
"bi... saya berjanji akan berusaha buat zeze bahagia, dan tidak membantah bibi, dan tidak akan merubah putri bibi hanya karena saya,". ucap rayyan sambil menatap sang bibi dengan sepenuh hati.
bibi Ranti pun menatapnya dengan rasa kekhawatiran namun melihat sang tuan yang begitu tulus menurutnya ia pun hanya menghela nafasnya dengan perlahan.
"baiklah tuan, namun tuan saya takut jika orang tua tuan mengetahuinya akan memperburuk keadaan saya dan zeze nanti". ucap sang bibi yang khawatir.
"saya berjanji akan membuat orang tua saya tidak akan mencampuri urusan pribadi saya". jelas rayyan.
sang bibi pun diam dan tidak menjawab sepatah kata pun dan hanya memasang wajah yang masih penuh dengan kekhawatiran dengan sang putri tunggalnya.
"baiklah Bi, semoga bibi akan mempercayai saya sepenuhnya dan bibi tidak akan mempermasalahkan hubungan saya dengan zeze lagi ". pinta sang tuan sambil menghelus pundak bibi Ranti.
"ehhmmm" sang bibi yang mengangguk.
rayyan pun bangkit dari duduknya, dan pergi berjalan menuju masuk ruangan. sang bibi pun menatap kepergian tuan mudanya dengan wajah keraguan.
"apakah aku harus menyetujui hubungannya dengan putriku". gumamnya yang penuh dengan ragu.
rayyan pun langkah demi langkah memasuki ruangan, ia melihat zeze yang berada dalam dapur. rayyan pun melihat zeze yang seperti mencari sesuatu menghampirinya.
"kamu sedang apa?". tanya rayyan yang mengejutkan zeze.
"tu tuaan". ucap nya gugup karena terkejut.
rayyan pun menatapnya tajam.
"sedang apa disini, bukannya tadi saya suruh kamu untuk istirahat?". ucapnya.
"aku sedang mencari sesuatu tuan". ucapnya dengan merasa bersalah.
"cari apa?".
"aaa sendok". cetusnya
"sendok???.... untuk apa?". tanya rayyan yang bingung.
"akuuu lapar, ingin makan ". ucapnya zeze sambil menundukkan kepalanya.
rayyan pun yang melihat tingkah zeze yang begitu polos tersenyum kecil karena melihat zeze yang lucu baginya.
"apa kamu belum makan?". tanya rayyan dan mendekati zeze.
"belum".
"terus kamu mau makan apa?... apakah masih ada makanan?". tanya rayyan yang melihat lihat sekelilingnya dan lemari.
"tadinya aku ingin memasak ini". zeze yang menunjukkan kemasan bubur ayam diatas meja.
rayyan melihat arah yang ditunjukkan zeze kepadanya.
"baiklah... kamu duduk biar aku yang memasakkan nya". ucap rayyan sambil menuntun zeze untuk duduk di kursi makan.
__ADS_1
"tapi tuan".
rayyan pun tanpa berkata kata mengecup kening zeze agar zeze tidak banyak bicara kepadanya.
zeze yang terkejut sedikit tersenyum karena sang tuan yang begitu perhatian kepadanya.
"apakah hanya ini saja yang ingin kamu makan?". tanya rayyan sambil memanaskan air di kompor.
"ehmmm". zeze menganggukkan kepalanya.
"baiklah". rayyan memulai masak untuk Zeze.
bibi Ranti yang masuk dari pintu belakang pun melihat Rayyan dan zeze yang sedang ada di dapur, dan melihat sang tuan yang sedang masak untuk Zeze.
"apakah aku harus membiarkan ini terjadi tuhan". batin sang bibi yang penuh dengan bimbang.
sang bibi pun pergi begitu saja tanpa menghampiri mereka yang sedang ada didapur, dan tak menegur sapa mereka.
sang bibi yang pergi begitu saja di lihat oleh sang nyonya besar yaitu Ny. dara yang sedang ada diruang tv yang tak sengaja berjalan. ia pun melihat Rayyan putranya dengan zeze berada di dapur.
ia langsung mengerti mengapa sang bibi yang menatap mereka dengan wajah seperti itu, ia pun menghela nafasnya dan menggeleng kecil kepalanya.
ia pun pergi dari ruang tv, menuju kekamarnya dan menemui sang suami Mr. Kazam.
Dalam suasana rumah yang begitu tenang, damai tiba tiba saja ada suara keributan di luar rumah. zeze yang mendengarnya hanya sekilas saja ia pun menoleh keplanya seraya melihat lihat dan memantau arah luar. namun belum terlihat apa pun di pandangannya.
rayyan yang sudah selesai memasakpun bubur ayam buat zeze langsung meletakkan diatas meja dan memberikan zeze .
"apakah kamu mendengar sesuatu". tanya zeze memastikan pendengarannya .
"tidakk, suara apa?". tanya rayyan.
"aku tidak tahu pasti tapi seperti suara seseorang yang sedang berkelahi diluar". ucap zeze yang masih penasaran.
"sudahlah.. itu hanya perasaanmu saja". ucap rayyan sambil memegang kedua pundak zeze dan menenangkannya.
"aku serius mendengarnya". ucap zeze lagi.
rayyan pun menatap arah luar karena ucapan Zeze yang seperti serius pun membuatnya khawatir.
"baiklah, kamu makan aku akan mengecek keluar". ucap rayyan.
"ehmmm tapi jika bener ada sesuatu berhati hatilah". pinta zeze
"iyahhh". rayyan menepuk nepuk bahu zeze dengan lembut dan pergi melihat arah luar.
rayyan yang saat itu berjalan perlahan mendekati luar rumah, benar melihat dari dalam kejauhan ada beberapa orang mafia asing yang sedang berkelahi dengan pengawal rumahnya.
ia pun membalikkan badannya dan menemui zeze kembali.
"ze... makanlah dikamarmu dan cari bibi Ranti untuk bersamamu dan jangan keluar kamar sebelum aku menjemputmu nanti". rayyan yang berkata dengan tenang.
__ADS_1
"ada apaa.. apa yang aku bilang benar". tanyanya yang memastikan keadaan.
"ehmm hanya beberapa orang saja, cepatlah cari ibumu". pinta ya dengan tegas.
"baiklah.. kamu hati hati". ucapnya dan pergi mencari sang ibu.
"alveroooo.... alverooo". teriakan rayyan yang mencari alvero.
alvero yang mendengar teriakkan sang tuan pun keluar dari kamarnya.
"iyahh tuan, ada apa?". tanya alvero yang baru saja keluar kamarnya.
"diluar ada beberapa mafia asing datang keluar dan berusaha masuk kerumah dan masih di halangi oleh pengawal kamu keluar dulu dan awasi mereka, saya akan kekamar papa untuk memberitahukan ini kepadanya". ucap rayyan dengan tenang.
"baikk tuan, saya akan kebawah". alvero langsung turun dan keluar untuk menjaga keamanan dalam rumah.
rayyan pun terus melangkahkan kakinya untuk kekamar sang papa agar bisa berjaga jaga .
rayyan masuk kekamar sang papa dan melihat sang mamah yang memberikan vitamin ke sang papa.
"ada apa sayang, kok tiba tiba datang tidak mengetuk pintu dulu". ucap sang mamah yang lembut.
"mah pah.... diluar ada mafia asing yang sedang ingin memasuki rumah ini, tolong kalian bersembunyi di balik ruangan ini dulu untuk berjaga jaga ". ucapnya sambil mengarahkan persembunyian .
"dari mana mereka datang". tanya sang papa.
"rayyan tidak tahu, yang pasti mereka bukanlah mafia yang sering rayyan temui". ucap rayyan.
sang papa dan mamah pun berjalan arah lemari besar dan yang berisi perhiasan sang mamah, yang ternyata dibalik perhiasan perhiasan tersebut ada sebuah ruangan yang terbilang besar dan mewah adalah ruangan persembunyian yang sudah di rancang oleh sang papa untuk berjaga jaga saat seperti ini.
"baiklah, kalian tetaplah disini dan jangan keluar sebelum aku menemui kalian".ucap rayyan.
"baikkk". ucapan serentak sang papa dan mamah .
"hati hatilah sayang" ucap sang mamah yang khawatir dengan sang putra".
rayyan pun menganggukan kepalanya dan menutup pintu ruangan tersebut dan kembali berjalan menemui alvero dibawah. namun sebelum ia keluar rumah ia melihat zeze yang masih keliatan mencari sang ibu.
"ada apa.. kenapa masih disini?" tanya rayyan yang menatap Zeze kebingungan.
"ibu tidak ada di setiap ruangan". ucap zeze
"benarkah?". ucap rayyan sambil melihat lihat sekelilingnya.
"iyahhh". zeze yang panik tidak melihat sang ibu.
"baiklah kamu masuklah lebih dulu, aku akan mencari bibi ". ucap rayyan sambil menenangkan zeze.
"tapii bagaiman Kalai ibu tidak ada ". tanya zeze.
"berfikir lah dengan jernih dulu, aku akan menemukannya". ucap rayyan.
__ADS_1