MOBB BOSS

MOBB BOSS
Kerinduan para sahabat


__ADS_3

Rayyan yang sudah selesai mandi pun langsung menyantap serapannya yang sudah dibawakan zeze untuknya tadi.


Setelah ia menghabiskan serapan dan susunya ia langsung membawakan piring dan gelas kebawah agar bisa dicuci oleh pelayan.


Namun saat ia menuruni anak tangga ia melihat alvero yang baru saja masuk kedalam rumah, membuat rayyan yang penasaran langsung menyapa alvero.


"kamu dari mana?". tanya sang tuan kepada alvero yang baru saja masuk rumah.


"eeee aku dariii minimarket". ucap alvero yang gugup.


"minimarket.... ngapain?". rayyan yang ambil berjalan dan meletakkan piring serapannya di westafel.


"belanja tuan".


"terus mana belanjaan yang kamu beli?". tanya rayyan yang bingung dengan sikap alvero.


"ahhh ketinggalan di mobil??". ucap ya sambil pura pura mengingat.


"ooohh..".


rayyan yang tak ingin banyak bertanya pun hanya menatap alvero yang sepertinya gugup saat ia menanyakan sesuatu kepadanya.


alvero bergegas kembali ke parkiran samping rumah, untuk berpura pura mengambil barang yang ketinggalan di mobil.


Namun saat sampai di mobil ia bingung harus membawakan apa saat masuk kerumah kembali, karena ia yang tidak membeli apapun diminimarket, hanya membelikan jacket penghangat untuk Reva di toko shop saja.


ia pun mencari cari barang apa saja yang Adi dalam mobil untuk sebagai bukti jika sang tuan bertanya lagi kepadanya, namun ia tidak menemukan apapun hanya sebuah alat tulis yang ada di jok mobil.


"haiiissss cuma ada ini lagii!!". ucap alvero yang sedikit kesal, ia pun tanpa berfikir panjang langsung membawa alat tulis itu saja.


alvero pun kembali masuk kedalam rumah, untungnya saja sang tuan sudah tidak ada di dapur, jadi alvero pun aman tidak perlu beralasan lagi untuk itu.


ia segera berlari masuk kekamarnya agar tidak ada yang menegurnya kembali, jika ada yang melihatnya ia Baru saja masuk kerumah.


namun, rayyan yang sebenarnya masih ada di balik rooftop ia melihat gelagat alvero yang sangat aneh saat itu ia pun hanya tersenyum jahat karena tingkah alvero yang baru pertama kali membuatnya tersenyum.


"apa dia sedang ketahuan berbuat sesuatu?". gumam rayyan yang tersenyum jahat.


rayyan pun kembali menatap pemandangan pagi di rooftop dan duduk di kursi santainya.


Saat ia bersantai di terik matahari pagi tiba tiba saja mamahnya Ny. dara dan Papahnya Mr. Kazam Zie menghampirinya.


"selamat pagi sayanggg". sapa sang mamah di pagi hari.


Rayyan pun kembali menoleh melihat mamah dan Papahnya yang sedang berjalan mendekatinya.


"pagii mah". jawab rayyan dengan lembut.


"apakah kamu sudah serapan sayang?". tanya sang mamah.


"sudah mah, oh ya mamah dan papah mau kemana?? kenapa sudah berpakaian sangat rapi begini?". tanya rayyan yang bingung.


"ahh, mamah akan mengantarkan papa untuk chek up sayang.. kamu mau ikut?". ucap sang mamah dan mengajak rayyan.


"ahh tidak mah, berapa hari ini rayyan sangat lelah, bisakah rayyan tidak ikut pah?". ucapnya memohon.


"baiklah, kamu istirahatlah dengan baik".ucap sang papah sambil menepuk nepuk bahu putranya.


"ya sudah kalau begitu mamah dan papah pamit pergi dulu?". ucap sang mamah.

__ADS_1


"siapa yang akan mengantarkan mamah dan papah?". tanya rayyan.


"paman Rey yang akan mengantarkan kami sayang". ucapnya kembali.


paman Rey adalah supir pribadi sekaligus kepercayaan Mr. Kazam Zie yang sudah bertahun tahun bekerja dengannya, dan paman Rey juga adalah paman alvero yang sudah menjaga alvero sejak kecil, karena ia yang sudah bertahun tahun menjadi pengikut Mr. Kazam zie, maka ia diperbolehkan membawa alvero untuk tinggal bersamanya.


disaat itu lah pertemuan pertama Mr. Kazam Zie dan alvero bertemu dan mulai bekerja dengannya.


"ahh baiklah mah, hati hati yah mahh pah". ucap rayyan untuk sang mamah dan Papahnya yang ingin pergi.


"iyahh sayang". Ny. dara dan Mr. Kazam Zie pun beranjak pergi untuk ke rumah sakit dimana Mr.kazam dirawat.


zeze yang baru saja keluar dari kamarnya pun, tiba tiba saja mendapatkan telepone dari seseorang.


"deeerrrtttt deerrttt". suara getaran handpone zeze. dan zeze pun langsung mengangkat telponnya.


"hallo". sapa zeze.


"hallo ze, apa kabarmu?". tanya Kinan sahabat zeze.


"baik,.. bagaimana kabarmu?". tanya zeze sambil menuruni anak tangga.


"aku baik juga, kapan kamu kembali... kami semua kangen pengen ketemu denganmu??". ucap Kinan yang sangat merindukan sahabatnya zeze.


"aku belum tau Kinan, apakah semua baik baik saja". ucap zeze.


"ehmmm semua baik baik saja". ucap Kinan.


"syukurlah... ". ucap zeze.


"apakah bisa video call?". pinta Kinan.


"baiklah, anti hubungi aku jika kamu sudah selesai yah?". pinta Kinan.


"okee". ucap zeze.


Zeze langsung memberikan telponnya dan mengambil sebuah mangkuk yang disuruh ibunya. Namun zeze melihat sang tuan yang sedang duduk di rooftop pun membuatkan coffe buat sang tuan untuk menemani santainya.


ia segera membuat coffe dan mengambilkan beberapa buah untuk sebagai cemilan sang tuan. ia pun selesai membuat coffe langsung memberikan sang tuan.


"tuan, kamu sedang apa sendirian?". tanya zeze dan menyapa tuannya sambil meletakkan coffe dan buah yang dibawakannya diatas meja.


"ahh sedang santai saja". ucap sang tuan.


"ehhmm baiklah, minumlah coffe dan beberapa buah tuan". pinta zeze.


"ehmmm terimah kasih". ucap sang tuan dengan menatap lembut zeze.


"baiklah tuan, aku akan kembali ke kamarku?". ucap zeze.


"kenapa kamu tidak menemaniku dsini?". pinta sang tuan.


"ibu tadi menyuruhku mengambilkan mangkuk untuknya". ucap zeze yang lembut.


"yasudah antarkan dulu itu nanti kembalilah kesini". pinta rayyan.


"ehmmm". zeze menganggukkan kepalanya.


zeze langsung kembali kedapur dan mengambil mangkuk untuk ibunya yang berada dikamarnya. lalu zeze memberikan mangkuk itu kepada sang ibu.

__ADS_1


"Bu, ini mangkuknya yahh". zeze yang meletakkan mangkuknya diatas meja.


"iyahhh ". sahut sang ibu yang berada dikamar mandi.


zeze langsung keluar kamar, dan ingin menghampiri sang tuannya, namu saat menuruni tangga ia lagi lagi ditelpon oleh Kinan. namun kali ini Kinan video call nya.


"haaaiiii zeze". sapa Kinan dan kawan kawan (Zaki, Gery dan bryan).


"haiii semuanya... ". zeze yang senang bisa melihat teman temannya di video call.


"waahhh, zeze sekarang makin cantikkk yahh". goda Zaki.


zeze hanya bisa tersenyum dengan ejekan Zaki baginya.


zeze pun yang sedang berjalan menuju rooftof sudah di tatap oleh Rayyan dari jauh.


"apa kalian tidak sibukk?". tanya zeze .


"sibuk sih, lagi ngerjain tugas dari pak Bian, tapi kami lebih rinduku dengan mu ze ". sahut gery.


Bryan yang tidak berbicara apapun hanya bisa menatap Zeze saja, karena ia hanya fokus melihat zeze yang sudah lama tak dilihatnya.


zeze yang sudah tiba dirooftop, menatap sang tuan karena ia sadar ditatap tajam oleh tuannya .


"kenapa" gumam zeze kepada rayyan.


rayyan langsung menarik zeze dan ia pun terjatuh duduk diatas pangkuan sang tuan.


"waaahhhhhhhhh". para sahabat zeze yang terkejut melihat zeze yang terjauh dipangkuan rayyan.


zeze dan rayyan pun melihat handpone yang masih video call tersebut.


begitu juga dengan Bryan yang sangat terkejut karena rayyan yang begitu saja menarik zeze hingga ia membulatkan matanya tanpa berbicara.


"rayyan apa yang kamu lakukan". tanya Gery yang senang dan menggodanya.


"Apa kalian tidakk lanjutkan belajar?". tanya rayyan yang seperti ingin mematikan video callnya.


"ahh tidakkk,,,, kami sedang ingin melihat zeze". ucap Kinan dan Zaki.


"apa kalian satu rumah". buruan yang tiba tiba saja bertanya.


"iyahhh". jawab rayyan.


"wahhhhh, ternyata kalian berliburan bareng yahhh". ucap Gerry yang kagum.


namun Zaki dan Kinan langsung memberikan kode bahwa Bryan yang sedang cemburu,


"kenapa kau mengatakan itu". bisik Zaki.


gery langsung menyadari ucapannya langsung mengunci rapat mulutnya.


"ahhh kalau begitu kami lanjut belajar dulu yahh ze". ucap Kinan tiba tiba dan mematikan video callnya.


zeze pun terkejut mengapa mereka tiba tiba saja mematikan teleponnya.


"ahhhh". gumam zeze dan ingin berdiri dari pangkuan rayyan.


namun sebelum zeze berdiri rayyan kembali menarik zeze hingga ia terjatuh di pangkuannya kembali.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2