
Reva yang memanggil mamahnya pun langsung menoleh arah suara anaknya, dan ia pun tersenyum ketika melihat putrinya kembali.
"sayanggg....?!".sapa sang mamahnya.
"Iyahh mahh, ini Reva...?". Reva yang bersuara lembut.
"Kenapa kau kembali nak?". ucap sang mamah yang khawatir.
"tidak apa apa mah, Reva kangen banget sama. mamah ".
Karena Reva yang sudah 3 tahun berpisah dari mamahnya, karena ia yang bersekolah di luar negeri australi, jadi membuatnya sangat kangen kepada mamah nya.
"apakah kabar mamah baik?". tanya sang putri.
"baik sayang, kenapa kau tiba tiba kembali?". tanya mamah ny yang khawatir itu
"Reva tidak apa apa mah, Reva sudah dewasa sekarang?". ucap Reva agar tak membuat mamahnya khawatir.
"tapi bagaimana dengan Daddy mu nnti??". bantahnya.
"aku sudah menemuinya tadi, sebelum kesini mah?".
mamahnya yang terus gelisah karena mengkhawatirkan putrinya, karena ia tau suaminya yang sangat tidak suka dengan putri kandungnya sendiri.
"apa dia tak memarahiku?". tanya mamahnya .
"kali ini tidak, ?".
mamahnya tercengang karena ucapan Reva yang sangat mengejutkannya sehingga membuat ia tak percaya jika suaminya itu tak memarahinya begitu ia datang kerumahnya.
Reva pun berbincang bincang dengan mamahnya untuk melepaskan kerinduannya.
dan Daddy nya yang hanya melihat mereka di balik pintu seakan ia hanya mengintai mereka yang sedang ngapain.
Reva yang menyadari ada seseorang yang mengintipnya di balik pintu hanya tak memperdulikan sang Daddy.
selesai ia berbincang dengan sang mamah ia pun pamit pergi untuk keluar, karena sang mamah tak di perbolehkan oleh daddy nya untuk keluar dari kamarnya, ia pun pergi sendiri dan menutup pintu kamar mamahnya untuk mencari udara segar.
saat ia sedang berjalan mengelilingi setiap ruangan, ia tak sengaja mendengar sang daddy berbicara dan marah dengan seorang bawahannya .
"Esok harus kau selesaikan tugasmu dengan mereka apapun itu caranya selesaikanlah dengan baik tanpa mereka menyadari bahwa aku yang menyuruhmu". perintah sang Daddy yang sedang emosi.
"tapii tuan .... tak semudah itu melawan mereka?". bantah sang bawahan dengan nada rendah dan takut.
"apa kau tak mampu?". tanya Daddy yang begitu halus, namun berkesan marah besar.
__ADS_1
"Sa saaayaa". gugup sang bawahan.
"oke saya akan mengganti orang lain yang bisa diandalkan untuk mengurus Rayyan itu?!!".
Reva pun terkejut dengan pembicaraan daddynya mengapa menyebutkan nama rayyan dan apa tujuan sang Daddy. ia yang penasaran pun terus mendengar apa yang dibicarakan selanjutnya oleh daddy nya itu.
"baik tuan Bara, saya akan melaksana kan semampu saya untuk menghabisi rayyan besok?". ucap sang bawahan.
iyaa Daddy Reva adalah Mr. bara musuh dari rayyan pria yang di suka oleh Reva. Reva yang mendengar ucapan mereka membulatkan matanya karena terkejut dengan ucapan mereka.
ia langsung bergegas pergi agar sang Daddy Mr. bara tak mengetahui bahwa putrinya Reva sudah mendengar rencana besarnya.
Reva yang berlari menuju kamarnya, dan cemas mengapa sang Daddy ingin membunuh rayyan, ia pun berfikir apa sebabnya.
"mengapa Daddy punya rencana seperti itu, apa yang terjadi, apa maksudnya???". gumam Reva yang mondar mandir dikamarnya karena memikirkan bagaima bisa daddynya punya rencana besar itu.
Reva yang masih berfikir keras pun soal itu, ia hanya bisa diam dan mendapatkan ide buat melakukan hal lain agar Daddy nya tidak mengetahui kedekatan ia dengan rayyan.
disisi lain seminggu sudah berlalu zeze dan rayyan sedang berenang bersama di kolam saat cuaca yang indah dengan matahari yang sudah berwarna jingga, menandakan hari sudah mulai gelap dan matahari yang akan mulai terbenam dengan perlahan waktu.
Zeze yang sudah mulai lelah dengan berenang ia pun duduk di tepi kolam, rayyan yang melihatnya pun langsung menghampirinya.
"kenapa?". tanya rayyan kepada zeze.
"aku lelah". ucap zeze
"baiklah kalau kamu sudah lelah, pergi bersihkan badanmu dan kita akan makan malam?". ajak sang tuan.
"sebentar lagii". ucap zeze.
saat mereka yang sedang asik mengobrol dan bercanda tiba tiba saja Ny. dara dan Mr. Kazam Zie sudah kembali dari Rumah sakit. mereka pun terkejut senang dengan kedatangan mereka.
"maa paaa???!". teriak rayyan yang senang.
"tuan??". ucap zeze yang terkejut.
"hri sudah mulai gelap kenapa kalian masih disini?". ucap Ny. dara sambil membopong suaminya Kazam.
Rayyan Yang senang pun langsung menyambut papanya dengan pelukan hangatnya, Papanya yang merasa sudah membaik pun senang bisa kembali dan menemui anaknya.
Betapa senang nya zeze melihat mereka sudah kembali dan bisa berkumpul dengan tuan mudanya Rayyan.
"apakah tuan sudah sangat sehat sekarang?". tanya zeze yang lembut.
"belum, hanya sudah membaik secara perlahan, dan sudah di perbolehkan pulang oleh dokter?". jawab Ny. dara ke zeze.
__ADS_1
"syukurlah nyonya, tuan sudah pulih?". ucap zeze.
bibi Ranti yang melihat mereka sedang ad di tepi kolam menghampiri dan senang melihat tuan besarnya sudah pulih dan kembali kerumahnya.
"ahhh syukurlah tuan besar sudah sehat.. kami sangat mencemaskan tuan??!". ucap bibi Ranti yang senang.
"iyaaa bi, tolong bawakan ini yahh bi?". ucap Ny. dara dan sambil memberikan koper kepada bibi Ranti.
"baikk nyonya". jawabnya.
"baiklah kalian bersih bersih dulu lalu turun kita akan makan malam bersama?". ajakan ny. dara.
"baikkk nyonya,??!.".
"baikkk mah?!". serentak zeze dan rayyan.
mereka pun berjalan menuju kamar masing masing untuk mandi dan bersiap akan makan malam bersama keluarga Zie.
rayyan yang sudah selesai, dan rapi ia langsung menuju ruang makan, begitu juga zeze yang menyusulnya dari belakang dan berjalan santai ke ruang makan.
Mereka kelurga Zie, bibi Ranti dan Zeze pun makan di atas meja makan bersama. karena Ny. dara tak ingin zeze dan ibu nya merasa terasingkan oleh mereka, karena ia yang sudah mengetahui hubungan rayyan dengan zeze.
mereka yang tampak bahagia dengan makan bersama, seperti melihat keluarga yang utuh .
hari yang sudah tampak mulai malam, rayyan dan zeze yang sedang duduk di rooftop, dimana menjadi tempat favorite bagi zeze.
"hari sudah mulai tengah malam tuan, pergilah beristirahat?!". ucapnya yang lembut.
"apakah kau sudah mengantuk?". tanya rayyan
"tidakk, aku hanya menyuruh tuan saja karena esok tuan akan kembali bekerja bukan?". tanya zeze.
"baikklah, kamu juga pergi tidur??!". pinta nya.
"ehhmmmm". zeze yang menganggukan kepalanya.
rayyan yang ingin pergi beristirahat pun bangkit dari duduknya, namun ia tak langsung pergi justru ia bertekuk lutut di hadapan zeze, yang membuat zeze membulatkan matanya.
"jangan tidur kemalaman?". pinta sang tuan sambil ia mengecup kening zeze.
zeze pun merasakan kecupan sang tuan merasa sangat bahagia saat itu, dan ia pun membalas kecupannya sang tuan mencium pipi tuannya.
"iyahh.. pergilah ?". ucap zeze dan mengarahkan mata nya kekamar tuannya.
rayyan langsung tersenyum dan beranjak dari tempatnya untuk pergi kekamarnya.
__ADS_1
Bersambung....