Monarch System II

Monarch System II
Ch - 55. Rumor


__ADS_3

Yuki yang mendengar perkataan shin merasa heran, dia tak mendengar ada seseorang memanggil shin, ditambah lagi asrama hanya ada mereka berdua,


"Aku tak mendengar ada seseorang memanggilku." tanya yuki dengan wajah heran.


"Teleponku sekarang seperti sistem, mungkin lebih tepatnya telepati namun pihak lawan harus memakai smartphone mereka." jelas shin


Shin mengerti kenapa yuki memasang wajah heran, karena memang yuki sejak dulu tak bisa melihat layar mengambang didepan shin,


Karena pada dasarnya sistem tercipta untuk diri sendiri, Shin juga tak bisa melihat sistem yang telah dia berikan, contohnya seperti sistem quest cai lin,


Oleh sebab itu shin menjelaskan layaknya telepati karena itu contoh paling gampang untuk mengutarakan apa yang sedang terjadi,


Setelah mendengar penjelasan singkat shin, yuki pun melanjutkan makannya, sedangkan shin mengangkat telepon martin yang berusaha menghubunginya,


"Iya." ucap shin setelah menjawab telepon martin


"Akhirnya, saya mencoba mengubungi anda, namun untuk beberapa saat tak bisa tersambung." ucap martin yang senang shin menjawab panggilannya,


"Ada apa?" tanya shin


"Apa kita bisa bertemu? saya ingin menanyakan sesuatu, serta ingin memberi tahu tentang rumor yang anda cari." ucap martin


Setelah lelang shin memang bertemu dengan martin sebentar, karena martin ingin bertanya tentang 2 batu yang dia beli, namun shin yang tak tahu hanya menjawab itu sesuatu yang dia butuhkan,


Martin yang menghormati shin pun menanyakan lebih lanjut tentang batu itu, lalu shin pun menyuruh martin untuk mencari informasi tentang hal hal aneh di dunia fana,


"Maafkan aku, untuk sekarang aku berada di akademi, kau bisa membahasnya sekarang." ucap shin


Meskipun martin ragu karena ini melalui panggilan telepon, namun akhirnya dia pun tak bisa melawan kata kata shin,


"Baiklah," jawab martin yang menyerah, "Ini tentang perang, anda pasti sudah melihat beritanya yang sedang ramai di bicarakan, apa tanggapan anda tentang hal itu?." tanya martin


"Tanggapan apa yang kau minta? Itu hanya sebuah kerajaan kecil." kata shin meremehkan


Martin yang mendengar jawaban shin terkejut, mulai bertanya tanya di pikirannya, seberapa kuat shin? bahkan menganggap kerajaan dengan pasukan yang setara dengan 3 negara besar hanya di anggap kecil.


"Lalu apakah anda ingin menyerang mereka atau menunggu mereka datang ke negara C." tanya martin ragu


"Apa kau takut adanya korban jiwa tak bersalah?." tanya shin balik


"Maaf saya bukan bermaksud begitu, saya hanya khawatir keamanan keluarga saya, di tambah lagi yuki sudah masuk dalam daftar buronan, mungkin akan banyak pembunuh yang menginginkan hadiahnya." jelas martin,


Mendengar itu shin pun menyuruh yui menampilkan list target pembunuh bayaran, berkat keahlian yui mengakses informasi sebuah negara saja sangat mudah, apalagi informasi seperti list target pembunuh bayaran.


[ Target Pembunuhan ]


Nama : Aikasa Yui


Nama Panggung : Ai - Kaguya Hime

__ADS_1


Umur : 16 Tahun


Informasi lebih lanjut tidak diketahui.


Hadiah : 100 Miliyar


'Sepertinya wallcounter memang berguna, selain umur atau nama lain bahkan jaringan mereka tak bisa mendapat informasi.' pikir shin


Shin pun menulis sebuah komentar di list buronan Yuki,


[Suami Yuki : Coba saja, jika kalian tak sayang nyawa,]


[Kelinci merah : Siapa "Suami Yuki" ini, sombong sekali.]


[Bayangan Putih : Mungkin dia fans berat idol itu.]


[Selimut malam : Haha, dia jelas jelas orang lemah.]


[Penjahat Kel⁴min : Benar, aku akan mengambil misi ini.]


Banyak komentar menentang komentar shin, bahkan sampai menghina kedua orang tuanya, shin yang paling kesal karena dirinya di kritik (kayak author), langsung menulis komentar terakhir,


[Suami Yuki : Tulis namamu disini, maka kau takkan bisa melihat hari esok!.]


Setelah menulis komentar terakhir shin pun menutup situs tersebut, meninggalkan komentarnya yang menjadi top komentar karena banyaknya like, Shin kembali melanjutkan obrolan teleponnya dengan martin.


"Maaf, bisa kau katakan lagi? aku tak mendengar." ucap shin pada martin, yang untuk beberapa saat shin yang kesal tak bisa mendengar perkataan martin karena komentar di list buronan.


"Lalu apakah keputusan anda? apa anda akan membantu negara C, melawan kerajaan S?." tanya martin yang belum mendengar keputusan shin.


"Itu tak perlu, aku sendiri yang akan membereskannya, toh ini tak ada sangkut pautnya dengan negara C." jawab Shin,


"Baiklah," jawab martin, "Tuan shin, untuk informasi tentang rumor itu bisakah saja meminta satu hal?." ucap martin


Meskipun martin gemetar dan takut karena mencoba menawar dengan shin, namun dipikirannya 'setidaknya aku sudah berusaha.'


"Jika aku bisa aku akan melakukannya, selama jalan yang aku pilih tak terhalangi." ucap shin tegas.


"Terima kasih, mendengar niat anda saja saya sudah merasa bersyukur," ucap martin, "Untuk infromasi nya ini dari ryuji, saya juga pernah mendengarnya namun tak pernah memastikannya." ucap martin


"Rumor tentang apa itu?." tanya shin yang mulai penasaran.


"Apa anda tahu hutan amazn?." ucap martin


"Ya, memang kenapa?." tanya shin


"Hutan amazn, adalah hutan tropis terbesar di dunia, banyak orang mencoba untuk masuk ke bagian terdalam hutan namun tak ada yang berhasil,


3 tahun lalu ada seorang yang berencana masuk kesana dengan menjatuhkan diri dari helikopter, sebelum dia mati dan kehilangan kontak,

__ADS_1


Dia berkata tanpa sengaja terjatuh dan masuk di lorong bawah tanah, ketika sampai di ujung lorong dia melihat sebuah kerajaan hewan yang belum pernah di teliti oleh manusia,


Dia bilang mereka seperti sedang menjaga api berwarna hijau yang menyala, namun ketika dia mencoba mendekat secara diam diam kontak pun terputus dan alat deteksi menunjukkan dia telah mati." kata martin,


"Api hijau?." tanya shin,


"Benar, itu rahasia besar negara A, bahkan mereka telah menghabiskan banyak dana, namun tak bisa mengungkap kenyataan sebenarnya." jelas martin


Shin heran, ini adalah informasi rahasia negara terbesar dan termaju di dunia, tapi kenapa yui tak bisa menemukannya, shin pun mencoba bertanya pada martin kembali, "Dari mana ryuji mendapat informasi ini?."


"Pasar gelap, itu sebuah dokumen yang sangat mahal bahkan untuk sebuah secarik kertas, karena ryuji penasaran dia membelinya, dan isi secarik kertas itu seperti cerita saya sebelumnya." ucap martin.


Mendengar penjelasan martin shin pun jadi mengerti, karena itu sebuah dokumen rahasia yang tertulis dalam kertas yui takkan mampu menemukannya,


Bisa dibilang jika dokumen itu lenyap informasinya juga akan hilang selamanya, Mungkin negara A memutuskan untuk tak menyalinnya dalam komputer karena takut jika keamanan sistem mereka di retas.


"Baiklah," ucap shin yang mengerti, "Lalu apa yang kau inginkan?." tanya shin,


"Sebelumnya maafkan saya, Jika anda ingin menyerang kerajaan saya meminta anda untuk tidak membunuh saudara saya disana." ucap martin dengan nada ragu karena takut menyinggung shin,


"Aku bisa melakukannya selama dia tak mengangkat senjata padaku." ucap shin dengan nada acuh,


"Terima kasih, telah mendengar permintaan saya, saya berjanji saudara saya tidak akan melawan anda dan akan membantu anda." ucap martin senang,


"Ya." ucap shin singkat,


"Baiklah, maaf sudah menganggu waktu anda." ucap martin sebelum memutuskan panggilan yang dia lakukan.


Berakhirnya telepon shin dan martin pun mengakhiri yuki menyantap habis makanan diatas meja, membuat shin hanya bisa mengeluh nafas panjang, karena yuki terlihat hanya menatapnya setelah makan.


"Apa itu ayah silvy?," tanya yuki, "Jadi kapan kau pergi ke kerajaan S." tambahnya


"Mungkin beberapa hari lagi, aku harus memeriksa rumor yang ditemukan ayah angkat mu." jawab shin,


"Rumor apa itu?." Ucap yuki yang kini jadi penasaran seperti shin sebelumnya,


Shin pun menjelaskan kembali apa yang di ucapkan martin, Yuki yang mendengar cerita shin, dia menjadi lebih penasaran lagi.


"Braakk~~" suara tamparan di meja terdengar keras karena yuki berdiri sambil menekan meja kecil dihadapannya,


"Aku mau ikut." kata yuki


"Aku mau memeriksa, itu juga tak tentu ada, ini bukan tamasya ke hutan kecil." ucap shin menjelaskan.


"Masa bodoh, aku mau ikut, kau bilang bahkan ada banyak pembunuh yang mengincar ku, apa kau mau istrimu mati dengan cepat." kata yuki dengan tegas,


"Kau benar, tapi.." Shin ingin mengucap alasan kekhawatirannya, karena dia tak tahu bahaya apa disana, namun yuki segera memotong kata katanya,


"Tidak ada tapi, sekarang bilang kapan kau pergi?." tanya Yuki

__ADS_1


Shin yang tak bisa membantah keinginan istrinya hanya bisa pasrah menuruti keinginannya, dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke hutan amazn malam ini.


......................


__ADS_2