MOBB BOSS

MOBB BOSS
Sembunyi Dibalik Papan


__ADS_3

Dan akhirnya pun rayyan dan zeze jadi perhatian banyak orang yang berada di toko shop tersebut.


"sudah ganti pakaiannya dan kita akan pulang". ucap sang tuan.


zeze pun kembali kekamar ganti untuk mengganti pakaiannya. Ia pun segera berganti dan keluar dan memberikan gaunnya kepada pelayan toko.


pelayan pun membungkus gaun tersebut. Rayyan dan zeze pergi kekasir untuk membayar gaunnya.


dan selesai transaksi pembayaran mereka kembali keparkiran dan menuju pulang kerumah Rayyan.


#####


Reva yang berada di kamar hotelpun mulai merasa jenuh hanya berdiam diri dikamarnya. namun ia juga tak tega untuk meninggalkan sang mamah sendirian karena ia yang sedang sakit.


ia bingung harus meminta pertolongan dengan siapa, karena ia yang tak mempunyai pengawal pribadi seperti daddynya.


ia hanya menghabiskan waktu seharian nya dengan bermain handphone dan merawat sang mamah.


ia pun teringat kembali dengan jacket penghangat, ia yang masih penasaran dengan seseorang yang memberikannya ia pun keluar untuk turun kelantai dasar menemui resepsionis hotel dan mencoba mencari tahu tentang pria tersebut.


Namun saat ia sudah ada dilantai dasar, sekelompok orang yang berjas hitam sudah banyak berkumpul dan mengintimidasi resepsionis hotel yang sedang bekerja pun ketakutan akan orang orang yang tidak kenal.


Reva yang melihat sekelompok berjas itu pun menyadari bahwa itu adalah para mafia suruhan Daddy nya Mr. Bara .


Reva membalikan badannya dan ingin kembali kekamarnya untuk menghindari para mafia tersebut.


Namun ia yang belum sempat kabur, justru terlihat oleh salah satu mafia.


"ituu dia". teriak mafia dan menunjuk ara reva yang melihatnya.


para mafia langsung menatap Reva dan menghampirinya, Reva yang menyadari bahwa para mafia sudah melihatnya pun langsung melarikan diri, namun tidak mengarah kekamarnya ia kabur kearah pintu belakang hotel agar para mafia tidak mengetahui keberadaan sang mamah.


"heyyyy nona..... jangan kabur". teriak para mafia yang mengejarnya.


Reva yang tak mendengarkan teriakan itu lanjut berlari tanpa tujuan.


"aku harus bagaimana dan kemana lagi". gumamnya yang sudah terengah engah berlari.


begitu juga para mafia yang tak henti henti mengejarnya.


disaat Reva yang mula kelelahan ia sudah tak sanggup berlari lagi, ia pun melihat kebelakang mengecek para mafia yang lumayan agak jauh jaraknya dengan reva. ia pun mengambil kesempatan berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya.


Reva pun melihat ada sebuah pasar yang ramai dengan orang orang ia langsung berlari lagi menuju pasar tersebut dan bersembunyi disebuah toko pakaian yang banyak orang dan berpura pura mencoba sebuah pakaian untuk mengalihkan mafia yang mengejarnya.


para mafia pun bingung dengan pasar yang begitu banyak orang, para mafia pun mulai berpencar untuk mencari Reva kesegala arah.


Reva pun membeli baju yang telah dicoba nya dan berhasil menyamar agar ia tidak dikenali dan ia pun akhirnya bisa sedikit legah karena para mafia yang tak menyadari bahwa Reva yang menyamar.


"syukurlah mereka tidak menyadari". batin Reva yang berjalan menuju arah sebuah gang yang sempit untuk kabur.

__ADS_1


Namun saat ia berjalan tiba tiba saja ..


"ahhhh hmmmmmm". Reva yang ditarik seseorang untuk bersembunyi dan mulutnya yang dibungkam.


"diamlah, atau mereka akan menyadarimu". ucap seorang pria yang sangat dekat dengan reva.


Reva pun menatap pria itu dengan sangat terkejut, dan begitu juga sang pria yang berusaha bersembunyi dibalik papan papan yang tersusun rapi untuk menjaga Reva.


beberapa mafia yang menghampiri arah gang sempit tersebut. Reva yang mulai gerah dan susah bernafas karena bungkam tangan sang pria pun membuatnya tidak punya pilihan dan Reva pun menggit tangan pria tersebut.


"aahhh". nada pelan sang pria yang kesakitan.


"kenapa kau ada disini?". bisik Reva. yang mengenal pria itu.


"sssttttttttt mereka ada diluar". bisik sang pria menunjuk para mafia.


Reva pun mengintip dari balik papan dan ternyata benar apa yang diucap sang pria.


"tapi kenapa kau ada disini alvero?". tanya Reva yang berbisik.


"sudahlah, diem dulu nanti saja kalau mau bertanya". ucap alvero yang semakin dekat dengan Reva karena mafia yang mulai mendekat ke papan tempat mereka bersembunyi.


Reva pun diam, dan mulai memalingkan wajahnya yang sudah sangat dekat dengan alvero. alvero yang menghindari mafia yang sudah dekat dengan mereka pun membuat alvero memeluk Reva agar para mafia tidak melihat Reva.


Saat saat mereka berpelukan, para mafia yang ingin mengintip balik papan tersebut dipanggil oleh teman mafianya.


"sudahlah dia pasti sudah kabur jauh, kita kembali saja ". teriak ajakan sang mafia.


para mafia pun pergi meninggalkan papan tersebut.


alvero mengintip kembali untuk mengecek mafia benar sudah pergi atau belum. dan ia pun tidak melihat satu pun mafia berada di balik papan lagi.


"mereka sudah pergi". ucap alvero dan keluar dari papan papan .


"syukurlah". ucap Reva yang legah dan membersihkan badannya yang banyak dengan serbuk papan.


"kamu tidak apa apa?". tanya alvero yang lembut.


"aku tidak apa apa".


"bagaimana bisa kamu dikejar para mafia itu lagi?". ucap alvero.


"lagii... apa maksudmu?". Reva yang penasaran.


"bukankah malam itu, kamu pernah dikejar para mafia dan menabra pedagang?". ucapnya sambil berjalan.


Reva yang mendengarnya pun akhirnya tahu siapa yang pria yang menolongnya dan membawanya ke hotel.


"ohhh apakah kamu juga yang membawaku dan mamah ke hotel?". cetusnya dan berjalan menyusul alvero.

__ADS_1


"oh ternyata dia mamah kamu?".


"kenapa kau membawaku kehotel". tanya Reva yang heran.


"terus aku membawamu kemana..kerumah rayyan dan aku nantinya harus jawab bagaimana kenpa aku harus membawa kamu dan mamah kamu kerumahnya?".


"kamu bisa membawaku kemana saja". ucap Reva yang tak sadar.


"ehmm... aku tak tahu kamu tinggal dimana, yahh aku bawah saja kehotel". alvero yang sedikit terkejut berhenti berjalan dan menatap Reva dengan bingung.


Reva pun menyadari bahwa ia salah berbicara.


"apa yang barusan aku bilang". gumam reva.


"apakah mamah kamu sudah pulih?". alvero yang kembali berjalan


"belum". jawab Reva mengikuti langkah alvero


"bagaimana keadaannya sekarang?".


"masih tetap sama, lumpuh". ucap Reva yang seketika mengeluh dan berjalan menundukan kepalanya.


alvero terkejut dengan ucapa Reva, mamahnya yang sedang sakit itu ternyata lumpuh.


"lumpuh".


alvero kembali berhenti dan menatap Reva yang sedang berjalan menundukan kepalanya.


Reva yang tak menyadari bahwa alvero berhenti ia pun menabra alvero.


"ahhhh". teriak kecil Reva yang sekitika mundur.


"apakah jalan harus menundukan kepalamu?". cetus alvero.


Reva yang mengeluh pun tidak menghiraukan ucapan alvero, karena ia yang teringat tentang mamahnya. dan ia pun ingin berlari untuk kembali kehotel karena khawatir dengan keadaan sang mamah.


alvero menarik tangan Reva yang tiba tiba berlari. ia pun bingung mengapa Reva ingin meninggalkannya begitu saja.


"kamu mau kemana?". tanya alvero yang penasaran .


"aku ingin kembali kehotel untuk melihat mamah". ucapnya.


alvero pun menyadari karena keadaan mamah Reva, ia pun berlari dan menggandeng Reva agar mereka bersama sama kehotel untuk melihat mamah Reva.


"kita mau kemana?". tanya Reva yang bingung.


"aku akan mengantarmu ke hotel".


"haaa... aku bisa sendiri".

__ADS_1


"aku takut para mafia akan mencari mu kembali". ucap alvero.


Reva yang semakin bingung kenapa alvero yang ingin menangantarnya kembali kehotel.


__ADS_2