MOBB BOSS

MOBB BOSS
Wanita Baru


__ADS_3

zeze yang mendengar hal itu seketika terkejut.


"apa, siapa yang anda maksud pelayan tua itu?". tanya zeze yang sedikit keras.


"kamu tidak perlu tahu, karena tidak ada hubungannya denganmu, sampaikan saja ucapanku tadi kepadanya dia pasti akan mengetahui siapa yang harus ditemuinya". ucapan wanita tersebut.


"tolong beritahu saya yang pasti siapa anda??". tanya zeze yang lebih keras.


"tuuttttt tuuuttt tuuuuttt" suara telepon terputus.


"asatagaaa, siapa wanita ini .. apakah pelayan tua yang dimaksud ibu". ucapnya yang semakin khawatir.


"apakah aku harus menelpon tuan agar ia cepat pulang, agar aku bisa mengatakan hal ini. bagaimana ini". gumam zeze yang sangat panik.


2jam pencarian bibi Ranti yang belum ditemukan membuat alvero dan Rayyan putus asa, karena tidak tahu arah tujuan untuk mencari keberadaan sang bibi Ranti.


mereka pun memutuskan untuk kembali pulang, dengan wajah yang khawatir akan zeze yang khawatirkan ibunya.


tidak berapa lama Rayyan dan elvero sampai dirumah. zeze yang mendengar suara mobil tersebut langsung menyambut kepulangan mereka.


"apakah bibi sudah dirumah?". tanya Rayyan setiba dirumah yang melihat zeze berada di pintu utama.


"belum tuan, tapi barusan ada yang menelpon seorang nona. bahwa pelayan tua dirumah bersamanya, apakah yang dia maksud itu ibu, saya tidak tahu siapa nama nonanya, karena saat saya bertanya dia tidak menyebutkan namanya". ucap zeze yang perlahan menjelaskan.


Rayyan pun sedikit bingung dan bertanya tanya siapa wanita yang dimaksud oleh zeze. begitu juga dengan alvero yang mendengar ucapan zeze. Rayyan yang tengah memikirkan siapa wanita tersebut lalu teringat oleh wanita yang ia kenal.


"alvero, ayoo". ajakan Rayyan yang sambil menuju keparkiran kembali.


"kemana tuan?". tanya alvero yang penasaran namun sudah merasa lelah itu.


"tuan, bolehkah saya ikut". ucap zeze yang khawatir.


"tidak perlu kamu dirumah saja, jika bibi sudah kembali jangan lupa menelpon alvero". ucap Rayyan yang bergegas.


rayyan dan alvero pun langsung pergi begitu saja tanpa menjelaskan ke zeze kemna mereka akan pergi.


zeze yang menetap tuan muda pergi itu dengan tatapan penuh harapan bahwa yang dimaksud wanita tersebut benar ibunya.


"tuan, kita mau kemana?". tanya alvero yang masih penasaran kemana mereka pergi.


"kita ke arah selatan". ucap sang tuan yang tegas.


"ke selatan???". alvero yang bertanya tanya.


"apakah ada urusan kesana tuan, bukankah kita harus mencari bibi Ranti". tanya alvero kembali.

__ADS_1


"Aku rasa yang menelpon yang diucapkan zeze bersama dengan bibi". ucap sang tuan.


"benarkah?, apakah bibi akan baik baik saja bersamanya". ucap alvero.


"entahlah,". singkat Rayyan.


"apakah , tuan mengenal wanita itu?".


"tidak, hanya saja pernah bertemu beberapa kali saat hal yang penting ". ucap Rayyan.


"apakah yang kita temui orang baik, atau musuh tuan?". tanya alvero yang semakin penasaran.


"fokuslah menyetir, saat kamu bertemu dengannya akan tahu sendiri". cetus Rayyan.


alvero pun langsung terdiam karena sang tuan yang sepertinya tak ingin menjelaskan lebih banyak lagi.


sesampainya di daerah selatan, Alvero langsung seperti mengenal daerah yang mereka datangi, namun alvero masih belum tau pasti dimana dan tempat siapa yang mereka kunjungi.


"tuan, apa ini tempatnya?". tanya alvero yang sedikit ragu setelah melihat sekeliling.


"iya, kenapa kamu berdiri saja, ayoo masuk". ajak Rayyan sambil berjalan kearah rumah megah namun terasa sangat sepi.


alvero yang masih melihat lihat sekeliling rumah itu pun, masih bingung kenapa bibi ada disini, dan untuk apa berada dirumah yang sepi tanpa ada siapapun yang jaga .


"tuan, anda yakin bibi Ranti ada disini?".. tanya alvero yang ragu.


Rayyan tanpa menanggapi pun hanya fokus melihat sekeliling untuk mencari wanita yang menelpon itu.


Dan mata Rayyan tertuju ke sebuah kamar yang sedikit terang disudut ruangan besar yang telah mereka lewati.


"coba lihat kamar itu". ucap Rayyan sambil menatap arah kamar tersebut.


"baik tuan". tegas alvero.


alvero pun menghampiri kamar tersebut tanpa ragu sedikitpun. dan ia melihat ada beberapa penjaga didalam kamar itu dan begitu juga wanita yang berparas cantik, dan terlihat masih muda.


Karena alvero seperti terkejut, alvero pun menyusulnya dan benar seperti yang difikirkan wanita itu ada di kamar.


"nona mereka sudah datang". ucap salah satu penjaga .


Wanita itupun langsung menatap Rayyan dengan tajam.


"lama tak berjumpa, tuan muda Rayyan Zie ". ucap wanita dengan intens.


"dimana pelayan yang kau sebut itu".tanya Rayyan yang tanpa bertele.

__ADS_1


"tenanglah, wanita tua itu sedang beristirahat ". wanita itu yang berjalan perlahan menuju Rayyan.


"apa yang membuat tuan muda Zie ini seperti marah dan seperti akan menelanku hidup hidup". ucap wanita itu dengan lembut dengan tatapan sinis.


"apa yang sudah kau lakukan ke orangku". ucap Rayyan yang menatap tajam.


"hmmm, tidak ada, hanya saja penasaran dengan orangmu satu ini". ucapnya yang senyum jahatnya.


Rayyan pun sedikit muak dengan wanita tersebut, karena tidak mengatakan seperti tidak terjadi apa apa kepada bibi Ranti.


"ku harap kau tidak menggoreskan apapun di tubuhnya, kau mengerti kan apa maksudku". ucap Rayyan.


"ya ya ya..... apa kau ingin melihatnya tuan Zie". dengan tatapan merayu.


"silahkan". ucap Rayyan.


wanita itu pun menatap para penjaga untuk mengantarkan Rayyan ke pelayan yang dimaksud.


para penjaga berjalan arah ruangan yang sangat tertutup itu, tanpa ada pengawasan Disana.


begitu juga alvero yang melihat lihat disekeliling, yang masih tidak percaya bahwa rumah mewah seperti tak berpenghuni masih ada pengawal yang begitu banyaknya.


Dan mereka sampai di satu ruangan yang dimaksud Wanita tersebut. penjaga pun langsung membukakan pintu tersebut.


Rayyan yang melihat tajam saat dibukakan pintu, dan benar seperti dugaannya bahwa pelayan wanita tua yang dimaksud wanita itu adalah Bibi Ranti.


Alvero pun sedikit terkejut, Dengan keadaan sang bibi yang baik baik saja seperti tidak di culik atau disekap seperti pada umumnya. Bibi Ranti yang terlihat hanya tidur di ranjang itu, seakan benar ia hanya istirahat.


"tuan, apa ini benar bibi Ranti". bisik alvero ke tuan mudanya.


"apa maksudmu, apa itu kurang terlihat dimatamu". bisik Rayyan yang lembut.


"bisakah kalian keluar". ucap Rayyan kesemua penjaga.


para penjaga hanya diam dan melirik seakan mereka tidak diperbolehkan keluar dari ruangan tersebut.


"hanya sebentar saja, saya tidak akan membawa pelayan ini secara diam diam". ucap Rayyan yang santai.


para penjaga pun tidak merespon ucapan Rayyan, dan hanya berdiri diam.


"ahh baiklah kalau begitu". Rayyan pun yang putus asa karena tidak ada respon baik dari para penjaga.


Rayyan pun menghampiri bibi ranti yang sedang tertidur, agar ia bisa memeriksa keadaannya. Namun disaat ia ingin menyentuh tangan sang bibi, wanita itu tiba tiba saja datang dan memasuki ruangan.


"apa belum terlihat jelas, bahwa ia benar beristirahat tuan Zie". ucap sang wanita tersebut dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2