
Didalam sebuah kamar shin dan yuki terlihat berbenah diri untuk mengenakan pakaian mereka yang acak acakan bekas hubungan mereka yang melaju ke tahap lebih lanjut.
Untung saja asrama sedang sepi karena libur semester sehingga para murid kembali kerumah mereka.
Shin masih tak percaya dia menodai yuki, gadis yang sangat dia cintai karena nafsu yang datang sesaat, meskipun mereka suami istri, namun usia mereka belum masuk dalam hal seperti itu.
Yuki yang melihat shin duduk di lantai sembari bersandar di ranjang segera memeluknya dari belakang, Yuki yang masih di atas ranjang mulai mencium manja rambut lembut shin.
"Apa kau menyesal melakukan pertama kali denganku." ucap yuki
"Tidak, aku merasa sangat bahagia, hanya saja hanya karena nafsu aku mulai berani men jamah mu, ketika kita melakukan sekali, pasti ada yang lainnya akan menyusul, aku takut membuatmu marah hanya karena sekarang aku memiliki hasrat itu."
Shin tertunduk kelantai, memikirkan dirinya yang kalah melawan hawa nafsu yang menghampirinya.
"Jangan pikirkan hal yang tak perlu, sebagai istrimu sudah kewajiban ku untuk memenuhi kebutuhanmu, dari pada memikirkan hal sepele, bagaimana pendapatmu tentang perang." ucap yuki
Yuki yang berumur 16 tahun mencoba bersikap dewasa untuk menenangkan pikiran shin, yuki juga mencoba mengalihkan pikiran shin yang terus memikirkan hal yang sudah sewajarnya dilakukan suami istri.
Shin pun mengerti maksud yuki, Karena jika dihitung umur mereka dengan 3 kehidupan mereka, mereka sudah berhak memiliki anak, hanya saja sekarang mereka berada dalam tubuh muda mereka kembali.
--
Dunia Fana :
Shin : 17 Tahun
Yuki : 17 Tahun
Dunia Sagart :
Shin : 17 Tahun
Yuki : 16 Tahun
Dunia Fana :
Shin : 17 Tahun
Yuki : 16 Tahun
Awalnya Shin Mati lalu terlahir di dunia jaira berumur 17 tahun, sedangkan Yuki mati setengah tahun setelah kematian disaat Yuki berumur 17 tahun.
(Yang gak paham harap baca s1, Ch : 13 - 14)
--
"Perang?, kenapa aku harus memikirkan hal yang tak berguna." ucap shin
Yuki menghela nafas mendengar kata shin, "Bodoh, Apa kau tahu akibat menjatuhkan sebuah negara, kau akan menjadi pusat perhatian negara negara besar lainnya, apa kau tak takut menjadi incaran negara negara besar." ucap yuki,
__ADS_1
"Tidak, sekarang di mataku mereka tak lebih dari sebuah negara." jawab shin dengan nada arogan
Yuki yang mendengar itu pun hanya segera melepas pelukannya, dia duduk dan langsung mengusap rambut shin untuk mengacak acak rambutnya,
"Sombongnya, berapa level mu sekarang?" tanya yuki
"500." jawab shin dengan nada bangga
"Asiknya bisa memiliki kekuatan seperti itu." keluh yuki,
Yuki pun menjatuhkan diri kebelakang karena rasa kesal yang menghampirinya, dia pun menoleh kearah yui disampingnya,
"Yui sayang, apakah mama tidak bisa membantu papamu, padahal semua ini karena mama." ucap yuki sambil menatap yui yang sedang tidur cantik.
Mendengar keluh kesah yuki shin pun sadar tentang castle, dia pun segera mengunakan telepati nya untuk menghubungi Castle, Namun beberapa kali shin mencoba untuk menghubungi fermy, bahkan tak ada jawaban sama sekali.
Shin pun menghela nafas lega karena hal itu.
--
Yui adalah sistem utama, jadi ketika dia mematikan sirkuitnya untuk tidur, shin pun tak bisa mengunakan kekuatannya, yang berarti kekuatan shin masih dalam kendali Yui,
Hanya saja yui membebaskan shin untuk menggunakan kekuatan yang dia dapat seperti summon -- skill - exp, Jika yui tak mengendalikan kekuatan shin, mana jaira akan mengambil alih tubuh shin, meskipun disaat terakhir jiwa jaira menyerah, Tyfa juga tak bodoh untuk menghilangkan sistem,
Sehingga tyfa hanya bisa bertaruh pada shin untuk mencapai dimension heaven, dan menghidupkan mereka berdua, dengan begitu tyfa dan jaira bisa memiliki hidup baru.
TL : Jaira itu bukan dewa, dia itu monster phoenix yang mati ketika menuju alam terakhir 'dimension heaven' yang berarti kenyataan aslinya jaira hanya mahkluk setengah dewa, ketika mati jiwa jaira yang tersisa hidup di bumi dan menciptakan dunia sagart,
Intinya ketika Yui tidur, mahkluk castle juga tak bisa melihat atau mendengar shin, yang berarti hubungan mereka terputus, contoh simpelnya kayak telepon yang dimatiin.
--
'Aku akan merasa malu jika mereka melihat atau mendengar suara kami saat berhubungan, untung saja yui tertidur' pikir shin sambil bernafas lega,
"Apa kau ingin kekuatanmu kembali?." ucap shin,
Yuki pun bangkit dari posisi terbaring nya, dia dengan wajah berseri seri menatap shin yang masih duduk dilantai membelakanginya,
"Apa kau akan memberikannya?." ucap yuki dengan nada penuh semangat,
"Yah, aku pikir juga begitu." Ucap shin,
Shin berfikir jika yuki ingin bersamanya dia juga harus memiliki kekuatannya sendiri, karena di alam selanjutnya lebih berbahaya,
Shin juga berharap kejadian seperti penculikan tak terjadi lagi, sebenarnya shin sudah berencana memberikan yuki sistem saat terciptanya wall counter, hanya saja shins menunggu saat yang tepat.
Lagipula shin juga sudah menemukan kandidat yang cocok untuk menjadi sistem yuki.
[ System Maker ]
__ADS_1
Membuat system support untuk membantu perkembang seseorang, Membantu pemilik system untuk mencapai kekuatan batas maksimal mereka.
Syarat :
Jiwa Yang Cocok
Mana : 100.000
(salah satu keistimewaan yang yui dapat ketika Sinkronisasi dengan smartphone milik an jing, System Maker - Online Presepsion, ini juga yang buat shin bisa ngasih cai lin shin, meskipun niat sebenarnya shin adalah percobaan sebelum melakukannya pada yuki.)
Yuki yang mendengar jawaban shin, dia segera memeluk shin dari belakang kembali.
"Terima kasih sayang, kau yang terbaik." ucap yuki sambil mencium pipi shin manja,
"Iya tapi tidak sekarang, tunggu beberapa hari lagi." ucap shin yang senang mendengar perkataan yuki.
"Baiklah, aku akan menemui silvy dulu, mungkin dia ingin tahu tentang yui." ucap yuki bangkit dari ranjang,
Yuki ingin pergi namun rasa sakitnya kembali, Shin yang menyadari yuki hampir jatuh segera menangkapnya agar tubuh yuki tak menabrak lantai,
"Apa yang terjadi? apa ada yang sakit?." ucap shin panik melihat yuki masih memegang perutnya,
Melihat shin yang panik yuki pun mengelus pipi shin dengan lembut, untuk mengusir rasa cemas dari wajah shin.
"Tidak apa-apa, itu pertama kali bagiku jadi wajar." lirih yuki.
Shin berfikir ini adalah salahnya, karena nafsu shin terlalu bersemangat hingga lupa yuki juga melakukan hal itu untuk pertama kalinya,
Shin pun segera membaringkan yuki untuk berbaring di kasur bersama Yui, Shin pun duduk di tepi ranjang untuk merawat dan menunggu, jika saja yuki butuh sesuatu.
"Istirahatlah, aku akan menelpon silvy untuk mengabarinya nanti." kata shin mengelus rambut halus yuki.
Yuki pun merasa senang dengan sikap perhatian shin, dia kembali mengingat masa masa saat shin bersamanya di dunia sagart,
"Minggu besok, apakah kau mau menemui orang tua kandungku, aku ingin memperlihatkan pada ibu bahwa aku juga memiliki suami yang baik disisi ku." ucap yuki,
Shin yang mendengar permohonan yuki pun mengangguk untuk menyetujui ajakan yuki untuk mengunjungi makan orang tuanya,
"Istirahatlah." ucap shin penuh perhatian,
Rasa nyaman yang yuki rasakan dari perhatian shin, membuat yuki terlelap dengan cepat, mungkin efek karena tenaganya terkuras habis akibat hal yang mereka lakukan,
Setelah Yuki tertidur, shin pun membangunkan yui secara perlahan, Yui yang bangun membebaskan kekuatan shin,
Shin pun segera melihat sekelilingnya, Ternyata benar, 2 orang yang selalu mengawasi yuki masih ada disana.
Shin pun bangkit dari tepi ranjang, lalu dia berjalan dan membuka pintu kamar, sebelum shin keluar kamar dia menoleh kearah belakang,
"Bisakah kita keluar untuk bicara." ucap shin pada sosok 2 orang yang berada didalam kamar tersebut.
__ADS_1
......................