MOBB BOSS

MOBB BOSS
Kabar Baik Tuan Besar


__ADS_3

Disisi Lain bibi Ranti sangat kecewa dengan putrinya yang sudah menjalin hubungan dengan tuannya.


Hingga ia harus memendam kemarahannya sampai zeze ingin berbicara kepada sang ibu, Bibi Ranti.


Ia pun jadi sangat gelisah dikamar zeze, yang hnya mondar mandir dikamar tidak tahu apa yang akan ia lakukan dengan putrinya, dan bagaimana perasaan putrinya jika ia menentang hubungannya dengan sang tuan.


masih bersama rayyan zeze sangat senang dengan menonton film yang ia suka, sang tuan yan dari tadi hanya menatap Zeze karena heran mengapa ia suka bukan takut terdiam sepanjang film berlangsung.


namun zeze yang menyadari sang tuan menatapnya terus ia pun menoleh dan melihat sang tuan yang begitu antusias menatapnya.


"ada apa tuan, ?". tanya zeze.


"ah tidakk apa apa".


"kenapa tuan menatapku saja , bukan melihat filmnya?".


"karena aku heran, kenapa kamu tidak takut menonton film horor justru kamu seperti senang?". tanya rayyan yang heran.


"ahh, hahaha itu hanya sebuah film apa yang harus ditakutkan tuan??". zeze yang tertawa lepas dengan pertanyaan sang tuan.


rayyan yang mendengar ucapan Zeze pun tersenyum lebar karena ia menilai Zeze benar benar gadis pemberani.


"filmnya sudah mau habis, kamu mau kemana lagi?". tanya sang tuan .


"ehmm, tidak tau tuan". ucap zeze yang lugu.


"yasudah, ayoo". ajakan rayyan.


"kemana tuan?".


"kita keliling mall saja". ucap sang tuan sambil menggandeng tangan Zeze.


Saat film sudah mulai selesai mereka pun beranjak pergi untuk berjalan jalan sekitar mall.


Ny. dara yang sedang menemani sang suami Mr.kazam zie kerumah sakit untuk chek up sangat senang dengan kabar bahwa tuan Kazam zie sudah sepenuhnya pulih.


"tuan Kazam Zie sudah total pulih, tidak ada yang perlu anda khawatirkan kembali nyonya?". ucap sang dokter.


"benarkah dok?". tanya Ny. dara yang memastikan kesehatan sang suami.


"benar nyonya, kesahatan tuan sudah kembali normal hanya saja nyonya harus rajin memberikan vitamin suplemen atau buah buahan yang bagus untuk tubuh tuan Kazam". ucap sang dokter kembali.


"baiklah dok, terima kasih atas kabar baiknya". ucap sang nyonya dan memberikan salam untuk sang dokter.


"sama sama nyonya". ucap dokter dan membalas salam dari Ny. dara.


Tuan Kazam yang mendengar ucapan sang dokter sangat bahagia dan senang karena ia bisa kembali ke kantornya untuk menyelesaikan permasalahn Mafia di bagian barat.


Ny. dara dan suaminya pun berjalan menuju parkiran mobil untuk pulang, dengan tak sabar akan kabar baik untuk sang putra.


"apakah kamu akan kembali berkerja?". tanya sang istri yang menggandeng tangan Mr. Kazam.


"aku rasa akan lebih baik cepat kembali bekerja, agar rayyan dapat menyelesaikan kuliahnya dengan baik". ucap sang suami.

__ADS_1


"tapi aku sedikit takut, karena kamu yang baru sembuh sayang?". ucap kekhawatiran istri.


"tidak apa apa, aku akan menyelesaikan tugasku dengan baik". jelas sang suami.


"baiklah, terserah apa mau kamu asal kamu bisa menjaga dirimu ". ucap sang istri yang suportin Mr. Kazam


tuan Kazam pun senang bahwa sang istri mengerti dan menyemangati nya dalam keadaan apapun, dan tetap mengkhawatirkannya walau didalam hatinya taun Kazam mengerti betapa rapuh istrinya yang sudah bertahun tahun mengabdi untuknya.


"apakah kamu ingin liburan?". tanya Mr. Kazam tiba tiba.


"ah... apa kamu serius dengan pertanyaan kamu?". tanya Ny. dara dengan tersenyum kecil.


"iyahh bukankah kamu sudah lama tidak berliburan?". ucapnya lagi.


"tidakkk perlu, aku akan memperhatikanmu dan menjagamu saja". ucap sang istri.


mereka yang sudah ada diparkiran pun langsung segera menaiki mobilnya dan kembali pulang .


Didalam mobil perjalanan pun Ny. dara dan Mr. Kazam asik mengobrol dan mengisi suasana perjalanan mereka dengan canda dan tawa.


rayyan dan zeze masih dalam mall, berjalan jalan disekitaran mall. Rayyan yang terlintas melihat ada sebuah gaun putih yang cantik kembali berjalan mundur dan menatap gaun tersebut.


ia sangat terpanah dengan gaun yang begitu anggun menurutnya, zeze yang berada didepan berjalan menghampiri sang tuan.


"tuan sedang melihat apa?". tanya zeze yang penasaran.


"apakah kamu suka gaun?". tanya rayyan yang tiba tiba menatap Zeze.


"cobalah gaun ini untukku?". pinta sang tuan.


"apaaa??". zeze yang membulatkan matanya karena terkejut mendengar ucapan sang tuan.


rayyan membalikkan badan zeze dan menuntunnya masuk kedalam toko shop tersebut.


Rayyan langsung meminta pelayan toko untuk memberikan gaun itu kepada zeze untuk dicobanya.


"pelayan... bisakah gadis ini mencoba gaun ini?". tanya Rayyan.


pelayan yang melihat zeze sangat ragu, karena Zeze yang tampak sederhana dan sedikit berpakaian tidak feminim seperti gadis gadis pada umumnya.


pelayan hanya diam, dan menatap Zeze dari ujung kepala hingga kakinya. Rayyan yang melihat tatap sang pelayan seperti tidak mempercayai zeze langsung menatap sang pelayan dengan aneh.


"apakah ini cara melayani pembeli?". tanya rayyan yang menatap tajam sang pelayan.


"ahh tidakk tidakk tuan". jawab pelayan yang gugup namun masih bersikap biasa saja menatap Zeze.


" kalau begitu tatap pacarku dengan sopan dan baik, bukan seperti menatap seorang pencuri!!!". cetus rayyan yang mulai kesal.


sang pelayan langsung menatap rayyan yang begitu mempesona dan melihat penampilan rayyan yang seperti seorang Bos yang kaya, maka sang pelayan pun memberikan gaun tersebut.


"maaf tuan... baikk nyonya ingin memakai gaun ini?". tanya pelayan sambil memberikan gaun yang dimaksud rayyan.


zeze yang sedikit malu karena perlakuan pelayan yang barusan menatapnya tajam itu membuat zeze tak nyaman.

__ADS_1


rayyan yang menyadarinya langsung menenangkan zeze.


"sudah.. cobalah dulu para pelayan toko semua sama bersikap menilai seseorang dengan penampilannya". ucap rayyan yang menyindir sang pelayan.


pelayan yang merasa tersindirpu hanya memalingkan wajahnya.


"tapiii tuan". zeze yang ragu.


"cobalah". pinta sang tuan dan menuntun zeze kamar ganti.


zeze yang mau tidak mau pun harus mencoba gaun tersebut, karena ia tak ingin mengecewakan tuannya.


saat zeze sudah selesai memakai gaun yang berwarna putih yang cantik itu, zeze langsung keluar dari kamar ganti dan ingin menunjukkan ke sang tuan Rayyan.


"tuan". panggil zeze dengan lembut.


rayyan yang sedang menunggu diluar pun menolehkan wajahnya dan menatap Zeze dengan lembut. Rayyan yang diam dan tampak terpesona akan zeze yang cantik dan tampak lebih anggun ketika memakai gaun yang dipilihnya sangatt kagum dengan lengkungan badan zeze dan tinggi badan zeze dan rambut yang panjang terrurai yang pas saat memakai gaun tersebut.


"apakah tuan suka?". tanya zeze tiba tiba.


"ehmmm, ". rayyan menganggukan kepalanya dan berjalan mendekati Zeze.


zeze pun tersenyum saat melihat sang tuan senang karena ia yang memakai gaun pilihan sang tuan.


"kamu sangat cantik". ucap rayyan.


zeze pun tertawa kecil mendengar ucapan sang tuan seperti mengejeknya.


"kamu lihat, bahkan bukan aku saja yang terpesona, pelayan ini saja menatapmu dengan terpesona". ucap rayyan yang menggoda.


iyahh pelayan yang memandang rendah zeze pun seketika melihat zeze yang sudah memakai gaun putih tersebut terpesona dengan zeze yang sangat anggun ketika memakai gaunnya.


"nona emang sangat cantik memakainya". ucap sang pelayan yang mengagumi zeze.


"terimah kasih". ucap zeze sambil menundukkan kepalanya.


"ya sudah, gaun ini saya beli". ucap rayyan kepada sang pelayan toko.


"baikk tuan".


zeze pun terkejut karena sang tuan yang benar benar membeli gaun yang dipakainya .


"apakah tuan benaran akan membelinya?". tanya zeze penasaran.


"iyahhh, ini untukmu simpanlah dan pakai jika aku menyuruhmu nanti?". ucap rayyan.


"tapi tuan, ini sangat mahal".


"apakah nilai harga itu penting?".


"tapi tuan".


rayyan tiba tiba memberikan kecupan di bibir zeze agar ia diam dan tak membantah. zeze pun akhirnya diam dan tak berkata kata karena ia yang malu karena sang tuan menciumnya saat orang orang memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2