MOBB BOSS

MOBB BOSS
Tidak Keperdulian Tuan


__ADS_3

rayyan yang sedang diperjalanan ke kantor pun sudah tiba di parkiran, sebelum ia mau keluar dari mobilnya tiba tiba saja ada gadis yang mengetuk pintu mobilnya.


"rayyan....". panggil seorang gadis sambil mengetuk kaca mobil rayyan.


rayyan yang terkejut melihat gadis itu ternyata Reva yang tiba tiba saja ada di parkiran,


rayyan langsung keluar dari mobilnya.


"apa kau sudah gila, kenapa tiba tiba muncul disini?". bentak rayyan yang memang tidak menyukai kehadiran Reva.


"boleh aku berbicara padamu sebentar?". pintanya.


"untuk apa.... aku sedang sibukkk?". ucap rayyan dan langsung berjalan pergi.


"apa ku mengenal Mr. bara ?". ucapnya yang tiba tiba mengejutkan.


"apaaa...??". sontak rayyan yang terkejut.


"iyahh Mr. bara, apa ku mengenalnya?". ucapnya Reva lagi.


"kenapa... apa urusannya denganmu??".


"apa ku tak pernah mencari tahu tentang dia?". Reva uang mengatakan seperti teka teki bagi rayyan.


"berbicaralah dengan baik, selagi mulutmu masih bagus!!". rayyan yang pasang wajah sinisnya.


"aaahhhh... aku pasti bisa menebaknya, pasti kau tak pernah mencari tahunya bukan??". Reva uang memancing amarah rayyan.


rayyan yang melihat Reva seperti ingin membuat rayyan penasaran dengan Reva yang mengapa berbicara hal tentang Mr. bara .


"apakah kau putriiiinya?". ucap rayyan yang sebelumnya memang ia mencari tahu tentang putri Mr. bara.


Reva pun terekejut mengapa rayyan bisa mengetahui rahasia besar di keluarganya yang seisi daerah barat pun tak mengetahui hal itu.


"apaa..... ahhahahahahahhah". Reva yang menggelapkan nafas dan tertawa jahat.


rayyan yang melihat ekspresi Reva pun sudah menebak pasti bahwa Reva memang benar putri Mr. bara.


" baiklah, mungkin saya salah menebak?". ujar rayyan yang berbohong, pura pura tidak mengetahuinya.


"jika perkataanmu benar bagaimana?".


"aku tidak perduli...?!". ucap rayyan yang semakin berkata pahit kepada Reva.


Reva terdiam dengan respon rayyan yang seperti benar benar tak terkecoh dan tak perduli dengannya.


"baiklah... jika benar tak perduli....". Reva yang berjalan mengeliling rayyan seperti menggodanya .


"pergilaaa, karena ini bukan wilayahmu?".


"baiklah, tapi ada yang harus kamu tahu jika suatu saat kamu berhadapan dengan Mr. bara, bekerja samalah denganku?". ucap Reva yang mengejutkan.


rayyan pun tak mempercayai perkataan Reva, apa maksud Reva yang sebenarnya... apa ia akan menusuk papahnya dari belakang , atau Reva emang di utus oleh Mr. bara untuk menusuk rayyan dengan cara menjadi sekutu.


rayyan yang tak perduli dengan Reva ia pun pergi untuk masuk ke dalam kantor, namun di fikiran rayyan ia sangat penasaran dan berfikir keras atas ucapan Reva tadi.

__ADS_1


"apa niat diasebenarnya?". gumamnya yang penasaran.


rayyan langsung menaiki lift untuk keatas ruangannya.


Reva yang melihat Rayyan seperti benar benar pria dingin dan tak gampang untuk didekati hanya menatap rayyan pergi.


Reva pun semakin penasaran dengan rayyan, dan bagaimana bisa ia mendekati rayyan dengan baik.


"ternyata mendekatinya tak semudah itu??!". gumam Reva yang menatap tajam.


sesampai di ruangan rayyan, sudah disambut oleh mafia mafia bawahan papahnya Mr. Kazam Zie.


ia pun langsung memulai metting dan berdiskusi untuk melawan Mr. bara dengan cara lembut. Namun saat itu rayyan belum menceritakan bahwa papanya Mr. Kazam Zie sudah kembali kerumah karena ia tak ingin papahnya yang baru pulih langsung berhadapan dengan musuh MR. bara.


Rayan yang tak perlu berlama lama di ruangan untuk berdiskusi langsung menyudahi metting.


"baiklah jika kalian sudah memahami apa yang saya maksud, sampai disini saja pertemuan kita, dan untuk saat ini kalau beristirahatlah sebelum menghadapi yang lebih besar lagi?!". ucap rayyan yang tampak mulai berwibawa kepada bawahannya.


"baikkkk tuan muda". ucap serentak para mafia.


rayyan langsung bergegas pergi keluar dan para mafia pun bubar dari ruangan.


"apakah tuan muda, serius akan memberika kita cuti?". gumaman para mafia.


"saya rasa mungkin, karena tuan muda benar benar punya rencana sangat tstrategis dan udah di pahami oleh kita bukan?". sahut mafia lain.


"ahh iyahh, benar tuan muda berfikiran luas dan sangat mengerti kemampuan kita?!". jawab mafia.


Rayyan langsung menaiki mobilnya dan kembali pergi ketempat lain.


"deeerrrtt deeerrrtt".suara getaran handpone rayyan.


"halloooo dok". sapa rayyan.


"hallo tuan muda, ini saya dokter Robert yang merawat alvero, saya ingin memberitahukan kepada tuan bahwa tuan alvero sudah sadar ?!". ucap sang dokter.


"ahh baik dok, saya akan segera kesana, terimah kasih dokter". ucap rayyan yang legah.


ia pun langsung memutar balikkan arahnya menuju rumah sakit yang merawat alvero.


sesampai nya ia dirumah sakit ia langsung menuju ruangan alvero.


rayyan pun melihat alvero sudah bisa duduk dia atas kasurnya.


"kamu baru sadar sudah bisa duduk seperti itu?". ucap rayyan yang seperti mengejek.


"ahh tuan, maaf?". ucap alvero .


"sudah tidak apa apa, duduk lah?". rayuan yang berjalan mendekati alvero dan duduk disampingnya.


"apakah tuan habis dari kantor?". tanya alvero.


"iyahh, saya baru dari sana.".


"apakah ada hal yang penting tuan,?". alvero yang penasaran.

__ADS_1


"tidak terlalu penting, kamu istirahatlah dengan baik agar kamu bis sepuluh kembali?". pinta sang tuan.


alvero yang mendengar tuannya itu seperti sudah bukan gudangnya yang awal ia kenal, tuannya yang sekarang mulai banyak berbicara dan formal kepadanya.


"ehmmmm". alvero yang masih heran hanya menganggukan kepalanya sambil menatap tuannya yang lugu.


"apakah tuan sudah makan?". tanya alvero.


"belum".


"biar saya belikan diluar tuan.."?.


"tidak perlu, saya hanya datang untuk melihatmu sejenak, karena dokteryang menghubungiku tadi?". ucap rayyan.


"apakah tuan masih ada urusan, terus siapa yang menyetir untuk tuan?". ucap alvero yang merasa bersalah karena ia seperti mempersulit tuannya.


"iyaahhh, sudah kenapa harus memikirkan itu, saya bisa menyetir sendiri, istirahatlah dengan baik, saya pamit pergi ". ucap rayyan yang bangkit dari kursinya dan menepuk nepuk bahu alvero agar tidak mencemaskan nya.


"baik tuan, hati hatilah tuan". pinta alvero.


rayyan menganggukan kepalanya dan beranjak pergi keluar ruangan. selang tidak berpaa lama ia menutup pintu kamar alvero ia pun alngsung di sambut telpon lagi.


"deerrttt deerrtt".


"siapa lagi yang nelpon?!". rayyan yang mengecek kantongnya dan mengambil handponnya.


ia pun terkejut yang menelponnya adalah zeze. ia pun langsung mengangkat telponnya.


"halloo....". sapa rayyan.


"hallo tuan, apakah tuan masih di kantor?". tanya zeze.


"tidakkkk, kenapa?".


"apakah tuan sudah ingin pulang?". tanya zeze lagi.


"belum, saya masih ada urusan lagii ze?". ucap rayyan yang lembut.


"ehhhmmmmmm, baiklah tuan". zeze yang mulai murung mendengar tuannya tidak langsung pulang.


"apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?". tanya rayyan.


"tidakk tuan, tadinya saya ingin memasakkan sesuatu untuk tuan, tapi tidak jadi karena tuan tidak langsung pulang?." ucap zeze yang cemberut.


rayyan pun tersenyum jahat karena akspresi zeze yang seperti ngambek kepadanya.


"baiklah, saya hanya sebentar saja , tidak sampe sore saya sudah kembali, masakan untukku yang enakk?". pinta sang tuan yang manja dan lembut.


zeze yang mendengarnya langsung tersenyum lepas karena tuannya yang berbicara manis itu.


"baikk tuann, hati hatilahsaat menyetir byeee,?". ucap zeze langsung mematikan teleponnya.


rayyan tersenyum senang, dan langsung menyimpan handphonenya kembali ....


Bersambungg.......

__ADS_1


__ADS_2