MOBB BOSS

MOBB BOSS
Beranikan diri


__ADS_3

mereka pun bersama untuk menyiapkan barang, begitu mereka selesai zeze pun pamit untuk pergi bersama ibunya untuk kepasar.


"bukankah biasanya bibi di antar alvero untuk kepasar, kenapa kamu hari ini ikut dengannya?". tanya sang tuan.


"iyahh ini hari terakhir aku dan bibi berada di kota besar tuan, jadi aku ingin menemani ibu untuk berbelanja bersama". ucapnya dengan senyumannya.


"baiklah, berhati hatilah saat kalian pergi". pintanya.


"ehmmm". zeze menganggukkan kepalanya.


disisi lain alvero yang sudah tiba di apartemen Reva, sedikit mulai canggung karena ia akan menyampaikan berita baik untuk mereka.


"aku harus menyampaikan bagaimana?, apa tidak membuatnya menjadi tidak nyaman jika aku terus ikut campur dalam urusannya?". ucapnya dalam gumamannya.


"ahh sudahlah, bagaimanapun ini demi ibunya". ucapnya lagi


ia pun langkah demi selangkah berjalan menuju rumahnya Reva.


"tingggggg" suara bel pintu rumah Reva.


"siapa sepagi ini datang kerumah sayang?". tanya sang ibu.


"Reva juga gak tau ma, Reva coba lihat dulu yah?". ucapnya dengan lembut.


"pergilah". pinta sang ibu.


namun saat Reva membuka pintunya ia tidak melihat seorang pun berada di sana.


"kenapa tidak ada orang, apa ini kerjaan anak anak nakal yang ingin mengerjai kami". ucap Reva yang kesal.


"eghhhhh". kekesalan Reva yang sambil berjalan ke kamar sang ibu.


"siapa sayang?". tanya sang ibu yang penasaran.


"tidak ada siapa siapa ma, mungkin ada anak anak nakal yang mau mengerjai kita". ucap Reva yang kesal.


"benarkah?".tanya sang mama untuk memastikan.


"ma Reva keluar sebentar yah, Reva mau membuang sampah". ucap Reva sambil berjalan arah dapur .


"iyahh" ucap sang mama.


Reva pun keluar membawa sampah tersebut, dan sesampainya iya di halaman belakang apartemennya ia melihat seseorang terduduk di bawah pohon Cemara.


"sepertinya pria itu tidak asing, tapi siapa yah?". batinnya sambil menatap sang pria dari kejauhan.


Reva yang penasaran itu pun, mulai perlahan mendekati pria tersebut. namun saat ia ingin mendekatinya.


"kau sedang apa?". tanya alvero yang baru saja sampai.


"ahh, tidak ada". ucap Reva yang terkejut dan menoleh arah alvero.


"terus kenapa ada disini?". tanya alvero .


"ahh, aku baru saja membuang sampah". jawabnya sambil tersenyum.


"ehmm baiklah".

__ADS_1


"apa kau baru sampai". tanya Reva.


"ahh iya". bohongnya sambil tersenyum.


"baiklah, kita masuk mama sudah menunggumu?". ucapnya sambil tersenyum.


"kenapa berapa hari ini kau banyak tersenyum untukku?". ucapnya yang bercanda.


"ah ...". Reva yang sedikit malu dan bingung


"hahaha aku hanya bercanda, jangan memasang wajah seserius itu". ucap alvero yang tertawa.


saat mereka berjalan keapartemen, alvero yang berjalan dibelakang Reva sedikit melirik pria yang sedang duduk di bawah pohon tersebut.


"siapa pria itu?". batin alvero yang penasaran karena Reva yang seperti mengenalnya.


tiba di sore hari, alvero pun berpamitan pulang dengan ibu Reva.


"lain kali, seringlah berkunjung kemari yah?". ucap ibu Reva yang senang.


"baiklah Tante, kalau Tante sudah menyuruhku". ucap alvero yang penuh percaya diri.


Reva pun langsung menarik alvero tanpa berkata, dan membawanya untuk mengantarnya keluar.


"kenapa kau memelukku begitu saja?". tanya alvero yang sedikit heran.


"kalau ku tidak segera membawamu keluar, entah apa yang akan kalian bicarakan lagi". sinisnya.


"apa kau tidak suka, jika aku dekat dengan ibumu".


"ahh baiklah, aku mengerti". ucap alvero yang sedikit kecewa.


"aku tak ingin mama dan kau terlalu banyak berbicara yang membuat hal tidak mungkin". ucapnya Reva yang tegas namun sedikit bingung.


"maksudnya?". tanya alvero yang bingung atas perkataan Reva barusan.


"kamu dan mama berbicara yang mungkin tidak ku mengerti, dan mama juga terkadang seperti menganggupmu seperti putranya yang sudah lama tidak bertemu dan mengabaikanku?". Reva yang membual perkataannya.


"ahh kamu hanya cemburu melihatku dengan ibumu, hahaha". canda alvero.


"ehmmm". sedikit canggung.


"Reva..". alvero memanggilnya dengan lembut.


"ehmmm" Reva pun menatap alvero .


"aku ada kabar baik untukmu dan ibumu, tapi aku tidak yakin kamu mau menerimanya atau tidak". ucap alvero yang serius.


"kabar baik apa?". tanya Reva yang penasaran.


"aku tidak bisa berbicara di tempat ini, kita keluar sambil makan siang saja". ajak alvero sambil berjalan mendahuluinya.


"baiklah".


tibanya mereka di cafe terdekat apartemennya, Reva pun langsung memesankan makan dan minuman untuk alvero.


"ini saja". ucap Reva kepada pelayan cafe.

__ADS_1


"baik nona". jawab sang pelayan.


"apa yang ingin kau katakan?". tanya Reva yang menatap alvero yang begitu penasaran.


"sebenarnya, tuan muda mengizinkanku ikut bersamanya kembali ke kota tebing tinggi dan memperbolehkan ku membawamu da ibumu kesana untuk melanjutkan perobat ibumu, apa kau mau?". ucap alvero yang berbicara dengan lembut.


"ah... apa itu serius?". tanya Reva yang terkejut bahwa rayyan mengizinkannya untuk ikut dan membawa ibunya berobat.


"iyahh, dia mengizinkannya". alvero yang memastikan Reva.


"tapi apa kau yakin ini akan membuat keadaan baik untuknya, karena dia sudah tahu aku ini siapa". ucap Reva yang masih ngerasa tidak nyaman terhadap rayyan karena permasalahan tentang papanya.


"aku yakin tuan muda tidak mempermasalahkan tentang itu lagi, jika aku bisa menjagamu dengan baik nantinya". ucap alvero.


"begitu yah, apa kau ingin membawaku dan tidak akan merepotkan mu ".


"tidak, aku akan senang hati dan akan menjaga kalian dengan baik Disana". ucapnya dan tersenyum.


"ehmmm, aku akan bicarakan ini terlebih dahulu kepada mama, nnti aku akan mengabarimu". ucapnya dengan tenang.


"silahkan tuan dan nona". ucap sang pelayan yang tiba tiba datang mengantarkan makanan mereka.


"ah terimakasih". ucap mereka bersamaan.


"hari santan mendesak, mungkin lusa tuan muda dan zeze akan berangkatnya, kamu kabarkan aku secepat mungkin". ucap alvero.


"kenapa tiba tiba begini kamu memberitahuku" ucap Reva yang semakin terkejut.


"ahh aku juga baru tahu, dan mereka baru diizinkan tuan besar baru berapa hari yang lalu". ucapnya.


"baiklah, aku akan mengabarimu secepat mungkin". Reva yang sambil memakan makanannya.


"ehmmm baiklah".


mereka pun menyantap makanannya, dan sambil berbincang bincang.


disisi lain bibi Ranti mulai sedikit bersantai karena pekerjaannya yang sudah selesai, saat ia sedang duduk di belakang rumah.


"kenapa aku tiba tiba memikirkannya". ucapnya bibi Ranti didalam hati.


"ahh ". ibu Ranti yang menggeleng gelengan kepalanya .


"tapi apakah dia sudah hidup dengan baik Disana?, apakah dia akan mengingatku setelah kejadian itu?". ucapnya yang seperti merasakan kesedihan atas kesalahannya.


"aku harap zeze dan aku tidak akan berpisah, ". mata bibi Ranti yang mulai berkaca kaca.


disaat bibi Ranti yang sedang melamuni masa lalunya, zeze pun datang tiba tiba.


"ibu sedang apa?". tanya zeze yang baru saja datang.


"ahh tida ada hanya duduk saja". ucap sang ibu.


"kenapa ibu seperti sedih, apakah ada masalah Bu?". tanya zeze yang khawatir.


"tidak ada sayang, apakah tuan sudah pergi ?". tanya sang ibu yang mengalihkan pertanyaan zeze.


"sudah Bu". jawab zeze yang lembut.

__ADS_1


__ADS_2