
Rayyan yang melihat zeze seperti gugup ada diluar pintu kamar siapa langsung menghampirinya.
"Ngapain kau disini". cetusnya
"akuuuu ingin mengambil tirai di kamar ini tuan". jawabnya
"terus kenapa tidak masuk".
"aaa aku". sebelum meneruskan ucapannya Alvero keluar dari kamarnya.
"apa kau sudah gila, masuk kmr orang lain tanpa mengetuk dulu". serunya yang sedikit kesal dan tak sadar kalau ad rayyan disitu.
"Kau mengapa disini". tanya rayyan.
"tuan muda". sambil menundukkan kepalanya
"kenapa kau ada disini?". tanya nya lagi
"maaf tuan, ini kamar saya berapa hari lalu waktu tuan kembali kekanada saya tak ada maafkan saya kalau membuat tuan terkejut jika saya tinggal disini?" ucapnya dengan sopan
" aahhh baiklah, mungkin Mama yang menyuruhmu kan?".
"Iyah tuan, nyonya yang perintahkan saya untuk tinggal disini?". jawabnya.
rayyan yang melihat zeze dengan tatapan dinginnya mengisyaratkannya agar cepat melakukan pekerjaannya itu.. zeze yang mengerti dan bergegas mengambil tirai tersebut. Rayyan langsung pergi meninggalkan mereka.
Saat Malam tiba, Zeze ingin keluar untuk berjalan jalan di sekitar saja Dan ia melihat ada danau kecil di taman, ia langsung menuju danau itu dan duduk disana.
Rayyan yang baru saja keluar dari rumah hendak keluar bersama Alvero karena ada tugas mendadak ia menuju ke Zeze.
"kamu sedang apa disini malam malam begini?". tanyanya
"ah tuan, saya hanya mencari udara segar saja". ucapnya
Rayyan yang sadar dengan tidak keterbatasan Zeze yang sudah biasa dengan lingkungan Banyak teman, sedikit melihat Zeze yang urung kesepian seorang diri membuat rayyan kasihan kepadanya.
"Apa kau ingin jalan jalan?". tiba tiba mengajak zeze.
"ohh,". terkejut dengan ucapan tuannya kali ini.
"kalau mau, ikut bersama ku?".
"mau kemana tuan". tanya nya
"kemana saja".
zeze yang terkejut yang hanya mengira tuan nya sedang bercanda tidak terlalu serius untuk itu.
Rayyan yang berjalan pun menoleh dan melihat Zeze yang masih berdiam diri di tempatnya,.
"Kau tak mau iku?".
"ahhhh beneran tuan mengajakku". mastikan ajakan tuannya
__ADS_1
"ehmmmm ". menganggukan kepalanya dengan lembut
zeze tersenyum riang atas ajakan tuannya itu, Alvero yang masih berada disitu heran mengapa tuan nya mengajak gadis itu untuk pergi karena hal penting.
"saya akan mengambil mobil sebentar tuan. kata Alvero.
"Iyah".
"tuan mau kemana?". tanya zeze yang senang.
"tadinya saya mau mengurus pekerjaan karena ada hal yang mendadak". ucapnya
"ah.. kali begitu kenapa tuan mengajak saya?". ucapnya dengan Lesuh
"tidak apa apa, kita akan berjalan jalan saja kalau kau mau?". ucapnya
Zeze sedikit canggung dan terkejut dengan ajakan tuannya, karena tiba tiba saja tuannya bersikap lembut padanya tidak seperti biasanya yang bersikap dingin.
"apa aku tidak mengganggu tuan?".
" tidakk".
"bagaimana kalau tugas sangat penting buat nyonya?". ucapnya
"menurutmu aku harus bagaimana?". tanyanya
"tuan harus melakukan apa yang di pinta nyonya". ucapnya
"hemmm baiklah, kalau begitu kau tetap ikut bersamaku?". ucapnya mengajak zeze lagi.
" tidak... kalau kamu tidak macam macam disana!". cetusnya
"ehhmmm" senang dan mnganganggukan kepalanya.
Alvero yang sudah sampai merekapun langsung menaiki mobilnya, dan lngsung menuju tujuan.
zeze yang sangat senang kala itu, tersenyum senang melihat pemandangan malam di perjalanan mereka.
zeze yang duduk disebelah Alvero yang sedang menyetir pun hanya diam, Tuannya yang berada duduk di belakang menatap Zeze yang begitu senang sedikit Tersenyum smirk.
Dan tiba mereka di suatu tempat, yaitu hotel bintang lima yang terkenal dikanada. membuat Zeze kebingungan kenapa tuannya mengajaknya ke hotel itu dan membuat zeze berfikir bahwa tuannya akan berbuat aneh pada dirinya.
"kenapa kesini, apa dia sedang berfikir aneh!!, pantas saja tiba tiba dia mengajakku ". gumamnya karena takut.
Alvero sedikit menatap Zeze yang kala itu ketakutan hanya bisa tersenyum karena dia pasti sedang berpikir aneh tentang tuanny..
"tenang saja, tuan kesini hanya mengerjakan tugasnya". gumamnya membisikan ke zeze
zeze yang mendengarnya saat itu pun legah kalau tuannya hanya mengerjakan tugasnya bukan berbuat maneh kepadanya.
saat mereka sdedang ingin memasuki Lift ada 3 orang pria gagah didalamnya, zeze yang tak tahu akan hal apapun menggap baik baik saja, namun rayyan dan Alvero sudah mengenali siapa mereka Menatap mereka untuk berjaga jaga untuk keselamatan Zeze.
tidak berapa lama mereka di lift, pria yang bersebelahan dengan zeze ingin menerkam Rayyan, namun zeze yang melihatnya langsung menangkis tangan pria itu dan menghajarnya reflek rayyan dan Alvero pun dan ke dua teman si penerkam langsung mengajukan perkelahian mereka di lift.
__ADS_1
Saat terbuka pintu lift tersebut 3 pria itu sudah terkapar di lantai, namun di depan pintu lift sudah ada beberapa pria yang menunggu kedatangan rayyan zeze dan Alvero. mereka pun langsung menghajar satu persatu pria pria itu dengan tangan kosong.
Dan tiba giliran zeze yang dihadapinya pria yang bigtu gagah dan besar dihadapannya pun sedikit meragukan keahlian zeze untuk mengalahkannya. dan secepat kilat rayyan yang melihatnya langsung menuju zeze dan menolongnya .... sebuah kekacauan besar di hotel tersebut, membuat orang yang melihat mereka shock dan ad tamu wanita yang melaporkan perkelahian tersebut.
Alvero yang mendengar wanita itu menelpon polisipun segera Manarik rayyan dan zeze untuk cepat cepat keluar dari hotel tersebut. Namun untuk malam itu Misi rayyan gagal karena perkelahian.
Zeze yang begitu shock sehingga ia sangat terkejut dan lelah karena ikut berkelahi. Dan membuat zeze sangat tidak berarutur nafasnya.
Rayyan yang melihat segera memberikan nya air minum agar zeze sedikit agak tenang dengan situasinya.
"minumlah dulu!!".
zeze lngsung mengambil air minumnya,
" mengapa orang itu tadi, tiba tiba ingin menyerang tuan?". tanya nya yang masih kelelahan.
"tidak apa apa, mereka hanya orang bayaran saja". jawabnya
dan mereka langsung menaiki mobil dan berjalan arah pulang. di tengah perjalanan Zeze tampak sangat lelah pun langsung tertidur di perjalanan.
Rayyan dan Alvero yang melihatnya sedikit kagum atas keberanian gadis polos itu.
"Apakah dia pernah belajar bela diri tuan?". tanya nya tiba tiba penuh heran
"saya tidak begitu mengenal dan akrab denganya". cetusnya sambil memandang luar jendela mobil
"mengapa say melihat dirinya begitu pandai dalam berkelahi". ucapnya
"dia memang gadis pemberani, meski bukan dirinya yang terancam". cetusnya lagi
Alvero yang mendengarnya hanya tersenyum, karena sepertinya tuan nya sedikit memperhatikan gadis itu.
rayyan yang kembali menatap Zeze pun, sedikit mulai memperhatikan zeze.
"kenapa dia begitu ceroboh?". (batinnya)
sesampainya mereka di rumah, rayyan yang masih melihat zeze tertidurpun menyuruh Alvero membangunkannya.. namun zeze juga tidak bangun. Alvero yang hendak menggendong zeze pun langsung di tepis tangannya oleh tuan muda nya rayyan
"baik biarkan aku yang membangunkannya". cetusnya.
" fyuuuuuuuhhhh". (Meniupkan wajah zeze )
zeze pun menggoyangkan matanya seiring membukakan matanya, dan terkejut kalau tuan mudanya sedikit dekat dengannya.
"emmmmn" (mengedip ngedipkan matanya karena bingung".
"bangunlah cepat kita sudah sampai". ucapnya
"aahhh baik tuan". sahutnya
Alvero yang tersenyum melihat tingkah tuannya yang membangunkan zeze dengan meniupkan wajah zeze.
rayyan dan alvero langsung masuk kerumah dan ke kamar masing masing untuk beristirahat, namun zeze langsung menuju ke dapur membuka kulkas karena ia sedang kelaparan.
__ADS_1
#bersambunggggg...
#jika ada kesamaan alur cerita author mohon dimengerti, Semoga para pembaca menyukai cerita ini... terima kasih🙏