
-Stasiun Kereta
"Tuuttt~~" Suara kereta yang berhenti menunggu penumpang memenuhi stasiun kereta,
Terlihat gadis cantik berambut hitam dengan mata berwarna biru memakai masker sedang duduk anggun di kursi tunggu, Dia sesekali melihat jam bermerek dengannya untuk melihat waktu.
"Ysabele, apa shins masih lama?." tanya yuki bertanya pada manager yang berdiri di sebelahnya.
"Orochi bilang master sedang dalam perjalanan." jawab ysabele
"Baguslah, 30 menit lagi kereta berangkat, apa dia mau melakukan teleportasi." ucap yuki untuk melanjutkan perbincangan.
"Setahu saya master belum mempelajari keahlian itu." ucap ysabele
Suana pun menjadi sunyi setelah ysabele menjawab ucapan yuki, disisi yuki dia jarang bicara untuk membuat patuh para mahkluk panggilan shin di dunia sagart, disisi lain ysabele adalah seorang assasin yang tak banyak bicara,
"Nona, terima kasih telah memberi saya kesempatan." ucap ysabele mencoba mencairkan suasana
"Tak apa, kejadian di restoran itu bukan sepenuhnya salahmu, mungkin saat itu aku sedang kesal padanya." jawab yuki untuk menghilangkan rasa bersalah ysabele
"Jika saya boleh tahu, apa benar Ingatan nona sudah kembali?." tanya ysabele
"Iya, apa kau mau aku menyebutkan skor pertarungan kita di dunia itu untuk membuatmu percaya?." ucap yuki yang memiliki skor kemenangan terbanyak ketika mereka melakukan latih tanding.
"Tidak, saya hanya merasa senang nona mengingat kejadian di dunia itu." ucap ysable sambil menunduk,
"Aku memang ingat, tapi entah kenapa aku merasa sangat lemah dari yang dulu, aku bahkan tak bisa mengunakan keahlian ku." ucap yuki sambil memainkan telapak tangannya.
"Aku bahkan tak bisa memanggil kuro, apa karena semua kekuatanku dulu itu miliknya." keluh yuki,
Ysabele pun terdiam mendengar perkataan yuki, meskipun dia tahu penyebabnya, namun ysabele tak memiliki hak untuk mencampuri urusan masternya,
"Kuro masih ada dalam castle, bahkan Cherry juga ada disana, hanya saja master tak bisa memanggil mereka karena jiwa mereka tak terikat dengan master." ucap ysabele untuk memberi yuki sedikit semangat,
"Benarkah? aku tak percaya mereka masih hidup, bahkan cherry, jika bicara tentang cherry aku penasaran kenapa silvy bisa datang kedua itu, dari kematian shins hingga kematian ku, silvy tak pernah mengalami kematian." ucap yuki sambil memegang dagunya,
"Silvy mati setelah diriku, atau ada kejadian lain? seingat ku, di status lyisa tak ada keterangan reinkarnasi, tapi kenapa lyisa mirip sekali dengan silvy?." keluh yuki sambil berfikir.
"Mungkin ini bisa membantu nona." ucap ysabele sambil menyerahkan sebuah kertas.
"Ini, ini bukankah biodata yui, dari mana kau mendapatkannya? bukankah shins sudah memasukkannya dalam sistem keamanan bersama dengan milikku." ucap yuki terkejut melihat selembar kertas ditangannya,
"Nona nicky meminta pada nona kecil (yui), karena dia sosok penting bagi master, nona nicky bilang anda perlu tahu karena ingatan nona sudah kembali." ucap ysabele menjelaskan.
--
Nama : Silvy Ly Gerna
Umur : 16 Tahun
__ADS_1
Sekolah : Akademi Canvile
Tinggal : Asrama
Tanggal Lahir : 02 September -- Kerajaan S
..
(skip aja informasi tampilan makanan hal kesukaan, tinggi berat lingkar badan, soalnya terlalu detail, takutnya ngerusak imajinasi kalian, anggap aja silvy gadis cantik yang gak kalah dari yuki)
..
Riwayat :
Terlahir dengan kondisi yang lemah,
Memiliki saudara namun telah meninggal karena kecelakaan ketika menuju rumah sakit bersama ibunya.
Pernah melakukan operasi jantung di rumah sakit xx,
Setelah operasi meskipun agak lama namun karena semangat ayahnya dia berangsur membaik dengan rehabilitasi.
--
"Saudari? Operasi jantung?" keluh yuki menahan rasa terkejutnya,
"Tunggu, apa jantung didalam diri silvy itu jantung saudarinya, jika begitu memang masuk akal, lyisa tak memiliki titel rebirth." ucap yuki mencoba memahami yang masuk di otaknya.
'Pantas saja, dia bilang "merasakan suatu perasaan familiar dan nyaman" ketika pertama kali bertemu shin.' pikir yuki mengingat kejadian kita yuki memperkenalkan shin pada silvy
"Mungkin yang nona katakan benar?." ucap ysabele
"Mungkin? apa shin tidak tahu akan hal ini?" tanya yuki pada ysabele,
"Master tidak tahu hal ini, karena master tak pernah melihat informasi selain miliknya, ketika membuat sistem keamanan tersebut." jawab ysabele.
"Memang seperti itulah dia, bagi shin melihat informasi tentang orang lain adalah tabu." ucap yuki yang khawatir shin mengetahui semua tentang dirinya,
Yuki tak tahu, sejak awal shin sudah tahu semua tentang yuki karena mata miliknya, tujuan shin sebenarnya hanya untuk menyembunyikan informasi yuki dan silvy dari orang lain,
Ysabele yang tahu hal tersebut pun tak menyangkal perkataan yuki, karena ysabele melihat yuki terlihat senang, mengetahui bahwa shin tak tahu banyak informasi tentangnya.
"Yuki, tolong aku." ucap shin yang sedang menggendong yui yang melihat kearah belakang,
Yui pun terus meledek chelsy yang terus memegang erat baju shin dari belakang,
Yuki yang mendengar suara shin pun bisa melihat mata orang orang sedang tertuju pada shin yang datang kearahnya,
'Apa lagi yang dia lakukan? pura pura saja tak kenal.' pikir yuki, yang bangkit dari kursinya,
__ADS_1
"Ysabele, ayo jalan." ucap yuki berjalan memasuki kereta,
Ysabele pun menoleh kearah shins sebentar, namun dia segera mengikuti yuki masuk kedalam kereta setelah menunduk memberi salam pada shin.
Shin yang merasa risih pada pandangan orang orang pun segera masuk kedalam kereta bersama chelsy yang terus mengikutinya,
"Tuuutttt~~" kereta pun mulai berjalan meninggalkan stasiun setelah suara pemberitahuan keberangkatan berakhir,
Di dalam kereta, yuki duduk berhadapan dengan shin, yuki duduk bersama ysabele, sedangkan shin duduk bersama chelsy, dengan yui yang memeluk erat shins sambil terus menatap chelsy tajam.
Shin pun juga terdiam melihat tatapan yuki yang tertuju padanya,
"Lalu apa yang terjadi." ucap yuki menunggu penjelasan shin,
Shin ingin menjelaskan namun yui berteriak lebih dulu daripada shin,
"Mama usir dia? dia mau merebut papa." ucap yui, sambil mennjuk kearah chelsy
'Mama? aku tak menyangka bisa bertemu dia secepat ini, tapi dia terlihat seumuran dengan sepupuku, apa dia membuat gadis kecil ini (yui) saat masih berumur 10tahun, seberapa bebas negara C ini, bahkan anak dibawah umur bisa memiliki anak.' pikir chelsy mendengar kata yui,
"Hoho~ merebut? sejak kapan kau jadi seorang pedofil." ucap yuki mengejek shin.
"Tidak, bukan begitu." ucap shin bingung menjelaskan.
"Mama, usir dia! dia ingin mengambil papa." ucap yui kembali memutus kata kata shin
"Yui, mama punya puding, kemari lah." ucap yuki,
"Puding." kata yui, yui pun melepas pelukannya pada shin dan beralih menuju kearah yuki, ysabele pun bergeser untuk memberikan tempat di tengah pada yui.
'Apa aku tak lebih berharga dari sebuah puding.' pikir shin,
"Sekarang jelaskan, apa yang terjadi." ucap yuki sambil menyuapi yui sebuah puding
Shin pun menceritakan apa yang terjadi pada yuki secara detail, Yuki pun bisa mengerti dengan jelas karena yui menampilkan rekaman kejadian pada panel biru di depan yuki.
"Hmm~~ begitu, pantas saja aku tampak seperti mengenalnya." ucap yuki,
"Apa kau mengenal gadis ini?." ucap shin,
"Aku tak mengenalnya, hanya pernah melihatnya, sebelum pergi pelelangan itu, silvy pernah menunjuk foto sepupunya." ucap yuki,
"Dia sepupu silvy?." kata shins terkejut.
"Iya, tapi kenapa sepupu silvy datang jauh jauh dari negara S? apa tujuanmu nona Chelsy?." ucap yuki dengan santai namun dengan nada menekan.
Mendengar perkataan yuki chelsy pun melepas pegangan tangannya pada lengan shin, dia pun tertunduk sambil menaikkan sudut bibirnya keatas.
......................
__ADS_1