MOBB BOSS

MOBB BOSS
Ibu yang kesal


__ADS_3

"tuannnn". ucap zeze yang terkejut karena sang tuan yang menariknya lagi.


rayyan tidak memperdulikan ucapan Zeze pun langsung membenarkan posisi duduk zeze dalam pangkuannya. Dan mereka pun duduk menatap arah langit yang matahari mulai terik namun sejuk karena sudah musim dingin.


"apakah kau merindukan teman temanmu??". tanya sang tuan yang tiba tiba.


zeze yang terkejut membulatkan matanya karena mendengar ucapan sang tuan barusan.


"ehhmmm" zeze menganggukan kepalanya.


"apa ingin kembali ?". tanya sang tuan.


"apakah boleh". cetus zeze.


"boleh saja, tapi jika tugas ku nanti sudah selesai kita akan kembali?". ucap sang tuan.


"benarkahh??". zeze yang senang mendengarnya.


"hemm".


zeze yang kala itu sangat senang karena ia akan kembali, walaupun ia tidak tahu kapan setidaknya Iyah diberikan harapan dari sang tuan yang sudah mengucapkan itu kepadanya.


"tuan .. ". panggi zeze.


"ehmm". rayyan yang menatap Zeze.


"jika suatu saat aku tidak disukai oleh keluarga tuan, apakah masih akan tetap seperti ini kita?". tanya zeze yang tiba tiba berbicara serius.


"apa maksudmu?". tanya rayyan yang bingung.


"aku takut, jika suatu saat ada seseorang yang tidak menyukai hubungan kita, ahh bukan tapi aku??". ucap zeze langsung menoleh dan menatap sang tuan.


rayyan pun hanya diam sejenak karena ia tahu apa yang akan terjadi jika suatu saat mereka akan berpisah jika ada seseorang tidak menyukai hubungan mereka.


"kamu tenanglah,, hal ini pasti ada solusinya suatu saat, kalau sekarang kita nikmati saja saat saat kita". ucap rayyan yang lembut sambil membelai rambut zeze.


zeze yang seperti mulai kepikiran, karena ia takut akan berpisah begitu saja dari tuannya rayyan pun mulai merenungkan hal yang tidak baik dihubungkan mereka.


Rayyan yang mengerti perasaan zeze hanya bisa menenangkan zeze, dan memeluknya dengan erat.


Zeze pun menyandarkan kepalanya di bahu sang tuan, bahwa ia sangat merindukan tempat tinggalnya di kota tebing tinggi.


Bibi Ranti yang sedang melewati tepi danau kembali melihat sang putri yang sedang dalam pangkuan sang tuan. Dan saat itu lah sang ibu mulai memendam kemarahannya dan meyakini dugaannya yang ternyata hubungan putrinya dan sang tuan lebih dari pelayan dan majikan.


bibi Ranti tidak bisa berkata kata, ia hanya menatap dari bawah rayyan dan zeze di tepi danau saja.


"apakah kamu tidak bisa mengendalikan diri ze". batin sang ibu (bibi Ranti).


Bibi yang sangat cemas dengan putrinya pun langsung masuk kerumah dan kembali kekamar zeze.


"apa yang sudah dilakukan putriku". gumamnya sambil berjalan memasuki rumah.

__ADS_1


alvero yang tak sengaja melihat Bibi Ranti memasang wajah sangat kesal pun hanya diam dan menatap bibi Ranti yang sedang berjalan. karena ia takut salah bertanya kepada sang bibi ia hanya berfikir positif saja tentang bibi Ranti.


alvero pun langsung menuju kolam Renang, karena ingin bersantai disana. Karena cuaca yang sangat terik namun sejuk dimusin dingin akan menghangatkannya di bawah terik matahari.


ia pun tak menyadari bahwa di rooftop ada sang tuan yang sedang memangku zeze karena rooftop terbuat dari Kaca transparan yang bisa dilihat dari bawah. alvero pun tidak memperdulikan sekelilingnya.


zeze yang mulai bosen di rooftop menatap sang tuan.


"tuan apakah kamu tidak bosan disini?". ucap zeze.


"apakah kamu bosan?" tanya rayyan kembali bertanya.


"ehmmm". zeze menganggukkan kepalanya.


"baiklah.. mau jalan jalan?". ajak sang tuan.


"kemana??". zeze yang bingung dan berdiri dari pangkuan sang tuan.


rayyan yang tanpa berkata pun menggandeng tangan Zeze dan mengajaknya keluar rumah.


alvero yang berada diluar kolam renang melihat sang tuan bergandengan tangan dengan zeze, namun ia tidak terkejut lagi baginya, karena ia sudah menyadari bahwa sang tuan yang menyukai zeze.


Namun ia jadi teringat bahwa ia melihat atas kekesalan yang dipendam bibi Ranti saat ia masuk kerumah.


"apakah bibi kesal karena sudah melihat mereka yahh?". gumam alvero yang terlintas memikirkan bibi Ranti.


"ahh sudahlah,...". gumam alvero lagi sambil menggelengkan kepalanya.


"sudahlah ikut saja". ucap rayyan.


mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan rayyan segera menyetir mobilnya. Saat dalam perjalanan pun zeze masih merasa bingung karena ia yang tidak tahu akan dibawa kemana oleh sang tuan.


rayyan hanya diam dan fokus menyetir, tidak mengajak zeze mengobrol sehingga zeze sangat penasaran karenanya.


"kenapa tuan membuatku sepenasaran gini sih??". batin zeze.


mereka yang tak lama dalam perjalanan pun akhirnya sampai di suatu tempat.


"kita sudah sampai,".ucap sang tuan yang langsung keluar dan membukakan pintu untuk Zeze.


zeze yang sangat terjut karena sang tuan yang mengajaknya di sebuah mall besar dan terkenal di kota.


"kenapa tuan mengajakku kesini?". tanya zeze yang bingung.


"didalam ada bioskop, kita pergi menonton saja?". ucap rayyan yang ambigu.


"ahhh nonton, tapi ini masih siang tuan?". tanya zeze .


"sudah ayooo". rayyan yang menggandeng tangan Zeze kembali.


zeze yang sangat heran dengan tuannya pun hany diam dan ikut apa yang dikatakan sang tuan.

__ADS_1


saat ada di Antrian pembelian karcis, rayyan bingung harus memilih film apa yang disukai zeze.


" kamu ingin nonton film apa?". tanya rayyan.


"hemmmmm yang ini saja tuan". zeze yang melihat lihat daftar film pun hanya tertarik dengan film yang bergenre horor.


"inii". tunjuk rayyan


"iyahh". sahut zeze.


"apakah kamu berani?". ucap sang tuan sambil memesan tiket.


"apa tuan takut?". ejek zeze.


"ahh tidakk". bantah sang tuan.


zeze hanya menganggukan kepalanya dengan wajah yang sangat sinis.


"ayooo". ajak sang tuan yang ingin masuk kedalam bioskop.


"ehmmm". zeze pun menyusul sang tuan.


saat masuk keruangan pun suasana sudah sedikit menakutkan, karena ruangan yang redup oleh cahaya, dan tidak banyak orang yang menonton karena disiang hari.


mereka pun memilih tempat dudu yang nyaman untuk menonton. Dan rayyan yang memilih duduk dikursi tengah tengah penonton.


mereka mulai menonton film horor yang sudah dipilih zeze tadinya. Saat saat film yang sudah menegangkan penonton pun mulai berteriak..


"aahhhh ". teriak para penonton yang ketakutan.


rayuan yang terheran karena Zeze yang tak begitu ada reaksi ketakutan pun sangat membuatnya bingung.


"apa dia beneran berani?". batin rayyan.


zeze yang asik menonton pun menghiraukan suara suara teriakan penonton yang ada di sekitarnya. ia hanya fokus menonton saja.


rayyan yang tersadar tidak membelikan minuman dan popcron membisikan zeze di telinganya.


"saya akan keluar sebentar membeli minuman". bisik rayyan


zeze hanya menganggukan kepalanya saja. rayyan pun keluar dari bioskop dan memesan popcorn dan minuman.


saat ia kembali ke kursinya, justru zeze tertawa tawa melihat film tersebut.


"apakah ada yang lucu?". tanya rayyan yang penasaran dan sambil meletakkan popcorn dan minumannya.


"ehmm, adegannya sangat lucu". zeze yang masih fokus ke film.


"minumlah". rayyan yang menyuapin zeze


zeze pun meminum minumannya dari tangan sang tuan....

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2