MOBB BOSS

MOBB BOSS
Keajaiban


__ADS_3

"terimah kasih kau sudah banyak menolongku". ucap Reva dengan lembut.


"baiklah". jawab alvero.


alvero pun menutup telponnya dan mengahampiri zeze untuk berbicara bahwa ia akan pergi ke suatu tempat.


"ze... maaf aku harus pergi sebentar?". ucap alvero yang lembut.


"mau kemana kamu?". tanya zeze yang penasaran.


"aku ada keperluan sebentar". ucap alvero lagi sambil perlahan lahan melangkah mundur.


"ahh baiklah... hati hatilah dijalan". ucap zeze yang menyapa kepergian alvero.


setelah mendengar ucapan zeze yang tidak marah ketika ia pamit pergi pun, membuat alvero bersemangat pergi untuk menemui Reva.


entah apa yang ada dipikiran alvero saat itu hingga membuatnya tersenyum sumringah membuat alvero begitu tampak berbeda tak seperti biasanya.


disaat alvero mulai tak terlihat oleh pandangan zeze, ia pun menatap arah danau kembali dan merenungkan rasa bersalahnya terhadap sang ibu.


ia mulai gelisah kembali, dan bingung harus bagaimana kepada sang ibu agar ia bisa kembali seperti biasanya dengan sang ibu.


tidak lama pun, tiba tiba saja ada seseorang yang datang dari arah belakang zeze, dan menutup mata zeze sehingga ia pun terkejut .


"ahhh.. siapa ini?". tanya zeze yang terkejut dan meraba raba tangan orang itu.


namun, orang tersebut tak ingin berbicara hanya terdengar suara senyumannya. zeze semakin panik karena ia tidak mengetahui siapa orang tersebut .


"siapa ini ..... kenapa kamu menutup mataku?". ucap zeze yang mulai kesal.


"ini aku??!!". ucap orang tersebut yang terdengar suara pria.


"tuuu tuuuan". zeze yang mulai gugup.


rayyan pun melepaskan tangannya dan berjalan mendekatinya dan duduk disamping zeze.


"kenapa kamu masih duduk disini?". tanya rayyan.


"kenapa tuan tau aku masih duduk disini, apa tuan memantauku dari tadi?". tanya zeze penasaran.


"ehmmmm dari sana!". rayyan yang menganggukan kepalanya dan menatap arah atas rooftop dimana ia sedang duduk tadinya.


zeze pun melihat arah yang ditatap sang tuan, dan kembali menolehkan wajahnya menatap rayyan. ia pun tampak sedikit bingung mengapa sang tuan yang memperhatikannya .


"kenapa tuan memperhatikanku dari sana?". tanya zeze.


"tidak ada, hanya bersantai saja tadi dan gak sengaja melihatmu bersama alvero disini?". ucap rayyan .

__ADS_1


"ahhh.... ".. zeze yang seperti legah dan menggelarkan nafasnya.


"kenapa menghela nafas ?". tanya sang tuan.


"tidak ada,". zeze yang bicara santai.


#####


Alvero yang sedang dalam perjalanan menuju apartemen reva, ia pun tiba . alvero bergegas masuk ke sebuah apartemen kecil di pinggir kota, dan menaiki anak tangga satu persatu dalam langkah kakinya.


ia pun tiba di depan pintu aparteman Reva. ia mengetuk pintu tersebut.


"ttoookk tookkkk" suara ketukan pintu di luar pintu Reva.


"yahhh sebentar". teriakan Reva Yang ada didalam.


Reva yang sedang membuka kotak kotak barangnya pun ditinggalnya dan ia berjalan untuk membuka pintunya.


"kau sudah sampai, masuklahh?". tanya Reva yang menyapa alvero.


"ehmmm" anggukan kepala alvero dan berjalan masuk.


alvero pun melihat lihat sekeliling ruangan, ia melihat barang barang dan kotak kotak yang masih berantakan.


"dimana mamah kamu?". tanya alvero


"barang begini banyak mau letak dimana?". canda alvero yang bingung.


"apa ini banyak". ucapnya reva yang bingung.


"ha apa menurutmu ini sangat sedikit gitu?, sampa seisi ruanganmu saja barangmu?". ucapnya yang menunjuk nunjuk segala barang.


Reva juga yang bingung dengan semua barangnya dan tertawa kecil. Alvero yang melihat tawa Reva yang begitu manis baginya ia pun tersenyum melihatnya.


Alvero pun mulai membantu menyusun barang barang tersebut, begitu juga Reva yang memberitahukan alvero dimana letak barang barangny seharus disusun.


disaat mereka merapikan barang barang, sang mamah pun terbangun dari tidurnya, ia pun mendengar Reva yang berbicara dengan seseorang pria tersenyum bahagia karena putrinya yang sudah dewasa dan begitu banyak bicara kepada pria tersebut.


sang mamah mulai mengerak gerakan badan dan jari jarinya, dan perlahan pun jari jarinya mulai bergerak tapi tidak dengan tubuhnya. ia pun tetap mencoba dan berusaha keras untuk menggerakkan tubuhnya namun belum mendapatkan hasil hanya bisa mengerakkan jarinya saja.


ia mencoba hal lain untuk bisa digerakkan, ia akhirnya mencoba menggerakkan bibirnya agar bisa berbicara kembali.


dan akhir nya pun belum bisa digerakkan, namun hanya bisa bersuara, ia pun mulai memanggil nama sang putri.


"rreeeevva". suara sang mamah yang masih seperti gumaman.


Reva yang saat itu tidak menyusun barangnya ia sedikit sedikit mendengar suara yang seperti memanggilnya, namun ia belum menyadari bahwa itu suara sang mamah.

__ADS_1


sang mamah pun masih mencoba memanggil putrinya yang akhirnya mulai jelas memanggil putrinya.


"rreeeeevvvaaa". teriak sang mamah membaggil putrinya.


Reva pun mulai terdengar jelas panggilan tersebut, ia pun langsung menyadari bahwa itu suara dari mamahnya , begitu juga alvero yang mendengar sontak berhenti. mereka langsung berjalan menuju kamar sang mamah.


"mamaahhh... apakah mamah memanggilku?".. tanya Reva yang berlari .


alvero pun yang berlari menyusul Reva dibelakang.


sang mamah yang sangat terkejut bahwa ia bisa memanggil putrinya yang dengan jelas sekarang membuat ia sangat tersenyum bahagia, dan menangis bahagia.


"revaaa sayang". panggil sang mamah yang melihat putrinya mendekatinya dan duduk disampingnya.


"iyahh mah, mamah sudah bisa kembali bicara?". tanya Reva yang bahagia.


"iyahh sayang mamah sudah bisa berbicara, walau belum bisa berkata dengan jelas". ucap sang mamah.


Reva yang begitu bahagia melihat perkembangan mamahnya memeluknya dengan erat dan tangis sedihnya


"terimah kasih tuhan, kau sudah membuat mamahku kembali bicara". ucap Reva yang bersyukur.


alvero yang melihat mereka begitu bahagia, ingin keluar dari kamar tersebut. namun sang mamah yang menyadari langkah kaki alvero pun menghentikan langkahnya.


"kamu mau kemana?". tanya mamah Reva ke alvero.


"aaa aakuuu". alvero yang terkejut dan gugup


"kemarilah". pinta mamah Reva.


alvero pun perlahan mendekati mereka.


"ada apa mamah memanggilnya". tanya Reva yang bingung dan penasaran.


Reva pun membantu sang mamah untuk duduk di kasur nya dan dibantu oleh alvero. setelah mereka membatu sang mamah duduk di kasur nya pun.


"ada apa nyonya memanggilku". tanya alvero yang masih gugup.


"terimah kasih sudah membantu putriku untuk beberapa hari ini ". ucap mamah Reva .


"terimah kasih ". alvero yang masih bingung kenapa mamah Reva bisa mengucapkan itu kepadanya.


"aku tau, kamu juga kan yang membantu kami dari kejaran mafia mafia itu?". ucap sang mamah yang tiba tiba.


"aaa ahhh ehhmmm tidak perlu berterimah kasih nyonya". ucap alvero yang mengingat dari ucapan mamah Reva .


Reva pun terkejut karena sang mamah mengetahui semua dari Masalah nya, ia pun sedikit canggung karena terlintas saat waktu sang mamah masih tertidur di hotel yang mereka tinggali saat itu .

__ADS_1


"apakah mamah menyadari ucapanku juga". batin Reva yang mengingat ucapannya saat memuji alvero.


__ADS_2