
Rayyan yang suka menggoda zeze pun tersenyum jahat, dan menatap perginya zeze..
"apa kau begitu sensitif". tanya tuanny
zeze yang mendengar pertanyaan tuannya pun membalikan badannya dan melihat tuannya
"tidak, kenapa aku harus sensitif?".
"ahh, tapi dari nada bicaramu seperti itu?". ejeknya
"maaf tuan?".langsung menundukkan kepalanya.
"panggil saja rayyan jangan tuan lagi". cetusnya .
"aahhh".
zeze terkejut ucapan rayyan yang tiba tiba memintanya agar tidak memanggilnya dengan sebutan tuan lagi pun membulatkan matanya.
" aaa aapa mksdnya tuan?". sambil berjalan menuju rayyan.
"nanti saya bisa dimarahi nyonya jika ia mendengarnya?". ucapnya zeze lagi
rayyan yang melihat zeze berjalan dan sambil mengomelinya pun langsung menarik zeze dan terjatu dalam pangkuannya.
"sudah ngomel nya?". ejeknya
"ahh tuan" terkejut karena terjatu dalam pangkuan tuannya
"apa kau tidak bosan memanggilku dengan sebutan tuan?". menatap Zeze.
"titidakk".
"ehhmm baiklah, lalu begitu terus saja panggil aku dengan tuan". cetusnya
"maksud tuan ?".
rayyan pun langsung membantu zeze berdiri dari pangkuannya.
"tidak apa apa, pergilah?". ucap rayyan yang menoleh dan memainkan laptopnya kembali
"tuan". panggil zeze
"ehm". sahut rayyan
"apakah aku boleh memanggilmu rayyan?". memastikannya
"sudahlah, tak perlu lagi?". ucapnya
zeze pun kesal dengan ucapan tuannya yang suka mempermainkannya itu lalu ia pun memutarkan kursih tuannya dan membiarkan tuannya menatapnya.
Namun zeze yang sangat merasa dipermainkan oleh Rayyan pun justru tidak memarahinya namun mencium bibir tuannya.
rayyan yang terkejut dengan zeze hnya diam, dan perlahan menutup matanya dan membalas ciuman zeze, dan mereka pun saling menikmati ciuman itu.
zeze yang tersadar apa yang sudah dilakukan nya pun langsung melepas ciumannya .
"saya mohon jangan mempermainkan wanita seperti saya lagi". ucapnya dan langsung meninggalkan rayyan dikamarnya.
zeze langsung berjalan keluar dan menutup pintu kamar tuannya dengan keadaan sedih dan kecewa kepada tuannya yang memperlakukan nya sesuka hatinya.
rayyan yang mendengar ucapan Zeze dan melihat zeze seperti kecewa dengan nya membuat rayyan bimbang dengan sikapnya, apakah ia benar benar sudah keterlaluan dengan zeze.
__ADS_1
keesokan paginya Zeze yang sudah bangun terlebih dahulu dan merapikan serapan yang sudah disiapkan pelayan untuk keluarga Zie tersebut.
Rayyan yang sedang menuruni anak tangga melihat zeze yang sedang sibuk, dan zeze yang sudah tahu bahwa Rayyan yang menuruni anak tangga pun sengaja tak memandang tuannya karena ia masih kecewa terhadap rayyan kemarin.
"serapan sudah siap tuan". ucap zeze ambil menundukan kepalanya tanpa menatap rayyan dan langsung pergi ke dapur untuk merapikan alat alat dapur.
rayyan yang melihat sikap Zeze pagi itu seperti zeze yang dingin terhdapanya karena Zeze yang kecewa dan membuat rayyan pun merasa bersalah terhadapnya.
Dan Seminggu pun berlangsung mereka pun yang setiap berselisihan di jalan rayyan yang selalu menatapnya ,namun tidak dengan zeze yang mengacuhkan pandangannya untuk rayyan.
hal itu pun membuat rayyan tidak mengerti mengapa zeze Semerah itu terhadapnya, namun ia juga tidak mengerti dengan dirinya yang sudah memberikan perlakuan baik hingga membuat zeze berubah terhadapnya.
Di saat malam hari, zeze melihat Ny. dara yang duduk sendiri di ruang tamu dan menemui nyonya nya itu.
"permisi nyonya?". sapa nya
"iyahhh".
" maaf nyonya, boleh saya bertanya sesuatu?". ucapnya
"silahkan". seru Ny. dara
"bisakah saya kembali ke Tebing tinggi, ? maaf kan saya nyonya jika saya berbicara tak pantas?". ungkapnya
"kenapa tiba tiba kamu ingin kembali?". tanya Ny. dara
""iya nyonya, saya disini sudah cukup lama, saya harus kembali dan melanjutkan pendidikan saya nyonya?" ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
Dan tak sengaja rayyan melihat dan mendengar obrolan zeze dengan mamahnya di lantai atas.
"hemmm begitu, ya sudah... kapan kamu mau kembali?".
"terserah nyonya saja, kapan saja saya siap?". ucapnya.
zeze yang mendengar ucapan nyonya pun legah karena ia tidak dipandang untuk kembali ke tebing tinggi. Namun rayyan yang mendengarnya sangat sedih ketika Zeze harus kembali kesana.
zeze pun langsung pergi kembali ke kamarnya seraya ia membereskan pakaian pakaian nya .
dan tak lama pun rayyan datang menghampirinya.
"apa kau akan kembali?"
rayyan yang datang dengan perasaan yang kesal hingga mendobrak pintu kamar zeze dengan keras
"iyahhh". sambil merapikan pakaian nya ke koper.
"apa kau sudah gila?". teriaknya ke zeze
"mungkin".
"apa yang salah denganku, sampai kau harus kembali?". tanya sang tuan.
"tidak ada,,, harap tuan tenang dan kembali kekamar tuan saya takut nyonya besar akan mendengar tuan?". serunya.
"jawab pertanyaanku???!!""". menatap tajam zeze
"tidakkkk......"
"bukan tuan yang salah, tuan benar saya yang salah dan berfikiran lebih tentang tuan?". ungkapnya dengan jelas.
rayyan yang mendengarnya menarik nafas dengan dalam.
__ADS_1
"apa yang sudah kau fikirkan tentangku?". ucapnya
"aaa akuuu hanya berlebihan saja menganggap sikap tuan terhadapku?". ungkapnya
"baikklahh... tapi mohon jangan kembali.?". ungkap rayyan.
"Tidak bisa tuan, saya harus kembali.?".
"kenaaapaaa?". nadanya yang tinggi
"karena teman teman saya sudah menunggu saya disana untuk berjalan?". ungkapnya.
"apakah mereka penting bagimu?"....
"iyaaahhh, mereka sangat penting bagiku?!!". ungkapnya
"terus menurutmu, tuhanmu ini tidak??.."..
zeze yang mendengar pertanyaan itupun membuatnya kesal dan sangat marah..
"apaa pentingnya tuan dihidup saya,,,, tuan yang punya segalanya dan saya yang hanya seorang pengurus rumah biasa???!". bentaknya.
rayyan yang mendengarnya sangat terkejut dan kecewa, tidak tau harus berkata apalagi untuk meyakinkan zeze untuk tetap tinggagal bersamanya..
rayyan pun mendekati zeze dengan perlahan dan mencium zeze dengan lembut, zeze yang tersadar deng sikap tuannya. itu langsung melepaskan ciumannya.
"apa yang tuan lakuin?". ucapnya sambil menghapus bibirnya
"tetaplah disini?". pintanya sambil memegang lembut kepala zeze
"apakah tuan senang bermain dengan saya?". tanya nya yang meneteskan air matanya karena sedih melihat perlakuan tuannya.
"bukan, bukan itu maksudku". bantahnya
"silahkan kalau tuan ingin mempermainkan gadis ini". ucapnya
rayyan yang melihat zeze menangis ia pun merasa sangat bersalah kepada zeze hingga ia pun berurut di depan zeze dan memohon kepadanya.
"maafkan saya, jika perlakuanku menyakitimu..?" ucapnya yang menundukan kepala
zeze yang melihat segera menghapuskan airmatanya, dan membantu tuannya untuk berdiri.
"tidak tuan, tuan tidak salah". sambil membantu rayyan berdiri
"apakah aku sangat kejam dimatamu?". ucap rayyan.
"tidakk tuan, saya hanya kenal saja tadi, namun saya memang harus kembali untuk melanjutkan pendidikan saya?". ucapnya sambil menoleh membelakangi rayyan.
"baiklah jika itu kemauanmu?". cetusnya
Dan rayyan pun membalikan badannya dan meninggalkan zeze sendirian dikamarnya.
Zeze yang mendengar langkah kaki rayyan yang pergi, langsung menutup pintunya dan menangisi kesedihannya.
rayyan yang berjalan menuju kamarnya pun tampak sedih dan kecewa kepada zeze yang harus kembali ke rumahnya di tebing tinggi.
Ny. dara dan bibi Ranti yang mendengar pertikaian mereka pun merasakan kesidhan putra dan putrinya tersebut.
Ny. dara yang merasakan kesalahan kepada putranya yang sudah mendidik anaknya sebagai seorang pria yang dingin itu pun sangat menyesali mengapa anaknya harus sedingin itu sebelum mengenal zeze,
dan sekarang ia melihat putranya yang kecewa karena rayyan yang sudah tumbuh dewasa dan mulai mengenal cinta, membuat rayyan yang dingin itu tak mengenal cinta .
__ADS_1
bersambung......
#mohon Naff jika ada kesamaan cerita author, mohon pengertiannya, dan semoga para pembaca menyukai cerita ini... terima kasih🙏