MOBB BOSS

MOBB BOSS
Senyuman Keluarga Zie


__ADS_3

"bereskan maut mayat ini dan bawa mereka kedalam mobil". perintah rayyan kepada bawahannya.


rayyan pun pergi meninggalkan bawahannya dan diikuti oleh Zeze dan alvero dibelakangnya.


"tuan mau kemana?". tanya zeze yang penasaran.


"kamu tidak perlu mengikutiku lagi, kamu tolong kabarin mamah dan taun besar dan begitu juga ibumu mungkin mereka panik dan ketakutan saat mendengar suara tembakan tadi". ucap rayyan yang lembut dan berhenti melangkahkan kakinya .


"baik tuan, tapi saya tidak tahu dimana tuan besar dan nyonya?". tanya zeze lagi.


"mereka ada dikamarnya, dan nanti kamu buka lemari nyonya yang ada perhiasan perhiasannya disitu ada pintu rahasia bukalah mereka ada disana". ucap rayyan yang lembut dan memegang kedua bahu zeze.


"baik tuan". jawab zeze.


"yasudah pergilah". ucap rayyan.


"ehmm... tuan hati hatilah saat berpergian". ucap zeze .


"iyahhh".


rayyan pun memberi kecupan dikening zeze agar ia tidak mengkhawatirkannya lagi. zeze pun tersenyum dan pergi menuju ruangan sang ibu untuk mengabarin keadaannya.


rayyan pun melanjutkan jalannya menuju ruangan dimana Jendry dan mafianya di sekap.


"kamu bawalah mereka ke dalam mobil". perintah rayyan kepada alvero.


"baik tuan". jawab alvero.


rayyan pun menatap tajam Jendry, karena ia yang masih berfikir keras mengapa bisa Jendry ada hubungannya dengan Mafia barat.


saat alvero yang mengiring mafia mafia dan Jendry, rayyan pun menyusul alvero dibelakang dan mengikuti arah kemana alvero membawa mereka.


Saat mereka berjalan, para bawahan rayyan pun membantu alvero untuk membawa mafia tersebut menaiki mobil.


saat mereka sudah menaikinya, para mafia pun berbaris sampai rayyan memberikan perintah kembali kepada mereka.


"kalian bawa mereka semua ke Perbatasan, dan kurung mereka saja jangan ada yang melukai mereka lagi". perintah rayyan


"baikk tuan". serentak para bawahan.


para bawahan mafia tersebut pun pergi dan membawa mafia musuh keperbatasan yang dimaksud sang tuan muda mereka.


alvero yang masih bersama rayyan dan menunggu perintah tuan mudanya lagi hanya diam dan mengikuti kemana langkah sang tuan pergi.


"alvero, kamu bersihkanlah badanmu jika ada yang terluka obati saja dulu". ucap rayyan sambil berjalan menuju masuk rumah.

__ADS_1


"baik tuan". alvero pun pergi meninggal kan tuan mudanya menuju kamarnya.


rayyan yang sedang berjalan masuk kerumah pun melihat zeze yang bergegas menuju lantai atas. Ia pun berfikir tentang zeze sejenak yang membuatnya jadi bimbang.


"apakah akan seterusnya seperti ini jika dia berada di sampingku? apakah dia akan tetap bertahan walau masalah terus datang dan membahayakan nyawanya dan keluarganya?". batin rayyan yang ada dalam fikiran rayyan.


ia pun terus memikirkan Zeze dan sang bibi, jika ia masih berstatus mafia akankah ketakutan sang bibi Ranti juga menghantui rayyan.


rayyan pun semakin berfikir keras dengan hubungannya terhadap zeze, ia yang semakin khawatir dengan kehidupan zeze yang awalnya biasa biasa saja di kota tebing tinggi, kini harus ikut campur tangan mengahadapi mafia mafia yang tak diduga akan membahayakan nyawany dan ibunya di negeri Kanada.


saat Rayyan yang tengah melamun karena fikirannya zeze, nyonya besar dan Mr. Kazam pun keluar dari kamarnya dan turun untuk kelantai dasar menemui rayyan.


"apakah kau baik baik saja sayang?". tanya sang mamah yang menuruni anak tangga.


rayyan pun sontak tersadar dari lamunannya dan menatap arah sang mamah dan Papahnya yang menuruni anak tangga.


"rayyan baik baik saja mah". ucapnya dengan lembut.


Nyonya dara pun menghampiri putranya dengan rasa cemas dan khawatir dengan putranya.


"benarkah?? apa tidak ada yang luka?". tanya sang mamah dan melihat lihat seluruh tubuh rayyan karena khawatir.


"tidak ada mah, hanya luka kecil saja diwajah rayyan". ucapnya karena bekas pukulan Jendry tadinya.


"dimana alvero?". tanya Mr. Kazam


"dia sedang bersihkan badannya pah". jawab rayyan.


"ahh apakah dia juga tidak terluka?". tanya sang papah.


"tidak". jawab rayyan.


"bagaiman dengan bibi Ranti dan kamu ze?". tanya nyonya dara .


"saya juga baik baik saja nyonya". sahut bibi Ranti yang sedang berjalan dari arah kamarnya.


"ah syukurlah semua pada selamat". ucap sang nyonya dengan legah.


Meraka pun berjalan menuju ruang tamu untuk duduk dan menenangkan fikiran mereka.


tuan Kazam yang sedang da disamping rayyan pun mengajak rayyan untuk ke rooftop.


"rayyan, kemarilah". ajakan sang papah yang berjalan menuju rooftop.


rayyan pun mengikuti sang papah dari belakang.

__ADS_1


"ada apa pah?". tanya rayyan yang penasaran.


"apakah kamu sudah tau siapa mereka?". tanya sang papah.


"ehhmmm, mereka dari Barat pah". ucapnya yang berdiri disamping sang papah diatas rooftop .


"terus apa tindakanmu selanjutnya".


"rayyan tak ingin bertindak apa apa, hanya menunggu respon dari mereka saja saat mereka tau anak buah mereka ada di kita, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya". ucap rayyan menjelaskan tindakannya.


"ehhmm.. baiklah, kalau begitu..". ucap sang papah dengan tenang.


"iyahh pa".


"rayyan...". panggil sang papah dan menoleh menatap sang putranya.


rayyan pun menoleh dan menatap sang papah yang telah memanggilnya.


"papah berharap masalah ini akan cepat selesai, jika nanti selesai kembalilah ke tebing tinggi dan bawa zeze dan bibi Ranti kembali". ucap sang papa yang santai.


"kenapa papah berbicara tentang itu, bukankah papah perlu bantuan rayyan ". tanya rayyan.


"kalau semua sudah kembali normal, papa dan pamanmu razam Zie akan bekerja sama untuk membereskan sisanya jika belum selesai juga". ucap sang papah.


"tapi pah,". rayyan yang membantah.


"rayyan, bukannya kau sudah menjalin hubungan dengan zeze.. jangan biarkan dia ikut campur tangan dari masalah ini sayang". ucap sang papah.


rayyan pun sontak terkejut dengan sang papa yang mengetahui hubungannya dengan zeze, namun ia pun ikut senang jika sang papah tidak melarangnya dan memecahkan masalah dalam pikirannya yang tadinya ia sangat bimbang dengan hubungannya bersama zeze.


"apakah papah tidak melarang aku dekat dengannya". tanya rayyan yang memastikan keputusan sang papah.


"tidakk sayang, ikutilah kata hatimu itulah yang terbaik buatku dan papah juga mamahmu". ucap sang papah.


rayyan pun tersenyum bahagia mendengar ucapan sang papah, dan memeluk sang papah dengan eratnya.


"terimah kasih lah sudah menjadi papah yang terbaik buat rayyan". ucapnya yang bahagia.


"ehmmmm". sang papah menganggukan kepalanya dan menghelus helus bahu putranya .


Nyonya dara, bibi Ranti dan zeze yang melihat mereka sedang berpelukkan pun tersenyum bahagia karena melihat tuan besar dan tuan muda mereka yang jarang terlihat harmonis dan akur itu berpelukkan.


Nyonya dara yang sangat bahagia dan senang itu pun tanpa sadar memegang lembut tangan Zeze yang duduk disampingnya, dan dilihat sang bibi Ranti yang berada di samping zeze juga.


sang bibi pun terkejut, dan membulatkan matanya bahwa nyonya besarnya itu tanpa sadar sudah menyentuh putrinya dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2