
Rayyan yang mengerti perasaan sang mamah pun memegang erat tangan ny. dara.
"mah, rayyan tidak akan menyakiti wanita yang Rayyan sayangi, rayyan akan menjaganya seperti rayyan menjaga mamah". ucapnya yang lembut kepada Ny. dara.
"berjanjilah". ucap sang mamah.
"ehmmm rayyan janji". jawab rayyan.
"kalau begitu kenalanin gadis itu kepada mamah dan papah". pinta sang mamah seperti ingin putranya yang berkata jujur.
rayyan pun seketika bingung dan mulai gelisah untuk menjawab pertanyaan sang mamah.
"apakah kau sangat menyukai zeze?". tanya sang mamah yang tiba tiba memegang wajah sang putra dengan kedua tangannya.
rayyan seketika pun terkejut dan membulatkan matanya karena tidak menduga pertanyaan sang mamah dan mengetahui tentang hubungannya dengan zeze.
"mengapa mamah bertanya tentang zeze". tanya rayyan yang memastikan seberapa jauh sang mamah mengetahui tentanga hubungan mereka.
"mamah tahu tentang kamu dengan zeze dari awal kalian bertemu, bertatapan, menangisinya hingga kamu menciumnya juga mamah tahu". ucap sang mamah yang lembut namun akhirnya membuat rayyan tertawa.
"apakah mamah sedetail itu mengetahuinya?". ucapnya sambil tertawa kecil.
"ehhmmmm pasti". ny. dara pun menganggukan kepalanya.
rayyan pun memeluk sang mamah karena sang mamah yang seperti mendukung hubungan mereka.
"apakah mamah menyukainya?". ucap rayyan yang memeluk sang mamah .
"mamah menyukainya, apapun yang kamu suka". ucapnya.
"apakah karena rayyan menyukainya mamah pun menyukainya?". rayyan langsung melepaskan pelukannya dan menatap sang mamah.
"tidakk sayang, mamah menyukainya karena ia mampu membuka hati putra mamah dan membuatnya semakin dewasa". ucap sang mamah sambil menunjukkan dada putranya.
"ahhh mamah, aku sayang mamah". ucapnya yang manja sambil memeluk sang mamah kembali.
Ny. dara pun tersenyum senang dengan tingkah putra nya yang bersikap aneh didepannya.
zeze yang baru terbangun dari tidurnya, melihat sang ibu yang ada di dapur membereskan barang barang bersama pelayan.
zeze ingin menghampiri ibunya namun ia takut sang ibu yang bersikap dingin kepadanya didepan para pelayan dan membuat ia merasa canggung dengan mereka dan mengetahui hubunganya dengan sang tuan.
ia pun memilih pergi keluar untuk duduk di tepi danau. ia pun melihat alvero yang sedang duduk disana zeze pun mendekatinya.
"sedang apa kau disini sendirian?". sapa zeze yang mendekati alvero.
alvero pun menoleh dan melihat sumber suara tersebut, ia melihat zeze yang sedang berjalan mengarahnya.
"tidak ada hanya bersantai saja". jawab alvero.
"ahh, boleh aku duduk disini?". tanya zeze
__ADS_1
"duduklah". alvero pun menggeser dari tempat duduknya.
"apakah kamu tidak sibuk dengan tugas?". tanya zeze kembali sambil duduk disamping alvero.
"tidak, beberapa hari ini tidak ada masalah".
"ehmmm". gumam zeze.
"apa kau baik baik saja?". tanya alvero yang tiba tiba.
zeze langsung menolehkan kepalanya dan menatap alvero dengan bingung.
"kenapa kau bertanya seperti itu?". ucap zeze yang bingung.
"tidakk apa apa, karena tadi aku tidak sengaja melihat ibumu bersedih ditempat ini, aku mengira kalian sedang tidak baik?". ucap ya dengan ambigu.
"apakah ibuku bercerita tentang aku kepadamu?".
"tidakk, ibumu tidak bercerita tentang apapun kepadaku?". ucap alvero yang tertawa kecil.
"ehmmm... iyahh kami sedang tidak baik, itu semua karena kesalahanku?". ucap ya zeze yang menggelapkan nafasnya sambil melihat danau.
"apakah aku boleh menebak?". ucap alvero.
"silahkan". ucap zeze yang tertawa kecil.
"apa karena hubunganmu dengan tuan muda?". ucapnya tiba tiba yang membut zeze membulatkan matanya karena terkejut.
"hahahaha kenapa kau begitu gugup?". ucap alvero yang tertawa melihat zeze.
"isssss kenapa kau tertawa!!!". cetus zeze kembali menatap danau dengan kesal.
"ehemm aku bercanda, ahhhhh aku pernah hanya menebak saja, karena aku melihat kamu memandangnya dan begitu juga dengan tuan yang sikapnya mulai berubah dari yang sikap dinginnya hingga sekarang yang mulai care kepada semua orang". ucapnya yang menghela nafas
"apakah terlihat seperti itu?". tanya zeze yang penasaran sejauh apa alvero mengetahui hubungannya.
"apakah aku harus detail secara pribadi membicarakannya?". goda alvero.
"ahh tidakk tidakkk...". zeze yang menyangkal.
alvero pun kembali tersenyum kecil karena ia sudah dapat jawaban mengapa dana apa sebab sang bibi Ranti bersedih.
"aku juga tidak mengerti dengan ibu mengapa ia sangat tidak suka dengan hubunganku dengan tuan?". zeze mulai menundukkan kepalanya karena sesalnya.
"mungkin ada alasan tertentu untu ibumu sendiri, bersabarlah sedikit dia pasti akan mengerti suatu hari nanti". ucap alvero yang menenangkan kesedihan zeze.
"ahhhh aku harap begitu". ucap zeze sambil mengangkat kepalanya kembali.
Rayyan yang masih berada di atas rooftop bersama mamahnya melihat zeze bersama alvero yang sedang berbincang bincang bercanda tawa di tepi danau.
"apa yang kau lihat sayang". tanya sang mamah.
__ADS_1
"tidak ada mah". ucapnya kembali menatap sang mamah.
Ny. dara pun melihat arah putranya yang menatap tadi yaitu tepi danau, ia pun melihat dan mengerti perasaan sang putra
"apa kau cemburu?". tanya sang mamah yang tampak menggoda putranya.
"tidakk mah, aku percaya mereka berdua lagian mereka hanya berbincang saja bukan?". ucap rayyan yang optimis dengan hubunganya dengan zeze begitu juga dengan alvero.
sang mamah pun tersenyum kecil, dan ia sangat bersyukur kepada putranya yang sudah tumbuh dewasa dan begitu positif dengan apa yang ia lihat.
"baiklah, kalau begitu mamah masuk kedalam yahh sayang". ucap sang mamah.
"iyahh mah,". ucap rayyan yang lembut.
rayyang yang masih berada di rooftop hanya melihat sebentar zeze dan alvero di tepi danau, ia pun kembali duduk dan membaca buku untuk bersantai di rooftop.
Ny. dara pun kembali kekamarnya untuk melihat sang suami yang sedang apa dikamarnya.
bibi Ranti yang sudah selesai mengerjakan tugasnya pun melihat nyonya yang sedang berjalan melewati dapur.
ia pun merasa canggung harus menyapa dengan apa kepada sang nyonya setelah mengetahui hubungan putrinya dengan putra nyonya tersebut.
dan akhirnya Ny. dara tidak melihat kearah sang bibi karena sang nyonya yang memainkan handphonenya sambil berjalan.
dan bibi Ranti pun legah karena sang nyonya yang tak melihatnya membuat ia tidak harus menyapa sang nyonya.
bibi Ranti pergi untuk membuang sampah yang sudah ia kumpul didapur melalui pintu belakang rumah .
alvero yang sedang asik mengobrol dengan zeze tiba tiba saja handpone yang berbunyi.
"derrtttt derrrtttt". suara getaran handpone alvero.
alvero pun segera melihat dan mengangkatnya.
"haalloooo". sapa alvero
"hallo Vero". ucap sang penelpon.
alvero yang tak ingin ada yang tahu ia menerima telpon dari Reva ia pun sedikit menjauh dari zeze. beberapa jam waktu alvero berjump denganrev mereka tukaran no telepone.
"sebentar yah". gumam alvero ke zeze.
zeze pun menganggukan kepalanya.
"iyahh ada apa Reva?". tanya alvero.
"apakah kau sibuk?". tanya Reva yang lembut.
"tidakk.. kenapa?".
"apakah kau mau membantuku untuk membereskan barang di apartemenku?". pinta Reva.
__ADS_1
"boleh". jawab alvero.