MOBB BOSS

MOBB BOSS
Suasana Keluarga yang berbeda


__ADS_3

Zeze segera kembali sehabis mengambil jus dan roti isi untuk tuannya dan langsung memberikannya, Rayyan yang sedang mengunyah pun seakan tak percaya jika Zeze benar benar melayaninya dan menemaninya makan.


"apa kau sudah makan?".tanya sang tuan sambil mengunyah makanannya.


"sudah tuan". ucap zeze yang lembut.


zeze langsung menuangkan air putih untuk tuannya.


"minumlah tuan". pinta zeze.


rayyan langsung meminum air yang sudah di tuangkan zeze untuknya.


mereka pun sambil mengobrol, dan bibi Ranti pun langsung pergi dari tempat dimana ia memantau putrinya dan tuannya yang sedang makan.


"aku harap putriku tahu batasannya". gumam sang ibu yang sedang mengkhawatirkan putrinya.


disaat ketenangan mengelilingi rumah keluarga zie, sangat berbeda dengan kehidupan Reva dengan keluarganya yang sangat menegangkan karena sikap Daddy nya yang sangat dingin dan pemarah.


Reva kembali kerumahnya sehabis ia bertemu dengan rayyan di tempat rayyan bekerja, Reva pun langsung menghampiri mamahnya dengan membawakan seorang dokter spesialis untuk mengecek kesehatan mamahnya.


"silahkan masuk dok". pinta Reva kepada dokter saat memasuki rumah Mr. Bara.


"baik". ucap sang dokter sambil membungkukkan kepalanya saat memasuki rumah besar itu.


mereka pun langsung menuju kekamar mamahnya Reva yang ada dilantai dua. namun saat mereka memasuki rumah Mr. Bara yang melihat mereka langsung memanggil Reva.


"Reva...!!". teriak Mr. bara yang berada sedikit jauh dari ruang tamu,


Reva dan sang dokter pun langsung berhenti melangkahkan kakinya dan menoleh ke arah tuan bara tersebut.


Reva yang sudah paham atas sikap sang Daddy langsung menyuru sang dokter untuk masuk kekamar terlebih dahulu.


"dok, anda masuklah lebih dulu Daddy memanggil saya, nanti saya akan menyusul". ucap Reva yang lembut.


"baikk nona".


sang dokter pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamar Ny. Bara.


"apa Daddy memanggilku?". tanya Reva yang berpura pura.


"sedang apa kamu membawa dokter kerumah ini?". tanya Mr. bara dengan nada sedikit tinggi.


"aku sedang ingin memeriksa kesehatan mamah". ucap Reva.


"untuk apa,, mamah kamu sudah lama lumou dan begitu begitu saja tidak ada kemajuan untuk kesehatan!!". cetus sang Daddy.


"setidaknya aku tahu sendiri kesahatan mamahku tanpa dari orang lain yang memberitahukan ku?". Reva yang mulai bernada tinggi dan meninggalkan Daddy nya begitu saja.


"apa maksudmu berbicara lancang seperti ituu haa!!!". teriak Mr. bara kepada putrinya.

__ADS_1


Reva tak menghiraukan ucapan sang daddynya pun terus melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga menuju kamar mamahnya.


"dassarrrr anak sialan....!!!". gumam Mr. bara yang benar benar kesal melihat Reva.


Reva pun membuka pintu kamar mamahnya dan masuk kedalam kamar, dan melihat sang dokter masih memeriksa Ny. bara.


"gimana dok, ??" tanya Reva yang tiba tiba bertanya.


"boleh saya melihat obat apa yang selama ini mamah kamu minum?". tanya sang dokter.


"dimana mah, mamah simpan obatnya?!". tanya Reva kepada mamahnya.


"mamah tidak pernah menyimpannya sayang, selalu pelayan yang membawakan nya jika mamah ingin makan?!". ucap sang mamah.


"benarkah... bukan mamah yang menyimpabn obat nya sendiri?". tanya Reva lagi .


"tidakk sayang!!". jawab sang mamah.


"gimana dok, obat tidak disimpan mamah?". tanya Reva ke dokter.


"begini saja, mungkin ada kesalahan saat mamah kamu meminum obatnya, saya hanya ingin memastikan obat apa yang sudah dimun mamah kmu selama ini... saat jam makan nyonya usaha kan tidak meminum obatnya dulu dan simpan dengan baik, nanti nona Reva harus antar obatnya kesaya agar kita dapat memastikan kandungan obat tersebut?!". ucap sang dokter yang menjelaskan .


"baik dok...besok akan saya antar obatnya?". ucap Reva.


"tapii sayang, bagaimana jika daddy kamu tahu, kalau mamah tidak meminum obatnya?". ucap sang mamah yang khawatir.


"warna obat yang mamah minum warna apa, nnti Reva akan menggantikan nya dengan vitamin?!". ucap reva. dengan lembut.


"baikk mah, nanti akan Reva belikan?".


"terus bagaimana kelanjutannya dok?!". tanya Reva ke sang dokter.


"untuk saat ini awasi saja nyonya jangan biar kan ia meminum obat lain". kata dokter.


"baikklah dok".


"lalu begitu, saya permisi untuk kembali dan nyonya jangan sampai terlalu banyak memikirkan sesuatu agar kesehatan nyonya tidak menurun lagi?!". pinta sang dokter untuk Ny. bara


"baikkk dok, terimah kasih atas sarannya". ucap Ny. bara dengan sopan.


sang dokter pun lalu meninggalkan kamar dan pergi untuk pulang, dan Reva masih bersama mamahnya untuk menjaga mamahny.


"mamah ingin keluar?!". tanya Reva.


"tidakk sayang, mamah ingin tidur sebentar". ucap sang mamah.


"baiklah, Reva temani yah mah".


Reva pun ikut berbaring di kasur mamahnya dan mereka pun berpelukan lalu tertidur.

__ADS_1


rayyan yang selesai makan pun langsung membereskan piring dan yang lain untuk dicucinya, zeze yang melihatnya langsung berdiri dan menolak tuannya untuk mengerjakan yang seharusnya dikerjakannya.


"tuan, sini biar saya saja, tuan duduklah". zeze yang langsung mengambil alih barang barang dari tangan Rayyan.


"udah kamu duduk aja.. biar aku yang melakukannya". ucap sang tuan.


"tapii tuan, ntar nyonya ngelihat gimana?".


" tidak apa apa, nnti saya yang bicara?". rayyan yang langsung meletakkan di wastafel dan mencucinya.


zeze yang tak bisa berkutik pun hanya bisa melihat dan tersenyum karena baru pertama kali ia melihat tuannya mencuci piring.


"kenapa kamu tersenyum?". tanya sang tuan.


"tidakk apa, ". zeze yang membual.


"apa kamu mernertawakanku?". ucap rayyan yang menggoda.


"tidak tidak". zeze yang masih tersenyum senyum.


rayyan pun hanya ikut tersenyum melihat zeze yang bertingkah lucu. saat Rayyan melakukan tugas zeze mencuci piring ternyata Mr. Kazam Zie melihat mereka yang berada di lantai atas.


"ini yang dimaksud oleh istriku, rayyan berubah saat mengenal zeze?".Mr. Kazam yang sedikit tersenyum melihat kebahagian dalam diri putranya.


Mr. Kazam yang tak marah, hanya memantau mereka saat saling menggoda membuat nya ingat tentang alm. istrinya Ny. Sara ibu kandung rayyan, mengingatkan tentang sama persis paras zeze yang sedang tersenyum bahagia.


ia pun tak luput dari kenangan kenangan bersama Mu. Sara itu sehingga membuat Mr. Kazam meneteskan air matanya yang tak sengaja jatuh, karena ia yang merindukan alm. istrinya.


namun bagaimana pun, Ny. Dara juga sudah terlalu banyak berkorban untuk putranya dan kebahagian keluarganya, Dari Ny. dara yang harus menikahi suami kakaknya dan menjaga Rayyan dari ia lahir hingga ia Dewasa, Dan meninggalkan karirnya hanya untuk mengabdi kepada suaminya Mr. Kazam Zie.


membuat Mr. Kazam Zie juga melihat kebahagian yang sempurna untuknya dari yang sudah diberikan kepadanya segalanya.


Karena Mr. Kazam sadar atas tetesan air matanya itu pun ia menoleh dan kembali kekamarnya, karena ia tak ingin putranya melihat kesedihan sang papah.


Setelah Mr. Kazam masuk kekamar By. Dara langsung melihat sang suami yang seperti sedih, langsung menghampiri suaminya.


"sayang, kamu kenapa?". tanya Ny. dara.


"tidak apa apa, hanya ada debu saja tadi menempel membuat air mataku jatuh". ucap sang suami yang berbohong.


"benarkah, sini saya lihat". ny. dara yang ingin meniupkan mata sang suami agar tak menyakiti Mr. Kazam.


"sekrang sudah tida apa apa sayang".ucap lembut sang suami.


"benarkah, mata kamu sangat memerah ". ny. dara yang sangat khawatir.


"iyahh tentu tidak apa apa sekarang".


"baikklah, sekrang istirahatlah kalau kamu perlu apa apa biar aku saja yang melakukannya jangan keliaran sendiri". ucap Ny. dara.

__ADS_1


"iyaaahhh iyahh baik".


Bersambung.....


__ADS_2