MOBB BOSS

MOBB BOSS
Pembantaian Mafia


__ADS_3

Alvero yang tampak masih muda, berbadan gagah, tinggi, dan tampan membuat rayyan penasaran dengan dirinya yang seperti menarik perhatian rayyan.


"sebagai apa tugasmu disini". ucapnya rayyan


"saya pengawal pribadi tuan besar Mr. Kazam Zie, tuan muda rayyan". jawabnya.


"sudah berapa lama kamu menemani tuan Kazam". cetusnya


"sudah berjalan 3tahun tuan". jawabnya lagi


rayyan yang begitu penasaran dengan kepribadiannya dan kualitas Cara ia bekerja hingga papanya itu mempercayai pria muda sebagai pengawal pribadinya.


"kalau begitu kau sudah tau tugasmu sebagai apa saat tuan besarmu tidak ad disini?". (sambil berjalan kearah Alvero).


"tahu tuan muda, sementra waktu saya akan menjadi pengawal tuan muda dan bekerja sebaik mungkin untuk menjaga tuan muda". ucapnya


"baiklah kalau begitu, kamu boleh pergi?!". perintah ny.


Rayyan yang memperintahkan Alvero pergi dari ruangannya pun membuat Alvero sedikit canggung dengannya karena sikap rayyan seperti berbeda dengan tuan besarnya Kazam Zie.


"baiklah, siapa yang menjadi penanggung jawab Mafia Barat Disini?". tanyanya rayyan.


"saya tuan, Jerry.". seorang yang berbicara


"ahh baiklah, kamu suruh anggota mafia mafia lain nya untuk datang besok pagi kita akan berdiskusi tentang masalah yang ada di bagian barat?". ucapnya


"baik tuan". jawab Jerry


"selagi tuan besar kalian sedang dirawat, saya harap tidak ada seorang pun yang melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh Mr. Kazam Zie, termaksud saya sendiri. Dan besok kita akan melaksanakan Rapat besar soal masalah di barat tolong kalian selesaikan dan kerjakan tugas kalian semaksimal mungkin".ucapnya


"baik tuan muda". ucap serentak para anggota Mr. Kazam zie


Rayyan langsung pergi untuk keluar, karena ia akan mengunjungi tempat tempat yang akan menjadi areanya sekarang ini. Namun sesudah sampai di suatu tempat pemukiman kecil,ia diserang oleh mafia lain yang tidak mengetahui bahwa ia adalah anak dari bos terbesar di Kanada.


"Dooooorrrr Doorrrrr" suara tembakan dari berbagai arah.


Rayyan yang mendengarpun langsung mengeluarkan pistolnya dan ikut menembaki dan berkelahi dengan orang orang tersebut, dan terjadilah perkelahian dan kekecauan di pemukiman kecil itu. Rayyan yang tak di duga oleh anak buahnya ternyata jago dan lebih pemberani dari ayahnya langsung ikut berkelahi dan memukuli orang mafia tersebut.


Alvero yang melihat tuan mudanya pun tak berpikir panjang lagi langsung menembaki orang orang itu tepat di kepala mereka. Alvero adalah anggota paling di andalkan di antara ank buah tuan Kazam Zie, karena ia seorang penembak jitu .


Dan setelah semua orang yang menyerang mereka babak belur dan sebagian Tewas, Rayyan langsung bertanya ke pada mafia yang masih setengah hidup itu.


"Dari mana asal kalian datang?". tanyanya sambil menjambak seseorang yang sedang sekarat.


dan seorang itupun tak menjawab sama sekali, hanya diam karena sakitnya pukulan pukulan yang di terimany.


"apakah kau bisu". tanya Rayan dengan lembut namun, dengan mata yang tajam


mafia itu pun masih diam, karena seorang mafia harus merahasiakan indentitas mereka sebaik mungkin, walau mereka sekarat sekalipun.


"baiklah jika kau masih ingin tetap diam, lebih baik mati dan kau akan diam selamanya". cetusnya dan langsung menembak mati orang tersebut.


teman temannya mafia yang mati tersebutpun melihat tembakan yang dilakukan oleh Rayyan, jelas Dimata mereka, membuat merekapun takut kepada Rayyan yang sangat arogant itu.


"apa kalian ingin menyusulnya". ucapn rayyan yang sangat dingin.


merekapun saling menatap satu sama lain, yang ingin memastikan mereka untuk berbicara atau tidak. Dan rayyan yang menuju ke arah seorang pria yang seperti sudah ketakutan.

__ADS_1


"apakah kau ingin berbicara". tanyanya


"aaaa aaakuuuu,". gugup seorang mafia


"katakan saja apa yang kau ingin katakan selagi pistolku tak akan ada di kepalamu". ucapan rayyan yang menakutkan.


"Aaaa aku di perintah oleh tuan Bara". katanya yang amat sangat gugup.


"aaahh Bara, apa dia menyuruhmu untuk menargetkan aku". ucapnya


"tititidakk". jawabnya


"lalu, mengapa kalian datang langsung ingin menembakku". bentakan yang keras dari mulut rayyan.


merekapun langsung diam tanpa berkata lagi termaksud pria mafia yang berbicara dengan rayyan itu.


"lalu siapa yang kalian target,...? papaku Kazam Zie?!". serunya


mereka terkejut bahwa pria arogant yang masih muda itu ternyata anak dari Mr. Kazam Zie. mereka langsung bersujud ampun kepada Rayyan agar mereka tida dibunuh olehnya.


"maaaffffkan kami tuann, kami hanya seorang bayaran ". kata mereka


Rayyan yang dingin itu tak ingin membunuh mereka dengan begitu saja.


"baiklah, aku tidak akan membunuh kalian dengan sia-sia hari ini". ucapnya dengan arogant


mereka terkejut karena dibiarkan hidup oleh Rayyan.


"tapiiiiiii, kalian harus mengikuti perintahku selagi kalian masih hidup di tanganku". ucapnya


mereka langsung menuruti kemauan rayyan agar bisa bertahan hidup demi nyawa mereka.


Dan disisi lain Di bagian barat Mr. Bara pun mendengar berita bahwa Mereka para bayarannya sudah dibunuh oleh Rayyan Zie.


Mr. bara yang mendengar berita itupun langsung Mersepon dengan tenang, namun mempunyai Rencana lain yang tak diketahui oleh siapapun.


Rayyan yang sedang dalam perjalanan, tiba tiba....


"Vero, antarkan saya pulang ?". perintahnya


"ahh, kenapa pulang tuan muda". jawabnya dengan terkejut.


"saya ingin beristirahat, sudah cukup untuk hari ini". ucapnya yang sedang memejamkan matanya.


"baiklah tuan". ucapnya


Alvero membanting kan setirnya untuk membalikan arah tujuan perjalanannya, sesampainya dirumah tuan mudanya Rayyan. ada seseorang gadis yang sudah menunggu di depan gerbang.


"tuan sudah pulang" ucapan Zeze.


rayyan yang melihat zeze di depan gerbang seperti acuh dan tak merespon sambutan hangat dari zeze.


"ehmmm" zeze yang kebingungan karena sikap rayyan, namun baginya sudah biasa dengan sikap tuan mudanya.


zeze yang melihat pria yang berdiri di samping mobil pun menatap dengan heran dan bingung siapa pria itu,


"kamu siapa?". tanyanya

__ADS_1


"saya pengawal tuan muda Rayyan". jawabnya


"ohh, ". menganggukan kepalanya.


Ny. dara yang melihat ada Alvero diluar langsung menyuruhnya untuk masuk kedalam.


"Vero, sedang apa kamu diluar saja, ayoo masuk". ucap lembut Ny. dara


"baik nyonya". ucapnya


"bagaimana situasi hari ini,?".


"tidak begitu sulit nyonya, karena tuan muda dengan sigap dan pandai mengatur sistuasinya". ujarnya


"ahhh, bagitu?..... kamu makan saja dulu ini sudah sore, mungkin kamu kelelahan dan beristirahatlah di kamarmu?". ucapnya Ny. dara


Alvero yang ternyata ikut serta dalam bagian keluarga marga Zie, tinggal di Rumah besar Mereka.


"baik nyonya". jawabnya


zeze yang heran dan bingung tidak menyangka ada seorang pria gagah yang tinggal satu rumah dengannya. Alvero adalah tipe pria yang sopan dan bijaksana melakukan tugasnya sebagai pengawal itu tidak terlalu perduli dengan kehadiran zeze si gadis Polos .


Selesainya Alvero makan, ia langsung menuju kekamarnya untuk istirahat.


rayyan yang baru saja keluar dari kamarnya, langsung menuruni anak tangga satu persatu dengan gayanya yang arogant sehabis mandi, mambuat Zeze membulatkan matanya yang terkejut namun menatap rayyan dengan penuh terpesona oleh Rayyan yang tampan.


"Ze ze.....". bibi Ranti yang memanggilnya.


"ahhh Bu". zeze yang terkejut membalikkan badannya.


"apa yang kamu lihat".


"ahhhh tidak ada Bu". bohongnya.


"kalau begitu bantu ibu untuk mengeluarkan Tirai di lantai atas". ajaknya


"baikk Bu". ucapnya


zeze langsung menaiki tangga berjalan keatas untuk membantu ibunya membereskan tirai.


"Bu, kamar sebelah mana". tanyanya dengan teriak.


"kamar sebelah kiri, yang pojok". ucap ibunya


"ahhhh". menuju kamar tersebut


zeze yang langsung memasuki kamar itupun tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. membuat Alvero terkejut, karena ia baru saja siap mandi dan masih berhandukan.


yang ternyata yang kamar yang harus di ambil torsinya itu adalah kamar Alvero.


"aaaahhhh maaf maaff tuan". ucapnya sambil menundukkan kepala dan langsung keluar menutup pintunya lagi


"haiiisssss kenapa tak mengetuk pintu dulu". gumamnya sambil memukul kepalanya sendiri.


"haaa apa gadis itu tidak tahu sopan santun" gumamnya sambil bergegas memakai baju.


bersambung.....

__ADS_1


#mohon maaf jika ada kesamaan cerita author, mohon dimengerti dan semoga pembaca menyukai ceritanya, terima kasih 🙏


__ADS_2