
zeze yang melihat Rayyan pergi beranjak akan tidur kekamarnya. ia pun masih memandangi langit malam dan seperti ia sedang memikirkan sesuatu yang mungkin mengganjal di hatinya yaitu tentang hubungannya dengan tuannya.
Yang mungkin ia tak mengetahui apa sebab jika nyonya besarnya merestui apa alasan ia bisa menerima dirinya begitu saja.
ia pun memikirkannya selama mungkin, hingga ia merasakan sudah mengantuk ia pun pergi kekamarnya yang waktu sudah menunjukkan jam 11 malam.
esok pagi zeze dan bibi Ranti yang sudah terbiasa dengan sehari harinya berkegiatan menyiapkan serapan pun langsung di sapa baik oleh ny. Dara dan tuan besarnya Kazam Zie.
"pagii bibi, pagi zeze ". sapa sang nyonya dara dan tuan Kazam.
zeze dan bibi Ranti pun menatap tuan dan nyonya mereka dengan hangat.
"pagii juga tuan dan nyonya". serentak bibi Ranti dan putrinya.
"apakah kalian tidur dengan nyenyak?". tanya nyonya dara.
"iyahhh nyonya". jawab mereka.
"ze.. tolong bangunin tuan muda karena sepertinya akan ad rapat di kantor yang mendadak?". pinta sang nyonya.
"baikk nyonya". jawab zeze.
zeze pun langsung menaiki anak tangga menuju kamar tuannya rayyan.
"tookk tookk tokkk". suara ketuk kan pintu zeze di kamar Rayyan.
"tuan apakah kamu sudah bangun?". teriak zeze dari luar kamar.
namun rayyan tak menjawabnya.
"tuan....... jika kamu sudah bangun, segera turun karena tuan besar dan nyonya sudah menunggu?". teriak zeze lagi.
Rayan juga tak menjawab zeze lagi, karena Zeze yang penasaran kenapa rayyan tak menjawabnya ia pun membuka pintu tuannya dan mengintip dari luar.
"tuuannn tuannnn.....?". bisiknya sambil melihat sekeliling, namun ia tak melihat tuannya ada di kasurnya.
ia pun segera masuk dan mengecek tuanya yang takut kenapa kenapa... namun saat ia ingin memeriksa kamar mandi, tiba tiba saja rayyan keluar dari kamar mandinya dan rayyan pun terkejut zeze tiba tiba ada didepan nya.
"tuutuuaan ?". gugup zeze yang terkejut jarinya yang menunjuk segala arah.
"kamu sedang apa disini, lagi lagi masuk kamar tanpa mengetuk dulu?". ucap rayyan yang terkejut dan mengingat saat zeze pernah melakukan hal yang sama pada rayyan.
"issss saya sudah mengetuk pintu, udah teriak teriak dari luar manggilin kamu... tapi gadak jawaban, yasudah saya masuk saja untuk mengecek!!". ucap zeze yang kesal kepada Rayyan.
rayyan yang mendengar Omelan zeze pun tersenyum jahat...
"ahhh apa iyaaa, kenapa saya tidak mendengarnya??". ejek rayyang yang menggoda.
__ADS_1
"gak tauuuu... baiklah cepet turun nyonya dan tuan besar sudah menunggu". ucapnya.
"baiklah, saya akan berganti pakaian, kamu tolong rapikan barang barang itu di tas saya yah...". pinta sang tuan .
"ehmmm". zeze langsung menganggukan kepalanya.
rayyan langsung pergi kekamar ganti karena ia akan pergi kekantor ia memakai kemeja ungu, dan sepasang jas berwarna hitam. karena ia bingung untuk menyusuri kan wrna bajunya ia pun meminta zeze untuk membantu nya memilih warna dasi yang akan ia pakai.
"zeze kemarilah....". panggil sang tuan dengan lembut di kamar gantinya.
"iyahh tuan, ada apa?". zeze yang berjalan menghampiri tuannya ke kamar ganti.
"masuklah!!". pinta sang tuan.
"apakah tuan sudah memakai pakaian??". ucap zeze yang ragu karena malu.
"sudah..". ucap sang tuan.
"baik". zeze pun langsung masuk kekamar tuannya .
"pilihkan saya dasi yang cocok dengan pakaian ini?". ucap rayyan sambil melihat pakaiannya .
"ehhmmmm" gumam zeze sambil memilih dasi yang cocok.
"ini saja tuan,?!". ucap zeze yang mengambil dasi berwarna hitam yang bercorak garis garis.
"sinii??!". zeze langsung menarik tuannya dan memakaikan dasi kepada Rayyan.
rayyan yang menatap Zeze karena heran sikap zeze yang kali ini sangat manis untuknya, rayyan pun tak berhenti menatapnya dengan lembut.
"sudah tuan, lihatlah?". ucap zeze yang menyuruh tuannya untuk bercermin.
"ehmmm bagus?". ucap rayyan.
rayyan yang senang pun menarik pinggang zeze.
"terima kasih". ucap sang tuan yang menatap Zeze .
zeze pun tersipu malu karena sang tuan yang memeluknya itu, ia menundukkan kepalanya.
Rayyan melihat zeze yang malu, mengangkatkan dagu zeze dan mencium bibirnya dengan lembut.
zeze pun membalas ciuman tuannya dengan lumayan yang perlahan lahan.
"tuan, dibawah sudah pada menunggumu..?". ucap zeze yang tiba tiba melepaskan ciuman rayyan dan melepaskan pelukan tuannya lalu pergi meninggalkan rayyan.
rayyan pun sontak tersenyum sinis, karena sikap zeze yang tampak sangat malu itu. lalu rayyan pun pergi untuk serapan di bawah karena mamah dan papah nya yang sudah menunggu.
__ADS_1
"pagii mahh pah?". sapa rayyan yang menuruni tangga.
"pagii sayang..". ucapan Ny. dara dan Mr. Kazam.
rayyan langsung duduk di kursinya dan zeze langsung mengambil rayyan makanan dan menuangkan susu untuknya...
mereka pun langsung serapan dengan tenang,.
"apakah berkas kamu sudah pada siap?". tanya Mr. Kazam ke putra nya
"sudah pah?". ucap rayyan.
"baguslah, namun jika masih berurusan dengan Mr. bara kamu harus lebih hati hati rayyan?". ucap sang papah.
"iyahh pah, rayyan ngerti kok?". jawab Rayyan yang lembut .
"baikkk, kalau begitu habiskan makanan kamu?".
rayyan pun makan dengan lahap, dan selesai makan ia pun bergegas ingin pergi kekantor, zeze yang sudah menunggu di depan pintu sambil memegang tas kantor rayyan, membuat rayyan senang karena perhatian zeze .
"ini tuan". zeze yang memberikan tas kepada Rayyan.
"terima kasih?". ucap rayyan sambil mengambil tas nya dan memberi kecupan di kening zeze atas perhatiannya . rayyan pun bergegas pergi menuju mobilnya karena alvero yang masih dirawat dirumah sakit, rayyan harus menyetir sendiri kali ini.
"hati hatiii tuan".. zeze yang sambil melambaikan tanggannya.
rayyan menganggukan kepalanya untuk Zeze .
zeze yang melihat tuannya sudah pergi ia pun kembali masuk untuk membantu ibunya berberes didapur.
Ny. dara dan Mr. Kazam yang sudah selesai serapan pun langsung menuju kekamarnya agar suaminya lebih banyak istirahat lagi.
saat mereka sudah di kamar Ny, dara pun membantu suaminya membopong untuk beristirahat di kasurnya. Namun tiba tiba saja suaminya menanyakan tentang zeze.
"apakah rayyan sudah terlalu dekat dengan zeze?". ucap Mr. Kazam zie.
"aku tidak tahu sejauh apa mereka berhubungan, namun untuk sekarang ini saya melihat banyak perubahan baik didiri putramu?". ucap Ny. dara menjelaskan tentang rayyan yang sudah banyak perubahan.
"benarkah?, apa itu semua karena Zeze?". tanya sang suami.
"saya rasa mungkin, karena kelihatannya putramu menyukainya?". jawab Ny. dara sambil duduk disamping suaminya.
"apa pendapatmu tentang itu?". tanya mr. kazam .
"menurutku apa pilihan rayyan aku akan menerimany selagi ia mampu mempertanggung jawabkannya?".
"baiklah, kamu yang lebih mengerti rayyan ketimbang aku?". ucap Mr. Kazam yang begitu positif menanggapi hubungan rayyan dengan zeze.
__ADS_1
Bersambung.....