MOBB BOSS

MOBB BOSS
Hilangnya Bibi Ranti


__ADS_3

"hari sudah mulai gelap Bu, kita masuk yuk?". ucap zeze mengajak sang ibu.


"baiklah". sang ibu pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan arah masuk rumah dengan zeze.


keesokan harinya, Rayyan yang sedang lari pagi di halaman depan dan ditatap oleh zeze dari atas rooftop.


"tumben, tuan muda lagi pagi ??". gumam zeze yang heran.


"apa ada hal yang membuat tuan terganggu?". batinnya lagi.


zeze pun turun menuju halaman depan untuk menghampiri sang tuan muda.


"tuan,". panggil zeze dari depan pintu utama.


Rayyan pun menoleh dan menatap zeze yang sedang melihatnya dari kejauhan, dan berlari kecil menghampiri zeze.


"ada apa?". tanya sang tuan.


"apakah tuan baik baik saja?". tanya zeze yang khawatir.


"kenapa kamu seperti menanyakan aku tidak sehat saja". Rayyan yang sedikit bingung.


"ahh, tidak tuan... saya menanyakan itu karena saya baru melihat tuan lari pagi hari ini tidak seperti biasanya, apakah tuan sedikit terganggu dengan hal lain ?". tanya zeze yang langsung terbuka.


Rayyan menatap zeze sedikit bingung, karena zeze yang terlalu memperhatikan kegiatannya .


"ckkk, jangan tanyakan lagi, ambilkan saya minum". smirk Rayyan yang senang.


"ahh baik tuan". zeze langsung kearah dapur untuk mengambil air minum.


"ada apa dengannya, apa dia sedang marah padaku. karena aku terlalu menanyakan yang tidak penting barusan". gumam zeze sambil membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin. ia pun segera menghampiri sang tuan yang sudah duduk di bawah pohon Cemara tepat di taman.


"ini tuan airnya". ucap zeze sambil cemberut.


Rayyan pun hanya tersenyum kecil melihat wajah zeze seperti kesal.


"kenapa diam disitu, apa tidak mau duduk". ucap Rayyan yang masih saja menggodanya.


zeze pun hanya diam dan sambil duduk di samping tuan mudanya.


"apa kau marah padaku". tanya sang tuan.


"ah tidak, untuk apa saya marah pada tuan. Lagi pulak saya tidak berhak marah pada tuan". lantangnya.


"ahh benarkah?". ucap Rayyan.

__ADS_1


zeze yang hanya diam saja, tidak berkata apapun lagi.


"ini hari terakhir saya disini bersama keluarga, dan dirumah ini. saya hanya ingin menikmati pagi hari saja dan mengelilingi lingkungan disini. apakah ini penting yang harus kamu tahu hingga kamu marah seperti ini". ucap Rayyan yang antusias.


"ahh tidakkk tuan, saya hanya penasaran saja". ucap zeze yang malu.


"pagi ini saya tidak melihat bibi, kemana bibi?". tanya Rayyan yang memperhatikan sekeliling.


"ahh, iyahh saya juga tidak melihat ibu pagi ini" ucapnya yang baru sadar sang ibu tidak terlihat dari tadi.


"apakah ini hari belanja mingguan, makanya bibi tidak ada". tanya Rayyan yang penasaran.


"tidak tuan, belanja mingguan 2hari lagi".ucap zeze memastikan.


"benarkah?". ucap Rayyan.


"sebentar tuan, saya ingin mencari ibu dulu". ucap zeze yang mulai khawatir.


"baiklah, saya akan ikut mencari bibi juga". ucap Rayyan yang mulai berjalan kearah taman belakang rumah.


zeze pun mulai melangkah ke arah dapur, perlahan manaiki anak tangga menuju atas untuk memeriksa setiap kamar dan ruangan. Namun, sang ibu tidak juga terlihat.


"apa ibu pergi kepasar yah?". gumam zeze yang mulai menuruni tangga menuju taman belakang melalui pintu dapur.


"apa bibi sudah ketemu". tanya Rayyan yang penasaran.


"apa bibi tidak membawa ponsel". tanya Rayyan.


"tidak tuan, semenjak kami tinggal disini ponsel tidak bisa digunakan karena masih nomor yang lama dipakai".


"ahhh...". Rayyan yang mulai bingung.


disaat Rayyan dan zeze yang tengah panik, Alvero pun baru kembali selesai mengantar Mr. Kazam zie managernya ke kantor.


zeze yang melihat Alvero baru memasuki rumah langsung berjalan menghampiri Alvero.


"Vero, apakah kau melihat ibu tadi pagi sebelum berangkat kekantor". tanya zeze yang penasaran.


"tidakk". ucap alvero.


"benarkah?". tanya zeze yang semakin panik.


"apa bibi pergi dan tidak memberitahumu ?". tanya alvero yang melihat zeze dan tuan mudanya yang panik.


"tidakkk". ucap zeze yang masih melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Rayyan pun langsung memikirkan sesuatu dan menatap alvero, alvero seketika pun mengerti bahwa mereka harus keluar untuk mencari bibi.


"baiklah, kamu disini saja menunggu bibi mana tau dia akan pulang. saya dan tuan muda akan mencari keluar jika bibi sudah kembali kabari kami lewat telpon rumah. oke". ucap alvero yang ingin menenangkan zeze.


"hmmm, baiklah". ucap zeze mulai tenang.


Rayyan pun berjalan keluar, serta diikuti alvero dibelakangnya. dan mereka pun menuju parkiran mobil dan bergegas pergi.


namun zeze masih setenang diharapkan, ia masih cemas karena sang ibu tidak seperti biasanya pergi tanpa memberitahunya dahulu.


"ibu dimana kamu, sampai aku dan tuan muda mengkhawatirkanmu begini". ucap zeze yang lembut.


sudah 1 jam Rayyan dan alvero mencari bibi di pasar swalayan, dan toko toko yang berada disekitar pasar namun bibi Ranti juga belum ditemukan.


"bagaimana tuan muda, bibi Ranti belum ditemukan. apakah kita kembali pulang kerumah atau tuan masih ingin mencari bibi". tanya alvero yang sedang berjalan dibelakang rayyan.


"carilah sebentar lagi". ucap Rayyan yang melihat sekelilingnya .


"baik tuan, apakah kita harus mencari ketempat lain". tanya alvero yang mulai lelah karena panasnya terik matahari setelah musim gugur .


"hemmm, ayoo". ajak Rayyan.


mereka pun kembali ke mobil untu Parigi mencari ketempat lain yang umumnya sering dikunjungi orang tua.


namun setelah 2jam berlalu juga sang bibi belum di temukan.


"apakah zeze sudah ada menelponmu". tanya Rayyan .


"belum tuan".


zeze yang masih menunggu sang ibu namun tak kunjung kembali mulai mengkhwatirkan sang ibu yang pergi entah kemana setelah ia bertanya kesemua pelayan dirumah, namun tidak ada yang melihat sang ibu. ia pun bingung harus melakukan apa setelah dipesankan oleh alvero yang harus dirumah untuk tetap menunggu ibunya kembali.


ia pun tanpa berfikir, ia yang berniat untuk menelpon alvero untuk menanyakan tentang ibunya. Namun tak berapa lama suara telepon rumah yang berada diruang tamu berbunyi.


zeze langsung bergegas untuk mengangkat telepon tersebut.


"hallo". ucap zeze yang bersemangat.


"hallo, apa ini rumah tuan Rayyan Zie". ucap seseorang yang bersuara seperti wanita.


"iyahh, saya pelayan dirumah ini. siapa ini?". tanya zeze yang penasaran siapa penelpon itu.


"apa tuan mudamu itu ada dirumah". ucap sang wanita yang sedikit kasar.


"tidak, tuan sedang keluar. beri tahu saya siapa nona agar saya bisa memberitahukan tuan nanti setelah sampai dirumah".

__ADS_1


"tidak perlu, saya hanya ingin mengatakan sesuatu bahwa salah satu pelayan tua kesayanganya ada bersama saya". ucapnya dengan santai.


__ADS_2