MOBB BOSS

MOBB BOSS
Mulai Merasa Cemburu


__ADS_3

"apakah kau tidak terluka zeze?". tanya Ny. dara yang beru menanyakan keadaan zeze.


"tidak ada nyonya". jawab zeze yang lembut.


"syukurlah". ucap nyonya dara sambil menghelus bahu zeze dengan lembut.


"apakah kau baik baik saja bi?". tanya nyonya kepada sang bibi.


"baik juga nyonya". jawab sang bibi.


"syukurlah kalau semua tidak ada yang terluka,". ucap sang nyonya.


rayyan dan Mr. Kazam Zie pun kembali menghampiri sang mamah dan zeze di ruang tamu. Rayyan pun menatap Zeze dan memberikan senyuman terbaiknya ke zeze .


zeze yang bingung kenapa sang tuan memberikannya senyum pun hanya menatap aneh sang tuan.


"BI... Minggu depan bibi dan zeze sudah bisa kembali ke kota tebing tinggi saja". ucap Mr. Kazam yang tiba tiba.


sang bibi dan zeze pun terkejut dan saling menatap ibu dan anak saat itu karena bingung kenapa tuan besar mereka yang tiba tiba menyuruh mereka kembali ke kota asal mereka.


"baikk tuan" jawab sang bibi sambil menundukkan kepalanya.


lain dengan zeze yang penasaran pun langsung menanyakan hal itu kepada sang tuan besarnya


"kenapa tiba tiba tuan, ahh maaf saya lancang bertanya". ucap zeze yang reflek menyadari pertanyaannya.


Mr. Kazam pun tertawa kecil saat mendengar pertanyaan zeze yang polos itu.


"kalian tidak kembali sendirian, tuan muda kalian rayyan zie juga akan kembali bersama kalian nantinya". ucap sang tuan besar.


sang bibi dan zeze pun terkejut kembali mendengar perkataan sang tuan besar. namun mereka tetap bingung menatap sang tuan muda ikut kembali bersama mereka.


mereka yang ingin bertanya pun tetapi tidak memberanikan diri untuk ikut campur dalam urusan keluarga besar Zie tersebut.


zeze hanya menatap sang tuan dan tersenyum senang bahwa tuan mudanya akan ikut kembali bersamanya, dan begitu juga rayyan yang sedari tadi menatap Zeze dengan senyumannya.


"apa kau senang zeze, hingga membuatmu tersenyum saja dari tadi?". ucap sang tuan Basar yang tiba tiba mengejutkan zeze.


"ahh Tii Tii tidak tuan, ehhh ". zeze pun gugup dan bingung harus menjawab apa kepada sang tuan besarnya.


Mr. Kazam Zie dan istrinya pun ikut tertawa kecil saat melihat sikap zeze yang gugup dan terlihat panik karena pertanyaan tuan besarnya.


"aku rasa ia sangat senang pah". ucap sang istri yang tersenyum menatap Zeze.


"benarkah itu zeze". tanya sang tuan besar dengan menggodanya.


"ahh ". zeze pun tersenyum dan menundukan kepalanya karena ia malu kepada mereka yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"hahaha, baiklah kalau begitu saya tidak akan bertanya kepadamu lagi". ucap sang tuan besar dengan lembut dan tawa kecilnya.


bibi Ranti yang melihat mereka semua pun bingung dengan tuannya dan nyonyanya mengapa berbicara santai dengan putrinya.


ia pun tidak terlalu banyak memikirkan lagi tentang hubungan putrinya dengan tuan mudanya, dan saat itu bibi Ranti pun tersenyum lebar dengan bahagianya melihat tuan dan nyonyanya seperti bahagia bersama putrinya .


"apakah ini pertanda mereka sudah mengetahui hubungan mereka, dan setuju dengan hubungan mereka". batin bibi Ranti .


zeze pun yang bahagia itu menggenggam erat tangan sang ibu dan menunjukan wajah bahagianya kepada ibunya, dan bibi Ranti pun membalas senyuman putrinya.


"baiklah, kalian semua pergilah beristirahat karena harus juga mulai sore dan teringat kan kejadian tadi, maafkan saya bi membuatmu dan putrimu terancam masalah". ucap sang tuan besar yang merasa bersalah pada bibi Ranti.


"tidak apa apa tuan, saya mengerti situasinya tidak ada orang yang ingin Nusaibah datang seperti ini". ucap sang bibi yang lemah lembut.


"terima kasih bi, saya harap bibi dan zeze nanti kembali ke tebing tinggi tidak ada lagi yang mengganggu kalian disana". ucap dan harapan sang tuan besar.


"ehmmmm iyahh tuan". bibi pun menganggukan kepalanya.


"ayook kita kembali kekamar ze". ajak bibi Ranti ke putrinya.


"iyahh Bu". jawab zeze.


bibi Ranti dan zeze pun pergi kekamarnya untuk membersihkan badan mereka yang sudah kotor karena keringat dingin mereka yang khawatir tadinya.


begitu juga rayyan pergi kekamarnya untuk bersihkan badan juga dan disusul oleh mamah dan Papahnya kekamar mereka.


Dan tiba tiba saja Ada seseorang gadis yang datang dan berdiri diluar pintu gerbang miliknya. Rayyan pun menatap dari kejauhan dan memastikan siapa gadis tersebut.


dan tak disangka pun ternyata gadis itu adalah Reva yang sedang berdiam diri diluar depan pintu gerbang.


"kenapa tiba tiba dia datang kembali kerumah, apa yang ia inginkan?". gumam rayyan yang masih menatap Reva dari kejauhan.


Dan tidak lama pun, alvero baru saja keluar dari rumah dan berjalan kehalalan untuk menemui Reva yang sudah menunggunya diluar.


rayyan yang melihat alvero sedang menemui Reva itu pun terkejut dan membulatkan matanya.


"apaaa?? kenapa alvero menemuinya? ada apa ini?". tanya rayyan yang terkejut.


dan tidak lama zeze pun menghampiri dan mendekati tuannya yang sedang ada dirooftop.


"siapa tuan?". tany zeze yang tiba tiba ada di sampingnya.


"ahh". suara kecil rayyan yang terkejut.


"ehmmm". zeze pun memasang wajah yang bingung.


"kenapa tiba tiba kamu ada disini?". tanya rayyan.

__ADS_1


"ehmm aku ingin mencari udara segar, dan taunya tuan ada disini yaa aku hampiri". ucap zeze yang polos.


"ehhmm".rayyan pun menganggukan kepalanya dan kembali melihat alvero dan Reva yang ada diluar pintu gerbangnya.


"tuan lihat apa?". tanya zeze dan melihat tatapan yang ditatap sang tuan.


zeze pun terkejut dan tidak percaya apa yang dia lihat.


"kenapa alvero tampak dekat dengan dia?". gumam zeze.


"entahlah, ". sahut sang tuan yang masih penasaran dan tpenuh tanda tanya.


zeze pun kembali menatap sang tuan, dan memasang tahapan yang tajam kepada tuannya.


"kenap ku menatapku seperti itu?". tanah sang tuan yang panik karena tatapan zeze .


"apa tuan cemburu padanya?". tanya zeze.


"ahh tidakk, pertanyaan macam apa itu?". ucap rayyan yang memalingkan pandangannya.


"tuann... kenapa seperti ketakutan gitu?. berarti benar yah?". tanya zeze kembali.


"tidakk tidakkk... untuk apa cemburu pada gadis itu". ucapnya yang membantah ucapan Zeze.


"benarkah?".


rayyan pun melihat zeze yang seperti kesal hanya menatapnya dengan lembut, dan terlitas melihat alvero dan Reva yang sudah tidak ada ditempat mereka bertemu.


"kemana mereka pergi?". tanya rayyan yang terkejut .


zeze pun sontak melihat arah pintu gerbang, dan sedikit terkejut dengan kepergian alvero dan Reva.


"apa tuan khawatir dengan kepergian mereka?". tanya zeze yang masih penasaran dengan keanehan tuannya yang tidak seperti biasanya, mengkhawatirkan kehidupan pribadi orang lain.


"tidakk, hanya ingin tahu kenapa Reva bisa menemui alvero saja". ucap rayyan.


"apaa?". tanya zeze yang semakin bingung dan berfikir aneh kepada sang tuan.


"ahh bukan apa apa, jangan salah paham dengan perkataanku". ucap rayyan kembali panik.


zeze pun menatap tajam tuannya, yang tidak henti hentinya memasang wajah kesal.


"ahh maaf maaf..". ucap rayyan yang merayu zeze.


zeze pun tidak memperdulikan ucapan tuan mudanya itu, ia hanya memalingkan wajahnya dan menatap pemandangan di danau.


rayyan pun yang mengerti kecemburuan zeze karena salah paham itu pun, memeluk zeze dari belakang.

__ADS_1


"maaf.. aku hanya penasaran mengapa Reva bisa sedekat itu dengan alvero.dan itu semua ada sebabnya". ucap rayyan yang lembut dan menyandarkan kepalanya ke bahu zeze.


__ADS_2