Monarch System II

Monarch System II
Ch - 34. Akhir Diskusi


__ADS_3

"Kalian memang seharusnya mati." kata gyana penuh dengan nada ingin membunuh.


Melihat meja yang setengahnya hancur akibat bantingan telapak tangan gyana para petinggi tersebut merasa takut bahwa kematian sudah ada di depan mata,


Namun jika mereka menuruti kemauan gyana, mereka juga akan jatuh dari keluarga atas di kota J, itu sama saja dengan membunuh secara perlahan,


"Gyana hentikan tindakanmu." kata seorang gadis yang muncul dari kegelapan ruang tempat mereka berada,


Para petinggi pun terkejut melihat sosok gadis kecil berusia 10 tahun yang muncul dari sisi gelap ruangan, layaknya sebuah sihir mereka tak percaya apa yang mereka lihat,


Gadis kecil membawa boneka teddy di tangannya pun mendekat kearah gyana, gadis itu pun mengambil dan melihat isi dokumen yang hampir hancur dilantai,


"Tapi master memberi perintah untuk membuat mereka tunduk," kata gyana yang melihat nicky muncul dari kegelapan,


'Siapa bocah ini? bahkan wanita itu bersikap sopan padanya, lalu siapa yang mereka maksud dengan kata 'Master', apa dibelakang mereka masih ada sosok lainnya.' pikir para petinggi yang masih dalam keadaan tegang karena kemarahan gyana,


"Hmm~ 70% saham kasino," kata nicky membaca isi dokumen peralihan saham kasino


"Itu sama saja mereka tak bisa memenuhi keinginan master, jika mereka menghormati master harusnya mereka memberikan semua yang mereka miliki." kata gyana mencoba mengeluarkan pendapatnya,


Nicky pun melihat kearah para petinggi kasino yang tertegun diam karena tindakan gyana,


[Chu Yenshi] (45)


Ras : Human


Level : 90


Detail : Presiden Perusahaan Chu yang bergerak di bidang real estate negara C, pengusaha yang berbakat yang menjadikan keluarganya nomer 1 di Negara C.


[Ayase Ryuji] (43)


Ras : Human


Level : 120


Detail : Bos Mafia di Negara C, Seorang yang menguasai dunia bawah Negara C, dengan sifatnya yang tajam, tak ada yang tak mengenalnya, dari preman kelas teri sampai geng besar, semua tunduk di bawah kakinya.


[Garian Martin] (41)


Ras : Human


Level : 70

__ADS_1


Detail : Presiden Gallia, Perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, Gallia adalah perusahaan terbesar di dunia, banyak artis/aktor papan atas yang terlahir di perusahaan tersebut.


"Apa maksud kalian dengan ini?" kata nicky menatap ketiga petinggi pemilik kasino,


Para petinggi itu saling berdiam diri tak menjawab, namun ryuji memulai menjawab pertanyaan nicky,


"Kasino ini adalah tempat judi terbesar di kota J, bahkan negara C, serta Dream Land adalah pusat dimana semua uang yang di hasilkan tempat judi lain berada, jika kami menyerahkan semua saham di sini, itu berarti nona membunuh saya secara perlahan." kata Ryuji menjelaskan.


"Sebelumnya kami hanya memiliki 33% saham masing-masing orang, 1% saham sisanya kami donasikan untuk akademi Canville di negara Z, sekarang kami menyerahkan 70% untuk anda, dan 30% untuk kami, jika kami memberikan semua itu sama saja anda membunuh teman kami." kata Yenshi menambahkan.


"Kami hanya berharap anda memberi belas kasihan untuk tetap hidup, 70% saham sudah menghasilkan 2,5 M dollar per bulan, kami serahkan itu untuk pengampunan nyawa kami." kata martin


"Itu hanya alasan, kalian punya perusahaan yang berkembang pesat, apa perlu dengan kasino ini." kata gyana dengan nada kesal


"Gyana diam." kata nicky keras untuk meredam amarah gyana,


Nicky pun berfikir sejenak untuk memutuskan keputusan diskusi yang berbelit belit tersebut.


"Aku tak akan mengambil semua milik kalian, berikan saja 40% saham dari perusahaan kalian, jika tidak hidup kalian akan berhenti disini." kata nicky mengambil keputusan.


Mereka pun terdiam mendengar kata nicky, namun nyawa mereka lebih berarti sehingga mereka pun menyetujui permintaan nicky,


Setelah itu para petinggi pun menyuruh pengacara yang mereka percaya untuk membuat surat baru penyerahan saham di laptop yang dia bawa,


Setelah beberapa saat berlalu, surat penyerahan saham yang telah di tanda tangani para petinggi pun di serahkan pada nicky, Nicky pun menerima dan membaca kembali surat tersebut.


"Bagus, ini lebih baik." kata nicky dengan wajah senang,


"Maaf, Jika boleh tahu, siapa master yang kalian maksud tadi?." kata martin yang penasaran sosok dibalik layar yang menyuruh mereka,


"Lyebi." kata nicky


Lyebi pun melempar kartu kearah tiga orang yang duduk tenang, Mereka pun mengambil kartu yang menancap di meja setengah rusak yang berada di depan mereka,


Mereka pun semakin terkejut melihat foto dalam kartu tersebut,


'Dari wajahnya, dia seumuran dengan anak kami, apa dia sosok di belakang mereka, seberapa kuat bocah ini hingga mereka patuh padanya.' pikir para petinggi yang terkejut melihat foto di kartu yang ada ditangan mereka.


"Aku ingatkan kalian, Jangan mencari masalah dengannya atau keluarga kalian akan musnah, tak perduli dimana kalian berada, dunia ini tak kan bisa menyembunyikan kalian, bagiku dunia ini tak lebih dari batu kecil di pinggir jalan." kata nicky dengan nada yang mendominasi.


Para petinggi pun mengangguk mendengar kata yang keluar dari mulut nicky, mereka pun merasa ucapan nicky tak sekedar untuk menakuti mereka,


Nicky pun memasukkan surat penyerahan saham itu kedalam dimensi yang terhubung dalam kastil, para petinggi disana pun semakin terkejut melihat apa yang nicky lakukan,

__ADS_1


'Itu bukan semacam sulap, apa itu sihir atau artifak kuno.' pikir para petinggi penasaran namun tak ada dari mereka yang berani bertanya,


"Apa Nona, ingin membuat perusahaan baru di kota J." kata ryuji memberanikan bertanya untuk mengalihkan pikirannya dari sihir yang dilakukan nicky,


"Hmm~ Itu ide tak buruk." kata nicky menerima perkataan ryuji,


"Jika begitu, kami akan mengurusnya untuk anda." kata ryuji,


"Benar, kami akan mengurus segala kebutuhan yang diperlukan, apakah nona bisa meninggalkan nomer kontak untuk di hubungi setelah kami selesai menyiapkannya." kata martin mencoba mendekati nicky


"Aku tahu maksud kalian membantu karena ingin bertemu master, jadi hentikan tindakan itu." kata nicky


Para petinggi itu pun terdiam mendengar kata nicky yang dengan jelas mengetahui niat mereka,


"Kalian tenang saja, untuk sekarang kalian tenang siapkan saja apa yang dibutuhkan, kalian bisa bertemu master, tapi bukan lewat kami, meskipun begitu jangan buat masalah jika kalian bertemu dengan master di suatu tempat." kata nicky menjelaskan


"Baiklah, kami mengerti." kata ryuji mewakili dua temannya,


Setelah diskusi di ruangan tersebut nicky dan keempat mahkluk panggilan shins menghilang dalam bayangan seolah mereka tak pernah ada.


Meninggalkan 3 orang yang duduk saling berhadapan kini bernafas lega karena nyawa mereka masih bertahan di tubuh mereka, mereka pun terdiam beberapa saat sambil mengatur nafas sebelum berdiskusi kembali,


"Apa kalian menyesal dengan keputusan yang kalian ambil." kata ryuji menatap kedua temannya, namun mereka hanya menggeleng mendengar ucapan ryuji,


"Baguslah, meskipun aku menganggap kalian saudara tapi menyingung mereka bukanlah hal baik," kata ryuji kembali


"Apa mereka sekuat itu?" kata yenshi


"Kau bahkan melihat sendiri master cho yan zu bahkan tak bisa membalas mereka, bisa kurasakan mereka itu lebih dari kata monster." kata ryuji,


"Apa mereka di kendalikan oleh bocah ini." kata martin yang terus melihat foto shin di atas kartu kecil.


"Jangan berfikir begitu, di dunia bawah mengancam seorang yang memiliki kekuatan lebih besar mengunakan kelemahan memang banyak, tapi dari sikap mereka, itu tak seperti mereka sedang dikendalikan, itu lebih seperti pelayan yang hidup matinya hanya untuk melayani tuan mereka." kata ryuji


"Kalian Adalah 2 dari 3 keluarga besar di negara C, sebagai teman yang telah aku anggap sebagai saudara, aku sarankan jangan memprovokasi bocah dalam foto tersebut." kata ryuji sambil berdiri dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Yah setidaknya, karena gadis itu berencana membuat perusahaan sendiri, aku rasa kita masih memimpin perusahaan yang telah kita bangun." kata martin berdiri dari posisi duduknya.


"Yah kau benar, untuk sekarang kita siapkan saja apa yang mereka perlukan, masalah pemegang saham yang lainnya kita kesampingkan dulu." kata yenshi berdiri dari posisi duduknya


Mereka pun berjalan bersama untuk keluar dari ruangan yang penuh dengan aura kematian tersebut.


...••••••••••••••••...

__ADS_1


__ADS_2