
alvero pun melihat sang tuan karena sikap zeze yang menegur sang tuan. alvero pun tidak terlalu menanggapi sikap mereka karena ia yang belum menyadari atas tindakannya yang menemui Reva d depan pintu gerbang tadinya.
alvero pun melanjutkan membereskan barang barang yang tergeletak di lantai, satu persatu barang itu pun disusunnya kembali kedalam kulkas.
setelah ia selesai menyusun barang pun, ia berjalan kearah dapur untuk memasak karena ia yang lapar ditengah malam.
rayyan pun pergi dan ingin kembali kekamarnya untuk istirahat, dan zeze yang sedari tadi memperhatikan sikap sang tuan membututi nya dari belakang.
"tuan mau kemana?". tanya zeze.
"mau kekamar". ucap sang tuan yang sedang menaiki anak tangga.
"apakah tuan ingin tidur?". tanya zeze kembali.
"ehmm, " gumam rayyan.
"kenapa kau mengikutiku?". tany rayyan yang tiba tiba membalikkan badannya.
Dan zeze pun yang tidak memperhatikan pandangannya menabrak tubuh sang tuan yang ada didepannya.
"ahh maaf tuan". ucap zeze yang terkejut.
rayyan pun tersenyum kecil melihat zeze yang begitu polos menatapnya.
"kenapa kau tidak kembali kekamarmu?". ucap rayyan dengan lembut.
"aaa a akuu". zeze pun bingung dan gugup mau menjawab apa kepada sang tuan, karena ia yang mengikuti sang tuan tadinya.
rayyan pun mulai menatap tajam zeze dan mengangkat sebelah alisnya karena menunggu jawaban zeze.
"ahh kalau begitu, selamat malam tuan". ucap zeze dan membalikan badannya ia pun berlari turun untuk kembali kekamarnya dengan rasa malunya.
rayyanpun tertawa kecil melihat sikap zeze yang begitu aneh dihadapannya .
"ahh apa yang sudah kulakukan". gumam zeze sambil menepuk nepuk kepalanya dengan sesal.
alvero yang melihat zeze berlari pun melangkahkan kakinya untuk melihat zeze berlari kearah mana sambil alvero yang membawa teflon masakannya yang ia pegang ditangannya.
"kenapa dia?". ucap alvero yang bingung melihat zeze berlari.
rayyanpun terus melangkahkan kakinya untuk pergi kekamarnya dan ia pun masih memikirkan tindakan alvero lagi membuatnya menjadi bingung apa maksud alvero sebenarnya dikeluarga Zie.
"apa sebenarnya tujuan dia datang kerumah ini?". rayyan yang bertanya tanya pada dirinya.
"apa yang harus aku lakukan jika benar ia hanya mata mata dirumah ini???, dan bagaimana jika ia tidak berpihak di Mr. bara namun ia ada hubungan dengan Reva...?? apa yang harus aku lakukan??". batin rayyan yang memikirkan tentang alvero selanjutnya.
Rayyan yang sibuk dengan memikirkan alvero, namun berbeda dengan alvero yang belum menyadari bahwa sang tuan sudah mengetahui pertemuannya dengan Reva.
ia pun selesai memasak makanannya, tiba tiba saja handphon alvero berbunyi.
__ADS_1
"deeerrrtt deeerrrrtt" suara getaran handphone alvero.
"halloo". alvero mengangkat telponnya dan menyapa sang penelpon.
"apakah kau sudah tidur?". tanya seseorang yang bersuara gadis.
""belum, ". ucap alvero.
"kenapa?, kamu sedang apa?". tanya penelpon kembali.
"aku Baru saja siap memasak". jawab alvero yang lembut sambil duduk dimeja makan dan memulai makan makanannya.
"apa yang kamu masak, apa kamu lapar ditengah malam?". tanya sipenelpon lagi.
"ehmmm". sahut alvero.
"ada apa kamu menelponku ditengah malam gini, bukannya kau sudah menemuiku tadi dan bukannya sudah tidak ada masalah lagi?". ucap alvero yang tiba tiba.
"aku hanya susah tidur, makanya aku menghubungimu?". ucap Reva.
"kalau begitu, pejamkan saja matamu pasti kelamaan akan tertidur". goda alvero.
Reva pun tertawa kecil mendengar ucapan alvero yang begitu lucu baginya..
"bagaimana bisa aku memejamkan mata jika aku tidak bisa tertidur". ucap Reva.
dan mereka pun salin canda tawa dalam telponan, yang tanpa mereka sadari bahwa mereka yang sudah saling nyaman dengan satu sama lain membuat mereka semakin akrab.
keesokan paginya semua orang yang ada dirumah keluarga Zie sudah ada di meja makan untuk serapan bersama.
seperti biasa hanya tuan muda mereka rayyan yang belum bangun dari tidurnya, dan nyonya Dara pun menyuruh zeze untuk membangunkan tuan muda seperti biasa yang sudah menjadi tugasnya di pagi hari.
"ze.. tolong kamu bangunkan tuan muda ya". pinta sang nyonya dara.
"baik nyonya". jawab zeze yang lembut.
zeze pun berjalan menuju kamar sang tuan, namun tanpa disangka ternyata sang tuan yang sudah bangun dari tidurnya bersantai di balkon kamarnya.
zeze pun menggelengkan kepalanya, karena heran dengan sang tuan mengapa ia tidak turun untuk serapan bersama namun justru bersantai di balkonnya.
"tuan sedang apa?". tanya zeze yang sedang berjalan mendekati sang tuan.
rayyan pun tak menjawab pertanyaan zeze karena menikmati panas teriknya matahari pagi.
"tuann, apakah kau tidak mendengarkanku?". tanya zeze kembali.
sang tuan pun, hany menoleh dan menatap Zeze yang sudah ada disampingnya.
"kenapa pagi pagi kamu datang kekamarku?". tanya rayyan.
__ADS_1
"tuan, apakah kamu tidak tahu semua orang sedang menunggumu dibawah karena mengira kamu masih tidur tapi kamu justru bersantai disini?". zeze yang mulai mengomeli rayyan.
rayyan yang tidak ambil pusing pun hanya tertawa kecil saat melihat zeze yang mengomelinya itu.
"ahh aku sedang tak ingin serapan". ucap sang tuan.
"kenapa, nyonya dan tuan besar sudah menunggu tuan dibawah". ucap zeze.
"bilang saja pada mereka bahwa aku tak ingin diganggu, nanti kamu bawakan saja serapan ku kesini ". pinta rayyan.
"bagaimana jika nanti nyonya marah tuan".
"tidak apa, nyonya tidak akan mempermasalahkannya". jelas rayyan.
"Hem baiklah, aku akan turun kembali". ucap zeze dan pergi.
"apakah tuan masih marah kepada alvero". gumam zeze yang bertanya tanya.
ia pun menuju meja makan, zeze yang sedang berjalan itu pun dari kejauhan sudah dilihat oleh nyonya.
"kenapa kamu sendiri yang turun, mana tuan muda?". tanya nyonya yang bingung tidak melihat sang putra.
"tuan masih tidur nyonya, ia sedang tak ingin diganggu". Bohongnya zeze.
"benarkah?? apakah tadi malam ia tidak tidur cepat?". tanya sang nyonya yang heran dengan sikap sang putranya.
"mungkin saja dia kecapekan sayang" ucap tuan besar kazam.
"kenapa tidak seperti biasanya ia dibangunin zeze langsung turun". tanya sang nyonya kembali.
"biarkan saja, dia hanya butuh banyak istirahat". ucap kembali sang suami.
"ehhmm baiklah". jawab nyonya dara yang lembut.
"ze.. bi duduklah dan makanlah bersama kami". pinta sang tuan besar yang tiba tiba.
zeze dan sang ibu pun terkejut karena tuan besar mereka yang meminta mereka untuk makan dimeja yang sama dengan mereka.
zeze pun menatap sang ibu dan begitu juga dengan sang ibu yang menatap zeze dengan bingung.
"bii.. zeze.. ayooo duduklah". ucap sang nyonya dara yang memastikan perintah suaminya.
"tapii tuan nyonya kami tidak terbiasa makan disini, biarlah kami makan ditempat biasanya saja". ucap sang bibi yang merasa canggung dengan ajakan sang tuan dan nyonyanya.
"untuk hari ini dan seterusnya makanlah bersama kami bi". ucap sang nyonya dara kembali.
"tapii nyonya". ucap sang bibi yang ragu.
"duduklah". perintah sang nyonya kembali.
__ADS_1
sang bibi pun yang ragu itu tidak ingin mengecewakan tuan dan sang nyonya jika mereka menolak perintah mereka, sang bibi pun menyenggol zeze agr mereka duduk dimeja makan tersebut.
dan zeze pun menurutin kemauan sang ibu meski mereka merasa gugup dan canggung bila makan bersama majikan mereka.