MOBB BOSS

MOBB BOSS
Night kiss


__ADS_3

"apa maksud tuan ada sebabnya?". tanya zeze yang penasaran.


"Reva itu anak kandung dari Mr. bara dari bagian barat yang selama ini menyerang ku". ucap sang tuan yang menjelaskan keadaan.


"apaa??? benarkah". ucap zeze yang terkejut mendengar perkataan sang tuan muda dan ia pun ngebalikan badannya dan berhadapan dengan sang tuan muda.


"ehmm.... ". rayyan menganggukan kepalanya.


"dari mana tuan tahu, dan sejak kapan?". tanya zeze kembali yang penasaran


"hanya belum pasti, tapi aku yakin dialah putri dari Mr. bara dari beberapa waktu yang lalu kami berpapasan di parkiran kantor". ucap sang tuan.


"kenapa dia bisa datang kekantor tuan?".


"aku juga tidak tahu, dia kekantor sengaja untuk menemuiku atau karena hal lain ".


"apakah dia tidak mengatakan sesuatu?". tanya zeze yang ingin tahu lebih banyak tentang pertemuan sang tuan dengan Reva.


"tidak, dia hanya memancing kemarahan ku saja, namun dari sikap dan perkataannya aku semakin yakin dialah orangnya". ucap sang tuan memperjelas keadaannya lagi.


"kenapa tuan tidak cerita kepadaku, dan mengatakannya dari awal". ucap zeze yang merasa bersalah telah mencurigai sang tuan.


"maaf, aku hanya tak ingin kau semakin dalam terjerat dalam masalahku". ucap sang tuan dan mengelus rambut zeze dengan lembut.


"ehmmm...". zeze pun langsung memeluk sang tuan dengan erat karena merasa bersalah .


"maafkan aku, sudah mencurigaimu". ucap zeze yang memeluk sang tuan.


"tidak apa apa, lain kali bertanyalah lebih dulu itu akan lebih baik". ucap sang tuan yang lembut.


"ehmmm...". zeze pun menganggukan kepalanya.


rayyan pun kembali menatap arah luar, pintu gerbangnya untuk memastikan bahwa alvero dan Reva sudah kembali atau belum.


namun ia yang sudah cukup lama menatap, tidak melihat apapun disana. ia pun semakin berfikir bahwa alvero ada hubungan dengan Reva atau Mr. bara sebagai mata mata mereka di keluarga Zie.


rayyan yang sudah sangat mempercayai alvero bahkan menganggap alvero sebagai teman akrab seumurannya, mulai tampak memasang wajah kecewanya.


zeze pun melepas pelukannya dan kembali menatap sang tuan yang terlihat sangat muram.


"apakah tuan baik baik saja?". tanya zeze yang khawatir dengan sang tuan.


"ahh... aku baik baik saja". ucap sang tuan yang tersadar dari lamunannya.


zeze yang melihat sangat jelas wajah muram rayyanpun mulai bingung harus menanggapi dan harus berbicara apa lagi kepada sang tuan, agar tuannya itu kembali tenang dan tidak memikirkan hal buruk dipikiran sang tuan.


"apakah tuan tidak istirahat, hari sudah mulai semakin malam ". ucap zeze yang menatap sayup tuannya .

__ADS_1


"apakah kau ingin istirahat?". tanya tuan yang tiba tiba .


"tidakk, aku hanya memastikan tuan agar kembali kekamar untuk istirahat". ucap zeze yang lembut.


"baiklah, aku akan istirahat sebentar lagi. kamu pergilah istirahat duluan?". pinta sang tuan.


"aku belum ingin tidur".


"terus, bukannya kamu bilang ini sudah larut malam". ucap sang tuan yang menatap Zeze dengan lembut .


"aku hanya ingin menemanimu sebentar lagi". pinta zeze .


"baiklah, ". ucap rayyan dan kembali duduk di kursi santainya .


zeze pun berjalan menuju kursi kosong yang ada diaamping tuan untuk ia duduk. Namun rayyan langsung menarik tangannya hingga zeze terjatuh di pangkuan sang tuan.


"tuu tuuan". ucap zeze yang terkejut.


"duduklah disini". ucap rayyan.


"tapi bagaimana jika ada yang melihat". bantah zeze.


"abaiakan jika mereka melihatnya,". ucap sang tuan yang tidak perduli.


"kenapa, jika tuan besar dan nyonya melihat kita seperti ini mereka akan memarahiku dan aku". jelas zeze .


"mereka tidak akan marah padaku atau kamu".


"tidakkk". rayyan pun tidak melapaskan pangkuannya.


zeze pun mau tidak mau diam dari gerakkannya, dan menatap sang tuan yang begitu keras kepala baginya.


"dasar keras kepala". cetus zeze.


"apaa kamu bilang?". tanya rayyan yang pura pura tidak mendengarnya.


"heemmm". zeze memalingkan pandangannya menatap arah langit.


rayyan yang melihat zeze seperti anak kecil itu pun tertsenyum kecil. ia pun ikut memandangi arah langit malam.


Dan rayyanpun teringat akan hal sesuatu di ingatannya.


"apakah kau ingat saat terakhir kita bertengkar?". tanya rayyan yang tiba tiba.


"ehmmm". zeze pun manganggukkan kepalanya dan mengingat kembali masa itu.


"dimalam hari juga aku menangis didepanmu dan mengatakan semua isi hatiku kepadamu". ucap rayyan yang bernada lembut.

__ADS_1


"kenapa tuan mengingatnya sedetail itu, "saat aku menangis didepanmu". ucap zeze yang seperti ngeledekin tuannya.


"hah,,, kenapa kau bertanya lagi". ucapnya yang seperti ingin tertawa namun tidak sanggup menertawakan diri sendiri.


"ahhahah maaf maaf". ucap zeze dengan suara tertawa kecilnya.


rayyanpun tersenyum dan tertawa lepas karena Zeze yang sangat lucu baginya, dan seketika rayyan dengan wajah seriusnya pun menatap Zeze dengan lembut.


"kenapa tuan menatapku begitu?". tanya zeze yang tiba tiba berhenti tertawa.


rayyan tanpa berkata apapun langsung mencium bibir zeze dan memejamkan matanya seakan menikmati ciumannya.


begitu juga dengan zeze, ia langsung memejamkan matanya dan membalas setiap ******* yang diberikan sang tuan kepadanya, dan dengan kedua tangannya yang mengalungkan ke bahu tuan mudanya.


dan mereka pun berciuman romantis di rooftops dan dibawah langit malam yang dikelilingi bintang bintang dan terangnya bulan.


dan setelah bersama menit mereka menikmati ciuman itu, tiba tiba saja ada suara aneh di dapur yang membuat rayyan dan zeze terkejut dan melepaskan ciuman mereka.


zeze langsung menatap sang tuan.


"suara apa itu tuan?". tanya zeze yang sedikit takut.


rayyan dan zeze pun berdiri dari duduk mereka, dan berjalan pelan pelan kearah dapur untuk mengecek sumber suara tersebut.


dan tanpa diduga pun, ternyata alvero yang sedang mencari sesuatu di kulkas tidak sengaja menjatuhkan barang didalam kulkas tersebut.


"sedang apa kau disini?". tanya zeze yang penasaran.


"ahh maaf, mengganggu tuan, dan kamu ze". ucap alvero sambil membereskan barang yang terjatuh.


"kamu sedang ngapain?". tanya zeze kembali.


"aku ingin masak sesuatu tadinya, tidak sengaja menyenggol barang dan akhirnya begini deh". ucap alvero.


"astaga, kamu mengejutkan kami, aku fikir ada rampok ". ucap zeze .


"ahh maaff maaf". ucap alvero sambil menundukkan kepalanya.


rayyan yang melihat alvero itu pun, hanya menatap dan melihatnya saja tanpa berkata dan bertanya apa pun kepada alvero.


karena ia yang mengingat alvero bertemu dengan Reva tadinya, membuat ia tidak ingin berkata apapun terhadap alvero.


zeze pun menatap tuannya yang begitu ambigu kepada alvero membuat suasan menjadi canggung bagi tuan mudanya kepada alvero.


zeze pun menyenggol tangan tuannya, agar ia sadar dan tidak berwajah serius saat menatap alvero.


"ehhmm". rayyan yang terkejut karena senggolan tangan Zeze

__ADS_1


"tuan kenapa?". tanya zeze.


"ahh tidakk apa apa". ucap sang tuan .


__ADS_2