
Reva pun langsung pergi membawa sang mamah dan masuk kedalam mobilnya lalu pergi dari neraka baginya itu.
"mah, mamah akan baik baik saja jika bersamku, mamah akan sehat kembali ". ucap Reva yang menahan tangisnya.
namun sang mamah yang masih dibawah alam sadarnya tak memberikan respon apapun untuk Reva.
Alvero yang sedang membeli sesuatu di pinggir jalan pedagang kaki lima karena ia tak ingin cepat pulang karena ia yang akan memuaskan nafsu makannya terlebih dahulu setelah ia keluar dari rumah sakit ia sangat menyesal pernah memakan makanan rumah sakit yang begitu menjijikan baginya yaitu bubur.
"ahhhh akhirnya aku sangat menikmati makanan ini". ucap alvero yang mengunyah makanannya.
Saat ia asik memakan makanannya ia merasa ada suara mobil yang sedang kejar kejaran dari jarak jauh yang mulai mendekatinya.
dan alvero pun menoleh melihat atau suara mobil itu, dan tentunya ia melihat dari jauh kaca mobil itu yang ternyata ada Reva dan seorang wanita tua.
"bukannya ituu Reva?!!". gumam alvero yang memastikan.
"ahh iyaahhhhhh". lanjut ucapannya
Reva yang mengebut itu hampir menabra alvero. alvero yang terkejut melihat Reva yang sedang dikejar kejar itu pun sangat penasaran hingga ia mengejar arah mobil Reva.
dan tak sengaja pun Reva menabra salah satu gerobak pedagang. Alvero yang melihatnya langsung menghampiri dan berlari kencang.
alvero langsung membuka pintu untuk membantu Reva yang sedang ad didalam mobil itu, dan begitu juga ia menolong wanita tua bersamanya yaitu mamah Reva.
Reva yang pingsan pun langsung di letakkan di lantai pinggir jalan dan begitu juga mamahnya.
mobil mobil yang mengejar Reva pun langsung membelokkan arahnya untu kembali kerumah Mr. bara.
iyahh mereka adalah suruhan daddynya. Reva Mr. bara, karena melihat Reva yang sudah luka mereka kembali agar tidak merepotkan bos mereka jika mereka ketahuan oleh pihak polisi.
Alvero yang melihat mobil mobil itu hanya menatap no Plat mobilnya. karena alvero memiliki mata dan pengingat yang tajam.
dan ia langsung melihat Reva lagi, dan meminta maaf kepada pedagang dan berjanji akan mengganti rugi .
ia langsung memanggil sebuah taxi dan membawa mereka kesebuah hotel terdekat.
sesampainya disebuah hotel ia langsung meminta bantuan kepada resepsionis agar membawakan mamahnya Reva menggunakan kursi roda dan membawakan kotak P3K untuk mengobati tamu mereka yaitu Reva dan mamahnya.
resepsionis pun langsung melayani mereka dengan baik. dan merespon cepat kepada tamunya.
alvero yang sedang menggendong Reva langsung menuju kamar yang sudah dipesannya.
alvero pun membantu untuk mengobati Reva, sedangkan mamahnya di bantu oleh resepsionis wanita.
Alvero yang sudah selesai membantu Reva, langsung pergi dan mendatangi resepsionis.
"permisi... ". alvero yang memencet tombol resepsionis.
__ADS_1
"iyahh tuan, ada yang bisa kami bantu?". ucap sang resepsionis.
"begini, Kanada yang nomor 305 biaya nya berapa?". alvero yang bertanya.
resepsionis pun menyebutkan jumlahnya dan alvero membayar keseluruhan tagihan tersebut dan lalu ia pergi untu kembali kerumah keluarga Zie.
zeze terbangun dari tidurnya karena rayyan yang mengganggunya dengan menghembus kan mata zeze yang sedang tidur.
"ehhmmm ". zeze mengucek matanya karena ia mengira ada sesuatu dimatanya.
dan ia pun mulai membukakan matanya perlahan, dan ia melihat bahwa tuannya yang sudah bangun lebih dulu dan tuannya lah yang menganggu tidurnya hingga ia bangun.
"tuannn". ucap zeze yang terkejut karena tuannya yang mengganggunya.
rayyan pun tersenyum karena Zeze yang sudah bangun karenanya.
"sudah malam, kenapa masih tidur apa ingin tidur disini??". ucap rayyan yang menggodanya.
"ahh tidak tuan". zeze langsung bangun dan berdiri dari kasur tuannya.
"pergilah mandi, sudah malam".ucap rayyan.
"ehmmmm". gumam zeze.
zeze langsung pergi keluar kamar Rayyan, begitu juga rayyan yang akan membersihkan badannya.
"tinggg Nung". suara bel rumah keluarga zie.
bibi Ranti yang mendengar pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu utama.
belum bibi Ranti langsung membukakan pintu, terkejut yang ternyata alvero sudah pulih dan kembali.
"tuan alvero, sudah pulih .. silahkan masuk tuan??". ucap bibi Ranti .
"sudah bi,,, bagaimana kabar bibi?". tanya alvero yang menyapa sambil berjalan masuk rumah.
"baik tuan, ". jawab sang bibi.
"yasudah bi, saya tinggal yah saya masuk kamar?". ucap alvero dengan lembut.
"iyahh tuan...". sahut bibi.
alvero pun langsung menuju kekamarnya untuk beristirahat. Saat ini hanya bibi Ranti saja yang mengetahui alvero yang sudah pulang dari rumah sakit dimana ia dirawat.
keesokan paginya, rayyan yang sudah bangun dan bersiap akan pergi kekantor sudah di sambut oleh mamahnya. Ny. dara dan papahnya Mr. Kazam Zie di ruang makan.
dan begitu juga alvero yang sudah rapi dengan jasnya pun langsung menuju ruang makan, dan betapa terkejutnya seisi rumah kecuali sang bibi Ranti, melihat alvero yang sudah kembali tanpa memberitahukan mereka bahwa ia sudah kembali.
__ADS_1
"alverooooo". panggil Nyonya dan tuannya yang serentak memanggilnya itu.
rayyan pun langsung menolehkan pandangannya menatap alvero yang sedang berjalan mendekati meja makan.
"kapan kamu kembali??". tanya rayyan yang terkejut melihatnya.
"tadi malam tuan". ucap alvero.
"kenapa tidak bicara agar dijemput, jadi kamu pulang naik apa?". tanya sang tuan besar, Mr. Kazam Zie.
"ahh tidak perlu tuan, saya naik taxi ". ucap alvero sambil duduk di kursi yang kosong.
"tapikan lebih baik kamu dijemput Vero". ucap sang nyonya yang sangat khawatir dengannya.
"tidak apa apa nyonya, saya juga sudah dirumah bukan?". ucap alvero yang santai dengan keluarga Zie.
"terus bagaimana keadaan kamu sekrang?". tanya Ny. dara lagi.
"saya sudah pulih nyonya, tidak ada yang harus dikhawatirkan lagi". ucapnya yang mengerti bahwa mereka semua yang cemas dengannya .
"syukurlah kalau begitu". sahut nyonya nya.
zeze pun yang baru saja datang terkejut dengan alvero yang sudah ada diruang makan tiba tiba, namun ia tak ingin membuat suasana berisik saat keluarga Zie yang sedang serapan ia hanya mengodekan isyarat di wajahnya kepada alvero bahwa ia yang sedang bertanya kepadanya kapan ia kembali.
alvero pun menjawab tadi malam dalam isyarat wajahnya. mereka pun langsung saling tersenyum karena senang sudah bisa bertemu kembali.
rayyan yang sudah selesai makan langsung berdiri dari duduknya dan akan pergi untuk bekerja, begitu juga alvero yang sudah siap akan kembali menemani tuan mudanya untuk mengantar dan menyetir seperti biasa.
namun tuan besarnya Kazam Zie melarang nya untuk tidak pergi bekerja dulu, namun alvero yang memaksakan dirinya agar kembali beraktivitas seperti biasa agar mengembalikan vit tubuhnya yang sudah lama tidak beraktivitas ucapnya.
"baiklah kalau begitu, bekerjalah hati hati untuk diri kalian". ucap sang tuan besar kepada alvero dan putranya Rayyan zie.
"baikk tuan". sahut alvero dengan tegas.
rayyan dan alvero pun langsung bergerak untuk aktivitas mereka yaitu pergi kekantor mereka.
alvero yang menyetir kan rayyanpun membuat rayyan sedikit khawatir dengan tubuh alvero yang seharus tidak perlu beraktivitas.
"mengapa kamu memaksakan diri untuk kembali bekerja?". tanya rayyan yang menatap keluar jendela mobil.
"tidak apa apa tuan, saya juga butuh menggerakkan badan saya untu tidak memanjakannya". ucap alvero yang santai .
"terserah kamu saja selagi kamu masih bisa bergerak, melarangmu juga tak akan kamu turuti bukan?". ucap rayyan yang sudah memahami pengawalnya dan sudah di anggap sebagai temannya karena mengingat usia alvero yang sama dengan usia tuan mudanya itu
alvero yang mendengar ucapan sang tuan muda pun tertawa kecil karena tuannya yang tak diduganya itu sudah mengenalnya lebih dekat.
Bersambung.....
__ADS_1