Monarch System II

Monarch System II
Ch - 32. Black Jack


__ADS_3

-Dalam Kamar Hotel


Meninggalkan yuki yang mencoba tidur kerena terus memikirkan kebahagian yang dia alami hari ini, shin terlihat duduk di sebuah kursi kecil di dalam ruangan,


"Gyana" shin memanggil salah satu mahkluk panggilannya,


"Saya disini master," kata gyana menunduk di depan shin setelah keluar dari lingkaran yang menghubungkan dengan castle


"Apa kau tak ingin membalas dendam perlakuan pria tersebut." kata shin menatap gyana


"Master, Saya hanya mahkluk rendahan tak pantas bagi saya untuk memiliki perasaan seperti itu, bagi kami perintah master adalah nyawa kami." kata gyana yang menunjukkan bahwa perintah shin lebih berharga dari perasaan yang mereka miliki.


'Sebenarnya apa yang mereka tanam dalam pikiran mereka, kita memang terikat kontrak, namun aku tak mengira tak ingin mereka membuang perasaan mereka.' pikir shin


"Aku tak bertanya tentang hirarki yang kalian tentukan sendiri tanpa persetujuanku, yang aku tanyakan apa kau ingin balas dendam dengan mereka." kata shin tegas


"Tidak master, namun jika master ingin melenyapkan mereka saya akan melakukannya dengan senang hati." kata gyana dengan posisi tetap menunduk di hadapan shin


'Sepertinya dia memang tak terima kalah dari master cho yunzu itu.' pikir shin


"Baiklah, kau bisa membunuh orang yang mengalahkan mu, tapi aku ingin kasino itu." kata shin


'Yah, meskipun aku sudah memiliki lebih dari 1Million Dollar tapi aku juga perlu pemasukan.' pikir shin,


"Akan saya lakukan sesuai keinginan anda master." kata gyana,


"Syge - Ysabele - Lyebi" kata shin memanggil 3 mahkluk panggilan dalam castle untuk keluar,


3 mahkluk panggilan pun keluar karena panggilan yang shin lakukan,


[Syge] [A]


Ras : Human 'Samurai'


Level : 310


[Ysabele] [A]


Ras : Human 'Assasin'


Level : 320


[Lyebi]


Ras : Human 'Joker'

__ADS_1


Level : 240


Mereka pun menunduk dan memberi salam pada shin setelah keluar dari lingkaran penghubung dengan castle, Shin lalu memberi perintah pada mereka untuk menemani gyana kembali menuju kasino Dream Land,


Meskipun gyana ingin pergi sendiri namun shin menolak permintaan itu, jadi shin memanggil 3 mahkluk panggilan untuk menemani gyana, semua itu shin lakukan untuk berjaga jaga jika terjadi hal seperti kemarin,


"Baiklah kalian boleh pergi." kata shins yang berdiri dari kursi sofanya,


"Laksanakan, Master" kata ke empat mahkluk bayangan yang tertunduk di hadapan shins,


Mereka pun dengan cepat menghilang dari pandangan shin, shin pun berjalan dari tempatnya menuju ranjang di kamar hotel tersebut.


"Ragoll." kata shin memanggil mahkluk bayangan kembali.


Ragoll yang muncul dari lingkaran sihir pun segera tertunduk menunggu perintah dari shin.


"Kau jaga di luar, dan lindungi yuki apapun yang terjadi." kata shin


Setelah mendengar perintah shin, ragoll pun segera menghilang dari hadapan shin untuk melakukan perintah yang diterimanya, Setelah ragoll pergi shin pun menjatuhkan diri di ranjang yang ada di belakangnya.


"Hah~ aku ingin mencoba kekuatanku dengan master cho yunzu itu, tapi entah kenapa aku ingin terus menikmati saat saat ada didekatnya," keluh shin memandang tembok yang menjadi pemisah kamarnya dan kamar yuki.


"Kuharap besok ada kabar baik menanti." kata shin yang menutup mata berusaha tertidur menunggu hari esok.


**


Terlihat ragoll sedang berdiri di antara pintu kamar shin dan kamar yuki sedang berjaga, tak lama lingkaran sihir pun muncul dan menunjukkan sosok gadis kecil dari lingkaran sihir tersebut.


"Miya." kata nicky yang telah keluar dari lingkaran sihir


Miya pun keluar karena panggilan nicky, setelah keluar miya pun dengan cepat menghilang dari pandangan nicky dan ragoll, karena miya pun mengerti nicky ingin miya mengawasi keadaan sekitar hotel melalui udara.


"Apa ini tak masalah nona?." kata ragoll yang berdiri tegak di hadapan nicky


"Tak apa, aku sudah meminta nona yui, untuk meminimalisir mana yang di gunakan master, agar master tetap tidur nyenyak." kata nicky menjelaskan.


Lingkaran sihir kedua pun muncul dengan sosok pria bersayap yang keluar dari lingkaran sihir tersebut.


"Nicky, apa kau tak salah menyuruh miya mengawasi." kata nyx yang menjadi pemimpin ras monster,


"Yah karena ras human di dunia fana ini normal, akan jadi masalah kalau ada yang melihat manusia yang bisa terbang, lagian ras monster tipe binatang bisa mengecilkan tubuh mereka, jadi tak masalah bukan." kata nicky


"Yah, kau benar, lalu apa yang kau lakukan keluar dari castle." kata nyx


"Melihat acara yang gyana lakukan,." kata nicky

__ADS_1


"Bukankah kita bisa melihatnya di dalam castle." kata nyx menunjuk layar lebar di castle yang menunjukkan pemandangan di luar castle.


"Tak semenarik melihat yang asli," kata nicky singkat.


"Benar juga yang kau katakan." kata nyx berfikir bahwa yang dikatakan nicky adalah ide yang bagus.


Tak peduli pemikiran nyx, nicky pun menghilang dari lorong hotel tempat ragoll berjaga menuju ke tempat kasino yang menjadi tujuan gyana, nyx pun mengikuti nicky meninggalkan ragoll dan miya berjaga di hotel tempat shins berada.


-Ruang Pengawas Kasino Dream Land


Terlihat dalam layar kaca yang ditampilkan cctv kasino, Gyana dan lyebi sedang bermain judi di salah satu meja perjudian,


"Kenapa mereka kembali lagi? bukankah master cho bilang mereka sudah mati? cepat panggil master itu kembali." kata manager kasino


"Master Cho bilang mereka sudah mati, tak membawa uangku kembali dia malah menipuku, master cho sial^n." kata sang manager berkata kasar.


Sambil menunggu master cho datang, gyana dan lyebi sudah mengantongi lebih dari 3M dollar dalam bentuk chip, sang manager pun menyuruh salah satu asistennya untuk membawa mereka ke sebuah ruangan altar,


Di ruangan altar tak berisi sebuah altar pengorbanan, hanya 1 meja judi besar di tengah ruangan yang kosong, dengan beberapa kursi didekatnya,


Itu di sebut ruangan altar, karena setiap pemain akan menaruh taruhan dengan semua yang mereka miliki, karena hanya ada 1 permainan maka jika menang pemain akan pulang dengan kekayaan dan jika kalah akan pulang dengan tangan kosong.


"Maaf atas perilaku tidak sopan kami tempo hari, kali ini kami sebagai pihak manager akan mengadakan judi akhir, jika kalian menang kami akan memberikan sepuluh kali lipat dari semua chip yang kalian miliki." kata sang manager percaya diri bahwa kemenangan ada ditangannya,


Mendengar itu gyana pun duduk berlawanan dengan sang manager, sedangkan lyebi, syge dan ysabele tetap berdiri di belakang gyana,


"Mulai." kata gyana menaruh semua chip yang dibawa ysabele ke atas meja, sang manager pun segera membagi kartu untuk gyana,


Permainan pun di mulai dengan sang manager yang menjadi dealer, sang manager pun membagi 2 kartu terbuka pada gyana, dan 2 kartu pada dirinya dengan kondisi 1 terbuka dan satu tertutup,


Setelah kesepakatan akhir, semua kartu pun di buka dan mengakhiri permainan sang dealer, gyana pun memenangkan pertandingan tersebut.


"Bagaimana bisa? kenapa aku kalah?." kata sang manager yang tak mengerti kenapa dirinya kalah.


"Trik murahan, meskipun di mata orang normal cara mu mengocok kartu terlihat normal tapi tidak bagiku, berkat itu aku jadi lebih mudah menebak kartu yang keluar dari tanganmu." kata gyana.


Sang manager pun terjatuh mendengar penjelasan singkat gyana, sang manager pun berfikir seolah berbagai macam trik y apapun yang dilakukan, di depan gyana semua itu tak berarti.


'Apa yang harus kulakukan? bahkan para orang di balik layar menonton ini, apa hidupku akan berakhir.' pikir sang manager di posisinya yang terduduk lemas,


Sebelum gyana berbalik pergi pintu di belakangnya pun terbuka menampakkan sosok pria setengah baya yang menatap mereka tajam,


"Kalian mau pergi kemana? hari ini aku akan melenyapkan kalian." kata cho yunzu yang telah datang dan berdiri di antara pintu ruangan.


Gyana dan lyebi pun tersenyum melihat sosok yang berdiri di hadapan mereka, senyuman gyana dan lyebi pun membuat syge dan Ysabele mengerti bahwa orang yang berdiri di pintu tersebut adalah orang yang mereka cari.

__ADS_1


...••••••••••••••••...


__ADS_2