
Akademi Canvile -
Terlihat Seorang gadis berambut perak sedang menunggu seorang di depan gerbang sekolah, Gadis itu bernama Silvy Ly Gerna,
Gadis cantik dari seorang penguasa no satu di dunia hiburan, Ayahnya bernama Garian Martin, Dia menggunakan nama Gerna karena itu adalah nama keluarga ibunya, serta nama saudaranya yang telah memberikan dia hidup di dunia ini,
Silvy adalah pewaris satu satunya perusahaan Gallia, namun ayahnya tak pernah menyuruh silvy untuk mengemban beban berat tersebut,
Sehingga martin selalu bersiap untuk menyerahkan semua pada laki laki pilihan silvy di masa depan, Sejak kecil silvy selalu mendapat apa yang dia inginkan,
Namun meskipun dia terlahir kaya dia hidup dengan sederhana, karena hal itulah dia bisa bersahabat dengan Yuki,
Silvy bertemu Yuki di rumahnya, Ketika Ryuji bertemu dengan Martin, Maksud ryuji adalah untuk membuat Yuki masuk dunia hiburan karena dunia bawah terlalu kejam untuk yuki,
Awalnya Yuki bersikap dingin pada silvy, karena perbedaan status mereka, namun silvy yang terus mendekat pada yuki, membuat yuki mau tak mau berteman dengan silvy,
Kala itu silvy baru pulih dari rehabilitasi, namun rehabilitasi yang belum sepenuhnya berakhir pun membuat mereka terpisah cukup lama,
Namun ketika Mereka memasuki sekolah menengah pertama, mereka bertemu kembali, dan sudah 4 tahun sejak pertemuan mereka kembali.
"Silvy..." Teriak Yuki
Tatapan silvy langsung berubah pucat ketika melihat shin dan yuki berjalan bersama, Terlihat shin sedang menggendong gadis kecil yang tertidur di dadanya, sedangkan yuki sedang diikuti oleh gadis kecil lainnya,
Silvy yang melihat itu segera menarik tangan yuki dan menjauh dari shins, silvy pun mengajak yuki membicarakan apa yang mengganjal di otaknya,
Silvy pun merangkul leher yuki dengan tangan kanannya, berbalik dan membelakangi shin yang ada di sana.
"Yuki, apa yang terjadi kau pergi bersamanya setelah lelang itu, dan ketika tak bertemu beberapa hari kau sudah memiliki dua anak bersamamu." ucap silvy
Seketika mimik wajah silvy berubah drastis dengan muka pucat, dia berfikir bagaimana menutupi hal tersebut, melihat sifat yuki, yuki pasti tak kan setuju meninggalkan mereka di panti asuhan,
Sehingga membuat silvy cemas yuki akan terlibat rumor yang akan menyakiti yuki.
Yuki menghela nafas, "Apa yang kau pikirkan? kita bahkan belum melakukannya. Tenanglah, nanti aku ceritakan." ucap yuki menenangkan silvy,
__ADS_1
Silvy ragu, namun karena yuki merasa sudah yakin dengan kata katanya, silvy pun menyerah untuk meyakinkan yuki.
"Baiklah." ucap silvy merasa cukup resah
"Apa tak melihat keponakan mu." ucap yuki mencoba mengalihkan rasa cemas silvy,
Silvy pun melihat kembali sosok 2 anak kecil yang bersama shin, Silvy terkejut melihat chelsy berdiri di samping shin.
Silvy memang mengenal chelsy, namun silvy juga merasa penasaran dengan gadis cantik yang di gendong shins, namun silvy hanya bisa menahan rasa penasarannya tersebut.
Yuki yang melihat silvy terdiam segera mengandeng tangannya untuk berjalan mendekat kembali pada shins.
"Apa kalian sudah selesai?." kata shin
Yuki hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan shin, "Apa kau akan kembali ke asrama baru?." tanya yuki
"Iya." Jawab Shin singkat,
Shin pun berjalan kembali menuju asrama baru para siswa, Sebelum asrama yang sebelumnya terbakar di perbaiki, para siswa tinggal di asrama yang berada di dekat asrama putri,
Untung saja asrama itu belum ada pelaksanaan gusur untuk bangunan baru, sehingga pihak sekolah tak perlu menyewa hotel untuk siswa putra.
Ketika sampai di depan asrama shin pun berpisah dengan silvy, Yuki yang telah menyuruh ysabele pergi kini mengikuti shin untuk masuk ke asrama miliknya,
Yui pun duduk di ranjang dimana yui tertidur, Shin pun terlihat sedang merapikan barang barang miliknya yang berserakan.
"Apa tak apa membiarkan gadis kecil itu bersama silvy" ucap shins sambil merapikan barang,
"Tak apa, meskipun dia terlihat begitu, aku bisa melihat dia sangat menyayangi silvy." jawab yuki,
Yuki pun melihat sekeliling kamar milik shins, Melihat sedikit barang dan perabotan serta satu ranjang yang sangat rapi seolah tak ditempati, membuat yuki berfikir shin tinggal sendiri dalam kamar.
"Apa kau tinggal sendiri?." tanya Yuki
"Iya, tak ada yang mau sekamar denganku." kata shin
"Yah, aku bisa mengerti kenapa mereka tak mau bersamamu." ucap yuki
Semua siswa berfikir dan memandang shin adalah pria pintar dan pendiam, sehingga mereka merasa ada sebuah dinding penghalang ketika ingin mendekati shin,
__ADS_1
Bisa dikatakan kamar shin dulu memang ada seseorang, namun ketika di asrama sementara mereka bisa menghindar, shin pun akhirnya mendapat kamar sendirian.
"Aku tahu kau suka kesendirian, tapi apa kau tak kesepian?." tanya yuki
Shin hanya terdiam membelakangi yuki sambil menaruh buku buku dalam tempatnya,
"Apa kau mau aku pindah kesini." goda yuki
"Plaakk~" seketika buku dalam genggaman shin jatuh kelantai karena rasa terkejut yang menghampirinya.
"Apa kau tak takut, orang orang membuat namamu jelek jika mereka tahu penyanyi papan atas tinggal di asrama pria." ucap shin mengambil buku yang terjatuh dan meletakkannya di dalam rak buku.
"Yah~ apa masalahnya? aku sama sekali tak peduli pada mereka, toh mungkin sama saja seperti dulu," ucap yuki mengingat di dunia sagart shin dan yuki tinggal bersama,
"Lagian jika mereka banyak omong kosong, aku tinggal menunjukkan buku nikah milikku." tambah yuki.
Mendengar itu shin yang telah berbalik kini menatap yuki, shin pun mendekat kearah yuki dan menjatuhkan yuki keranjang,
Yuki yang kaget pun hanya bisa mengikuti dorongan shins di ranjang, Yuki pun menjadi penasaran apa yang akan dilakukan shin,
Shin kini menatap lembut yuki yang berada di bawahnya,
"Apa kau menegaskan? bahwa aku bisa melakukannya padamu sekarang? saat ini juga.!" ucap shin
Yuki yang mendengar ucapan shin kini terkejut tak percaya, shin yang selama ini selalu menjaganya dengan baik, sekarang berkeinginan untuk menyentuhnya,
Yuki pun mengarahkan kedua tangannya untuk memeluk leher shins, "Aku milikmu, lakukan sekukamu." Yuki mulai memejamkan mata siap menerima semua perlakuan shin padanya.
Yuki dengan sabar menantikan hal apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Apa kau yakin?." ucap shins memastikan,
Yuki pun hanya mengangguk untuk memberi jawaban pada shin, Yui yang tertidur kini terbangun akibat perasaan panas yang dia rasakan dalam tubuh shin,
Namun Yui yang membuka mata melihat shin dan yuki sedang berpelukan, dan hendak berciuman,
Yui yang mengerti dan tak ingin menganggu keadaan yang sedang terjadi pun segera mematikan sirkuitnya untuk tertidur kembali.
......................
__ADS_1
Jangan harap ada adegan 21+. Author gak mau ngerusak tokoh kesayangan author dengan hal semacam itu.
Shin dan Yuki emang saling mencintai hanya saja author pikir nulis hal mesum tentang mereka buat author mikir itu menodai mereka, jadi jangan harap ada hal begituan.