MOBB BOSS

MOBB BOSS
Berjaga Jarak


__ADS_3

keesokan paginya Rayyan yang sudah bangun tidak seperti biasanya pun langsung menuruni tangga, dan kedapur untuk mengecek zeze yang sudah bangun atau belum dan masih da atau tidak dirumahnya.


Ternyata dia belum melihatnya dan berfikir zeze yang belum bangun, dan ia pun kembali kekamarnya.


Alvero yang sudah ada di kolam renang melihat tuannya seperti mencari sesuatu, ia pun hanya memandangnya saja.


Waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi pun, rayyan yang masih belum melihat zeze di sekitar ruangan, dan iapun segera mengecek ke tepi danau samping rumahnya namun ia tidak melihatnya juga.


ia pun berfikir tentang zeze yang sudah pergi meninggalkannya. Ia pun langsung pergi kekamarnya lagi untuk mengerjakan tugasnya kembali.


alvero yang sejak pagi melihat tuannya seperti gelisah dan kebingungan pun membuatnya heran terhadap Rayyan. ia pun tak berani menanyakan kepada tuannya.


alvero pun yang tak sengaja melihat bibi Ranti di dapur sendirian pun menanyakan dan memastikan ke anehan tuannya apakah bibi Ranti juga merasakan perubahan tuannya atau tidak.


"bii". panggil alvero


"Iyah tuan". jawab bibi Ranti


"apakah bibi melihat tuan muda yang sedang mencari sesuatu". ucapnya


"tidak tuan, bibi baru saja keluar dari kamar bibi?". ucap bibi Ranti


"oh .. baiklah Bi".


zeze yang Bru saja keluar dari kamarnya, ia menghampiri ibu nya yang sedang membuatkan minuman.


"buat siapa Bu minumannya". tanya sang putri yang baru saja bangun dari tidurnya.


"but tuan muda sayang, bisa kah kau mengantarkannya?". pinta ibunya


"ahh tidak ibu saja yah yang mengantarkannya". bantah zeze .


"kenapa, apa kamu masih marah pada tuan?". ucap ibunya yang lembut.


"tidak.... siapa yang marah dengannya?". zeze yang sambil membuka pintu kulkas mencari sesuatu


"jangan bohong, lagi pula ibu dan nyonya dara sudah mendengar pertikaian kalau yang kemarin". ucapa bibi Ranti


zeze yang sedang minumpun tersedak mendengar perkataan ibunya yang barusan.


"apa ibu dan nyonya dara dengar ?". tanyanya untuk memastikan pendengarannya.


"ehmmm".


"ahhhhhh,, terus pa kata nyonya dara Bu, apa dia akan membiarkan ku disini terus atau tidak?". tanya nya yang gelisah.


"tidakkk,,, nyonya tidak berkata apapun dia hanya diam saja?!".


"haiiissssss". kesal Zeze.


"kenapa, sudah antarkan minumannya ntar terlanjur dingin loh?". ucap ibunya.


"ahh baik lah". zeze yang terpaksa mengiyaah kn perkataan ibunya.


zeze pun langsung mengantarkan minuman sang tuan, ke kamarnya..

__ADS_1


"toookk toookkk tokkk!!!!". suara ketukan pintu


"Iyah sebentar". ucap rayyan sambil berjalan


rayyan yang membukakan pintu pun terkejut dengan melihat Adanya zeze di balik pintu kamarnya,, ia tak menyangka zeze belum bkembali ke tebing tinggi. yang padahal ia dari pagi tidak melihat zeze.


"ini tuan minumannya". zeze yang menyerahkan minuman untuk tuannya pun langsung meninggalkan minumannya dan segera pergi.


rayyan yang masih tak percaya zeze yang masih bersikap dingin terhadapnya pun hanya bisa menatap Zeze saja. tak ingin ada keributan diantara mereka lagi.


Zeze yang semakin tak acuh terhadap tuannya pun semakin lama mulai terbiasa dengan jarak mereka , dan membuat zeze harus berpura pura baik baik saja di depan tuannya, agar ia tak terhanyut lagi dengan sikap tuannya .


Rayyan akan segera pergi kekantor nya, karena ada hal yang mendadak yang ingin dikerjakan olehnya.


"veroooo... " teriakan sang tuan.


"iyyyaaah tuan".berlari menghampiri tuannya


"hari ini kita kekantor".


"baik tuan". ucap alvero


mereka kan bergegas ingin pergi, zeze yang ada di tepi danau hanya melihat arah danau tak melirik sedikitpun ke tuannya.begitu juga dengan Rayyan.


sesampainya ia dikantor para mafia mafia lainnya juga sudah hadir, dan para bawahan Mr. Kazam Zie juga sudah memenuhi ruangan tersebut.


Rayyan langsung duduk di kursi utama yang artinya dialah bos besarnya, mereka yang membicarakan soal permasalahan dengan Mr. Bara.


zeze yang sedang dirumah pun tiba tiba saja merasakan kegelisahan yang tak tau kenapa. bibi Ranti yang melihat putrinya tidak seperti biasa pun merasakan kegelisahan anaknya.


"ze .. kenapa?". tanya sang ibu


"kok kamu seperti gelisah gtu?".


"iyahh mah gatau kenapa, tapi Zeze gpp kok?".


zeze yang gelisah pun mencari cari apa yang bisa ia kerjakan agar tak begitu gelisah Dan ia pun memikirkan akan memainkan laptopnya saja dikamarnya.


Tetapi ia terlintas saja memikirkan tuannya yang sedang bekerja, entah apa maksud kegelisahannya pun membuatnya tanpa berfikir panjang ia pergi untuk menemui tuannya kekantor dengan taxi.


dan sesampainya dikantornya pun ia terlihat sedang mencari tuannya yang sedang diruang mana yang ia tidak tahu, dan sempat berselisihan jalan dengan seorang pria yang hampir menabraknya dan pria itu tampak mencurigakan sekali dan membuat khawatir dengan tuannya... ia pun cepat berlari untuk mencari tuannya.


ia pun melihat sang tuan masih berada di ruang rapat seorang diri, dan alvero yang enth kemana.


"huuuu "


suara tarikan nafas zeze yang lelah karena berlari, membuat tuannya menoleh dan melihat terkejut kenapa ada Zeze diruanganya.


"zeze.....". ucap rayyan. sambil menghampiri zeze.


"kenapa kesini". tanya sang tuan.


zeze pun yang kelelahan itu belum bisa berbicara karena nafasnya yang belum beratur.rayyan yang melihatnya memberikan air putih untuknya.


"minumlah dulu". memberikan sebotol air putih dan sambil mengelus pundak zeze

__ADS_1


setelah zeze yang sudah tenang rayyan pun langsung menanyakan kenapa zeze bisa datang menemuinya.


"kenapa datang kesini, ?". ucap sang tuan.


"aku juga gatau, tadi aku gelisah banget jadi aku langsung kesini aj takut tuan kenapa kenapa?". ucapnya


"ini tempat berbahaya, jangan pernah datang kesini tanpa ada yang menemanimu... dan aku tidak apa apa?!". memastikan zeze yang khawatir


"ehmmm" menganggukan kepalanya.


"duduklah". menarik zeze untuk duduk di kursi.


"apa sudah baik". tanya tuannya


"ehmmm".


"baiklah...".


mereka yang masih canggung dengan beberapa hari yang lalu tak membuat mereka banyak bicara.


"apa kau masih marah kepadaku". rayyan yang tiba tiba bertanya kepada zeze.


zeze bingung harus menjawab apa. ia pun merasa tak tenang jika ia harus berdiam dengan tuannya. dan ia pun tak bisa berkata apa apa hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


rayyan yang melihat zeze yang berarti zeze sudah tak marah dengan dengannya itu pun langsung memeluk zeze dengan erat, menandakan ia sangat senang karena tak perlu berjaga jarak dengannya lagi.


"saya janji tidak akan membuatmu kecewa". ucap rayyan dan menatap Zeze dengan tulus.


"emmmmm" menganggukan kepalanya.


"sekarang sudah berbaikan bukan?". goda tuannya.


zeze pun tersenyum saja untuk menjawab pertanyaan tuannya. rayyan langsung mengajak zeze untuk pulang, mereka pun pulang tanpa ada rasa canggung lagi.


Sesampainya mereka dirumah sudah menjelang petang, dan rayyan langsung kekamarnya untuk membersihkan badannya dan begitu juga dengan zeze dan alvero.


Rayyan yang sudah siap, langsung menuju kekamar zeze.


"toookkk toookkk tokkkk".


suara ketukan pintu kamar zeze.


"iyahhh sebentar". sahutnya


zeze langsung membukakan pintu kamarnya, dan membukakan matanya karena sang tuan yang datang.


"ada apa tuan kemari?". ucapnya


"ikut". menarik tangan Zeze dan mengajak kesuatu tempat.


"mau kemana tuan?". tanya zeze


dan tidak berapa lama pun mereka tiba di atas rooftop untuk melihat matahari terbenam.


"lihattt" ucap rayyan sambil tangannya yang menunjuk matahari terbenam.

__ADS_1


."uwaaaaahhhhh". zeze yang sangat senang melihat pemandangan di atas rooftop.


bersambung...


__ADS_2