MOBB BOSS

MOBB BOSS
pembicaraan dengan tuan muda


__ADS_3

Reva yang tampak memikirkan sesuatu, dilihat oleh sang mamah.


"kamu kenapa Reva?". tanya sang mamah.


"ahh tidak ada mah". jawabnya.


sang mamah pun mengerti karena ucapannya pasti putrinya memikirkan sesuatu saat mereka masih tinggal di hotel.


"apakah kamu memikirkan sesuatu sayang?". tanya sang mamah yang menatapnya dengan canda.


"ahh tidak tidakk mah". Reva yang sontak seperti orang yang aneh.


alvero pun tersenyum kecil saat melihat Reva yang begitu bertingkah aneh didepannya dan mamahny.


"baiklah, aku akan keruang tamu dulu untuk melanjutkan beres barang barang". ucap alvero yang lembut.


"baiklah, hati hati saat melakukannya ". ucap mamah Reva.


"baik nyonya".


alvero pun pergi keluar untuk melanjutkan pekerjaannya membereskan barang barang, Reva pun berbincang sebentar dengan sang mamah.


#####


rayyan dan zeze yang sudah lama bersantai di tepi danau, akhirnya masuk kerumah karena cuaca yang masih dimusim dingin membuat mereka harus masuk kerumah.


"apakah kedinginan?". tanya rayyan.


"ahh tidak tuan". jawab zeze.


"bagaiman kita masuk kerumah saja, angin mulai berhembus kencang". ucapnya rayyan yang lembut .


"baikk tuan".


rayyan pun menggandeng tangan Zeze dan menuntunnya masuk kerumah. zeze dikala itu sangat bahagia sampai ia terbawa suasana dan ia pun tersenyum bahagia dan melupakan permasalahannya dengan sang ibu.


tiba rayyan dan zeze dirumah, sang bibi Ranti pun melihat mereka di ruangan. bibi Ranti yang tak bisa berkata apa pun hanya diam diri di tempat ia melihat mereka.


zeze dan rayyan yang tak menyadari bahwa ada sang bibi yang sedang memperhatikan mereka.


"masuklah kekamarmu dan istirahatlah". ucap rayyan yang lembut.


"ehmm.... ". zeze menganggukan kepalanya dan ia pun mencium pipi kanan sang tuan karena ia masih merasa kenyamanan saat bersama sang tuan.


rayyan pun tersenyum manis dan bahagia melihat zeze yang mulai tidak bersedih lagi, ia pun ikut dalam suasana zeze yang bahagia.


"aku kekamar dulu tua". ucap zeze.

__ADS_1


namun saat zeze yang ingin melangkahkan kakinya ia ditarik oleh Rayyan dan jatuh dipelukan sang tuan.


zeze pun terkejut dan menatap sang tuan dengan lembut. Rayyan yang tanpa berkata pun langsung mencium bibir zeze dengan lembutnya. zeze pun membalas ciuman sang tuan.


Bibi yang melihatnya semakin kesal dengan putrinya, mengapa zeze yang tak mendengar ucapan ucapannya . bibi Ranti pun pergi begitu saja dengan wajah yang sangat kesal.


"dasarr putri yang tak mengertiin sama sekali". gumam sang bibi berjalan menuju halaman belakang.


zeze pun melepas ciuman sang tuan, dan rayyan langsung memeluk zeze dengan erat.


"jika ada sesuatu di hatimu katakan kepadaku saja". ucap rayyan yang lembut.


"ehmmmm" zeze menganggukan kepalanya.


"baiklah, istirahatlah". ucap rayyan dan melepaskan pelukannya.


zeze pun pergi kekamarnya, meninggalkan sang tuan diruang tamu. Rayyan yang sadar bahwa sang bibi tadi sudah mengetahui mereka sedang ciuman pun mencari cari sang bibi diserap ruangan. namun ia tidak menemukannya.


rayyan yang melewati lorong menuju halaman belakang pun akhirnya menemui sang bibi, rayyan langsung perlahan langkahnya mendekati sang bibi.


"BI... sedang apa?". sapa rayyan yang berada dibelakang bibi Ranti.


bibi Ranti pun menoleh kebelakang dan melihat tuan mudanya yang mendekatinya, sang bibi pun mulai gugup dan canggung dengan sang tuan.


"kenapa bibi diam saja?". tanya rayyan lagi.


"untuk apa bibi mengerjakannya, bukankah mamah sudah melarang bibi untuk mengerjakan sesuatu dirumah ini?". ucap rayyan menatap sang bibi dengan lembut.


"ahh aku tidak mungkin hanya berdiam diri saja disini tuan". jelas bibi Ranti.


"tidak apa bi, dari pada bibi mengerjakannya nanti mamah akan kecewa pada bibi". ucap sang tuan muda.


"tapi tuan". sang bibi mulai


rayyan pun merangkul bibi Ranti, untuk mengajaknya untuk masuk kedalam rumah. Sang bibi pun merasa canggung dengan sang tuan yang merangkul bahunya .


rayyan pun mengajak sang bibi untuk duduk sebentar dengannya. bibi Ranti pun sedikit terkejut mengapa sang tuan menyuruh duduk dekat dengannya.


"ada apa tuan". tanya sang bibi dengan wajah yang sedikit muram.


"Bi boleh kita berbicara sebentar". tanya sang tuan.


"apa yang ingin tuan obrolkan". ucap sang bibi sedikit cetus.


"Bi.. duduklah dulu". ucapnya sambil menepuk nepuk sofa.


Bibi Ranti pun duduk disamping sang tuan, ia tak berani membantah perintah sang tuan apalagi dengan wajah tuan mudanya yang menatap lembut padanya.

__ADS_1


rayyan yang melihat sang bibi sudah duduk disampingnya pun, tersenyum manis dihadapan sang bibi.


"Bu bolehkah aku bertanya padamu?". ucap rayyan yang lembut.


"apa tuan". sang bibi yang sedikit canggung, dan menundukkan kepalanya karena tak mengira tuan mudanya yang akan bertanya serius padanya.


"sebelumnya saya ingin meminta maaf pada bibi, namun saya belum ada kesempatan untuk berbicara kepada bibi". ucapnya.


Bibi Ranti pun mulai menegakkan badannya karena ia yang sedikit mulai berfikir dan menduga duga apa yang akan di bicarakan oleh tuan mudanya itu.


"apa tuan akan membicarakan tentang hubungan mereka". batin sang bibi Ranti.


"saya dan zeze sudah berteman dari waktu kecil saat saya mesin berumur 5/6thn kan bi... saya juga baru bertemu dengannya saat saya sudah dewasa begitu juga dengan zeze yang sudah berakar dipendidikan kedokteran i suatu universitas yang secara kebetulan saya adalah dosen pengganti dosennya juga".ucap rayyan yang perlahan menceritakan awal pertemuannya dengan zeze.


sang bibi pun mulai mengingat hal tersebut, dan hanya diam dan menjadi sedikit mulai mengerti.


"saat kami sudah dewasa, apakah bibi akan melarang zeze untuk memilih keputusannya". tanya rayyan yang memotong khayalan sang bibi.


bibi pun tersadar, namun tidak terdengar jelas ucapan sang tuan muda.


"aaa aappaa tuan, maaf saya kurang mendengarnya tadi ??". ucap sang bibi yang gugup.


"saya tidak akan menjelaskannya kembali bi, saya hanya ingin berterus terang dengan bibi. bahwa aku rayyan menyukai putrimu zeze". ucap rayyan yang tiba tiba.


Bibi Ranti pun sontak terkejut karena ia tidak pernah berfikir bahwa sang tuan akan bertanya dan berani mengungkapkan kan hubungannya dengan zeze putrinya.


"maa maksud tuan?". ucap bibi Ranti yang gugup namun mulai cetus.


"aku menyukai putrinya zeze Bii.... bisakah bibi merestui hubungan kami?". ucapnya rayyan.


sang bibi membulatkan matanya karena terkejut dengan sucapan sang tuan yang terbuka kepadanya.namun sang bibi berusaha tetap tenang.


"maaf tuan, saya tidak berhak untuk menilai sang tuan pantas atau tidak dengan putri saya, namun saya akan tetap melarang putri saya untuk bersama tuan karena kami bukanlah kalangan seperti tuan". ucapnya dengan lembut.


"BI.. saya mengerti bahkan saya tau apa yang saya pilih".


"tapi tuan tidak mengerti jika suatu hari nanti ada pertanggung jawaban yang besar, dampak dalam hidup saya dan putri saya nanti".


rayyan pun tidak bisa banyak berbicara kepada sang bibi karena sang bibi yang mulai sedikit bernada tinggi yang mungkin akan membuat suasana menjadi tidak nyaman lagi bagi sang bibi.


"BI... aku tau apa yang akan ku jalani dengan putrimu, namun aku akan tetap berusaha menjaganya dan melindunginya, begitu juga denganku aku akan merubah semua sikapku kepadanya". ucap sang tuan yang menatap sang bibi sambil memegang lembut tangan sang bibi.


"tapi tuan, saya".


"BI... mengertilah saya juga bukan tipe orang yang bibi lihat sebelumnya bukan... namun saat saya bersama zeze saya merubah segalanya dalam diri saya.. apa bibi tidak bisa melihatnya". ucap sang tuan yang mulai berkaca kaca.


"tuuu tuuaan". ucap sang bibi yang sedikit tersentuh.

__ADS_1


__ADS_2