
dan sesampainya diruang UKS Rumah sakit, zeze langsung mengambil kotak P3K dan membersihkan tangan Rayyan yang luka.
Rayyan yang merasakan pedih karena terkena cairan obat hanya bisa menahan pedih dengan menatap Zeze.
Disisi lain Ny. Dara yang sedang menjenguk suami nya Mr. Kazam Zie, karena ia menerima tlpon dari pihak rumah sakit yang merawat suaminya bahwa Mr. Kazam Zie sudah memulai siuman.
maka Ny. Dara langsung menjenguk suaminya, dan benar Mr. Kazam Zie sudah sadar dari komanya. Dan saat ia merawat suaminya ia pun mendengar kabar oleh satu pengawalnya Mr. Kazam Zie yang waktu Rayyan ke Barat ia yang mengawal tuannya rayyan.
Dan ia memberitahukan keadaan alvero yang sedang dirawat dirumah sakit, dan tuannya Rayyan yang terluka dan menemani Alvero.
Ny. dara yang mendengarnya pun hanya memberitahukan secara lembut ke suaminya agar ia tak terkejut bahwa putra kesayangannya itu sedang terluka dan pngeawal pribadinya yang sedang sekarat.
Mr. Kazam Zie hanya diam, karena ia tak d perbolehkan banyak berbicara. Dan ia pun masih memakai Oxygen concetrator (alat pembantu pernafasan).
"kamu tenang saja, putra kita anak yang pandai dan kuat dia pasti mampu untuk bertahan, dan Ada zeze yang pasti mengurus Rayyan". ucap Ny. Dara dengan lembut untuk meyakinkan suaminya.
Mr. Kazam Zie pun beryakinan anaknya mampu menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri, ia pun hanya menghajikan kepalnya untuk memberikan jawabannya ke istrinya.
Ny. dara yang belum sempat menelpon Rayyan untuk memberitahukan bahwa papa nya telah sadar, ia pun segera menelpon Rayyan.
"deeerrrrtt derrtttttt". suara getaran hp Rayyan.
rayyan mengangkat telpon karena ia melihat mamahnya yang menelpon.
"hallo mah?". ucap rayyan.
"hallo sayangg". sahut mamah nya.
"apakah kau baik baik saja?". tanya Ny. dara.
"aku baik baik saja mah". ucap rayyan.
"sayang... mamah ada berita baik tentang papah?". ucap Ny. dara
"apa itu mah?". tanya rayyan yang penasaran.
"papah kamu sudah sadar dari koma nya".
Rayyan yang terkejut senang saat mendengar ucapan mamahnya jika papah nya sudah siuman.
"syukurlah mah, gimana keadaan papah sekarang?". tanya rayyan.
"Semua fungsi kesehatannya sudah normal kembali sayang?". ucap Ny. dara.
"syukurlah mah?".
"Ada perkembangan dari tuan besar?". tanya zeze.
"iyahh papa sudah sadar". ucap rayyan yang lembut
"syukurlah". ucap zeze yang senang mendengar kabar baik tentang tuan besarnya.
__ADS_1
zeze yang sudah selesai membalut luka tuannya langsung mengajak tuannya untuk mengecek alvero .
mereka pun pergi dari ruang UKS menuju Ruangan alvero. dan tak sengaja mereka melihat dokter yang menangani alvero pun baru saja keluar dari ruangan itu.
mereka secepat mungkin mengejar dokter itu, dan bertanya keadaan alvero .
"doookk dokkk?!!".suara zeze yang memanggil.
dokterpun langsung menoleh.
"iyaaahhh". jawab dokter.
"bagaimana keadaan pasien yang ad didalam?". tanya zeze
"pasien tidak terlalu luka berat, hanya saja ia seperti kehilangan dehidrasi saat melakukan sesuatu yang sangat lelah hingga ia lemas, dan pingsan?". ucap dokter.
rayyan dan zeze yang mendengarnya pun merasa legah setelah dokter menjelaskan.
"tetapi, Ada kemungkinan kecil pasien akan susah untuk menyumbangkan badannya jika ia sadar, karena seperti ny ada organ tubuh yang sangat melemah". ucapan dokter yang memotong legahnya rayyan dan zeze.
"butuh berapa lama agar ia kembali dok?". tanya rayyan.
"tidak lama, sekitar 10-15 hri saja?". ucap dokter.
"baiklah dok, terima kasih atas kerja keras anda??!". ucap rayyan.
"baik, kalau begitu saya pergi.. permisi?".
rayyan dan zeze pun mempercayai pihak Rumah sakit untuk menjaga dan melayani alvero dengan baik, zeze yang melihat Rayyan juga sangat kelelahan ia pun mengaja tuannya itu untuk kembali kerumahnya.
"tuan, lebih baik kita pulang, dan tuan bisa istirahat?". pinta zeze.
"baiklah". ucap rayyan.
mereka lalu pergi untuk pulang kerumah.
sesampainya mereka dirumah, bibi Ranti sudah menyambut mereka di dapur sambil menata makanan di atas meja makan.
"tuan sudah pulang,?". sapa bibi Ranti.
"ehmmm". sahut rayyan.
"ibu sedang apa?". tanya zeze dan mengahmpiri ibunya untuk membantu.
"letakkan ini di atas meja ze?". pinta ibunya.
zeze pun langsung mengambil dan meletakkan makan makan itu di atas meja. Rayyan yang melihat makanan di atas meja pun merasa lapar karena ia sudah menguras tenaga karena perkelahiannya itu.
rayyan pun tanpa berkata langsung mengambil maknannya dan memakan semua makanan yang ada dimeja .
"tampaknya tuan sangat kelaparan?". gumam bibi Ranti ke zeze yang melihat tuannya sedang makan.
__ADS_1
"iyahh Bu, ". zeze yang bergumam tertawa kecil.
Rayyan yang sudah selesai makan pun sangat kenyang karena ia yang terlalu banyak makan mengisi perutnya... hingga ia tak menatap bibi Ranti dan Zeze yang sedang melihatnya.
"sudah siap makannya tuan?". ucap zeze yang menghampiri rayyan.
rayyan baru sadar karena ia terlalu banyak makan dan ia pun menatap Zeze dan tertawa kecil karena malu.
Zeze tersenyum lihat tingkah tuannya yang pertama kali dilihatnya.
Rayyan pun langsung pergi dan menuju kamarnya karena ia ingin membersihkan badannya yang sudah bebercak bercak darah.
disisi lain, gadis yang bernama Reva mendatangi Rumahnya yang berada di barat.
ia berkunjung untuk melihat mamahnya yang sedang sakit dan Lumpuh.
saat Reva pulang ia sudah disambut oleh para pelayan pelayan yang ada dirumah mamahnya.
"selamat datang nona Reva". ucap para pelayan.
Reva yang sombong itu pun tak mengatakan apapun hanya memberikan tanda lambaian tangan saja Dan langsung masuk ke rumah mewah bak istana tersebut.
Ia yang memasuki salah satu ruangan yang penuh minuman bir tersusun rapi di rak rak bir . ia langsung mendekati seseorang pria parubaya.
"Hay Daddy". sapa Reva.
pria parubaya itupun menoleh melihat Reva yang datang secara tiba tiba.
"kenapa kau pulang sayang?". ucapan sambutan sang papa.
"karena aku rindu mamah". Reva yang sangat sinis itu tak memandang siapapun yang akan ia ajak bicara.
"kau tau jika kau ada disini?".
"aku tau,,, ?". Reva yang sambil melihat lihat minuman yang tersusun rapi itu.
"terus kenapa ku ada disini?". ucapan papanya lgi.
"aku akan melihat mamah sebentar saja?!". dengan nada yang sangat lembut namun seperti tak suka ia berbicar dengan papanya.
"baiklah, karena aku bertanya kepadamu kau tak akan pernah menyukaiku?". cetus papanya.
Reva yang tak menghiraukan sang papa hanya mengambil sebotol minuman untuk dibawa nya ....lalu ia pun pergi menuju kamar mamahnya.
Saat ia masuk kekamar, Reva melihat mamahnya yang sedang duduk di kursi roda dan memandangi luar jendela.
"mahh....". panggil Reva.
mamahnya pun menoleh ke arah sumber suara tersebut. dan melihat Reva yang datang ia pun tersenyum senang melihat putrinya kembali....
Bersambungggg...
__ADS_1