
Zeze Langsung keluar dari kamarnya, ia pun mendengar suara bel rumah yang berbunyi ia segera bergegas ke arah pintu utama.
"iyahh sebentar" teriaknya .
Ia pun membukakan pintu, yang ternyata Ada seorang gadis yang cantik dan pesonanya yang anggun. ia pun tanpa berkata kata pada zeze langsung masuki rumah layaknya seperti rumah sendiri.
"Anda siapa ?". tanya zeze
wanita itupun hanya diam, dan tak berbicara sekata pun. hanya melirik zeze seperti gadis biasa dan mengacuhkan keberadaan zeze.
"apakah anda ada perlu dengan seseorang biar saya panggilkan?". tanya zeze yang lembut.
"apa kamu pembantu baru disini?". ucapnya yang sinis.
sebelum zeze yang menjawab, rayyan yang menuruni tangga pun heran kenapa ada gadis masuk ke dalam rumahnya.
"kamu siapa?" tanya rayyan.
Gadis itu yang melihat Rayyan, berjalan sambil mendekati rayyan.
"Aku, Reva ?". ucapnya
"Reva....??, apa kamu ada perlu datang kesini?". rayyan yang bingung.
Ny. Dara yang melihat Reva datang pun langsung menyambutnya dengan baik,..
"Revaaaaa, kamu sudah datang?". ucapnya
"Iyah Tante??!,. ucapnya sambil datang memeluk Ny. Dara.
"ahhh apa kabar sayanggg". tanya nya sambil membalas pelukan Reva.
"baik Tante, ?". jawab nya
Zeze yang melihat kedekatan Reva dengan nyonya pun menduga bahwa gadis yang dilihatnya itu orang penting buat keluar Zie. ia pun segera pergi agar tidak mengacaukan suasana.
Rayyan yang saat itu tak acuh dengan gadis tersebut, melirik Zeze yang pergi meninggalkan ruangan.
"tuan, mobil sudah siap". Alvero yang tiba tiba saja datang.
"baiklah tunggu diluar?!". ucapnya
"sayang kamu mau kemana?". tanya Ny. dara yang melihat anaknya yang bergegas pergi.
"mau keluar sebentar mah?". jawabnya dengan lembut dan melangkahkan kaki nya dengan pelan.
"tapi tadi kata kamu tak ingin pergi, kenapa sekarang tiba tiba ingin keluar?". tanya mamahnya yang heran dengan rayyan.
"rayyan sedang ad janji ma sama teman kampus rayyan yang baru kembali dari Jepang?". ucapnya
"terus gimana dong dengan Reva, dia sudah datang jauh jauh untuk menemui kamu?".
rayyan yang mendengar ucapan mamah nya sudah menduga bahwa gadis itu datang karena ajakan mamah nya.
"rayyan tak mengenalnya mah, lebih baik mamah saja yang menemaninya!!". jawabnya sambil beranjak pergi.
mamah nya yang bingung dengan sikap rayyan yang tak biasa pun merasakan ada yang aneh dengan putranya itu, yang biasa Rayyan adalah anak penurut setiap kata mamahnya sekrang sedikit tidak perduli dengan apa yang dikatakan pada mamahnya.
Rayyan yang ingin masuki mobilnya, melihat zeze yang sendirian di tepi danau, Namun rayyan hanya menatapnya tak mengajak zeze kali ini.
zeze pun melihat tuan mudanya keluar menaiki mobil itu hanya menatap jauh dan semakin jauh mobil itu dari pandangannya.
__ADS_1
Reva yang baru saja tiba dirumah Ny. dara menceritakan perjalanannya menuju Rumah Marga Zie Tersebut.
Ny. dara yang asik mengobrol dengan Reva, Bibi Ranti yang sedang mengantarkan minuman kepada mereka tak sengaja menjatuhkan minuman ke baju Reva.
"ahhhh" teriak Reva karena baju nya yang basah.
"maaff nona...". ucap bibi Ranti sambil mengelap bajunya.
"apa kamu tidak bisa hati hati". ucapnya sedikit nada tinggi.
"sudah sudah, maaf Reva bibi tidak sengaja". ucap By. dara
"tapi Tante pembantu baru ini sangat ceroboh". ucapnya sambil menata bibi Ranti
Ny. dara yang menatap bibi Ranti mengisyaratkannya harus pergi, dan bibi Ranti yang mengerti langsung pergi...
"maaf sayang, dia tidak sengaja karena mungkin kurang fit". ucapnya dengan lembut
"ehhmm Iyah Tante". jawabnya
"apa kamu tidak lapar?". tanya Ny. dara
"lapar Tante". ucapnya yang manja
"ayoo kita makan diluar, tempat Cafe favorite Tante". ajaknya
"baik tante".
mereka yang keluar untuk pergi makan, Zeze yang sedang belajar di ruang tamu karena ia sungguh bosan karena hanya dirumah saja tanpa ada yang menemaninya.
beberapa jam ia pun sudah melewati waktu belajarnya sendiri, sampai ia ketiduran di sofa ruang tamu. Rayyan yang baru saja kembali dari menemui temannya itu melihat zeze yang berantakan, buku Yanga dan wajah zeze menutupi sinar matahari dah buku buku yang ada di atas mejapun berserak.
Rayyan yang benar benar khawatir dengan zeze karena untuk mengisi kesendiriannya hanya cuma belajar tidak seperti biasa ia yang bermain dengan teman teman. membuat rayyan pun tak tega untuk membangunkannya dan ia hanya duduk disebelah zeze dan menatapinya dengan lembut.
"eehhhmmmmmmm" menggulatkan badannya hingga bajunya yang ketarik memperlihatkan pinggang nya yang ramping itu yang tak sadar ada tuan mudanya disebelahnya.
"apa kau sudah bangun". ucapan tuannya yang tiba tiba
"ahhhh, tuan mengejutkanku saja". terkejut
"kenapa semuany berantakan seperti ini?". sambil melirik buku buku yang di atas meja
"ahh maaf tuan, saya tidak sengaja tertidur".
"cepet bereskan". perintahnya
"baikkkk".
yang tak lama Ny. dara dan Reva pun kembali dari cafe Dan Ny. Dara yang membawakan makanan untuk bibi Ranti dan Zeze.
"Zee..... ini untuk kamu?". memberikan makanan tersebut
"aa apaa ini nyonya?". ucapnya yang penasaran
"makanan ". ucap Ny. dara
"makasih nyonya". senangnya
"kau sudah kembali sayang". sambutan mamahnya
"ehmmmm". menganggukan kepalanya
__ADS_1
zeze yang membukaka isi bungkusan itu pun melihat ternyata yang dibeli makanan kesukaan zeze, ia pun langsung kesenangan Medan bahagia melihat Nyonya nya yang tahu tentang makanan yang menjadi favorite nya.
sebelum Zeze mencicipi makannya pun Rayyan melihat makanan tersebut juga makanan kesukaan ny yang mamah nya tidak tahu. Rayyan langsung menyicipinya dengan tanpa rasa malu .
"eehh eehhh tuan". ucap zeze
"aaapaaa?". seru tuannya
"iniii kan punya saya?". cetusnya sambil menutup makanannya kembali
"apaa kau pelittt, hingga tak ingin berbagi?". ucap tuannya.
Ny. Dara yang melihat putra nya heran karena baru pertama kali ia melihat putra nya berinteraksi dengan orang lain baik dan seperti akrab ia pun senang dengan kemajuan rayyan itu. Namun Reva yang melihat mereka berdua seperti itu sedikit marah dan cemburu dengan mereka, apalagi dengan zeze seorang pembantu dirumah bisa akrab dengan tuannya membuat Reva membenci wanita itu .
Dan terjadila cekcok zeze dengan tuannya hanya berebut makanan, dan mereka yang asik berebut membuat zeze malu kepada nyonya ya yang sedang menatapnya dan membiarkan tuannya makan bersamanya.
Dan merekapun menghabiskan makanannya bersama, yang kemudian membuat rayyan kenyang langsung ingin pergi masuk kekamarnya.
"sayang mau kemana?". tanya mama nya
"mau kekamar mah?". ucapnya
"tapiii, recmva masih disini loh". ucapan mamahnya yg lembut
"ahhh. mamah temani saja dia?". cetusnya
"ahhhh kamu, tolong bereskan kamarku sekarang". menunjuk zeze dan memperintahkan nya.
"ahhh". zeze yang terkejut mendengar ucapan tuannya membuatnya menatap nyonya.
mamah nya pun yang terlihat bingung dengan sikap putranya yang tiba tiba menyuruh zeze untuk ikut kekamarnya itu.
Rayyan sengaja memperintahkan zeze untuk membereskan kamarnya karena ia tahu Zeze tidak cocok dengan kedatangan Reva karena ia melihat Reva yang kasar terhadap zeze tadii .
Reva semakin kesal terhadap sikap Rayyan yang seperti tidak menghargainya itu, dan ia berfikir akan mencelakai zeze nantinya.
zeze langsung berjalan menuju rayyan yang sedang menunggu di anak tangga, dan mereka pun kekamar bersama.
"kenapa tuan tuan tiba menyuruhku, padahal kamar tuan sudah dibereskan pelayan tadi pagi?". herannya
"ada barang yang harus kamu bersihkan". cetusnya
"apaaa?". tanyanya yang penasaran
rayyan tidak memberitahukan langsung masuk kekamarnya Tanpa kata, zeze yang ada di belakangnya pun masuk dan langsung di perintah oleh tuannya.
"ini kamu bersekan". ucapnya sambil menaruh buku bukunya itu
"ahhh kenapa buku?". ucapnya
"kamu harus membereskan dan menyusuni ke rak yang ada di sudut?". sambil menunjukkan arah rak buku tersebut.
dan ia tanpa kata pun langsung melakukan perintah tuannya itu. ia yang gadis tinggi langsing itu pun menyusuni buku buku dengan baik. Rayyan yang ada di tempat tidur sambil bermain handpone nya tak sengaja menatap Zeze yang ternyata dilihatnya Dangan cantik dan tak kalah anggun dari Reva.
Rayyan pun tak sadar bahwa ia perlahan menyukai wanita tersebut, ia pun terus menatap Zeze membuatnya tergoda dengan zeze yang lembut itu.
Zeze yang sedikit kesusah untuk menaruh buku ke atas membuatnya hampir jatuh, rayyan yang dengan sigap membantunya dan membuat zeze terhimpit dirak buku dan rayyan yang seperti memeluk pinggang zeze.
Karena mereka yang sangat dekat membuat mata zeze membulat akan terkejut dengan kedekatan mereka.
bersambung....
__ADS_1
#maaf jika da kesamaan alur cerita author, mohon dimengerti.. semoga para pembaca menyukai ceritanya... terima kasih...