
"aku tak menginginkan apapun dari seorang pecundang sepertimu yang hanya ada dibalik badan gadis seperti dia hahaha". Jendri yang tertawa dengan menatap jahat rayyan.
rayyan yang mendengarnya pun panas dan ingin kembali menghajar Jendry, namun ditahan oleh Zeze yang berada didepan rayyan.
"apa kau hanya berani mengatai tuanku, namun ku tak berani mengalahkan gadis ini". cetus zeze sambil menahan rayyan.
"hahaha, apa kau sudah gila jika aku tak berani melawanmu". ucapnya yang menatap Zeze dengan tajam.
"mungkin saja.. makanya kau hanya bisa berkata tanpa bertindak". cetus zeze yang sinis dengan Jendry.
Jendry yang mendengar ucapan Zeze pun mulai mendekati zeze dengan langkah yang perlahan lahan mendekatinya.
"baiklah, jika ku ingin aku melayanimu". cetus Jendry yang berjalan mengarah zeze.
rayyan yang melihat langkah Jendry yang mendekati zeze pun, sudah tidak tahan melihat tingkah Jendry yang sangat arogant kepada zeze.
namun, siapa sangka alvero yang berada di belakang yang sedang menahan anak buah mafia Jendry itu justru mendekati Jendry dari belakang.
analvero pun berhasil memberi pukulan di belakang sepundak Jendry, Jendry pun terjatuh dan alvero yang dengan sigap langsung menahan dan menangkap Jendry .
rayyan pun yang melihat alvero membantunya untuk mengikat kedua tangan Jendry agar tidak bergerak untuk membahayakan mereka lagi.
begitu juga para mafia mafia lainnya digabungkan dengan Jendry dan dibawa kesuatu ruangan khusus.
namun saat Jendry dan mafia lain dibawa keruangan, tiba tiba saja ada beberapa mobil datang masuk begitu saja di halaman depan rumah rayyan.
mereka yang mendengar suara mobil mobil tersebutpun, langsung mengintip dibalik jendela.
zeze yang dan sigap langsung menutup rapat pintu pintu dan mengunci semua pintu.
"siapa lagi mereka?". tanya alvero yang bergumam.
"entahlah, mungkin mereka juga suruhan atasan Jendry". ucap rayyan.
"bagaimana bisa Jendry tahu tempat tuan tinggal?".tanya zeze yang masih penasaran.
"mungkin dia sudah lama jadi mafia saat menjadi dosen pengganti di universitas kedokteran di kota tebing tinggi, dan mungkin saja ia juga ada misi yang harus ia lakukan disaat itu juga". ucap rayyan yang menjelaskan ke zeze sambil memantau para mafia diluar.
"misi seperti apa tuan". tanya zeze lagi.
"aku juga tidak tahu". jawab sang tuan.
alvero yang sedang berada jauh dengan rayyan dan zeze pun, menelpon seseorang.
"halloo, apakah kalian sedang ada dikota?". tanya rayyan yang bernada rendah.
__ADS_1
"iyahh tuan, ada hal penting?". tanya seseorang dalam telepon.
"ada.. dirumah tuan muda sedang ada masalah besar, kalian datang lah kesini dan ajak beberapa mafia lain untuk melindungi tuan muda bersama keluarganya". ucap alvero.
"baikk, kami akan segera kesana..". jawab mafia ditelepon.
alvero pun mematikan teleponnya, dan mendekati tuan mudanya.
"saya sudah menghubungi bawahan lainnya tuan, agar bisa datang kemari". ucap alvero.
"baiklah kamu tolong pantau mereka ya". ucap rayyan yang melirik mafia mafi diluar.
rayyan pun kembali keruangan dimana Jendry disekap. zeze yang masih mengintip dijendela bersama alvero untuk memantau.
rayyan pun mendekati jendry, dan jongkok didepan Jendry yang sedang duduk disudut ruangan.
"aku tak akan menanyakan hal kepadamu, aku hanya ingin mengetahui kenapa kau datang kesini dan apa tujuanmu". tanya rayyan yang masih bernada lembut.
"hahahh aku tak akan memberitahukan tentang apapun kepadamu". ucap Jendry yang masih arogant.
"baiklah, aku takkan bertanya apapun kepadamu, namun jika ada sesuatu yang membahayakan keluargaku aku juga akan menyerang keluargamu dan adikmu permpuanmu". ucap rayyan yang mulai bersikap arogant seperti Jendry.
Jendry yang mendengar ancaman dari mulut rayyan pun mulai panik ketika rayyan yang mengetahui bahwa Jendry mempunyai seorang adik perempuan dikota ini juga.
"adikkk... aku tak mempunyai seorang adik apalagi keluarga hahah". bantah Jendry
"brengsekkkk". teriakkk Jendry .
rayyan pun tertawa yang berpura pura arogan itu berhasil memancing kemarahan Jendry kembali agar ia bisa mengetahui dari mana dan apa tujuan Jendry datang menyerangnya.
rayyan pun ingin melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Jendry, namun saat Rayyan yang ingin pergi keluar terkejut bahwa ada suara tembakan dari luar.
rayyan pun bergegas berlari untuk menemui alvero dan zeze yang sedanga ad di ruangan depan.
Begitu juga dengan bibi Ranti, Ny. dara dan Mr. Kazam Zie yang sedang bersembunyi mendengar suara tembakan tersebut membuat mereka sangat terkejut dan panik karena khawatir Suara tembakan itu tertuju kepada siapa.
bibi Ranti membulatkan matanya dan sambil menangis didalam ruangan.
"tembakan apa itu,.. semoga mereka tetap baik baik saja Tuhan". ucapan dalam tangisan sang bibi Ranti.
"pah..... apakah mereka baik baik saja". ucap Ny. dara yang menangisi karena kekhawatiran kepada sang putra.
"berdoa saja yang terbaik buat rayyan dan mereka mah, kita tetap tenang agar kita juga tidak terlalu panik seperti sekarang ini". ucap Mr. Kazam sambil memeluk sang istri Ny. dara
nyonya dara pun berusaha agar tetap tenang, dan menangis dalam pelukan sang suami.
__ADS_1
Rayyan yang berlari itu pun, merasa legah bahwa alvero dan zeze tidak terluka atau pun tertembak.
"suara tembakan apa itu?". tanya rayyan yang mendekati zeze.
"para bawahan sudah tiba tuan, mereka sedang saling menyerang diluar sana". ucap alvero yang masih memantau .
"ahh syukurlah, aku fikir kalian tadi sudah kenapa kenapa". ucap alvero yang sambil memeluk zeze karena terkejut tadinya.
zeze pun terkejut karena sang tuan yang memeluknya tiba tiba.
"kami baik baik saja". ucap zeze dan membalas pelukan sang tuan.
rayyan pun melepaskan pelukannya dan mengintip dibalik jendela untuk memantau keadaan.
tanpa disadari keadaan pun sudah mulai tenang, meski sudah banyak korban mafia mafia yang tertembak tergeletak di halaman.
rayyan , alvero dan zeze pun keluar untuk mengecek kondisi para mafia.
sebagian besar mafia musuh pun sudah mati, dan sudah di amankan oleh bawahan mafia rayyan.
"apa kalian baik baik saja?". tanya rayyan kepada bawahannya dan melihat mayat mayat yang sudah mati.
"baikkkk tuan ". ucapan serentak para mafia.
rayyan pun berjalan mendekati para mafia musuh yang masih hidup dan terikat oleh satu sama lain.
rayyan yang tanpa berbicara dan bertanya itu pun langsung memeriksa pakaian mafia musuh, agar tahu identitas mereka .
namun rayyan tidak menemukan apapun di saku para mafia itu. rayyan hanya diam dan menatap semua para mafia.
"apakah kalian dari barat?".tanya rayyan yang tiba tiba .
dan tanpa sengaja salah satu diantara mafia tersebut, berlagak mencurigakan. alvero yang melihatnya langsung mendekatinya dan benar saja ada sebuah petenjuk yang didapat oleh alvero.
"saya rasa kata tuan itu benar". ucap alvero yang sudah mengetahuinya.
"darimana kamu tahu?". tanya rayyan yang memastikannya.
"hanya kelompok barat yang mempunyai tanda dikerah bajunya yang memiliki warna putih biru". ucap alvero.
"kamu benar". ucap rayyan.
"kalau begitu apa yang harus kita lakukan selanjutnya tuan". tanya seorang bawahan mafia.
"kita hanya menunggu tanggapan dari barat saja tanpa harus kita yang bertindak ". ujar rayyan yang tenang.
__ADS_1
"baikk tuan". ucap sang bawahan.