Monarch System II

Monarch System II
Ch - 52. Bertemu Orang Tua Kedua


__ADS_3

Diluar kamar shin menunggu sosok 2 orang berada di dalam sambil terus membiarkan pintu tetap terbuka,


Apa dia sekarang bisa melihatku pikir salah satu yang ada di dalam kamar, di dalam kamar kedua sosok itu saling bertukar pandang untuk memutuskan pendapat,


Setelah beberapa saat mereka keluar untuk menyusul shin yang berada di luar kamar, Shin yang melihat sosok itu keluar segera menutup pintu,


Membiarkan yuki terlelap tidur di dalam kamar, Shin pun mulai bertanya 2 sosok yang berdiri di dekat pintu,


"Siapa kalian?" tanya shin, menatap pria wanita yang selalu mengikuti Yuki,


"Apa kau sekarang bisa melihatku?." ujar sang pria,


"Dari awal sejak aku bertemu yuki aku sudah bisa melihat kalian, karena aku tak merasakan aura jahat, aku mengacuhkan kalian," ucap shin dengan nada dingin,


"Sekarang aku tanya siapa kalian? siapa yang menyuruh kalian? katakan atau aku akan menyiksa roh kalian." ucap shin dengan nada mengancam,


Sepasang pria wanita pun saling bertukar pandang kembali, melihat nada bicara shin, mereka memang tak salah melihat bahwa shin bisa melihat mereka,


Namun mereka juga takut hingga tubuh roh mereka bergetar dibawah ancaman yang shin lakukan.


"A-Apa kau tak mengenaliku?." ucap sang pria,


Shin yang mendengar itu mulai penasaran, shin pun mengunakan matanya untuk melihat status 2 roh yang ada di depannya,


[ **Soul ]


Sebuah Jiwa/Roh yang bergentayangan di dunia fana karena memiliki dendam atau tujuan yang tak terselesaikan, Jiwa/Roh selalu diburu oleh malaikat yang bertugas untuk membawa mereka,


Malaikat akan membasmi roh jahat dan melenyapkannya mereka, Sedangkan untuk roh baik akan ditangkap dan di bawa untuk melakukan reinkarnasi/ditawan dalam penjara mereka,


Detail Kehidupan** : ???


Shin masih melihat hal yang sama seperti dulu, detail kehidupannya masih menampilkan 3 tanda tanya, yui bilang karena itu adalah catatan yang di pegang oleh dewa kematian, jadi yui tak bisa mengaksesnya.


Shin yang melihat status roh itu masih sama, membuat shin semakin penasaran bagaimana bisa dia melupakan hantu? secara jika shin berteman dengan hantu dia pasti mengingatnya karena shin sama sekali tak memiliki teman.


"Siapa kamu? jika kita saling mengenal aku takkan melupakan mu?." ucap shin


"Di dunia itu, namaku Charva Curs Monic." ucap sang pria memperkenalkan diri,


Charva? Dunia Itu?, dengan 2 kata itu, shin langsung mengingatnya, dia adalah raja iblis kerajaan Monic di dunia sagart, namun penampilannya yang seperti pekerja kantoran sama sekali tak terlihat seperti raja iblis,


Shin pun kembali berfikir wanita berpakaian rapi disebelah sang pria adalah ratu shopia ibu yuki di dunia sagart,

__ADS_1


"Apakah kalian Raja Charva dan Ratu Shopia?." ucap shin


Mereka pun tersenyum dan mengangguk menjawab bahwa perkataan shin adalah benar, Shin pun jadi mengerti kenapa mereka selalu mengikuti yuki,


"Lalu kenapa kalian mati di dunia ini? apakah ada dendam yang belum di selesaikan?." ucap shin


Mereka hanya menggeleng mendengar perkataan shin, Mereka pun mulai menjelaskan dan bercerita satu persatu.


--


Pasangan suami istri ini adalah orang yang berpengaruh di perusahaan tempat mereka bekerja, namun mereka di bunuh dengan alibi kecelakaan,


Mereka memang memiliki dendam, namun penyesalan terberat mereka adalah tak bisa melihat anak anak mereka tumbuh dewasa,


Mereka ingin balas dendam namun tak tahu caranya, hingga mereka memutuskan untuk mengikuti anak anaknya,


Beberapa tahun yang lalu, (ini dimaksudkan dunia fana sebelum shin dan yuki mati)


Jiwa mereka di telan oleh burung kecil yang mendekati mereka, mereka pikir itu adalah malaikat suruhan dewa kematian, namun ternyata mereka hidup kembali di dunia sagart, namun mereka tak memiliki ingatan kehidupan sebelumnya,


(Intinya, mahkluk yang reinkarnasi di dunia sagart itu jiwa yang ditangkap jaira, sedangkan hanya orang terpilih yang bisa mengingat kehidupan sebelumnya, contohnya shin dan yuki)


Mereka yang mengira telah lenyap ternyata kembali menjadi roh, dan mendapat ingatan dunia itu, mereka yang mendapat ingatan itu pun segera mencari yuki kembali.


(Simpelnya, rohnya ditelan, hidup di dunia sagart dengan ingatan baru, ketika dunia sagart lenyap, Ingatan mereka menyatu)


--


Eh mengikuti anak? Tunggu apa yuki anaknya? atau dia mengikuti yuki karena dia di dunia itu menganggap yuki sebagai anaknya? atau... Shin berhenti berfikir untuk kemungkinan yang tak masuk akal di otaknya,


Shin mulai penasaran kehidupan terdahulu pasangan suami istri yang telah menjadi roh tersebut,


"Apa kalian mengikuti Yuki karena kalian ayah dan ibu di dunia itu?." ucap shin


Mereka pun melempar senyum diwajahnya "Di dunia itu aku memang bisa dibilang ayah angkat yuki, tapi di dunia ini kenyataannya adalah kami orang tua kandungnya."


Shin terkejut mendengar perkataan pria tersebut, Ini memang kesalahan shin tak melihat foto orang tua yuki sebelum memasukkan informasi yuki pada wallcounter,


Ditambah lagi shin kini memasang wajah pucat, karena shin berfikir telah mengancam mertuanya, bahkan meniduri anaknya di depan mereka,


Shin yang mencapai kesimpulan lengkap di otaknya segera berlutut di hadapan mereka, shin pun segera mengucapkan rentetan kata maaf pada mereka.


"Ma-Maafkan saya tak mengenali kalian? maafkan saya telah mengancam kalian, Maafkan saya telah menikahi putri kalian, maafkan saya meniduri putri kalian." ucap shin sambil bersujud dihadapan roh mertuanya,

__ADS_1


Mereka ingin membangunkan shin namun apa daya mereka hanya roh, apalagi untuk menyentuh shin, menyentuh anaknya saja mereka tak bisa,


Mereka pun hanya bisa menyaksikan apa yang shin lakukan tanpa bisa berbuat apa apa,


"Bangunlah, kau adalah penguasa dunia itu, kau sekarang juga calon penguasa dunia ini, kenapa kau bersujud pada roh yang tak memiliki kekuatan apa apa?." ucap sang pria,


"Benar, kau adalah menantu kami, jangan rendahkan dirimu pada roh rendahan seperti kami." ucap sang wanita,


"Tidak, Tidak, aku memang orang yang bisa menguasai dunia ini, namun mertua adalah ayah dan ibu kedua bagiku, kalian sama derajatnya dengan orang tua kandungku, tidak menghormati kalian sama saja aku menjadi anak durhaka." ucap shin sambil terus bersujud


Sang wanita pun menghela nafas mengerti dengan jelas pernyataan yang shin lakukan,


"Putriku memang tak salah memilihmu, aku bisa tenang jika dia bersamamu." ucap sang ibu


"Benar, kalian juga telah memberi kami cucu yang cantik, aku bahkan bisa melihat yuki saat kecil dulu ketika melihatnya." ucap sang ayah


Mendengar itu shin pun sekarang menjadi sangat malu, kenyataan yang tak bisa diungkapkan meledak dalam kepalanya,


Dia ingin menjelaskan namun dia tak mampu untuk berkata kata, "Dia, hanya putri angkat kami." ucap shin beralasan,


"Kau tak perlu berbohong, kami tahu dia jelmaan sistem yang sering kalian bicarakan itu, meskipun kami tak tahu apa itu, tapi kami bisa melihat kasih sayang orang tua yang kalian lakukan padanya." ucap sang ayah.


Sang ibu pun hanya bisa tertawa mendengarkan suaminya berbicara tentang cucunya,


"Bangunlah, kita bisa bicara lebih baik sekarang, kau tak perlu meminta maaf lagi, sebagai orang tua kami sudah memaafkan mu sebelum kau melakukan hal seperti ini." ucap sang ayah,


Shin pun bangun dari posisi bersujud nya, kini dia berdiri karena mendengar ucapan ayah yuki.


Shin merasa senang orang tua yuki sama sekali tak membenci dirinya, Bahkan mereka sangat merestui hubungannya dengan Yuki.


"Ysabele - Sige " ucap shin,


Ysabele pun segera muncul dari bayangan untuk memenuhi panggilan shin, dia pun segera berlutut di hadapan shin, sedangkan sige muncul dari lingkaran sihir yang terbentuk, sige pun segera berlutut pada shin di samping ysabele.


Shin pun memerintah ysabele untuk menjaga yuki, karena tak ingin kejadian yang lalu terulang kembali, shin pun menyuruh sige untuk menemani ysabele,


Setelah memberi perintah pada mereka, shin pun menggeser tangannya, membuka sebuah portal hitam gelap disampingnya,


"Ayah Mertua, Ibu Mertua, saya mengundang anda untuk ketempat saya yang lain." ucap shin


Mereka pun mengangguk dengan perkataan shin, "Shin tak perlu bicara formal, jika kau melakukannya kita jauh dari kata keluarga."


Shin pun tersenyum dengan tulus mendengar perkataan mertuanya, "Baiklah, Ayah, Ibu." ucap shin

__ADS_1


Shin pun mulai berjalan untuk memasuki portal, mertua shin pun juga mengikutinya dari belakang.


......................


__ADS_2