
mereka pun yang sudah belanja begitu banyak, kembali untuk keparkiran. Namun zeze yang sekilas melihat ada sebuah cafe kecil dipinggir jalan yang menurutnya sedikit unik, menarik baju sang tuan.
"ehm, ada apa?". rayyan yang menoleh melihat zeze.
"bolehkah kita istirahat dan bersantai sebentar di situ?". zeze yang mengajak sang tuan dan menunjuk arak cafe tersebut.
rayyan melihat tempat yang ditunjuk zeze.
"apakah kamu mau kesana?". rayyan yang sedikit ragu karena cafe yang terlihat tidak elit itu.
"iyahh tuan, saya tahu tuan pasti tidak suka tapi ini adalah kesempatan kita untuk bersantai bersama saat diluar?". zeze yang mulai memasang wajah manjanya.
"baiklah, kita kesana?". rayyan yang tidak bisa menolak permintaan wanita kesayangannya .
"terimah kasih tuan". zeze langsung menarik sang tuan untuk langsung menuju cafe kecil itu.
dan mereka pun langsung disambut oleh pelayan cafe, dan memesan beberapa makanan .
"derrrtt derrrtt" suara ponsel rayyan yang bergetar.
"hallo" sapa rayyan dalam menelpon.
"hallo, tuan." jawab seorang penelpon.
"ada apa Alvero". tanya sang tuan muda.
"tuan apakah tuan sedang sibuk?". tanya alvero yang sangat gugup.
"apakah da hal penting?".
"tidak tuan, hanya saja saya ingin berbicara kepada tuan secara langsung". jawab alvero.
"baiklah, saya sedang ada diluar bersama zeze, sesampainya dirumah kita lanjutkan bicaranya". ucap sang tuan.
"baik tuan, maaf merepotkan tuan".
"hmm, tidak apa apa". rayyan langsung mematikan teleponnya.
"apakah ada hal penting tuan?". tanya zeze yang khawatir.
"tidak ada, lanjutkan makanmu saja". rayyan yang sedikit tersenyum.
zeze yang melihatnya pun bingung tapi ia sangat senang karena tuan mudanya yang sudah mulai sedikit bersantai dengannya.
alvero yang sedang berolahraga di ruangan khusus, terdengar suara kaki yang melangkah perlahan mendekati ruangannya.
ia pun segera waspada karena khawatir jika ada seseorang yang datang untuk berniat jahat padanya.
saat ia sudah bersiaga, tiba tiba saja ia tertegun karena ia salah mencurigai seorang itu yang ternyata adalah sang tuan.
__ADS_1
"kau sedang apa?". tanya sang tuan yang heran.
"tidak ada tuan". jawab alvero yang sedikit terkejut awalnya.
"apa ada masalah penting sampai kau ingin berbicara denganku ?". tanya sang tuan.
"hemm,". alvero yang sedikit canggung dan bingung ingin berbicara bagaimana ke tuannya itu dan alvero yang sedang mengelap keringat ditubuhnya.
rayyan pun melihat arak keluar dan menatap langit yang sangat cerah itu.
"maaf tuan, saya menganggu tuan tadi saat bersama zeze". ucap permintaan maafnya .
"tidak apa apa, bicaralah sekarang apa yang ingin kau sampaikan kepadaku". ucap sang tuan yang santai.
"saya sedikit bingung harus berbicara dengan tuan bagaimana, tapi saya harap tuan bisa membantu saya". ucapnya dengan rasa malu.
"katakan". rayyan menoleh menatap alvero yang sedang duduk di ring.
"berapa hari yang lalu, saya menemani Reva untuk check up keadaan ibunya dan dokter menjelaskan kesehatan ibu Reva yang kesehatannya mulai menurun. dokter juga mengatakan bahwa ibu Reva harus dirawat rumah sakit yang perobatannya ada obat obatan tradisional, karena di kanada tidak ada menyimpan obat obatan itu dokter mengajukan ibunya harus dioper perawatan salah satu rumah sakit yang ada pengobatan itu hanya ada di tebing tinggi tuan". ucap alvero yang perlahan menjelaskan.
"terus, apa pendapatmu". tanya sang tuan.
"saya ingin membawanya ke tebing tinggi tetapi saya juga tidak bisa meninggalkan tuan disini dan meninggalkan tugas saya". ucap alvero lagi.
"jadi" tanya sang tuan yang sedikit serius.
"apa kamu sudah ada ikatan hubungan dengan Reva?".
"ah ah ...... kenapa tuan bertanya seperti itu?". alvero yang terkejut.
"cchh, bahkan kamu belum menjalin hubungan dengannya sudah banyak berfikir sejauh ini untuk ibunya". rayyan yang menahan tawanya.
" aku.. aku... belum berfikir sejauh apa yang tuan fikirkan?".ucap alvero yang menyangkal pertanyaan sang tuan.
"aku tau kamu suka dengannya, kenapa harus terus menahan diri untuk tidak bicara padanya?".
"sudahlah tuan, tuan tidak membantu saya mencari solusi hanya bisa membully saya". ucap alvero yang sedikit kesal.
"ha.. kamu sudah berani berbicara santai denganku". ucap rayyan yang mulai heran dengan sikap alvero.
"ah..maaf tuan". alvero menundukkan kepalanya.
"baiklah, berapa hari lagi saya juga akan kembali ke tebing tinggi dengan zeze dan ibunya, kamu bisa ikut denganku dan membawa mereka untuk pengobatan ibunya".
"benarkah... tapi apakah tuan besar akan menyetujuinya?". ucap alvero yang ragu.
" nanti aku akan menjelaskan kepada papa, dan soal biaya nnti saya yang urus asal kamu bisa menjaga Revamu itu agar tidak membuat kekacauan di hidupku lagi".
"baik tuan, terimah kasih banyak akhirnya tuan ada niat baik untukku hehe". ucap alvero yang sangat senang.
__ADS_1
"apa kamu sedang memujiku atau mengejekku". ucap rayyan
"entahlah, yang penting tuan tetap yang terbaik buatku". ucapnya yang tersenyum lebar buat sang tuan.
"hemm". rayyan pun membalas senyumnya.
keesokan harinya bibi Ranti dan zeze yang sudah mulai sibuk untuk menyiapkan barang barang mereka untuk kembali ke kota mereka. selesainya ia membereskan barang miliknya ia pun pergi ke kamar sang tuan untuk mempersiapkan milik sang tuan.
"tokk tok tokk.". suara ketukan pintu diluar kamar rayyan.
rayyan yang masih sedang pulas tidurnya ia tidak mendengarkan suara seseorang yang mengetuk pintu kamarnya itu.
zeze pun langsung membuka pintu kamar sang tuan untuk mengecek tuan mudanya apakah masih ada di kamarnya.
"ehmmm.... apakah ini tuan?". tanya zeze dalam gumamannya.
"ahh... ternyata tuan masih tidur, baru kali ini aku melihatnya jam segini masih tertidur". ucapnya sambil tersenyum.
ia pun mulai perlahan mendekati sang tuan untuk memperhatikan apakah sang tuan benar masih tertidur, dan ternyata seperti dugaannya sang tuan masih tertidur.
"tidur saja kamu tampan tuan". gumamnya yang terpesona.
zeze pun beranjak dari tempatnya untuk menuju lemari sang tuan untuk membereskan barang milik sang tuan.
"ternyata isi lemari begitu banyak baju, aku jadi bingung harus merapikan kekoper entah yang mana, takutnya sang tuan tidak menyukai apa yang sudah aku siapkan". gumamnya yang bingung dan heran dengan isi lemari tersebut.
"bagaimana ini?". ucapnya lagi.
"terserah apa yang kamu ingin bawa, bawa saja". ucap seorang dibelakang zeze.
"ahhh". zeze pun menoleh .
"tuan, bukankah kamu tadi masih tertidur?". ucapnya yang terkejut.
"kamu terlalu berisik, sampai sampai aku terbangun". ucapnya yang sambil menggeliatkan badannya.
"ahh.. maaf tuan". ucapnya.
rayyan pun tiba tiba saja mendekati zeze dan memeluknya.
"tu tuaann". zeze terkejut.
"kenapa kamu harus bingung, bawa saja apa yang ingin kamu bawakan untukku". ucapnya dalam pelukan zeze.
"ehmmm baiklah,". jawab zeze
rayyan pun melepaskan pelukannya, dan membantu zeze untuk mengambil koper.
"tuan biar aku saja". ucap zeze.
__ADS_1