?". tanya rayyan yang abru saja menutup pintu kamarnya.


"saya ingin membantu ibu".


"temani aku makan sebentar". pinta sang tuan.


"ehhmm baik".


rayyan pun menekan makanannya yang sudah dibawakan oleh Zeze, dan menyantapnya dengan lahap.


namun zeze yang masih heran dan penasaran oleh sang tuan yang bersikap seperti kembali dingin terhadapnya pun mulai merasa canggung saat bersama sang tuan.


selesainya rayyan memakan makanannya ia pun melihat zeze yang sedang melamun dengan menatap dirinya.


"ze... kamu kenapa?". tanya rayyan yang lembut.


"ahh ti tidak tuan". ucap zeze yang tersadar dari lamunannya.


"apa ada masalah?". tanya sang tuan.


"ahh tidakk tuan". bantahnya.


"terus kenapa melamun?".


"tidak ada apa apa tuan". ucap zeze lagi.


"baiklah, ini". rayyan yang memberikan piring dan gelas.


"tuan sudah selesai makannya?". tanya zeze.


"sudah".

__ADS_1


zeze pun mengambil piring dan gelas dari tangan sang tuan, da ia pun ingin pergi kembali kedapur untuk menaruhkan piring dan gelas tersebut.


namun saat ia ingin keluar dari pintu, tiba tiba saja sang tuan bertanya padanya.


"apakah dibawah masih ada orang tuaku dan alvero?". tanya sang tuan.


"masih tuan". zeze yang membalikkan badannya untuk melihat sang tuan.


"ahhh.. baiklah". ucap sang tuan.


zeze pun pergi begitu saja tanpa menanyakan sesuatu kepada sang tuan.


rayyan pun menyusul zeze dari belakang untuk turun, saat ia sedang menuruni anak tangga ia dari kejauhan yang melihat alvero ada bersama orang tuanya diruang tamu pun, membuatnya sangat heran dan mulai canggung kepada alvero.


"sayang kamu sudah bangun?". tanya sang mamah.


"ehmmm". rayyan yang enganggukkan kepalanya.


"apa kamu sudah serapan?". tanya sang mamah lagi.


"sudah mah, tadi zeze sudah mengantarkanmu makanan". ucap rayyan.


"ahh baguslah kalau begitu, untung saja zeze paham tentang kamu". ucap sang mamah yang lembut dan tersenyum kecil kepada sang putranya.


rayyan pun membalas senyuman sang mamah yang sudah menggodanya itu. Rayyan pun menatap alvero dan mengasih kode agar mereka bisa berbicara diluar.


alvero yang mengerti pun langsung keluar dari ruangan, dan begitu juga rayyan yang menyusulnya.


Ny. dara dan Mr. Kazam pun melihat mereka pergi terutama melihat wajah sang putra yang begitu tidak biasa dilihat mereka.


"rasa papah tidak ada sayang,?". ucap sang suami.


"terus kenapa wajah rayyan begitu serius menatap alvero tadi yah?". nyonya dara yang heran dan bingung terhadap putranya.


"yasudah, nanti juga rayyan akan cerita kepada kita sayang". ucap sang suami yang sedang membaca koran.


nyonya dara pun hanya menganggukan kepalanya, dan kembali menonton tv .


alvero yang sudah di luar, ditepi danau pun disusul sang tuan yang berada dibelakangnya. Alvero yang mendengar suara langkah kaki sang tuan pun membalikkan badannya dan mempertanyakan kepada sang tuan.


"apakah ada misi baru tuan?". tanya alvero yang penasaran.


"tidakk, ". ucap sang tuan yang tegas.


"ehmm.. kalau begitu ada apa tuan menyuruh saya untuk keluar?". tanya alvero yang masih tidak mengerti.


"apakah aku boleh bertanya kepadamu?". ucap sang tuan.


"ehm... silahkan tanya saja tuan, kenapa harus bertanya kepadaku dahulu?". alvero yang tersenyum kecil.


"tapi saya bertanya bukan masalah pekerjaan, namun masalah pribadimu?". ucap sang tuan

__ADS_1


alvero pun terkejut dan seketika wajahnya yang tersenyum mulai memudar.


"hal apa yang ingin tuan tanyakan kepadaku?". alvero yang mulai serius dengan pembicaraannya terhadap sang tuan.


"apakah kau dan Reva menjalin hubungan?". rayyan yang tiba tiba menanyakan langsung kepada alvero tanpa basa basi .


alvero pun membulatkan matanya, dan sedikit bingung harus menjawab apa kepada sang tuan.


"kenapa tuan, tiba tiba menanyakan tentang gadis itu?". ucap alvero yang masih tidak paham.


"jawablah pertanyaanku?". rayyan yang langsung menatap tajam alvero.


alvero sedikit canggung tadipun membuatnya terheran karena tatapan sang tuan yang tajam menatapnya itu.


"aku tidak ada hubungan apapun kepadanya". ucap bantahan alvero .


"benarkah?, ". cetus rayyan.


"iyahh tuan".


"lalu begitu jelaskan kepadaku, kemarin malam siapa yang datang kesini didepan gerbang?". tanya rayyan kembali.


alvero pun mulai mengerti apa yang dimaksud sang tuan, mengapa sang tuan menanyakan itu secara tiba tiba terhadapnya.


"ahh, kemarin malam... ehmmmm, apakah tuan melihatnya?". ucap alvero.


rayyan pun semakin menatap tajam terhadapnya, karena dengan ucapan alvero yang membuatnya samkin curiga dengan alvero.


"maaf tuan, kalau saya lancang tidak memberitahu tuan bahwa Reva datang menemuiku kemarin malam". ucap alvero dan membungkukkan badannya karena merasa bersalah pada tuan mudanya.


"kenapa kau meminta maaf padaku, jawab saja apa yang kutanyakan kepadamu?". cetus rayyan.


"aku sekarang mengerti mengapa tuan menanyakan itu tiba tiba kepadaku, pasti tuan cemas kepadaku kan, karena Reva yang datang menemuiku membuat tuan mencurigaimu pastinya". ucap alvero yang mengerti dan paham akan sang tuan.


"kenapa kamu berbicara seperti itu.". rayyan yang heran mengapa alvero mengerti dan tahu apa yang dipikirkannya beberapa hari ini.


"ehmm, pasti tuan cemas jika aku ada hubungan dengan Reva aku disini sebagai posisi apa sebenarnya, atau aku hanya mata mata atau hanya pengawal biasa buat tuan muda". ucap alvero.


"berbicaralah dengan baik dan jawab sejujur mungkin terhadapku". cetus sang tuan


"maaf tuan, awalnya aku tak ingin berbicara kepadamu persoalan aku dengan Reva, sebenarnya beberapa waktu yang lalu Reva dalam masalah dan tidak sengaja bertemu denganku,". alvero pun mulai menjelaskan perlahan kepada sang tuan soal permasalahan awal alvero membantu Reva hingga Revadan mamahnya yang menjadi buruan papahnya sendiri.


rayyan pun membulatkan matanya karena tak percaya apa yang dikatakan oleh alvero, dan membuatnya tak berkata kata karena Mr. bara yang sangat kejam kepada keluarganya sendiri.


"apakah benar itu?". tanya sang tuan yang masih tak percaya.


"kali tuan Idak percaya, aku bisa mengantarkan tuan menemui Reva dan mamahnya yang sedang sakit". ucap alvero yang meyakinkan sang tuan.


"kalau begitu, ada apa Reva yang tengah malam menemuimu?". tanya rayyan kembali.


"malam itu, dia membutuhkan uang karena mamahnya yang kehabisan obat, aku hanya memberikan beberapa uangku untuknya". ucap alvero.

__ADS_1


"baiklah, maaf jika aku mencurigaimu". ucap rayyan yang merasa bersalah kepada pengawalnya itu.


"tidak perlu tuan meminta maaf padaku, seharusnya aku yang meminta maaf kepada tuan membuat tuan cemas ". ucap alvero.


__ADS_2