
"Tap~ Tap~" suara langkah kaki nicky mendekat kearah sang kapten kapal yang tertunduk menyerah,
Nicky dengan anggun berdiri dihadapan sang kapten, dengan tatapan rendah memandangnya,
"Apa kau sang kapten?." ucap nicky
"Ya Ya" jawab sang kapten dengan cepat, karena aura tekanan yang dia rasakan.
Meskipun di hadapannya terlihat seorang gadis kecil, namun perasaan menekan dari setiap kata yang diucapkan membuat bulu kuduk sang kapten merinding secara serentak.
"Bagus lah, dragnuv lempar dia kelaut." ucap nicky
Sang kapten yang tak mengerti kesalahannya panik mendengar kata kata nicky, dia mencoba bertanya namun, ujung sniper dragnuv sudah menyambar baju sang kapten,
Posisi sang kapten pun kini tergelantung di pinggir dek kapal, jika dragnuv menurunkan sedikit saja posisi sniper miliknya maka sang kapten akan terjun bebas kelaut.
"Apa apa yang saya lakukan? saya sudah menyerah." ucap sang kapten,
"Kau bisa bertanya pada raja neraka." ucap nicky
Mendengar kata nicky, dragnuv pun menurunkan posisi senjatanya membuat sang kapten jatuh bebas ke laut,
'Setidaknya aku harus hidup meskipun harus terus mengambang ditengah laut.' pikir sang kapten
Namun ketika dia berbalik untuk mengurangi dampak tabrakan dengan air laut, sang kapten melihat bayangan hitam yang semakin membesar di laut,
Sang kapten mengira itu bayangannya sendiri karena semakin jaraknya mendekat ke air lingkaran itu semakin membesar,
"Ehhh" sang kapten terkejut melihat lingkaran hitam itu muncul kepermukaan hingga menampilkan sosok aslinya, "Tidaakkk"
Sang kapten ingin berteriak dan menghindar namun daya tarik bumi membuatnya dengan cepat memasuki mulut besar hiu yang menganga di bawahnya,
"Crashhh~~ Crasshhh~~"
Pemandangan kejam pun terjadi, laut yang berwarna biru pun kini berubah menjadi merah darah karena calli terus menguyah tubuh sang kapten tanpa menelannya,
Hasilnya pun sang kapten mati penuh dengan rasa penyiksaan di mulut calli, "Yah hasil yang tak buruk untuk kapten yang mengkhianati pasukannya sendiri." ucap shin yang menonton dari punggung gorge
Setelah beberapa saat para pasukan yang menyerah pun di turunkan kelaut, tak lupa nicky pun menurunkan semua sekoci diatas kapal karena shin menyuruh untuk tak membunuh pasukan yang menyerah,
Setelah kapal perang bersih shin pun turun mendekat kearah kapal,
"Bagaimana kau memindahkannya ke dalam castle?" ucap shin yang masih berada di punggung gorge
"Saya ingin master membayangkan bahwa kapal ini ditelan kegelapan." ucap nicky memberi penjelasan simpel
__ADS_1
Shin langsung mengerti, meskipun nicky menginginkannya namun untuk memasukkan benda kedalam castle masih perlu mengunakan kekuatan shin.
Karena memang pada dasarnya castle adalah dunia milik shin, jadi nicky tak bisa melakukannya sendiri.
[Apa anda ingin memasukkan Kapal Perang dalam castle]
[Ya] [Tidak]
Shin pun memilih untuk memasukan kapal kepal dalam castle, secara berkala lingkaran hitam pun muncul di bawah kapal, menelannya secara perlahan,
Nicky pun meloncat untuk naik ke punggung gorge dibelakang shin, meninggalkan empat mahkluk bayangan yang ikut tertelan menuju dunia castle,
"Master~ apa yang akan kita lakukan pada mereka." ucap nicky menunjuk pada lima kapal perang dan satu kapal induk yang bergerak perlahan menuju kearah mereka di kejauhan.
"Yah kita tunggu saja, lakukan hal yang sama, jika mereka menyerah rampas kapalnya dan yang melawan tidak ada pilihan lain." ucap shin
"Gorge maju." ucap shin
Gorge pun terbang mendekat kearah enam kapal perang yang menjadi musuhnya meninggalkan perahu sekoci yang menampung beberapa awak kapal yang menyerah.
Disisi lain induk kapal perang mendeteksi panas asing di radar mereka, setelah memastikan secara seksama mereka terkejut melihat seekor naga yang mendekat kearah mereka,
"Ko-Komandan itu seekor Naga." ucap sang pelapor
"Naga? apa kau kurang tidur hingga bermimpi." ucap sang komandan
"Itu benar benar naga." ucap sang komandan
"Lalu apa yang harus kita lakukan kapten." ucap sang wakil komandan
"Siapkan semua senjata anti udara, tembak naga itu." ucap sang komandan
"Ta-Tapi komandan, apa itu akan berhasil." kata sang wakil komandan
"Harus, Dia hanya satu naga. Bahkan jika kita membawa mayatnya seluruh dunia akan gempar." ucap sang komandan,
"Baik." jawab sang wakil komandan,
Sang wakil komandan pun segera memberi perintah pada seluruh kapal perang, secara serentak mereka pun mulai menembak kearah gorge yang mendekat kearah mereka.
Perintah sudah keluar, suara ledakan dari senjata anti udara pun melesat menembaki gorge,
"Ciuu~~ Ciuu~~"
"Boomm~~ Duaarr~~ Boom~~ Duarr"
__ADS_1
Suara banyaknya tembakan memenuhi lautan yang sunyi, Setelah ratusan tembakan dilepas, sang komandan pun menghentikan serangan untuk melihat hasilnya,
Setelah kepulan asap di udara menghilang tertiup angin, mata sang komandan terbelalak melihat sang naga yang telah mendekat berdiam diri ditempat,
"Apa itu benar benar seekor naga? bahkan misil skala tinggi tak bisa menjatuhkannya." ucap sang komandan,
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya komandan." kata sang wakil komandan,
"Siapkan senjata nuklir." ucap sang komandan
"Tapi komandan skala ledakan akan mengenai kita, bahkan itu dapat menimbulkan tsunami untuk kota pinggiran laut." ucap sang wakil komandan memberi saran,
Mendengar hal itu sang komandan berfikir kembali, dia tak menyangka dia sepanik ini hingga tak dapat berfikir dengan jernih hanya karena seekor naga yang terbang mendekat.
"Bagaimana orang dulu bisa membunuh naga? bahkan peluru misil tak mampu menggores kulitnya." keluh sang komandan.
"Aku akan memberikan dua pilihan, menyerah dan jatuhkan diri kelaut atau mati, Perang ini tak berguna jadi kuharap kalian membuat pilihan bijak." ucap shin keras,
Sang komandan yang merasa aneh mendengar suara rendah dari orang yang bicara dengannya segera mengambil teropong yang terjatuh dilantai,
Matanya semakin terkejut melihat sosok seorang bocah yang berdiri tegak diatas yang naga,
"Itukah orang yang membunuh sang pangeran?" keluh sang komandan,
Belum selesai dengan naga sang komandan semakin tak percaya dengan apa yang matanya lihat, kini bukan hanya naga yang terlihat dari teropong kecilnya,
Melainkan dua mahkluk yang telah menjadi mitos di dunia ini, "Apa itu phoenix?" ucap sang komandan
Sang komandan merasa takjub sekaligus merasa takut, 6 kapal perang bahkan tak bisa melawan satu naga, sekarang ditambah satu ekor phoenix berwarna senja.
"Sebenarnya apa yang kita lawan? Siapa yang diprovokasi raja bodoh itu? Salah bertindak saja Kerajaan bisa hancur." Ucap sang komandan menatap dua mahkluk mitos yang melayang di udara.
"Komandan! apa yang harus kita lakukan?." ucap sang wakil komandan.
"Stein, Perintahkan semua kapal perang menurunkan senjata mereka, Aku akan mencoba bernegosiasi dengannya." ucap sang komandan.
"Siap komandan." jawab sang wakil komandan
Disela sang wakil komandan menghubungi kapten setiap kapal perang, komandan kapal mencoba bicara dengan shin yang masih berdiri di punggung gorge,
"Saya Albert Lavagnest komandan tertinggi angkatan laut kerajaan S, Kami akan akan menyerah! tapi bisakah saya bertemu anda?." ucap sang komandan kapal induk
Meskipun ragu permintaannya dipenuhi, namun sang komandan tetap mengajukan permintaannya karena rasa penasaran ingin mengetahui sosok yang dia lawan.
"Baiklah." jawab shin mendengar permintaan dari sang komandan kapal.
__ADS_1
......................