
Rayyan dan alvero pengawal pribadinya yang sedang ada dikantor mulai Menyusun rencana untuk menghadapi Mr. Bara boss mafia besar di Barat.
rayyan pun sudah memberi perintah ke semua pengawal dan mafia lainnya untuk mengerjakan tugas mereka masing masing.
Rayyan yang di ikuti oleh alvero pengawal pribadinya dan sepuluh bawahannya untuk ikut bersamanya.
dan sesampai nya di kota kecil Barat, para bawahan lima orang hanya memantau dari atas gedung untuk melihat gerak gerik keberadaan persembunyian anak buah .
Rayyan dan alvero dan lima bawahannya lain mengikuti dari belakang rayyan untuk menemui para mafia kecil dari MR. Bara.
para mafi dari Mr. Bara melihat kedatangan musuh mereka Bos besar Rayyan pun disambut baik oleh Mereka. dari sikap baik mereka tetap Dimata Rayyan mereka adalah musuh yang kapan saja bisa menyerangnya. dan bawahannya.
"silahkan masuk tuan". ucap salah satu dari mafia tersebut.
"Apakah tuan hanya membawa mereka?" ucap salah satu mafia lain, sambil memastikan.
"iyaaaa" jawab alvero yang mewakili pernyataan Rayyan.
Karena Rayyan akan berfokus kepada situasi sekeliling dan alvero yang akan menjawab semua pertanyaan dari mereka para mafia Mr. Bara.
Saat Rayyan yang akan melangkahkan kakinya untuk masuk ruangan pun sudah di sambut oleh anak buah dar MR. Bara, namun yang dilihat Rayyan ank buahnya Mr. Bara sepertinya bukan Mafia biasa karena tampak badan yang gagah, besar, dan tinggi itu membuat Rayyan semakin berhati hati dengan situasinya seperti bahaya .
Alvero yang bertugas siap siaga untuk tuannya langsung berjalan untuk berada di samping tuannya.
"mana bos kalian?". tanya rayyan.
"Bos sedang tidak ada disini?". jawab si mafia
rayyan pun langsung menyadari bahwa mereka dijebak untuk datang bawa diri untuk langsung bertatapan dengan mafia mafia yang gagah itu.
Alvero yang sudah menduganya pun langsung berbicara .
"apa maksud kalian?". alvero yang berbicara lantang itu maju di hadapan para mafia.
para musuh rayyan yang berstatus mafia itu berjalan mendekati rayyan dan mengelilingi rayyan dan juga pengawal pribadinya alvero dan ketiga anak buahnya.
sedangkan 2 anak buah rayyan yang di luar tidak diberi masuk oleh penjaga pintu saat mau masuk keruangan.
Rayyan yang hanya berlima saja merasa tidak yakin dengan anak buahnya karena dari postur tubuh lawan mereka para mafia yang sangat gagah.
Dan salah satu dari mafia pun langsung menghajar pengawalnya yaitu alvero. alvero yang jago berkelahi pun membalas pukulan demi pukulan dan begitu juga dengan pengawal pengawal rayyan lainnya juga saling berkelahi satu sama lain.
__ADS_1
sedangkan rayyan hanya berfokus kepada satu orang yang ada disudut, karena rayyan yakin mafia yang satu itu memiliki khusus dari yang lainnya.
dan Mafia itu pun langsung mendekati rayyan dan akhirnya pun rayyan bertarung dengan tangan kosong saja.
saat perkelahian berlangsung tiga pengawal rayyan pun benar saja sudah tewas di tangan mafia mafia gagah itu.
tinggallah rayyan dan alvero saja di dalam ruangan itu yang masih hidup dan para mafia.
saat mafia khusus itu mendekati rayyan, rayyan hanya berdiam saja, melihat dan memperhatikan dengan jernih gerak gerik tubuh sang mafia yang akan menyerangnya itu.
rayyan langsung menyerang dan menghajar tubuh sang mafia tepat di bagian jantungnya Dan ternyata prediksi rayyan yang benar pun melihat jatuh nya mafia itu tergeletak lemas di lantai .
alvero yang sedang berkelahi di antar mafia mafia pun sudah tampak lemas dan berlumuran darah. rayyan pun langsung menghajar mafia mafia tersebut.
dan orang yang di luar pintu mendengar suara perkelahian langsung menghajar satu sama lain dengan mafia penjaga itu.
lima anak buah rayyan yang ada di gedung melihat perkelahian mereka langsung mengeluarkan pistol untuk menembak mafia tersebut.
Para mafia itu pun tewas seketika, dan dua anak buah rayyan langsung memasuki ruangan dan membantu tuan mereka.
karena ank buah rayyan yang dia atas gedung tidak bisa melihat situasi di dalam ruangan itu pun langsung berlari menuruni gedung untuk mengecek tuan mereka.
Dan ternyata Rayyan dan alvero pun berhasil menghabisi para mafia tersebut dengan kondisi mereka yang sudah berlumuran darah, termaksud alvero yang sudah jatuh ke lantai karena lemaknya rayyan langsung menggendong alvero untuk dibawa ke Rumah sakit agar dirawat dengan baik.
rayyan langsung membawa alvero ke mobil, dan menyetir untuk alvero. setibanya di Rumah sakit pun alvero sudah tak sadarkan diri Dan para suster pun membantu untuk alvero masuk kedalam Ruangan.
Rayyan yang begitu khawatir atas keselamatan alvero memberikan dokter yang terbaik agar alvero selamat. Rayyan yang sedang duduk di Ruang tunggu hanya memejamkan matanya dan beristirahat sebentar.
Zeze yang berada dirumah sedikit gelisah dan terlintas memikir rayyan yang sedang apa, dan ia pun memutuskan untuk menelpon tuannya untuk menanyakan tuannya lagi dimna...
"Derrrrtttttt derrrtttt" suara getaran hp Rayyan.
"hallo tuan..." sapa Zeze.
"hallo . sahut tuannya.
"tuang lagi dimana, sepertinya nada tuan kecapek an gitu?". tanya zeze yang menyadari suara tuannya yang lemas.
"saya sedang ada dirumah sakit". ucap rayyan.
"siapa yang sakitttt tuan?". tanya zeze lagi.
__ADS_1
"Alvero".
"haaaa.... kenapa dia tuan, Rumah sakit mana sekrang tuan?". tanya nya yang terkejut dan khawatir dengan rayyan dan alvero.
Rayyan langsung memberitahukan alamat rumah sakit, zeze ABG sudah mendengarnya pun langsung bergegas dan pergi menuju rumah sakit yang disebut tuannya.
sesampainya zeze dirumah sakit, betapa terkejutnya ia melihat tuannya yang sedang tertidur di ruang tunggu dan melihat bercak bercak darah di bajunya.
"tuaaaannnn!!!". teriak zeze sambil berlari menuju tuannya.
rayyan pun terbangun setelah mendengar suara zeze.
"tuan,,, apa kamu tidak apa apa?". ucap zeze yang sangat khawatir padanya.
"tidakk ,.. aku tidak apa apa". ucap rayyan dengan lembut.
"tapi mengapa bisa alvero dirawat disini,?". tanya nya sambil mengelus wajah tuannya .
Rayyan pun perlahan lahan menceritakan atas situasi di tempat kejadian, zeze yang mendengarnya tanpa berkata langsung memeluk tuannya.
"syukurrrrlah kamu tidak apa apa?!!". ucapnya sambil menangis.
"aku tidak apa apa, jangan menangis". ucap rayyan dan membalas pelukan zeze.
"aku tidak bisa membayangkan kalau saja tuan yang ada dalam ruangan itu??!". zeze yang terseduh seduh.
"ahhh jangan berfikir anehhh".
Rayyan langsung melepaskan pelukan zeze dan mendapat zeze dengan lembut, menghapus air mata zez yang jatuh di pipinya dan mencium kening zeze agar ia tenang.
zeze yang tadinya terseduh seduh tangisnya pun sudah mulai menghilang .
"baiklah, lain kali tuan harus lebih berhati hati lagi". ucap zeze yang lembut.
"ehhmmmm". rayyan menganggukan kepalanya.
zeze terkejut melihat kedua tangan Rayyan yang luka luka karena habis menghajar mafia. ia pun langsung menarik tuannya untuk mengobati tuannya di dalam ruangan UKS di rumah sakit tersebut.
"apakah tak merasakan sakit, hingga berdarah seperti ini pun tuan tak menyadarinya?". Omelan Zeze.
rayyan yang mendengarnya hanya bisa tersenyum melihat zeze mengomel lagi untuknya, karena ia yang teringat akan zeze yang sempat marah berhari hari kepadanya.
__ADS_1
bersambunggggg......