
zeze yang sangat bahagia melihat matahari mulai terbenam secara perlahan pun membuatnya sangat sedih karena terharu, karena sang tuan sudah mulai memperhatikannya dengan tulus.
"kau suka". tanya sang tuan.
"ehmmm" menganggukan kepalanya.
rayyan pun perlahan memegang pinggang zeze dan memeluknya dari belakang, zeze pun tak merespon apa apa hanya bisa tersenyum kepada tuannya.
"Maaf soal kemarin aku terlalu kasar kepadamu". ucap sang tuan menundukan wajahnya ke bahu zeze.
"semua sudah lewat kok". ucap zeze.
"jika nanti aku memperlakukanmu dengan kasar marahlah sesuka mu tapi jangan mengabaikan ku ?". pinta sang tuan.
"kenapa". tanyanya
"aku harus apa jika kau memang wajah marah seperti hantu itu". candanya menggoda zeze.
"apaa.....? seperti hantu??!!"".. nada tinggi namun bercanda dengan tuannya.
rayyan pun memberi kecupan di bibir zeze dengan lembut,
"aku menyukaimu, mungkin aku akan mencintaimu suatu saat ". ucap sang tuan dengan tiba tiba.
"suatu saat". cetusnya sambil membalikan badannya.
"ehmm, karena aku tak ingin mencintai seorang gadis jika gadis itu saja tidak menyukai sikapku". ucapnya dengan tatapan hangat.
"tuan, aku bukan tak menyukai sikapmu, jika pun saja aku tak suka apakah tak bisa merubahnya?". ucapnya
"aku juga akan mencobanya".
"ehmmm, baiklah". ucap zeze
mereka pun kembali manatap langit, dan rayyan yang memeluk zeze dari belakang.
ketika itu zeze melihat ada seorang gadis datang lewat pintu gerbang yang akan masuk ke dalam rumah tuannya.
"tuan siapa gadis itu?". tanya nya sambil melirik gadis itu
"ehhhhmmm Reva mungkin". cetusnya.
"kenapa dia lagiii sih?". omelnya zeze.
"kenapa emangnya dia datang?". ucap sang tuan
"gak suka aj dia dtng, begitu sombong angkuh lagi?". cetusnya dengan sinis.
"bilang saja kamu cemburu jika dia datang". ejeknya yang seperti menggoda zeze.
"ehmmm". menganggukan kepalanya.
rayyan pun seketika tersenyum smirk dengan sikap zeze yang berterus terang dengannya.
__ADS_1
"tinggggg nungggggg". suara bell pun berbunyi
Reva yang sudah di sambutpun oleh bibi Ranti langsung masuk kerumah rayyan .tanpa menyapa sang bibi Ranti.
"apa ada ny. dara?". tanyanya Reva
"maaf non, nyonya sedang tidak ad dirumah?". ucapnya
"kemana Ny. dara?".
"saya tidak tahu non". ucap bibi Ranti
Reva pun mengelilingi ruangan untuk mencari rayyan, dan ia menemukan rayyan yang sedang bersama zeze di rooftop dengan rayyan yang memeluk zeze.
"ehemmmm". deghem sang Reva
"sedang apa kalian". tanya Reva
mereka pun menoleh, dan melihat Reva di balik pintu rooftop.
"tidak ada" ucap zeze yang langsung melepaskan pelukan tuannya.
rayyan langsung membalikan badannya dan melihat lihat pemandangan kota seakan ia tak perduli kedatangan Reva.
"sudah lah aku datang bukan untuk melihat kalian ". Reva pun langsung pergi dari ruangan tu .
zeze yang heran dengan gadis tuh kenapa kali ini ia tak begitu sensitif dengannya.
"apa dia sudah kembali waras". cetus zeze
alvero yang melihat zeze dan tuannya tampak sangat akrab, tanpa ia sadari kedekatan tuannya itu dengan zeze.
"maaf tuan, ada telphon untuk tuan?". ucap alvero yang tiba tiba.
"siapa?". tanya tuannya
"hallooo". suara seseorang di telpon.
"haalloooo". jawab Rayyan.
Rayyan pun kembali ke rooftop untuk menjawab telponnya, Zeze pun pergi untuk kekamarnya dan istirahat. alvero langsung menghampiri tuannya.
Di sisi lain Ny. Dara yang berada di ruangan Mr. Kazam Zie tepatnya di RS, ia sangat bersedih karena sang suaminya itu belum juga memberikan tanda tanda untuk sadar.
Ia pun sudah merawat suaminya dengan baik, dan memberikan dokter yang terbaik pula untuk Mr. Kazam Zie namun belum mendapat hasil bahwa ia akan cepat sadar.
Ny. dara pun keluar, menyendiri di atas rooftop RS, dan ia menatap kota di malam hari itu dan mulai membayangkan sang putranya Rayyan.
"Maaf Sarah, aku membesar Anakmu dengan kurang baik, hingga ia harus menjadi seperti papah nya dengan sikap yang dingin, sekarang anakmu sudah dewasa, ia tumbuh dengan baik dan tampat seperti suamimu Kazam. kau tau..... sekarang ada gadis cantik yang menyukai anakmu rayyan, aku yakin dia gadis yang baik dan bisa membuat rayyan menjadi lebih baik lagi". gumam ungkapan sedih dari Ny. dara
Saat Ny. dara bergumam ia tak sadar bahwa sang suami sudah mulai menggerakkan tangannya. Namun Ny. dara masih meratapi kesendiriannya di rooftop hingga ia melewati momen saat Mr. kazam zie memberikan tanda bahwa ia akan sadar.
Rayyan yang menutup telpon nya, lalu memberikan perintah untuk Alvero.
__ADS_1
"besok kita pergi ke Barat tapi jangan sampai tahu Zeze ". ucapnya
"baik tuan". sahut alvero.
"yasudah pergilah istirahat". perintahnya
"iyaah tuan muda".
alvero pun pergi menuju kamarnya untuk tidur, tetapi rayyan masih di rooftop untuk memikirkan persoalan nya besok yang akan pergi ke barat.
Bibi Ranti yang melihat tuannya seperti gelisah itu pun datang menghampiri rayyan.
"kenapa tuan masih disini?". tanya bibi Ranti.
"ahh bibi mengejutkan saja". ucapnya
"maaf tuan, tapi mengapa tuan masih disini, kan sudah malam tuan". ucapnya
"iyahh bi, hanya ingin Mandang kota sat malam saja". ucapnya
"ahh tapi kan angin malam gak baik untuk kesehatan tuan, ?". ucapnya.
"tidak apa apa bi, bibi pergilah beristirahat?". ucapnya lagi.
"baiklah tuan, tapi tuan jangan berlama lama diluar yah". pinta sang bibi.
"iyahh bi". ucapnya yang lembut.
keesokan harinya zeze bangun dengan cepat untuk menyiapkan makanan dimeja seperti biasanya.
namun untuk pagi ini dia tak melihat alvero dan tuannya rayyan. ia pun berniat untuk membangunkan mereka.
"ttoookk tookkkkk" zeze yang sedang mengetuk pintu kamar alvero. namun untuk berapa kali ia mengetuk pintunya tak ada jawaban dari alvero, ia pun mengecek kamar alvero mambuka pintu kamarnya, namun ia tak melihat alvero, ia berfikir mungkin alvero yang sudah pergi .
ia pun segera membangunkan tuannya rayyan, ia tanpa mengetuk pun langsung membuka pintu kamar rayyan, namun ia juga tak melihat rayyan ada dikamarnya.
"kemana mereka pergi sepagi pagi begini?". batin zeze .
zeze pun langsung menuruni anak tangga untuk pergi serapan bersama ibunya.
"Bu ayoo serapan,?". ajak zeze ke ibunya
"tuan muda da alvero belum turun?". tanya ibunya
"mereka mungkin sudah pergi kekantor Bu, zeze sudah mengecek kamar mereka barusan, tapi tak melihat mereka ad dikamarnya,". ucap zeze sambil mengambil makanan ibunya .
"ini Bu" memberikan makanan ke ibunya
"yasudah kamu juga serapan ?". ajak ibunya.
"iyahhh Bu".
mereka pun serapan tanpa tuan muda mereka rayyan dan alvero,
__ADS_1
Bersambung......