
saat alvero dan rayyan pergi kekantor, suasana di dalam mobil membuat sang tuan dengan pengawal itu menjadi lebih dekat seperti teman baik.
disisi lain Reva yang baru bangun dari tidur semalaman itu heran dan bingung mengapa ia bisa ad didalam hotel dan sang mamah yang sudah membukakan matanya namun tidak bisa bicara ataupunenggerakkan tubuhnya untuk membangunkan putrinya Reva.
"mahhh mamah sudah bangun?".sapa Reva di pagi hari.
sang mamah hanya diam dan hanya bisa mengedip matanya saja yang mengartikan "iyahh" untuk menjawab Reva.
"mamah tunggu disini yah, Reva akan memesankan makanan buat serapan". ucap Reva yang lembut.
Reva pun langsung menelpon resepsionis untuk memesan makanannya.
"hallo, selamat pagi...?". ucap Reva yang telphonenya sudah diangkat oleh resepsionis.
"hallo, selamat pagi, bisa saya bantu nona?". tanya sang resepsionis.
"saya ingin memesan makanan, roti isi, sup dan bubur minuman hanya susu hangat saja yahh".
"ke kemara no berapa yah nona?". tanya sang resepsionis lagi.
Reva yang belum mengecek nomor kamarnya pun langsung keluar untuk melihatnya.
"305". ucap Reva.
"baik nona, mohon tunggu sebentar". pinta sang resepsionis.
Reva pun mematikan teleponnya langsung membantu mamahnya untuk membersihkan tubuh mamahnya dengan cara mengelapkan badannya, Karena Reva yang tak sanggup untuk membopong sang mamah kekamar mandi karena tubuh sang mamah yang lebih besar badannya dari reva.
dan tak berapa lama pun resepsionis datang mengetuk pintu kamar Reva.
"tookk tookkk" suara ketukan pintu dari luar.
"iyahhh sebentar" teriak Reva yang berada didalam kamar.
Reva pun langsung membukakan pintunya.
__ADS_1
"selamat pagi nona, ini pesanan anda nona?". ucap sambutan resepsionis.
"ahh baik, terimah kasih". ucap Reva yang sambil mengambil makanannya.
Resepsionis itu pergi Reva pun menutup pintu kamarnya kembali. ia pun tersadar karena ia belum sempat bertanya kepada resepsionis bahwa siapa yang membawakannya ke hotel ini.
namun ia tak mau mamahnya khawatir dengan mengingat kejadian kemarin pun ia hanya menyuapin bubur yang sudah di antar resepsionis untuk mereka.
"mah makanlah". pinta Reva kepada mamahnya yang sedang duduk di kasur.
mamahnya mengedipkan mata menandakan ia ingin memakannya, Reva pun langsung menyendok buburnya dan menyuapin bubur kepada mamahnya.
begitu juga dengan Reva, ia pun sambil memakan makanannya.
Rayyan dan alvero yang sedang ada di kantor, langsung menemui tamu yang baru datang dari Prancis, iyaahhh seorang mafia besar tentunya yang akan mereka temui.
mereka yang ingin memasuki ruangan pun sudah disambut oleh para mafia yang sudah menunggu kedatangan rayyan. Mereka langsung menyapa rayyan dengan menundukan kepla mereka bahwa mereka menghormati rayyan zie.
begitu juga dengan Rayyan dan alvero dengan membalas menundukkan kepala mereka untu menghormati para mafia tersebut.
"baiklah kita akan mulai membahas persoalan yang sudah saya ucapkan lewat panggilan kemarin kepada para mafia, terutama untuk tuan Earth Yang sudah jauh jauh dari Prancis datang melanda untuk ikut serta membantu kami". ucap pembukaan dari rayyan untu para tamunya.
Dan rayyan melanjutkan pembahasan dengan para mafia tersebut. Dan mereka para mafia itu pun menanggapi baik dan setuju dengan apa yang diberikan visi misi Rayyan kepada mereka, bahkan mafia dari Prancis pun bersedia mendukung sepenuh hati mereka untuk membangkitkan visi misi Rayyan zie.
Rayyan yang senang pun tersenyum dan tertawa lepas atas kerja sama para mafia untuknya, hingga Rayyan menyediakan minum bir termahal untuk minum bersama mereka, dan sebagai tanda ia menghargai para mafia tersebut.
"baiklah para tuan tuan, saya sudah menyediakan minuman, sebagai tanda terimah kasih saya kepada kalian atas kerja sama kita". ucap rayyan dengan lembut.
rayyan langsung menuangkan minuman satu persatu untuk para mafia, dan mulai bercheers dengan para mafia, dan memulai minum Bir'nya.
Saat suasana bahagia diantara para mafia tersebut pun, sudah mulai lelah karena pesta minum mereka dan akhirnya satu persatu para mafia pamit untuk kembali pulang.
Rayyan pun memberi salam akhir pertemuan dengan sopan nya, Dan begitu juga kepada tuan Earth dari Prancis Rayyan sangat berterimah kasih kepadanya karena mendukung sepenuhnya dan memberikan pelukan untuk akhir pertemuan mereka.
saat tamu tamu sudah pada kembali rayyan yang sedikit pusing karena terlalu banyak minum, dilihat oleh alvero dan langsung dibantu nya untuk membopong sang tuan muda untuk kembali kerumah.
__ADS_1
alvero dan rayyan segera menaiki mobil dan jalan untu menuju kerumah. Saat dalam perjalanan Alvero tiba tiba saja terlintas memikir Reva dan mamahnya bagaimana kabar mereka. Dan ia pun tak ingin berbuat banyak dan mencampuri urusan orang lain pun hanya bisa diam saja.
Sesampainya mereka dirumah, alvero masih membantu tuannya untuk berdiri dan berjalan.Zeze yang saat itu ada di tepi danau melihat mereka berdua yang pulang dengan keadaan sedikit mabuk, ia pun segera menghampiri tuannya.
"kenapa tuan seperti ini". tanya zeze yang khawatir dengan tuannya.
"tadi siap briefing dengan klien tuan mungkin banyak minum bir jadi dia sepertinya pusing". jawab alvero.
zeze pun mengambil alih untuk membopong sang tuan dari alvero. zeze langsung membawa sang tuan menuju kamarnya.
alvero sepertinya sedikit lelah kembali kekamarnya untuk beristirahat.
zeze sedikit tidak nyaman dengan bau alkohol dari badan sang tuan, hingga cepat cepat berjalan agar ia sampai dikamar sang tuan.
namun ia yang kesulitan membuka pintunya karena ia membopong sang tuan pun, bingung harus bergerak bagaimana agar bisa membuka pintunya.
sampai Samapi sang tuan yang hampir terjatuh karena Zeze yang banyak bergerak, zeze yang dengan sigap langsung menarik tangan sang tuan dan jatuh dipelukkannya, namun pintu belum bisa kebuka justru mereka bersandar di pintu dalam keadaan pelukkan.
membuat zeze yang gugup karena pelukkan sang tuan dan mulai tidak tahan dengan bau tuannya, ia pun berfikir untuk meletakkan sang tuan dilantai terlebih dahulu agar ia bisa membuka pintu.
pintu pun terbuka zeze kembali membopong sang tuan untuk masuk kekamarnya, dan meletakkan sang tuan diatas kasur.
Namun zeze tidak pergi begitu saja, ia harus membuka sepatu sang tuan dan membuka baju dan jas sang tuan agar tidur tidak bau alkohol.
ia pun membuka jas lalu kancing baju kemeja sang tuan satu persatu. dan ia kekamar mandi untuk mengambil air dan akan mengelap badan sang tuan agar hilang bau alkohol tersebut.
namun zeze yang tersadar apa yang dilakukan membuat nya gugup, karena ia melihat badan sang tuan yang begitu bagus dan **** baginya.
"ehmmmm, kenapa aku membuka bajunya". batin zeze yang baru sadar dan terkejut.
Namun mau tidak mau zeze harus mengelap badan sang tuan, agar sang tuan bersih dan tidur dengan nyaman.
zeze yang sudah selesai mengelap badan sang tuan, berjalan arah lemari pakaian sang tuan untuk mengambil baju kaos untuk tidur rayyan.
Namun saat zeze ingin memakaikan baju tersebut, Rayyan yang sepertinya kepanasan dan tak ingin memakai baju. akhirnya Zeze tidak jadi memakaikannya dan membiarkan sang tuan untu tidur bertelanjang dada.
__ADS_1
Bersambung.....