
Dan zeze pun ingin pergi meninggalkan sang tuan yang sedang tidur dengan begitu pulasnya. Namun ia sebelum meninggalkannya zeze memberikan kecupan di kening sang tuan sebagai tanda selamat malamnya.
zeze pun pergi dari kamar sang tuan dan menutup pintunya dengan pelan. Rayyan pun yang berada seperti mimpi mendapatan kecupan dikeningnya tersenyum lebar di bibirnya.
Keesokan paginya, zeze yang sudah bangun lebih dulu membukakan tirai kamar sang tuan.
sang tuan yang belum bangun pun perlahan menggerakkan kelopak matanya dan akhirnya terbangun karena cahaya matahari pagi.
zeze yang tak lupa membawakan susu hangat dan roti isi untu serapan pagi sang tuan pun langsung menyapa dan memberikan serapannya.
rayyan yang terkejut mengapa masih pagi pagi baginya sudah ada Zeze dikamarnya.
"kenapa kamu ada disini ?". tanya rayyan yang bingung.
"karena tuan tadi malam sangat mabuk, saya tahu tuan nanti pasti akan kesiangan bangunnya makanya saya pagi pagi sudah ada disini?!". ucapnya yang lembut dan memberikan serapan.
"apa aku sangat mabuk?".
"ehmmm sangat". sahut zeze.
"serapannya letakkan saja dulu dimeja, aku akan mandi lebih dulu". ucap sang tuan.
"baikkk, aku akan turun sekrang". ucap zeze sambil meletakkan serapannya.
rayyan yang mendengarnya tak memberikan jawaban untuk Zeze. namun zeze langsung pergi begitu saja tanpa menunggu sang tuan.
Dan disaat semua orang bersantai dihari libur, alvero justru berpamitan dengan bibi Ranti untuk keluar.
"BI jika ada yang mencari saya, bilang saya lagi keluar sebentar yah Bi". ucap alvero kepada bibi ranti. sambil menggunakan jacket penghangat karena tiba musim dingin di Kanada.
"baik tuan, tuan berhati hatilah karena cuaca diluar sangat dingin". ucap sang bibi.
"baik Bi". sahut alvero.
alvero pun langsung pergi keluar dan menemui seseorang yang ingin ia temui. Dan sesampai tujuan alvero pun ia singgah di toko terdekat untuk membelikan jacket penghangat yang gatau untuk siapa nantinya.
ia pun membelinya dan langsung memesuki sebuah hotel yang ternyata hotel dimana Reva dan mamahnya ditolong oleh alvero kemarin.
sesampai alvero masuk ia bertanya kepada resepsionis .
"permisi, apakah dikamar nomor 305 masih ada seorang wanita cantik dan seorang wanita sedikit LBH tua". tanya alvero.
"maaf, Anda siapa kami tidak bisa memberikan informasi tentang tamu digital kami kesembarang orang". ucap sang resepsionis.
__ADS_1
"saya alvero, saya yang membawa kedua wanita tersebut menginap disini karena mereka yang saat kemarin sedang sakit". ucap alvero menjelaskan.
saat alvero sedang bertanya ternyata ada resepsionis yang tanda dengannya karena saat itu resepsionis itu juga yang membantu membawakan mamah Reva menaiki kursi roda.
ia pun langsung menjelaskan ke teman resepsionisnya bahwa benar pria tersebut telah menolong kedua wanita yang dimaksud alvero.
dan mereka pun memberitahukan bahwa Reva dan mamahnya masih menginap di hotel mereka .
"benarkah,?". ucap alvero yang senang mendengarnya.
"apakah ada yang bisa saya bantu tuan?". tanya resepsionis yang ikut membantunya saat itu.
"bisakah kamu memberikan bingkisan ini kepada mereka?". pinta alvero.
"kenapa tidak tuan saja?". ucap para resepsionis serentak.
Alvero bingung harus menjelaskannya bagaimana, karena ia dan Reva tidaklah dekat hubungannya.
sebelum alvero menjawab, para resepsionis itu sangat memaklumi karena mereka yang berfikir alvero dan Reva adalah sepasang kekasih yang sedang marahan.
"baiklah tuan, kami akan membantu tuan mengantarkannya, tapi jika tuan berlama lama marahan nya sebagai wanita pasti akan merasa dan berfikir kalian para lelaki tak membutuhkan wanita lagi dan mencari wanita lain?!". ucap resepsionis yang menggoda alvero.
alvero pun terkejut dan bingung harus berkata apa karena mereka yang berfikir berlebihan, namun alvero untuk menjelaskan bahwa ia dan Reva tak mempunyai hubungan akan dicurigai oleh resepsionis jika ia hanya seorang penguntit nantinya.
"kalau begitu kali ini saja kalian membantu saya, nanti pasti ada saatnya saya akan berbaikan dengannya". ucap alvero dan tersnyum manis .
resepsionis tak banyak tanya tentang kelanjutan hubungan alvero dan Reva, langsung mengantarkan bingkisan alvero ke Reva.
Alvero pun langsung berjalan arah keluar dari hotel.
"toookkk toookkk tokkkk" suara ketukan pintu dari luar kamar.
"iyaahhh sebentar". sahut Reva dari dalam kamar.
Reva berjalan menuju pintu masuk dan membuka pintunya.
"permisi nona maaf menganggu pagi anda, ini ada bingkisan buat nona?". ucap resepsionis.
"bingkisan??". tanya Reva yang heran.
"iyahh nona".
"tapi saya tidak ada memesan apapun". jelas Reva.
__ADS_1
"tadi pacar anda yang menitipkan ini ke saya agar saya yang memberikannya kepada nona?". ucap resepsionis.
"pacarrrr???". Reva yang tambah bingung.
"iyahhh, yang kemarin membawa nona ke hotel kami, bukan kah itu pacar nona?". ucap resepsionis.
"siapa nama pria itu apakah dia masih disini?". tanya Reva yang penasaran.
"barusan dia ada disini mungkin masih ada di bawah nona?". ucap resepsionis
Reva pun mengambil bingkisannya dan berlari menuju lantai dasar untuk melihat pria yang dimaksud resepsionis tersebut. karena ia sangat penasaran siapa pria yang sudah menolongnya itu.
resepsionis pun melihat Reva yang sangat terburu buru lari itu tersenyum karena ia berfikir Reva sudah menyesali kesalahannya dan pergi meminta maaf kepada pacarnya.
"mereka sangat romantis banget". ucap resepsionis itu karena tersentuh.
sesampainya Reva dilantai dasar ia tidak melihat seorang pria yang menunggu di Lobi, ia pun melihat lihat sekeliling namun tidak menemukan pria yang dimaksud resepsionis.
ia pun berusaha mencari keluar hotel, namun terlalu banyak pria, ia pun tak mungkin bertanya satu persatu karena ia tak ada satu pun yang mengenalnya.
Reva yang heran dan bingung mengapa ada orang sebaik itu kepadanya dan tidak berani memperkenalkan diri kepadanya. membuat Reva semakin penasaran dan berfikir apa maksud sang pria kepada dirinya.
Alvero yang Baru saja keluar dari parkiran, dan Reva yang masih berada di luar hotel justru berselisih . namun Reva yang tak melihatnya begitu juga alvero tak melihat sekeliling hanya fokus dengan menyetir mobilnya saja.
Reva yang putus asa mencari pria misterius baginya pun kembali masuk ke hotel dengan rasa penasarannya.
alvero berjalan menuju rumah keluarga zie pun dengan rasa bingung mengapa para reseionis yang berfikir hubungan mereka sejauh itu.
"apa aku terlihat sedang pacaran, mengapa mereka berfikir seperti itu?". batin alvero yang sedang menyetir.
Reva yang sedang jalan menuju kamarnya, langsung membuka bingkisan yang diterimanya dan melihat bahwa itu adalah ada Dua jacket penghangat yang mungkin untuknya dan mamahnya.
ia pun tersenyum manis melihatnya karena ia baru pertama kali menerima barang dari seorang pria.
ia pun sempat berfikir manis tentang sang pria misterius itu. dan senang dengan perhatiannya dan pertolongannya .
ia langsung masuk kekamarnya dan melihat sang mamah sudah tidur kembali dikasihnya, karena mungkin sang mamah yang tidak bisa apa apa hanya bisa beristirahat di atas kasur saja.
ia pun menatap sang mamah dan tersenyum kembali.
"mahh.. ada seseorang yang memberi kita jacket penghangat ini, tapi Reva tidak tahu siapa hanya tahu dari kata resepsionis ini dari pria yang menolong kita kemarin". gumam Reva yang senyum senang.
Sang mamah yang tertidur tidak merespon apapun dari ucapan sang putrinya. Reva langsung menyimpan jacket tersebut dan kembali beristirahat di sofa dengan memainkan handphonenya saja.
__ADS_1
Bersambung...